Dakwah Jateng | Semarang – Hizbut Tahrir Kota Semarang kembali menggelar Halqoh Intelektual Muslim (HIM) pada Sabtu, 27/06. Kali ini menghadirkan dua pembicara sekaligus yaitu Choirul Anam MSi., dan Singgih Saptadi ST., MT. yang kedua – duanya memiliki latar belakang seorang intelektual. Gelaran HIM sudah yang keempat kalinya dilaksanakan, dan pada edisi ini bertempat di Gedung Dakwah HTI DPD I Jawa Tengah.

Di dalam presentasinya, Singgih Saptadi mengemukakan bahwasanya ide kesesatan dan ide kebenaran, kedua – duanya memiliki pendukung. Kebenaran yang hakiki, bisa dibuat seolah – olah menjadi suatu keraguan karena pada saat yang sama ada yang menentang ide tersebut dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Parahnya, yang menciptakan iklim keragu – raguan tersebut seringkali bukanlah dari kalangan orang awam melainkan para intelektual dan ulama, hanya dikarenakan iming – iming materi.

Ustd Abdullah IAR selaku ketua HTI DPD I Jateng menambahkan, bahwasanya dakwah syariah dan khilafah di Indonesia dari tahun 90an hingga sekarang sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebagai indikasi, dulu ide khilafah masih sangat asing di telinga orang Indonesia, sekarang hampir semua lapisan masyarakat membicarakan tentang ide tersebut.

Ketika adzan maghrib dikumandangkan, acara pun kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta buka puasa bersama.

 

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah HIM #4 : Jadilah Intelektual Pendukung Khilafah

Dakwah Jateng – Sejumlah foto yang tersebar secara online diklaim sebagai mata uang kelompok militan ISIS. Di koin emas itu, pada satu sisi memiliki gambar sekam jagung yang tertiup angin, sedangkan sisi lainnya memiliki gambar peta dunia.

Simbol sekam jagung itu tampaknya menjadi upaya ISIS untuk menunjukkan bagaimana ISIS menyediakan pangan bagi para pengikutnya.

Padahal, seperti dimuat Daily Mail (Rabu, 24/6) pada kenyataanya, warga di Mosul yang merupakan kota terbesar kedua di Irak mengalami krisis pangan sejak pendudukan ISIS Juni 2014 lalu.

Koin Dinar Mata Uang Islamic State

Koin emas itu ditandai dengan nominal satu angka Arab. Koin tersebut disebut sebagai “dinar”, sama seperti mata uang umum yang digunakan di bawah kekhalifahan Umayyah.Sejumlah foto yang tersebar secara online diklaim sebagai mata uang kelompok militan ISIS.

Di koin emas itu, pada satu sisi memiliki gambar sekam jagung yang tertiup angin, sedangkan sisi lainnya memiliki gambar peta dunia.

Simbol sekam jagung itu tampaknya menjadi upaya ISIS untuk menunjukkan bagaimana ISIS menyediakan pangan bagi para pengikutnya.

Koin emas itu ditandai dengan nominal satu angka Arab. Koin tersebut disebut sebagai “dinar”, sama seperti mata uang umum yang digunakan di bawah kekhalifahan Umayyah.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Koin Dinar Mata Uang Islamic State, Seperti Apa Bentuknya?

Dakwah Jateng – Pimpinan Universitas Al Azhar, Kairo, mengecam keras pemerintah Cina yang melarang komunitas Muslim Xinjiang berpuasa di bulan Ramadhan. Dilansir dari media Lebanon, pemerintah Cina melarang para pegawai negeri, guru, dan siswa yang beragama Islam untuk berpuasa. Bahkan, semua restoran dan warung makan di wilayah Xinjiang dipaksa untuk tetap buka sehari penuh selama Ramadhan.

“Universitas Al Azhar beserta Imam Besarnya, Ahmed al-Tayeb, mengutuk keras otoritas Cina yang telah melarang kaum Muslim, terutama dari kawasan Xinjiang, berpuasa dan menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan,” demikian pernyataan yang disampaikan pihak kampus ternama itu, seperti dikutip Daily Star, Jumat (19/6).

Lebih lanjut, pihak Universitas Al Azhar terus mendesak PBB dan seluruh badan pembela hak asasi manusia global untuk bersuara keras. Sebab, pelarangan itu jelas telah menciderai kebebasan asasi manusia.

Al Azhar Kutuk Pemerintah Cina

“Al Azhar menolak keras segala bentuk penindasan yang ditujukan kepada komunitas Muslim Uighur di Cina. Penindasan terhadap hak beragama dan kebebasan personal mereka,” demikian kutipan pernyataan resmi selanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah Cina secara resmi menyatakan, “kalangan ekstremis keagamaan” telah menyulut tensi keamanan di kawasan Xinjiang. Adapun kelompok pembela HAM di Uighur menuding, justru pemerintah Cina-lah yang telah meningkatkan tensi dengan melarang praktik ibadah kaum Muslim selama bulan Ramadhan.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Larang Muslim Puasa, Al Azhar Kutuk Pemerintah Cina

Dakwah Jateng, Beijing – Polisi Xinjiang menyerang warga Muslim Uighur di selatan Kota Kashgar, Rabu (24/6). Serangan ini dilakukan sebagai balas dendam atas klaim serangan bom di pos pemeriksaan. Tersangka diklaim membunuh sejumlah polisi dengan pisau dan bom di pos pemeriksaan.

Polisi menewaskan setidaknya 15 Muslim Uighur. Balas dendam ini dilakukan pada awal bulan suci Ramadhan.

Seperti diketahui, kekerasan pada Muslim Uighur terus terjadi selama beberapa tahun terakhir. Insiden ini sering diberitakan sejumlah media. Namun, Pemerintah Cina tak pernah merespons insiden ini. Kelompok Muslim Uighur dan Aktivis HAM mengatakan, kerusuhan di Xinjiang ini dipicu karena pembatasan terlalu ketat terhadap ibadah umat Islam di sana.

Mengutip ibtimes, jumlah korban tewas serangan polisi Xinjiang dapat mencapai lebih dari 28 orang termasuk pejalan kaki. “Ketika salah seorang polisi di pos pemeriksaan berlari keluar, tersangka memundurkan mobil lalu menabrak dan mematahkan kakinya. Dua tersangka lainnya kemudian bergegas keluar dari mobil menggunakan pisau untuk menyerang dan membunuh dua polisi yang akan menyelamatkan rekannya,” ujar Turghun Memet, polisi di Distrik Heyhag.

Serangan ini sebagai protes pembatasan aktivitas agama Muslim Uighur di Cina yang berlangsung sejak lama. Pembatasan paling baru adalah larangan bagi umat Muslim untuk berpuasa Ramadhan.

Pemerintah Cina mmeberikan pemberitahuan resmi bahwa anggota partai, PNS, siswa, dan guru dilarang berpuasa. Larangan ini berlaku sejak tahun lalu.

Mereka juga memerintahkan restoran halal tetap buka pada siang hari. Juru Bicara Muslim Uighur, Dilxat Raxit, mengatakan perintah ini merupakan bentuk politisasi pemerintah.

Dilansir dari TheGuardian, Presiden Xi Jinping menilai agama yang ada di Cina tidak boleh dipengaruhi asing. Seluruh warga dan agama mana pun harus berjanji hanya setia untuk negara.

Cina dengan mayoritas ateis berusaha mengendalikan berbagai agama dan penyebarannya. “Kita harus mengelola urusan agama sesuai dengan hukum dan sesuai dengan keinginan kami,” ujar Xi Jinping.

