Oleh: Asmara Dewo, Kemauan yang Lurus

INDONESIA sudah 70 tahun merdeka dengan sistem pemerintahan yang akarnya sama, yaitu demokrasi. Mulai dari demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila dan sekarang era reformasi. Dan terbukti Indonesia gagal membawa perubahan yang lebih baik bagi rakyatnya.

Detikcom Sabtu (30/05/15), Juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto menyatakan, pihaknya menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya para ormas, organisasi politik, ulama, wakil rakyat, anggota TNI/Polri, dan elemen masyarakakat lainnya untuk sungguh mengamalkan syariat Islam dan memperjuangkannya di negeri ini.

“Menyerukan kepada pemerintah untuk memandang acara ini sebagai bagian dari ekspresi dan aspirasi umat Islam yang dijamin undang-undang serta mengajak aparat keamanan untuk mengamankan acara ini hingga bisa berlangsung aman dan tertib,” ujarnya.
Bagi kaum yang sensitif dengan HTI, mereka menjelek-jelakkan ormas Islam ini. Apalagi setelah membaca dan medengar berita ada sekitar ratusan ribu massa HTI senusantara ikut rapat dan pawai akbar (RPA) tahun 2015 di Stadion Glora Bung Karno.

Bahkan ada yang berpendapat negeri tercinta ini dijadikan negara seperti di Suriah. Mereka khawatih negeri merah-putih ini akan kembali bertumpahan darah merebut kekuasaan pemerintahan. Mengingat tahun 1965, saat PKI ingin menguasai pemerintahan Indonesia.

Benarkah pendapat mereka demikian? Saya pribadi menilai HTI sejauh ini baik-baik saja, bahkan sistem mereka menegakkan Khilafah itu tidak dengan kekerasan, berkesan damai dengan pemerintahan Indonesia. Jadi, tidak ada yang harus dikhawartirkan. Toh, kalau impian para pejuang HTI tercapai mengganti sistem pemerintahan presidensil itu ada baiknya juga.

Indonesia selamanya ini menganut demokrasi, dan nyatanya kita bisa merasakan keunggulan dari demokrasi itu sendiri. Saya katakan demokrasi gagal membawa Indonesia lebih baik. Lantas, kenapa umat Muslim sendiri menjelekkan dan menghina pejuang HTI? Kalau takut negeri ini bergeser ke sistem syariah (Islam), bentuk ormas yang baru lagi, saingi HTI, pastikan bisa menduduki kursi pemerintahan dan terapkan sistem Islam yang sesuai dengan keyakinan. Sederhana sekali bukan?

Agar tidak menjadi fitnah, jujur saya katakan, saya bukan simpatisan HTI, pun bukan dari barisan mereka. Karena saya tahu, saya akan diserang dengan berbagai pertanyaan, jadi alangkah baiknya saya jujur di awal. Kalau tidak percaya juga, silahkan cari data saya selengkapnya.

Saya pribadi pun sudah bosan dengan partai dan ormas yang membawa embel-embel agama Islam. Saya tidak percaya dengan partai ataupun ormas, namun saya percaya dengan islam itu sendiri. Kalau tujuannya untuk menegakkan Islam, ya saya dukung. Dan jika suatu hari nanti HTI memang tidak sesuai apa yang diterapkannya di bumi Indonesia ini, sebagai pemuda yang peduli terhadap bangsa akan mengkritik HTI.

Sekali lagi, saya bukan mendukung HTI, namun saya mendukung agama Islam untuk menerapkan sistem di negeri ini. Saya sadar negeri ini beraneka ragam suku dan agama, tentunya banyak yang berontak jika sistem itu berdiri. Namun, kita bisa belajar dari sejarah keemasan Islam itu sendiri. []

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Memangnya Kenapa Kalau Sistem Khilafah Tegak di Indonesia?

Post a Comment

Powered by Blogger.