Dakwah Jateng-, Senin [18/2/19] ratusan ummat islam semarang yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) , dan sejumlah elemen umat Islam Semarang dan solo menggelar aksi damai bel ulama di Polda Jawa Tengah mulai pagi pukul 10.00 wib. Aksi tersebut digelar untuk mengawal penyidikan Ust. Slamet Ma'arif (Ketua PA 212) yang diduga melakukan pelanggaran UU nomor 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum yaitu pasal 276 ayat 2, dimana Ust. Slamet Ma'arif diduga melakukan pelanggaran yaitu melakukan kegiatan kampanye diluar jadwal yang telah ditetapkan KPU.

Terkait dengan hal itu Ust. Slamet sendiri telah melakukan klarifikasi bahwasanya laporan tersebut didasarkan pada kehadiran beliau pada acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh PA 212 Solo 13 Januari silam, dimana orasi beliau dianggap sebagai kampanye.

Padahal menurut Ust. Slamet, beliau sama sekali tidak menyebut nama Paslon tertentu, bahkan nomor urutpun tidak. Karena itu menurut beliau, laporan tersebut tidak berdasar. Meski begitu beliau tetap bersikap kooperatif dengan tetap menghadiri undangan dari Polres Surakarta guna menjalani penyidikan.




Pada Pemeriksaan di Polda Jawa Tengah ini Ust Slamet Ma'arif dikabarkan sakit sehingga tidak dapat menjalankan pemeriksaan.

Turut hadir di Semarang Ust Asep Selaku Wakil ketua umum PA 212 beliau mengungkapkan bahwa pihak kepolisian jawa tengah agar segera menghentikan penyidikan terhadap Ust Slamet Maarif dan segera mengeluarkan SP3.

" Kami berharap kepada polda jawa tengah yang dalam hal ini lebih tinggi dari polres surakarta agar melihat persolan ini dengan jernih bahwasannya tuntutan kami kepada polda jawa tengah hentikan ini, karena ini akan memalukan dari segi kepolisian kami menuntun agar Ust Slamet maarif segera dikeluarkan SP3. " Katanya.



Penyidikan kasus Ust. Slamet Ma'arif ini memperkuat dugaan kriminalisasi ulama dan tokoh umat islam, yang cenderung oposisi terhadap Rezim Penguasa.

Aksi Bela Ulama ini berlangsung hingga pukul 12.30 dan semua berjalan dengan lancar. 


Ratusan umat Islam Soloraya kembali melakukan unjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta, Sabtu (16/2/2019). Aksi ini sebagai bentuk dukungan untuk Ketua Presidium Alumni 212, Ustaz Slamet Ma’arif yang akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Jawa Tengah, Semarang.
Slamet Ma’arif ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pelanggaran kampanye dalam acara Tabligh Akbar 212 di Solo pekan lalu.
“Ini adalah bentuk kriminalisasi terhadap ulama, kita tau ustadz slamet ma’arif adalah ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212,” kata ustaz Yusuf Suparno sekjen Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dari atas Mobil Komando.
“Namun di pihak lain ada juga yang melakukan pelanggaran pemilu sudah dilaporkan tapi tidak ditangani, ini adalah bentuk ketidakadilan,” imbuhnya.
Sementara itu, ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustaz Muinudinillah Basri membantah adanya kegiatan kampanye di aksi Tabligh Akbar PA 212 di Bundaran Gladak, Ahad (13/1/2019) yang lalu.
“Bahwa panitia juga telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa Tabligh Akbar PA 212 adalah murni kegiatan keagamaan bukan kegiatan kampanye,” ujarnya.
Ia mengkritisi status tersangka yang diberikan pihak aparat kepada ustaz Slamet Ma’arif yang terkesan dipaksakan.
“Bahwa Proses hukum terhadap KH Slamet Ma’arif berbeda dengan penanganan kampanye tanpa ljin yang melibatkan lbunda Jokowi di Sukoharjo Bulan Januari 2019 yang terdapat unsur kampanye tanpa ijin,” paparnya.
“Namun hanya diberi sanksi administrasi oleh Bawaslu Kabupaten Sukoharjo,” tandasnya.
Sumber : jurnis


Aksi protes terhadap kasus yang menjerat Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif terus berlanjut. Unjuk rasa ini digelar oleh Forum Umat Islam Semarang (FUIS) di depan Mapolda Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (16/2/2019).
Ratusan massa tersebut mendesak pihak kepolisian untuk bertindak adil terhadap salah satu tokoh umat Islam itu.
“Kami berharap kepada aparat kepolisian dan jajarnnya agar jangan tebang pilih dalam menangani kasus,” kata Humas FUIS, Danang kepada Jurniscom di sela-sela aksi.
Sementara itu, perwakilan massa diterima oleh pihak kepolisian, Kompol Herman S Candra. Dalam audiensi itu, ia mengaku kasus Slamet Ma’arif akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, ia juga menanggapi isu yang mengatakan kasus Slamet Ma’arif akan dilimpahkan ke Mapolda Jawa tengah. Menurutnya, jika memang benar, akan diperiksa di ditreskrimsus.
“Jika jadi diperiksa di Polda, maka pemeriksaan akan dilakukan di ditreskrimsus,” jelasnya.
Audiensi diakhiri dengan pemberian surat pernyataan sikap dari FUIS. Diantaranya, aparat harus netral, tidak menjadi alat penguasa untuk menjerat oposisi atau lawan politik, dan mendesak aparat penegak hukum profesional dalam menangani kasus ini.
“Dan tidak tebang pilih mengusut perkara serupa,” ungkap salah seorang perwakilan massa.
Slamet Ma’arif dijerat Pasal 492 dan 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang melakukan pelanggaran kampanye diluar jadwal.
Dugaan pelanggaran dilakukan saat menghadiri undangan tablig akbar PA 212 di Solo, pekan lalu. Kini statusnya sudah menjadi tersangka.
Sumber : jurnis
loading...
Powered by Blogger.