Xi beralasan, pasukan asing menggunakan agama untuk menyusup pada masayarakat Cina. Sehingga dapat menguasai warga dan menjatuhkan partai yang berkuasa saat ini.

Seorang sarjana agama Cina di Universitas Purdue, Yang Fenggang, mengatakan aturan pemerintah ini dinilai bias. Pasukan asing tak jelas mengacu pada individu asing, kelompok nonpemerintah asing, tradisi budaya asing, atau pemerintah asing.

Kebijakan ini sulit diterapkan pada era globalisasi ini saat Cina ingin mempromosikan budaya Cina di luar negeri. “Bagaimana anda bisa mempengaruhi asing, tetapi tidak dipengaruhi oleh asing?”

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Protes Larangan Berpuasa, 28 Muslim Uighur Terbunuh

Mantan Biarawati, Ustadzah Irena Handono turut ambil peran mengkritisi tentang persoalan ‘Islam Nusantara’ yang sempat digaungkan ke ranah publik. Menurut pendiri Irena Center ini, Allah hanya meridhoi risalah sebagaimana yang dibawa oleh nabi Muhammad s.a.w..

Bukan Islam A, Islam B, Islam C, apalagi Islam Nusantara seperti sekarang yang rajin digaungkan oleh satu golongan atas nama menjunjung toleransi,” tulisnya pada akun Facebook miliknya Senin (22/06/2015).

Allah telah berfirman di dalam surat Al Maa-idah: 3, “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam sebagai agamamu”, yang sesungguhnya telah sempurnalah agama Islam di muka bumi ini, tanpa embel-embel atau atas nama toleransi buatan manusia. Dan model toleransi yang terdapat di agama Islam adalah bentuk toleransi yang agung, bahkan sejak Islam berkembang pada awal kenabian Muhammad.

“Tanpa harus merunut akar budaya toleransi Nusantara, sejak Islam berkembang pada awal kenabian, Islam sudah menunjukkan satu model toleransi dan sistem pemerintahan yang agung. Ini tercermin dalam Piagam Madinah yang diakui politikus Barat sebagai aturan yang paling modern pada masanya,” sebutnya.

Jemaat Islam Nusantara Bukti Tidak Percaya Kepada Allah dan RasulNya

Untuk itu ia mempertanyakan oleh pihak-pihak yang menggaungkan ‘Islam Nusantara’ dengan, ‘tidak cukupkah Allah melalui Rasulnya memberikan syariat ini. Dengan mengutip salah satu perkataan imam yang menjadi rujukan umat muslim dunia, ia menyebut golongan atau pihak ‘Islam Nusantara’ sama saja telah menuduh nabi Muhammad sebagai penerima risalah yang ingkar. Pasalnya, secara tidak langsung golongan atau pihak tertentu tidak mempercayai ke-Sempurnaan yang diberikan Allah subhana wa ta’ala.

“Imam Malik berkata, “Barang siapa yang membuat perkara yang diada-adakan dalam Islam dan melihatnya sebagai suatu kebaikan, maka sesungguhnya dia telah menuduh bahwa Nabi Muhammad telah berkhianat, karena Allah Ta’ala telah berfirman dalam Al Qur’an (yang artinya), “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu…”. Maka apa yang pada hari itu tidak termasuk sebagai agama, maka pada hari inipun bukan pula termasuk dalam agama,” kutipnya dari Al I’tisham karya Asy Syathibi.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Irene Handono: Jemaat Islam Nusantara Bukti Tidak Percaya Kepada Allah dan RasulNya

