Salemba, 20 Maret 2015, menjadi bisu, tatkala Taufik Ismail berdiri, berorasi dan membacakan puisinya pada acara Rapat Akbar Alumni Universitas Indonesia.


‎”50 tahun yang lalu aku berdiri disini sebagai mahasiswa dengan jaket kuning, tahunnya 65,” teriak Taufik, seperti dilansir Iluni.net.


Taufik Ismail lalu membacakan puisinya yang berjudul “Kami Muak dan Bosan”.


Dahulu di abad-abad yang silam

Negeri ini pendulunya begitu ras serasi dalam kedamaian

Alamnya indah,gunung dan sungainya rukun berdampingan,

pemimpinnya jujur dan ikhlas memperjuangkan kemerdekaan

Ciri utama yang tampak adalah kesederhanaan

Hubungan kemanusiaanya adalah kesantunan

Dan kesetiakawanan

Semuanya ini fondasinya adalah

Keimanan


Tapi,

Kini negeri ini berubah jadi negeri copet, maling dan rampok,

Bandit, makelar, pemeras, pencoleng, dan penipu

Negeri penyogok dan koruptor,

Negeri yang banyak omong,

Penuh fitnah kotor

Begitu banyak pembohong

Tanpa malu mengaku berdemokrasi

Padahal dibenak mereka mutlak dominasi uang dan materi

Tukang dusta, jago intrik dan ingkar janji


Kini

Mobil, tanah, deposito, dinasti, relasi dan kepangkatan,

Politik ideologi dan kekuasaan disembah sebagai Tuhan

Ketika dominasi materi menggantikan tuhan


Kini

Negeri kita

penuh dengan wong edan, gendeng, dan sinting

Negeri padat, jelma, gelo, garelo, kurang ilo, manusia gila

kronis, motologis, secara klinis nyaris sempurna, infausta


Jika penjahat-penjahat ini

Dibawa didepan meja pengadilan

Apa betul mereka akan mendapat sebenar-benar hukuman

Atau sandiwara tipu-tipuan terus-terus diulang dimainkan

Divonis juga tapi diringan-ringankan

Bahkan berpuluh-puluh dibebaskan

Lantas yang berhasil mengelak dari pengadilan

Lari keluar negeri dibiarkan

Dan semuanya itu tergantung pada besar kecilnya uang sogokan


Di Republik Rakyat Cina,

Koruptor

Dipotong kepala

Di kerajaan arab saudi,

Koruptor

Dipotong tangan

Di Indonesia,

Koruptor

Dipotong masa tahanan


Kemudian berhanyutanlah nilai-nilai luhur luar biasa tingginya

Nilai Keimanan, kejujuran, rasa malu, kerja keras, tenggang rasa, pengorbanan,

Tanggung jawab, ketertiban, pengendalian diri,

Remuk berkeping-keping

Akhlak bangsa remuk berkeping-keping

Dari barat sampai ke timur

Berjajar dusta-dusta itulah kini Indonesia

Sogok Menyogok menjadi satu,

Itulah tanah air kita Indonesia


Kami muak dan bosan

Muak dan bosan

Kami

Sudah lama

Kehilangan kepercayaan


[berita-nusantara.com]


info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Taufik Ismail: “Kami Muak dan Bosan”


Post a Comment

Powered by Blogger.