JAKARTA – Pedagang Kaki Lima (PKL) panen rejeki, menyusul usainya penyelenggaraan Rapat dan Pawai Akbar yang diselenggarakan Hizbut Tahir Indonesia (HTI) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2015).

“Hari ini penjualan saya bisa 5-6 kilogram mi, atau sekitar Rp400 ribuan. Kalau hari biasa paling hanya sampai Rp100 ribuan,” ujar Parno Budiman, penjual mie ayam di GBK kepada citraindonesia.com.

Acara HTI Dongkrak Omset PKL di GBK

Pria asal Solo berusia 30 tahun ini berharap akan ada lagi acara yang dihadiri ribuan orang seperti acara HTI hari ini, karena jika GBK banjir massa, dagangannya bisa laris.

“Ya, mudah-mudahan ada acara yang ramai seperti ini lagi. Saya kan jadi untung,” paparnya.

Seperti diketahui, acara Rapat dan Pawai Akbar HTI dihadiri kurang lebih 150 ribu peserta dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), serta dari beberapa kota lain di Indonesia.

Seusai acara yang berlangsung selama lebih dari dua jam, para peserta banyak yang didera rasa lapar dan haus, sehingga mereka ‘menyerbu’ para PKL di depan GBK.

Acara HTI ini mengusung konsep Khilafah untuk menyelesaikan persoalan Indonesia yang dianggap telah jatuh dalam cengkeraman neoimprerialisme dan neoliberalisme.

[citraindonesia.com]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Acara HTI Dongkrak Omset PKL di GBK

Post a Comment

Powered by Blogger.