Pemerintah kembali akan memperpanjang izin operasi PT Freeport Indonesia di wilayah tambang Papua selama 20 tahun lagi. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (10/6/2015) mengatakan, kepastian kelanjutan operasi selama 20 tahun lagi tersebut menyusul persetujuan PT Freeport mempercepat perubahan rezim kontrak karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebelum kontrak berakhir pada 2021 (Kompas.com, 10/6). Sebelumnya Kementerian ESDM mengusulkan percepatan perubahan rezim KK menjadi IUPK sebelum 2021.
Jika percepatan IUPK itu bisa dilakukan pada 2015, dengan diperpanjang selama 20 tahun lagi, maka kontrak PT Freeport—yang diberi ijin operasi sejak tahun 1967—akan berakhir pada tahun 2035. Menurut Dadan, izin kelanjutan operasi setelah 2021 ini diberikan karena PT Freeport asal AS itu butuh kepastian sebelum menggelontorkan investasi. PT Freeport akan berinvestasi USD 17,3 miliar, terdiri atas USD 15 miliar untuk tambang bawah tanah dan infrastruktur, serta USD 2,3 miliar untuk smelter.
Terus Dimanjakan
Menurut UU Minerba no 4/2009, mineral hanya boleh diekspor setelah dimurnikan dan diolah. Tenggatnya lima tahun, paling tambat 12 Januari 2014. Peraturan pelaksanaannya dikeluarkan tiga tahun kemudian yaitu PP No. 24/2012. Lalu dikeluarkan Permen ESDM No 7/2012 yang mengatur kadar mineral yang telah dimurnikan yang boleh diekspor. Permen ini diubah dengan Permen ESDM No. 20/2013. Dalam Permen ESDM No. 20/2013 itu diatur kadar minimal mineral yang boleh diekspor di antaranya: tembaga 99,9%, besi spon 70%, besi mentah 90%, nikel 70%.
Dengan Permen ESDM No. 7/2012 dan Permen ESDM No. 20/2013, PT Freeport dan PT Newmont tidak bisa mengekspor tembaga. Kadar yang dihasilkan oleh PT Freeport dan PT Newmont melalui proses pengolahan bahan galian (bukan smelter) berkisar 25-30%.
Mendekati batas akhir 12 Januari 2014, industri smelter tidak kunjung siap. Pemerintah semestinya tegas menjalankan amanat UU. Namun, Pemerintah justru mengubah peraturan dengan mengeluarkan PP No. 1/2014. Permen ESDM No. 1/2014 mengatur perubahan kadar mineral yang boleh diekspor dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 6/2014 yang mengatur pajak progresif.
Dengan aturan baru itu, pasca 12 Januari 2014 perusahaan tambang tetap boleh mengekspor mineral yang belum dimurnikan (kadarnya diatur dengan Permen ESDM No. 1/2014) dengan catatan dikenakan pajak progresif yang diatur dalam PMK No. 6/2014. Dari perubahan ini, PT Freeport paling diuntungkan sebab tembaga yang boleh diekspor kadarnya turun sangat drastis dari 99,9% menjadi minimal 15%.
Meski kadar batas ekspor sudah diturunkan, PT Freeport keberatan dengan pajak progresif 25% (tahap 1). Akhirnya, melalui lobi-lobi, PT Freeport membuat MoU dengan Pemerintah semasa rezim SBY. PT Freeport diijinkan ekspor terhitung 6 Agustus 2014 setelah mendapat Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dengan memberikan uang jaminan pembangunan Smelter sebesar USD 115 Juta. Dalam MoU juga disepakati luas wilayah operasi 125 ribu ha, royalti emas jadi 3,75%; dan kewajiban divestasi saham PT Freeport 30% (UU mewajibkan sebesar 51%). PT Freeport juga berjanji menggunakan 100% tenaga kerja dan produk lokal. PT Freepor pun berjanji membangun smelter di Gresik senilai USD 2,3 miliar.
Namun, hingga Januari 2015 tidak terlihat niat PT Freeport. PT Freeport sengaja “menyandera” pembangunan smelter untuk mendapat kepastian perpanjangan ijin. Dari dokumen yang diperoleh Kompas.com (26/1/2015), PT Freeport berjanji akan membangun smelter, namun syaratnya Pemerintah harus memberikan perpanjangan kontrak hingga 2031. “PT Freeport Indonesia akan memulai konstruksi pembangunan smelter ketika kepastian kelanjutan operasi pertambangan sampai dengan 2031 diterima PT Freeport Indonesia,” bunyi dokumen itu.
Pemerintah mestinya bertindak tegas. Lagi-lagi yang terjadi justru sebaliknya. PT Freeport malah terus dianakemaskan dan diberi berbagai kemudahan.
Slogan Kosong
Terbitnya UU Minerba semestinya dijadikan momentum kemandirian pengelolaan tambang. Semestinya Pemerintah menyiapkan diri untuk mengambil-alih pengelolaan tambang. Di antaranya dengan menyiapkan BUMN untuk menjalankan pengelolaan tambang itu. Andai hal itu dilakukan, saat tenggat berakhir pada Januari 2014, bisa segera dimulai proses “pengambilalihan” pengelolaan berbagai tambang secara konstitusional. Dengan begitu tambang-tambang itu bisa dikelola penuh oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Namun, Pemerintah justru mengubah peraturannya sendiri demi kepentingan perusahaan tambang, khususnya PT Newmont dan PT Freeport. Itu menunjukkan ketidaktegasan dan kelemahan Pemerintah berhadapan dengan perusahaan tambang khususnya PT Freeport. Ataukah memang Pemerintah tidak serius untuk mewujudkan kemandirian pengelolaan kekayaan alam? Jika demikian, kemandirian yang selama ini dicita-citakan hanyalah slogan kosong belaka.
Memperpanjang Kerugian
Menurut UU Minerba, perubahan status dari KK ke IUPK juga akan memberi hak kepada PT Freeport Indonesia untuk dapat memperpanjang kontrak dua kali 10 tahun. Bila hak ini dijalankan, PT Freeport bisa beroperasi di Indonesia hingga 2055. Itu artinya, jika dihitung sejak tahun 1967, PT Freeport berpeluang terus bercokol di Papua selama 88 tahun! Jelas, ini hanya akan semakin memperpanjang kerugian untuk rakyat dan negeri ini. Dengan perpanjangan itu PT Freeport dan swasta lainnya akan terus mengeruk kekayaan alam negeri ini.
Selama ini pendapatan negara dari tambang dan batu bara masih kecil dibandingkan dengan yang diperoleh oleh perusahaan tambang. Pendapatan negara dari tambang hanya dalam bentuk pajak, royalti dan deviden. Total pajak dari industri pertambangan saat ini berada pada kisaran 30%. Pendapatan royalti Pemerintah juga sangat kecil. Menurut aturan sekarang, royalti yang diperoleh Pemerintah hanya berkisar 3.75% untuk mineral emas berdasarkan kontrak karya (Beritasatu.com, 12/6).
Deviden untuk Pemerintah juga sangat kecil. Total dividen yang diterima Pemerintah dari Freeport sejak 1992-2011 hanya sebesar USD 1,287 miliar. Demikian pula saham Pemerintah di PT Freeport, hanya sekitar 9,36 persen (Kompas.com, 27/1/2015). Itu artinya pada jangka waktu yang sama, PT Freeport menerima deviden USD 12,87 miliar dolar alias 10 kali lipat daripada yang didapat Pemerintah. Parahnya, ternyata selama 2012-2014 PT Freeport tidak memenuhi kewajibannya untuk menyetor dividen kepada Pemerintah, dan itu dibiarkan saja oleh Pemerintah.
Menyalahi Islam
Abyadh bin Hamal ra. menuturkan bahwa:
أَنَّهُ وَفَدَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَاسْتَقْطَعَهُ الْمِلْحَ – قَالَ ابْنُ الْمُتَوَكِّلِ الَّذِى بِمَأْرِبَ – فَقَطَعَهُ لَهُ فَلَمَّا أَنْ وَلَّى قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْمَجْلِسِ أَتَدْرِى مَا قَطَعْتَ لَهُ إِنَّمَا قَطَعْتَ لَهُ الْمَاءَ الْعِدَّ. قَالَ فَانْتَزَعَ مِنْهُ
Ia pernah datang kepada Rasulullah saw. Ia meminta (tambang) garam—Ibn al-Mutawakkil berkata, “Yang ada di Ma’rib.” Lalu Rasul saw. memberikan tambang itu kepada Absyadh. Saat dia pergi, seseorang di majelis itu berkata, “Apakah Anda tahu apa yang Anda berikan. Sesungguhnya Anda telah memberi dia (sesuatu laksana) air yang terus mengalir.” Ibn al-Mutawakkil berkata, “Rasul pun menarik kembali tambang itu dari dia (Abyadh bin Hamal) (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).
Berdasarkan hadis di atas, Islam menetapkan tambang sebagai milik umum seluruh rakyat. Tambang itu wajib dikuasai dan dikelola langsung oleh negara dan seluruh hasilnya dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat. Islam mengharamkan penguasaan pengelolaan tambang yang berlimpah oleh swasta apalagi asing. Karena itu pemberian ijin kepada swasta untuk menguasai pengelolaan tambang, termasuk perpanjangan ijin yang sudah ada, termasuk untuk PT Freeport, jelas menyalahi Islam. Saat negeri ini dikelola dengan menyalahi ketentuan Islam yang berasal dari Allah SWT maka akibatnya adalah seperti yang ditegaskan oleh Allah SWT :
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا…
Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya bagi dia penghidupan yang sempit… (QS Thaha [20]: 124).
Kehidupan yang sempit itulah yang telah diderita oleh penduduk negeri ini. Bagaimana tidak, kekayaan alam tambang itu dikeruk oleh swasta dan asing. Hasilnya lebih banyak untuk kemakmuran mereka. Sebaliknya, rakyat kehilangan kekayaan mereka. Rakyat pun harus menanggung kerusakan dan dampak buruk akibat penguasaan kekayaan mereka oleh swasta dan asing.
Wahai Kaum Muslim :
Kekayaan alam mendesak untuk diselamatkan. Kemandirian harus segera diwujudkan. Semua itu hanya akan terwujud melalui pemerintahan yang menerapkan syariah Islam secara menyeluruh. Hal itu hanya sempurna dijalankan melalui tegaknya sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Inilah yang mendesak untuk diwujudkan oleh kaum Muslim negeri ini demi menyelamatkan kekayaan alam serta mewujudkan kemakmuran negeri dan penduduknya. WalLâh a’lam bi ash-shawâb. [Al-Islam edisi 762, 9 Ramadhan 1436 H – 26 Juni 2015 M]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah PT Freeport Kembali Dimanjakan, Rakyat Kembali Dirugikan

Oleh: Fadh Ahmad Arifan
(Alumni MAN 3 Malang dan kini menjadi Pendidik di MA Muhammadiyah 2, kota Malang)

Ketika 15-17 Juni 2015 kemarin, Masyarakat Sudan menyelenggarakan agenda memperingati 100 tahun Syeikh Ahmad As-Surkati berhijrah dan berdakwah ke wilayah nusantara, di Universitas Internasional Afrika, Khartoum. Acara tersebut hadiri oleh Rektor UIN Malang, Prof Dr. Mudjia Raharjo, Mantan Duta Besar Sudan untuk Indonesia Prof. Dr. Hasan Makki, utusan Perhimpunan Al-Irsyad Indonesia yaitu Dr. Hilmi Bakar Al-Mascaty, Yusuf Baisa dan Ahmad Muslih. Rektor Universitas Internasional Afrika Syaikh Prof. Kamal Obaed Ahmad, Ketua LSM Syaikh As-Surkati di Sudan, Syaikh Abdul Basit Abdul Majid, keluarga Besar Syaikh As-Surkati dari Provinsi Donggola, Ketua Dewan Persahabatan Global Masyarakat Sudan, ulama, tokoh setmpat dan mahasiswa Indonesia di Sudan (Laporan Ali Farkhan tsani dalam situs Miraj news, 18 Juni 2015).

