Ketua BKLDK 2010-2015 Rizqi Awal menyatakan video deklarasi “Sumpah Mahasiswa” di IPB dan di ICMS 2014 bukanlah acara Hizbut Tahrir Indonesia.
“Itu bukan acara HTI, memang BKLDK pun punya semangat menuju kembalinya Islam dan bagi kami khilafah itu ajaran Islam,” ujarnya seperti dikutip mediaumat.news dari dakwahmedia.co  Kamis (18/1/2018).
Ia menyatakan itu lantaran dalam persidangan gugatan pembubaran HTI di PTUN,  pemerintah (tergugat) menjadikan video tersebut sebagai barang bukti pembubaran ormas Islam tersebut.
Rizqi menyatakan BKLDK adalah organisasi yang menghimpun lembaga dakwah kampus seluruh Indonesia dan BKLDK bukanlah lembaga otonom di bawah HTI.
Menurutnya, pemerintah sudah kehabisan gaya dan cara untuk bisa mengkriminalisasi dan menghukum ormas Islam yang tak bersalah. “Video kami itu bukti bahwa pemerintah telah kehabisan bahan dan bukti untuk menghukum ormas Islam, khususnya HTI.”
Rizqi juga menegaskan posisinya. “Kami mendukung setiap ormas Islam, termasuk HTI, dalam upaya dakwahnya. Dan jangan mengadu domba gerakan mahasiswa dengan ormas islam, apalagi adu domba terhadap HTI!” ujarnya.
Bantahan senada disampaikan pula oleh Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto (penggugat) dalam sidang PTUN tadi pagi.



Bukan hanya menolak barang bukti video yang diputar pemerintah (tergugat), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bisa saja menggugat karena difitnah mengkafir-kafirkan.
“Video yang diputar tidak semua acara HTI, namun diklaim sebagai acara HTI seperti sumpah mahasiswa bukan acara HTI tapi acara mahasiswa,” ujar Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto dalam sidang gugatannya, Kamis (18/1/2018) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur.
Ismail juga menyatakan video juga menampilkan ulama yang saat itu bukan dari HTI.  Termasuk apa yang dipersoalkan pemerintah dari video tersebut karena itu acara itu adalah acara dakwah.
Menurutnya, yang berbahaya adalah kesimpulan sendiri dari pihak tergugat bukan substansi acara itu sendiri. “Seperti menyatakan kesimpulan HTI mengkafir-kafirkan, itu kesimpulan tergugat, justru tergugat bisa disoalkan karena telah membuat fitnah dengan menyimpulkan sendiri,” tegas Ismail.
Sedangkan kuasa hukum HTI Gugum Ridho menyebutkan tiga alasan pihaknya menolak barang bukti video yang diputar tergugat.  Pertama, waktu video itu terjadi. Tanggal kejadian video itu jauh terjadi sebelum Perppu Ormas terbit. “Kalau mau dihukum menurut Perpu seharusnya bukti bukti video setelah Perppu terbit,” bebernya.
Kedua, sumber video. tergugat tidak bisa menjelaskan dari mana sumbernya, bagaimana mendapatkannya.
Ketiga, tentang bukti. Bukti yang diambil tergugat harus diambil dari pihak yang berwenang, divalidasi oleh pihak berwenang. “Sedangkan video yang ada bukan dari pihak berwenang,” pungkasnya.[]
sumber : mediaumat



Dakwah Jateng- Semarang, Awan pagi masih menyelimuti sebagian semarang akibat hujan malam. Namun hal itu tak menyurutkan langkah dakwah seorang ulama asal semarang. Ust Muhammad Ainul Yaqin.

Pagi ini kamis (18/1/2018) tim dakwah jateng menghampiri salah satu kajian beliau di semarang. Mencoba menanyakan terkait solusi masalah palestina yang terus berulang.

Sebelum tim menanyakan terkait solusi. Tim juga mengikuti acara kajian kitab imam al ghazali.

Persoalan palestina ini bukanlah persoalan rakyat palestina saja, atau persoalan kaum muslim di timur tengah. Tapi merupakan persoalan seluruh kaum muslim di seluruh dunia. Kenapa ?. karena tanah kaum muslim adalah tanah kharajiyah, karena tanah palestina dibebaskan oleh pemerintahan khalifah Umar Bin Khattab r.a.” Katanya.

Sehingga persoalan Palestina adalah masalah pencaplokan Tanah oleh Israel laknatullah alaih. Sehingga solusi satu satunya terhadap masalah ini adalah dengan mengusir Israel dari tanah palestina, bukan solusi dua negara. Atau solusi dua negara yang bergiliran, taun ini israel tahun besok palestina. Tapi dia adalah harus mengenyahkan Israel dari tanah palestina. dan itu hanya bisa dilakukan dengan jihad, tanpa ada jihad maka tidak bisa diusir. Padahal jihad itu tidak mungkin dilakukan tanpa digerakkan oleh pemimpin sebagimana yang pernah membebaskan palestina”. tambahnya.

Sehingga solusi syar’i masalah palestina adalah dengan jihad dan jihad tidak akan terjadi kecuali ada pergerakan pasukan. Dan pergerakan psukan ini butuh kepemimpinan yang dalam islam dikenal dengan ke khalifahan. Sehingga solusi akhirny memang harus yakni. Khilafah dan jihad itu. Nah inilah solusi tuntas palestina. Mudah mudahan ini menjadi motivasi kaum muslim untuk bersatu membebaskan palestina dari cengkeraman Israel” tutupnya.

Semakin banyak ulama di jawa tengah yang menyatakan bahwa solusi palestina adalah jihad dan Khilafah. Termasuk Ust Ainul Yaqin. Beliau termasuk pimpinan ma’had al ukhuwah al islamiyah Semarang.

 rep : agus



advertisement

loading...
Powered by Blogger.