Ahmad Surkati lahir di Desa Udfu, Jazirah Arqu, daerah Dongula, Sudan pada tahun 1292 H/1875 M. Dia diyakini masih keturunan Jabir bin Abdullah al-Ansari dari seorang bapak yang bernama Muhammad. Dengan demikian nama lengkapnya adalah Ahmad Surkati al-Anshari. Dan kemudian lebih dikenal dengan sebutan Syeikh Ahmad Surkati. Sedang Syurkati berarti banyak kitab (Bisri Afandi, Pustaka al-Kautsar, 1999, hal 4)

Syeikh Surkati tiba di Indonesia bersama dua kawannya: Syeikh Muhammad Tayyib al-Maghribi dan Syeikh Muhammad bin Abdul hamid al-Sudani. Di negeri barunya ini, Syeikh Ahmad menyebarkan ide-ide baru dalam lingkungan masyarakat Islam Indonesia (Hidayatullah 6 September 2014). Mengacu hasil penelitian Nur Laily Mazkiyatul (Skripsi di IAIN Walisongo, 2004) tentang Pemikiran Pendidikan Syeikh Ahmad As-Surkati, diketahui:

  1. Pemikiran Syeikh Surkati yang banyak dipengaruhi oleh pembaharu Islam yaitu Muhammad Abduh yang banyak berpengaruh dalam pembaharuan pendidikan yang ada di Indonesia.
  2. Syeikh Surkati lebih menekankan pemahaman dan penalaran dari pada hafalan. Kurikulum yang diterapkan baik dalam pendidikan non formal maupun dalam lembaga pendidikan tidak membedakan antara pelajaran agama dengan pelajaran umum.
  3. Menurut Syeikh Surkati kebodohan harus diberantas. Dan berpendapat bahwa perbuatan mendidik dan mengajar adalah pekerjaan yang termulia disisi Allah swt.

Disamping sebagai guru, pendidik, ulama, dan tokoh pergerakan Islam, beliau juga seorang penulis yang produktif. Beliau mampu menulis berbagai cabang ilmu diantaranya aqidah, ibadah, kandungan al-Quran dan al-Hadits. Sebagian karya-karyanya dibuat dalam rangka menyanggah paham keagamaan yang beliau anggap menyimpang dari al-Quran dan as-Sunnah (Bisri Afandi, hal 39).

Pengaruh al-Irsyad

Bagaimana dengan gerakan dakwah yang didirikan oleh Syeikh As-Surkati? Perhimpunan Al-Irsyad Islamiyyah adalah wadah organisasi bagi komunitas arab non-Habaib. Pendiri-pendiri al-Irsyad kebanyakan adalah pedagang, tetapi tokoh yang paling menonjol sepanjang sejarah adalah Syeikh as-Surkati (Deliar Noer, LP3ES, hal 73). Secara kultur keagamaan ada kemiripan dengan Muhammadiyah, Persis, Wahdah Islamiyyah dan Hidayatullah.

Saat ini amal usaha dan pendidikan al-Irsyad tersebar di Singapura, Jakarta, Bandung, Cirebon, Pemalang, Purwokerto, Cilacap, Salatiga, Solo, Semarang, Malang dan Surabaya. Al-Irsyad juga telah melahirkan tokoh-tokoh ternama seperti, Umar Hubeis, AR Baswedan, Ust Abu Bakar ba’asyir dan Munir bin Thalib (pejuang HAM).

Perlu diketahui, alm Munir pernah menjadi Sekretaris al-Irsyad di kota Batu, Jawa timur. Munir tertarik ajaran keagamaan yang dibawa al-Irsyad yang tidak ada pada ormas yang lain. Semangat reformis dan perjuangan yang telah ditorehkan al-Irsyad benar-benar menjiwai semangat juangnya Munir. Seiring perjalanan waktu, hasil Muktamar ke 37 di Bandung menempatkan Munir sebagai anggota badan penasehat (Mustasyar) di al-Irsyad. (Willy Pramudya, Cak Munir, Engkau Tak pernah pergi, hal 82-83). Wallahu’allam bishowwab

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Pengaruh Syeikh As-Surkati dan al-Irsyad di Indonesia

Oleh: Fadh ahmad Arifan,
*Alumnus jurusan Studi Islam di Pascasarjana UIN Malang

Hizbut Tahrir adalah sebuah partai politik yang berideologi Islam. Politik merupakan kegiatannya dan Islam adalah mabda (buku Mengenal Hizbut Tahrir hal 6). Partai ini didirikan di Palestina oleh Taqiyudin an-Nabhani dengan maksud untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam di bawah Daulah Khilafah Islamiyah. Partai politik dan gerakan dakwah ini mendasarkan perjuangannya pada thariqah dakwah Rasulullah yang tidak pernah berkompromi dengan kekufuran yang ada (Majalah al-wa’ie No 55 Tahun V Edisi Khusus Maret 2005, hal 105).

Di berbagai negara khususnya di Inggris dan Indonesia, HT mengalami perkembangan yang pesat. Terbukti di antaranya banyak menarik kalangan terdidik perkotaan, yang terdiri dari akademisi, profesional dan mahasiswa. Jika ditelusuri sejarahnya, HT masuk ke Indonesia pada awal dekade 1980-an, namun ada pendapat yang mengatakan bahwa, ide-ide Hizbut Tahrir telah hadir di Indonesia sejak Taqiyuddin an-Nabhani mengunjungi Indonesia pada tahun 1972 (Moh Iqbal Ahnaf, “MMI dan HTI: Image of The Others,” dalam A.Maftuh Gabriel, Negara tuhan: The Thematic Ensiklopedia, 2004, hal 694).

Hizbut Tahrir (HT) adalah sebuah partai untuk seluruh umat Islam. Dalam merekrut anggota tidak lagi memandang dari segi ras, warna kulit maupun mazhab mereka (buku Mengenal Hizbut Tahrir, hal. 14).Mereka bersedia menerima orang Syiah atau aliran-aliran lainnya yang dianggap menyimpang untuk jadi anggota asalkan mereka meninggalkan hal-hal yang jelas bertentangan menurut syara’. Menurut tokoh HTI kota Malang, ust Abdul Malik, anggota HT di Irak dulunya banyak yang penganut Syiah, tapi ketika sudah bergabung ajaran Syiahnya yang “menyimpang” otomatis harus ditanggalkan (Abdul Malik, wawancara, Malang 20 Mei 2009).

Jalan Panjang Menjadi Anggota Hizbut Tahrir

Bila ingin menjadi anggota HTI, seseorang harus melewati tahapan yang relatif panjang, Bisa saya simpulkan HTI sangat ketat dalam perekrutan anggota baru dibandingkan gerakan Islam lainnya. Bahkan dalam urusan penegakan aturan (idari), tak peduli senior atau masih pemula, bila melakukan hal-hal melanggar syariah, ambil contoh berkhalwat (pacaran), meninggalkan sholat atau kepergok minum khamr, pasti yang bersangkutan langsung dikeluarkan dari HTI.

Menjadi bagian dari HTI, Pertama-tama harus mengikuti halaqah ‘am yang berlangsung kira-kira selama satu tahun. Setelah mengikuti halaqah ‘am, masih ada tahapan berikutnya yang harus dilewati, yaitu tathqif murakaz. Dalam tahapan ini, Hizb membagi halaqah ke dalam dua jenjang. Jenjang pertama disebut darisin, yakni seseorang yang (sebatas) mengkaji secara mendalam ide-ide Hizb. Jenjang kedua, hizbiyyin. Pada jenjang ini seseorang dinyatakan sebagai anggota Hizbut tahrir. Dengan tahapan panjang yang harus dilalui calon anggota HT, diharapkan mereka mempunyai komitmen mengambil dan mnerapkan ide-ide HT. Komitmen calon anggota HT dinyatakan dalam bentuk qosam (sumpah) di hadapan mushrif dan masy’ul (penanggung jawab). Qosam merupakan salah satu cara yang dilakukan HT agar anggota memiliki komitmen yang tinggi. Calon anggota HT, berjanji atas nama Allah untuk taat pada hukum syara; taat kepada Amir HT; mau mengadopsi  ide-ide dan pendapat HT; mau mengemban dakwah islam (Lihat Syamsul Arifin, Ideologi dan Praksis Gerakan Kaum Fundamentalis: Pengalaman Hizbut Tahrir Indonesia, UMM Press, 2005, hal. 165 dan 335).

Terakhir sebelum menutup tulisan ini, HT  juga tidak mengenal istilah junior dan senior. Semua anggotanya dipandang sama. Yang membedakan satu sama lainnya hanya geraknya dalam dakwah dan adanya penghormatan kepada orang-orang yang perlu dihormati sebagaimana islam menyuruh muslim untuk saling menghormati. Wallahu’allam bishowwab

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Jalan Panjang Menjadi Anggota Hizbut Tahrir

DYLANN Roof, pria kulit putih yang dijerat dengan sembilan dakwaan setelah melepaskan tembakan terhadap kelompok studi Injil di Gereja Metodis Afrika Emanuel, Charleston, hanya disebut sebagai pelaku kejahatan rasial bukan teroris.

Kenyataan itu membuat sejumlah pihak menilai bahwa pihak berwenang tidak adil karena setiap kasus yang melibatkan tersangka muslim selalu disebut teror dan pelakunya disebut teroris, sedangkan bila tersangkanya orang kulit putih seringkali hanya disebut penjahat rasial atau sakit jiwa.

Insiden itu menewaskan sembilan orang, termasuk pendeta yang juga Senator South Carolina, Clementa Pinckney. Di hadapan penyidik, tersangka mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa dia ”ingin memulai perang rasial”.

Setelah kabar mengenai penembakan itu menyebar, muncul sebuah foto di halaman Facebook yang memperlihatkan Dylann Roof (21) mengenakan jaket yang bergambar bendera Afrika Selatan era apartheid dan Rhodesia. Kedua bendera itu sering dipakai oleh kelompokkelompok supremasi kulit putih di AS.

Sejak serangan di gereja warga kulit hitam itu, kelompok- kelompok kebebasan sipil di AS bertanya mengapa Roof tidak disebut sebagai tersangka teroris. Mereka heran, mengapa kasus-kasus yang melibatkan tersangka ekstremis Islam, seperti serangan bom di Boston Marathon dan di kontes kartun Nabi Muhammad di Texas, disebut sebagai aksi teror.

Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi Nasional di kelompok advokasi muslim Dewan Hubungan Islam Amerika, berpendapat Roof pasti langsung akan disebut sebagai teroris jika dia muslim atau orang Arab.

”Setiap terjadi penembakan massal, masyarakat menunggu apakah tersangkanya terkait dengan Islam atau tidak,” ucapnya.

”Jika tidak ada kaitannya dengan Islam maka aksi tersebut tidak pernah disebut sebagai terorisme. Fakta semacam itu terjadi berulang kali,” paparnya kepada Yahoo News.

Teroris

Hooper menambahkan, begitu tersangkanya diketahui bukan muslim, pembicaraan akan mengarah pada status mental tersangka dan data biografi pribadinya. ”Dalam insiden di Clarleston Rabu lalu, secara definisi, kasus tersebut jelas merupakan aksi terorisme.

Pelaku melakukannya untuk tujuan politik, yakni menciptakan perang rasial di AS.” Menurut kamus The Oxford English Dictionary, teroris adalah orang yang menggunakan cara-cara kekerasan dan intimidasi untuk mencapai tujuan politik. Hooper kemudian memaparkan sebuah studi dari Universitas Illinois yang dimuat dalam Journal of Communication.

Studi yang mengampil sampel laporan berita media massa antara tahun 2008 dan 2012 itu menyebutkan, 81 persen tersangka teroris domestik di AS diidentifikasi sebagai muslim. Padahal, menurut laporanlaporan FBI dari periode tahun yang sama, tersangka muslim dalam aksi terorisme domestik hanya sekitar 6 persen. Ketika ditanya apakah dia akan menyebut Roof sebagai teroris, seorang politikus Republik dari South Carolina sedikit kebingungan.

”Tidak. Menurut saya, aksi teror melibatkan agenda politik yang lebih besar. Tapi saya tidak tahu apa bedanya. Dia adalah anak nakal dan perlu diseret ke pengadilan. Hanya itu yang saya tahu,” ujar Mark Sanford.

Teman masa kecil Roof, Joe Meek, yang melihat tersangka sehari sebelum peristiwa penembakan di Gereja Metodis Afrika Emanuel, menuturkan: ”Roof berpendapat orangorang kulit hitam secara umum merupakan ras yang akan menjatuhkan orangorang kulit putih.”

Heidi Beirich, Direktur Proyek Intelijen di Southern Poverty Law Center, menilai bahwa insiden penembakan di gereja kulit hitam di Charleston merupakan kejahatan yang dilandasi kebencian dan juga merupakan terorisme domestik.

Sementara itu, korban selamat mengaku mendengar Roof mengatakan kepada para korbannya sebelum melepaskan tembakan: ”Kalian memperkosa para wanita kulit putih dan berusaha menguasai negeri ini. Kalian harus pergi!”

Mark Pitcavage, pengamat dan peneliti kasus-kasus ekstremisme, mengatakan bahwa Roof tidak memiliki keanggotaan resmi dengan kelompok-kelompok rasis tertentu dan dia mungkin menjadi radikal secara online.

”Jumlah anggota kelompok- kelompok hater jauh lebih kecil dibanding dengan jumlah anggota kelompokkelompok supremasi kulit putih di AS,” jelasnya.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Publik bertanya, Kenapa Pembunuhan di Gereja AS tidak disebut Teroris?

Negeri Malaka di Malaysia merupakan salah satu wilayah penting dalam penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sejak didirikan, Kesultanan Malaka mendapatkan pengaruh dari para pedagang Arab, India, dan Cina sekitar abad ke-14 dan ke-15. Maklum, Malaka merupakan kota pelabuhan dan lokasi perdagangan nan strategis.

“Pedagang dari India dan Arab itu mengajarkan Islam ke kesultanan yang ada di Malaka, kemudian menyebar ke Trengganu, Pahang, Johor,” jelas Profesor Zainal Kling, pakar sejarah Islam dari Universitas Malaya, Malaysia, kepada jurnalis BBC Indonesia, Sri Lestari.

Selain ke Semenanjung Malaya, Islam dari Kesultanan Malaka menyebar ke Sumatera dan Kalimantan. Hal ini, menurut Profesor Zainal Kling, tidak lepas dari latar belakang pendiri Kesultanan Malaka.

kerajaan-aceh
Kesultanan Malaka didirikan oleh Parameswara, yang merupakan orang Melayu beragama Hindu keturunan Raja Sriwijaya. Parameswara lalu mengganti nama menjadi Muhamad Iskandar Syah setelah masuk Islam.

Sultan Iskandar Syah lantas menguatkan relasi dengan kerajaan-kerajaan Islam di wilayah yang kini menjadi Indonesia dengan menikahi putri dari Kerajaan Samudera Pasai di Aceh.

Pasukan Aceh

Tetapi, kejayaan Kesultanan Malaka ini tidak bertahan lama setelah datangnya pasukan Portugis dan Inggris pada 1511. Akibatnya, wilayah ini menjadi pusat pemerintahan kolonial.

Zainal mengatakan setelah diduduki Portugis, Inggris kemudian Belanda, Kesultanan Malaka pun runtuh. Pemimpin terakhirnya, Sultan Mahmud, melarikan diri ke Pahang lalu ke Johor. Dia meninggal pada 1628.

“Keturunan langsung Sultan Malaka sempat berkuasa di Pahang dan Johor tetapi kemudian putus juga diganti dengan keturunan para temenggungnya,” jelas Zainal.

150623041029_aceh_malaysia_islam_624x351_bbc
Ketika Malaka berada dalam kekuasaan penjajah, pasukan Aceh pernah berupaya untuk menyerang kekuasaan Portugis. Namun, itu pun berakhir dengan kekalahan Aceh.

Dua tokoh penting pasukan Kesultanan Aceh, yaitu Panglima Pidi dan Syamsudin Al Sumatarani, wafat. Jasad Panglima Pidi dimakamkan di Bukit Cina, sementara Syamsudin Al Sumatarani di Kampung Ketek di Malaka.

Sejak penjajahan itu pula banyak pendatang dari Cina masuk yang dikenal dengan sebutan Babah dan Nyonya. Hingga kini jejak para pendatang dapat disaksikan melalui arsitektur kawasan kota tua Malaka.

Tak hanya itu, keragaman agama, budaya dan suku, toleransi beragama dapat langsung dirasakan.

Dua masjid tertua di Malaka, yaitu Kampung Hulu dan Kampung Kling, terletak di tengah-tengah permukiman etnis Cina. Di depan masjid, warung pun tetap diijinkan buka pada saat Ramadan.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Malaka, Kawasan Penting Penyebaran Islam Asia Tenggara

Dakwah Jateng – Dalam pembukaan acara Istighotsah menyambut Ramadhan dan pembukaan munas alim ulama NU,  di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal model Islam Nusantara, Minggu, 14/06/2015

Presiden Jokowi saat berpidato dalam membuka Munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal,  menyatakan dukungannya secara terbuka atas model Islam Nusantara.Minggu (14/06/2015),

“Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi,” kata Presiden Jokowi.
Tentu saja, Konsep Islam Nusantara ini mendapatkan banyak tanggapan dan reaksi dari kalangan tokoh dan masyarakat terlebih para ulama yang selalu mendakwahkan islam.

Diantaranya adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Sihab. Dengan tegas beliau menyatakan bahwa JIN (Jemaat Islam Nusantara) merupakan paham yang sesat dan menyesatkan, serta bukan dari ajaran Islam, sehingga wajib ditolak dan dilawan serta diluruskan.di lansir dari tulisan beliau di suara islam.com.
Maka untuk lebih jelasnya, kami nukilkan 8 Alasan Habib Riziq sihab menolak konsep Islam Nusantara yang di posting oleh Suara Islam dengan judul “Jemaat Islam Nusantara (JIN) Paham Sesat Menyesatkan”.

Inilah Kesesatan Jemaat Islam Nusantara (JIN)

1. Islam Pendatang

Bagi JIN bahwa Islam di Indonesia adalah “pendatang” dari Arab yang “numpang”, bukan agama “asli” bangsa Indonesia.

Tanggapan : Islam adalah agama asli yang turun dari langit untuk seluruh penduduk bumi, karena Islam datang dari Allah Swt sang pemilik alam semesta, sehingga Islam di mana saja di atas bumi Allah Swt akan selalu menjadi agama “asli” yang “pribumi”, dan tidak akan pernah jadi “pendatang”.

Jadi, Islam bukan dari Arab, tapi dari langit yang diturunkan pertama kali di tengah orang Arab, kemudian disebarkan ke seluruh dunia.

2. Pribumisasi Islam

Islam sebagai pendatang dari Arab harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku pribumi, sehingga Islam harus siap “dipribumisasikan” agar tunduk kepada budaya setempat.

Karenanya, tidak boleh lagi ada istilah “Islamisasi Indonesia”, tapi yang mesti dilaksanakan adalah “Indonesia-isasi Islam”. Jadi, jangan pernah katakan “Indonesia negara Islam”, tapi katakanlah “Islam ada di Indonesia”.

Tanggapan : jika pola pikir ini benar, maka Islam di China mesti di-China-isasi, dan Islam di India mesti
di-India-isasi, serta Islam di Amerika juga mesti di-Amerika-isasi, dan seterusnya, sehingga Islam di dunia jadi bermacam-macam dan berjenis-jenis sesuai negerinya.

Jika mundur lagi ke belakang, mestinya saat Islam ada di tengah masyarakat jahiliyyah, maka Islam harus di-jahiliyyah-isasi.

Jelas, pola pikir di atas ngawur dan tidak ilmiah, bahkan sesat menyesatkan.

3. Tolak Arabisasi

Islam yang ada di Indonesia selama ini adalah “Islam Arab”, sehingga budaya Nusantara terancam dan tergerus oleh Arabisasi.

Karenanya, di Indonesia semua budaya Arab yang menyusup dalam Islam harus diganti dengan budaya Nusantara, sehingga ke depan terwujud “Islam Nusantara” yang khas bagi bangsa Indonesia.

Intinya, JIN menolak semua budaya Islam yang beraroma Arab, karena dalam pandangan mereka semua itu adalah “Arabisasi Islam”, sehingga perlu ada gerakan “Indonesia-isasi Islam” di Nusantara.

Tanggapan : Rasulullah Saw diutus di tengah bangsa Arab untuk meng-Islam-kan Arab, bukan meng-Arab-kan Islam. Bahkan untuk meng-Islam-kan seluruh bangsa-bangsa di dunia, bukan untuk meng-Arab-kan mereka.

Jadi, tidak ada Arabisasi dalam Islam, yang ada adalah Islamisasi segenap umat manusia.

4. Ambil Islam Buang Arab

Islam sebagai pendatang dari Arab tidak boleh mengatur apalagi menjajah Indonesia, tapi Islam harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku pribumi.

Karenanya, bangsa Indonesia boleh ambil budaya Islam, tapi wajib tolak budaya Arab, agar supaya budaya Nusantara tidak terjajah dan tidak pula tergerus oleh budaya Arab.

Tanggapan : ini adalah propaganda busuk JIN yang ingin menolak budaya Islam dengan “dalih” budaya Arab. Pada akhirnya nanti, semua ajaran Islam yang ditolak dan tidak disukai JIN, akan dikatakan sebagai “budaya Arab”.

Dan propaganda ini sangat berbahaya, karena menumbuh-suburkan sikap rasis dan fasis, serta melahirkan sikap anti Arab, yang pada akhirnya mengkristal jadi anti Islam.

5. Ambil Islam Buang jilbab

Menurut JIN bahwa jilbab adalah budaya Arab karena merupakan pakaian wanita Arab, sehingga harus diganti dengan pakaian adat Nusantara.

Tanggapan : JIN buta sejarah, karena di zaman jahiliyyah, masyarakat Arab tidak kenal jilbab, dan wanita Arab tidak berjilbab. Bahkan wanita Arab saat itu terkenal dengan pakaian yang umbar aurat dan pamer kecantikan, serta tradisi tari perut yang buka puser dan paha.

Lalu datang Islam mewajibkan wanita muslimah untuk berjilbab menutup aurat, sehingga wanita muslimah jadi berbeda dengan wanita musyrikah. Dengan demikian, jilbab adalah busana Islam bukan busana Arab, dan jilbab adalah kewajiban agama bukan tradisi dan budaya.

6. Ambil Islam Buang Salam

Ucapan “Assalaamu ‘alaikum” adalah budaya Arab, sehingga harus diganti dengan “salam sejahtera” agar bernuansa Nusantara dan lebih menunjukkan jatidiri bangsa Indonesia.

Tanggapan : lagi-lagi JIN buta sejarah, karena di zaman jahiliyyah, salam masyarakat Arab adalah “wa shobaahaah”, bukan “Assalaamu ‘alaikum”.

Lalu datang Islam yang mengajarkan umatnya salam syar’i antar kaum muslimin, yaitu “Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh”. Jadi, “Assalaamu ‘alaikum” adalah “tahiyyatul Islam” bukan “tahiyyatul ‘Arab.”

7. Ambil tilawah Quran buang langgam Arabnya

Termasuk baca Alquran tidak perlu lagi dengan langgam Arab, tapi sudah saatnya diganti dengan langgam Nusantara seperti langgam Jawa dan Sunda atau lainnya, agar supaya lebih Indonesia.

Tanggapan : membaca Alquran dengan langgam Arab bukan kemauan orang Arab, akan tetapi perintah Allah Swt dan Rasulullah Saw.

Dan karena Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, tentu membacanya harus dengan langgam Arab, agar sesuai dengan intonasi makna dan arti. Dan itu pun tidak tiap langgam Arab boleh untuk tilawah Alquran.

Langgam gambus dan langgam qashidah berasal dari Arab, tapi tidak boleh digunakan untuk tilawah Alquran, karena keduanya adalah langgam seni dan budaya serta musik dan hiburan.

Apalagi langgam tari perut yang merupakan langgam seni dan budaya Arab untuk pertunjukan maksiat, lebih tidak boleh digunakan untuk tilawah Alquran.

Karenanya, membaca Alquran dengan langgam selain Arab tidak diperkenankan, karena memang tidak sesuai dengan pakem bahasa Arab, sehingga tidak akan sesuai dengan intonasi makna dan arti.

Apalagi dengan langgam seni dan budaya selain Arab yang digunakan untuk hiburan dan pertunjukan, seperti langgam dalang pewayangan, langgam sinden jaipongan, langgam gambang kromong, dan sebagainya, tentu lebih tidak boleh lagi.

Allah Swt telah menganugerahkan bangsa Indonesia kefasihan dalam lisan Arab, sehingga dari Sabang sampai Merauke, orang dewasa maupun anak-anak, sangat fasih dalam mengucapkan lafzhul jalalah “Allah” dan aneka dzikir seperti “Subhanallah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.” dan mereka pun sangat fasih juga dalam membaca Alquran.

Bahkan bangsa Indonesia sangat ahli dalam ilmu tajwid dan amat piawai dalam tilawatil Alquran dengan langgam Arab, sehingga di hampir setiap Musabaqah Tilawatil Qur’an internasional, para qori Indonesia banyak sukses dan berhasil keluar jadi juara dunia tilawah.

Karenanya, pembacaan Alquran dengan langgam dalang pewayangan adalah “kemunduran”, di mana bangsa Indonesia yang sudah sangat maju dalam tilawatil Qur’an, hingga mengungguli bangsa Arab sekali pun, lalu dibawa mundur jauh ke alam mitos pewayangan di zaman semar dan petruk.

8. Ambil Alquran buang bahasa Arabnya

Baca Alquran tidak mesti dengan bahasa Arab, tapi cukup dengan terjemah Indonesianya saja, agar umat Islam Indonesia bisa langsung menyimak dan memahami makna dan arti ayat-ayat yang dibaca.

Tanggapan : inilah tujuan sebenarnya dari propaganda JIN yaitu menjauhkan Alquran dari umat Islam, karena mereka paham betul bahwa ruh dan jiwa Islam adalah Alquran.

Bagi JIN, siapa ingin hancurkan dan lenyapkan Islam, hancurkan dan lenyapkanlah Alqurannya. Jadi jelas sudah, bahwa yang diserang JIN sebenarnya bukan Arab, tapi Islam.

Karenanya, selain yang sudah disebutkan di atas, JIN juga melakukan aneka ragam propaganda anti Arabisasi untuk merealisasikan tujuan busuknya, antara lain :

Pertama, menolak istilah-istilah yang diambil dari bahasa Arab, hingga sebutan abi dan ummi pun mereka kritisi, sehingga harus diganti dengan istilah-istilah Indonesia, tapi lucunya mereka alergi dengan istilah Arab namun sangat suka dan amat fasih menggunakan istilah-istilah Barat.

Kedua, menolak penamaan anak dengan nama-nama Islam yang diambil daribahasa Arab, sehingga anak Indonesia harus diberi nama Indonesia. Tapi lucunya mereka senang dan bangga dengan penamaan anak Indonesia dengan nama-nama barat dengan dalih lebih modern, walau pun bukan nama Indonesia.

Ketiga, bahkan mulai ada rumor penolakan terhadap pengafanan mayit dengan kain putih karena beraroma tradisi Arab, sehingga perlu diganti dengan kain batik agar kental aroma Indonesia.

Bahkan mereka mulai tertarik dengan pakaian jas dan dasi barat buat mayit sebagaimana pengurusan jenazah non-Islam, dengan dalih jauh lebih keren dan rapih ketimbang “pocong”, walau bukan budaya Indonesia.
Demikian kami cuplikan dari tulisan beliau, semoga membuka wacana kaum muslimin Indonesia untuk lebih waspada menerima sebuah konsep yang digelontorkan seorang tokoh.(rz)

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Habib Rizieq: Inilah Kesesatan Jemaat Islam Nusantara (JIN)

Dakwah Jateng – Puasa di bulan ramadhan adalah salah satu rukun islam yang wajib dikerjakan oleh setiap umat muslim. Para ulama telah sepakat bahwa bagi orang tua renta yang sudah tidak bisa menjalankan ibadah puasa karena udzur dan tidak mungkin menggantinya di hari yang lain maka baginya boleh tidak berpuasa di bulan ramadhan.

Namun, muncul pertanyaan bagaimana hukumnya puasa ramadhan bagi wanita hamil dan menyusui. Yang mana masih memungkinkan baginya untuk mengqadhanya di hari setelah dia tidak hamil dan menyusui lagi. Apakah wajib baginya qadha puasa saja ataukah juga harus membayar fidyah (memberi makan faqir miskin).

Dalam hal ini wanita yang hamil dan menyusui mengalami tiga macam keadaan. Yang Pertama adakalanya dia hanya khawatir terhadap dirinya sendiri jika berpuasa. Kemudian yang kedua adakalanya dia khawatir terhadap dirinya dan buah hatinya. Dan yang ketiga adakalanya dia hanya khawatir terhadap buah hatinya saja.

Mari kita simak langsung saja pemaparan para ulama 5 madzhab mengenai wanita yang hamil dan menyusui dibulan ramadhan.

Ulama’ Madzhab Hanafi

Ibnul Humam (w. 681 H) dalam kitab Fathul Qadir jilid 2 hal. 355, mengatakan bahwa seorang wanita yang hamil dan menyusui di bulan ramadhan jika dia khawatir terhadap dirinya atau anaknya maka boleh baginya tidak berpuasa dan hanya mengqadha (berpuasa di luar Ramadhan, red) di hari lain tanpa membayar fidyah.

Sementara itu, Ibnu Abdin (w. 1252 H) dalam kitab Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar jilid 2 hal. 422, mengatakan bahwa seorang wanita yang hamil dan menyusui di bulan ramadhan maka boleh baginya tidak berpuasa dan hanya mengqadha di hari lain saja. Tidak perlu baginya membayar fidyah. Dalam hal ini beliau sependapat dengan Ibnul Humam

Ulama’ Madzhab Maliki

Menurut beberapa ulama’ dari Madzhab Maliki, paling tidak disana ada dua pendapat yang berbeda terkait hal ini, berikut pemaparannya.

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H) dalam kitab Al-Istidzkar jilid 3 hal 311, mengatakan bahwa wanita yang hamil dan menyusui di bulan ramadhan boleh baginya tidak berpuasa dan hanya dibebani untuk membayar fidyah saja.Dan tidak perlu baginya mengqadha di hari yang lain. Dan inilah pendapat dari Imam Malik serta Sahabatnya.

Al-Qorofi (w. 684 H) dalam kitab Adz-Dzakhiroh jilid 2 hal. 515, membedakan antara ibu hamil dan ibu menyusui. Seorang ibu yang hamil boleh baginya tidak berpuasa dan baginya hanya mengqadha’ saja. Adapun ibu yang menyusui boleh baginya tidak berpuasa dan baginya hanya membayar fidyah saja.

Madzhab Asy-Syafi’i

Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal 267, mengatakan bahwa wanita yang hamil dan menyusui di bulan ramadhan jika dia khawatir akan dirinya sendiri maka baginya boleh tidak berpuasa dan harus mengqadha saja tanpa membayar fidyah. Dan jika dia khawatir terhadap dirinya dan buah hatinya maka boleh tidak berpuasa dan harus mengqodho saja dengan tanpa membayar fidyah. Namun jika dia hanya khawatir terhadap buah hatinya saja maka baginya harusmengqadha puasa dan wajib membayar fidyah. Dan beliau menyatakan bahwa ini juga merupakan pendapat Asy-Syafii dalam Al-Umm.

Ulama’ Madzhab Hanbali

Ibnu Qudamah (w. 620 H) di dalam kitab Al-Mughni jilid 3 hal. 149, mengatakan bahwa wanita yang hamil dan menyusui jika khawatir terhadap buah hatinya maka baginya boleh tidak berpuasa dan harus mengqadha dan membayar fidyah. Namun jika keduanya hanya khawatir terhadap dirinya saja maka bagi mereka qadha puasa saja tanpa harus membayar fidyah.

Ulama’ Madzhab Adz-Dzahiri

Ibnu Hazm (w. 456 H) berpendapat di dalam kitab Al-Muhalla bil Atsar jilid 4 hal 410,  bahwa wanita yang hamil dan menyusui jika khawatir akan buah hatinya maka baginya boleh tidak berpuasa tanpa harus mengqadha dan membayar fidyah. Tapi jika mereka tidak puasa itu karena sakit maka wajib bagi mereka untuk mengqadha saja.

Kesimpulan

Inilah pendapat para ulama pada tiap-tiap madzhab mengenai wanita yang hamil dan menyusui di bulan ramadhan. Jika kita perhatikan ternyata pendapat Mahzhab Dzohiri ini sangat berbeda jauh sekali dibanding dengan madzhab-madzhab yang lain. Karena menurut pendapat Madzhab Dzohiri bahwa wanita yang hamil dan menyusui itu tidak wajib baginya puasa,qadha dan fidyah. Namun yang paling benar dan lebih selamatwallohu ‘alam adalah pendapat 4 madzhab selain Madzhab Dzohiri.

Rep: Muhammad Ishaq
Editor: Muhammad Ishaq

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Hukum Puasa Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui Menurut Ulama’ Lima Madzhab

Dakwah Jateng – Mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais berharap agar seluruh organisasi Islam di Indonesia bersatu memikirkan masa depan bangsa. Harapan itu disampaikan Amien saat mengisi ceramah dalam acara berbuka puasa bersama yang digelar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediaman Akbar Tanjung, Jalan Purnawarwan, Jakarta (Jumat malam, 19/6).

“Untuk menyetop negara kita ke arah yang lebih gawat lagi, kita harus mengoneksikan lingkaran-lingkaran seperti KAHMI, HMI, ICMI, MUI, lalu ormas-ormas dan partai bernuansa Islam. Serta teman-teman yang berkomitmen terhadap agama Allah,” kata mantan Ketua MPR ini.

Menurut Amien, kondisi bangsa saat ini tidak menunjukkan perubahan signifikan. Karena itu, , gabungan kekuatan organisasi Islam akan mampu membaca ke arah mana masa depan politik, sosial, dan ekonomi Indonesia.

“Saya usulkan bagaimana pelan-pelan kita mulai koneksikan lingkaran-lingkaran tadi. Bang Akbar (Tanjung) dengan KAHMI-nya bisa membuat peta yang cukup tajam mengenai keadaan sekarang. Lalu HMI, ICMI, MUI yang juga gabungan intelektual, kita bisa duduk bersama bicara,” jelas mantan Ketua Umum PAN ini.

Dengan menyatukan kekuatan dan merapatkan barisan, dia menambahkan, umat Islam dapat membawa perubahan terhadap bangsa Indonesia ke arah lebih baik.

“Meskipun Pak Jokowi (Joko Widodo) didukung kekuatan siluman kayak apapun, tapi kita punya kekuatan, nanti kita urai kekuatan itu. Kemudian juga bulan Ramadhan ini siapa tahu bisa jadi momentum mengumpulkan umat Islam Indonesia. Kalau BIN (Badan Intelijen Nasional) curiga, BIN-nya kita suruh ikut,” demikian Amien.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah “Jokowi Didukung Siluman”, Amien Rais Serukan Umat Islam Bersatu

Ini adalah periode yang dikenal sebagai “malam-malam putih” yang biasanya terjadi pada akhir Mei hingga awal Juli. Dalam periode ini, hanya terjadi suasana senja selama beberapa jam yang bisa disebut sebagai malam hari.

Meski fenomena ini terjadi di wilayah utara yang lebih jauh, malam-malam putih memiliki asosiasi terkuat dengan kota St. Petersburg, kota paling utara dengan penduduk lebih dari satu juta dan ibukota budaya tak resmi Rusia.

Bagi Muslim di kota ini, bulan puasa kali ini sangat menantang. Al-Quran memberi pengecualian bagi umat yang sedang sakit, mereka yang sedang bepergian, perempuan yang sedang datang bulan atau hamil untuk tidak berpuasa. Akan tetapi, tidak ada aturan jelas terkait masa berpuasa di wilayah utara jauh ini.

Menurut beberapa pihak berwenang Muslim St. Petersburg, hari-hari yang panjang di kota itu yang terjadi saat ini merupakan tantangan tambahan bagi kepercayaan mereka.

“Di St. Petersburg, Muslim memandang hal ini sebagai ujian. Periode mereka mulai berpuasa ini,” kata seorang pegawai Pusat Ibadah Muslim Wilayah Barat Daya dan St. Petersburg seperti dikutip harian Guardian.

“Mereka yang berpuasa harus menunggu 21-22 jam untuk berbuka, mereka hanya punya waktu untuk makan selama tiga jam.”

Ketika ditanya mengenai kesulitan memenuhi jadwal yang ketat ini, dia mengatakan hal itu bukan halangan bagi umat Islam. “Islam adalah gaya hidup,” ujarnya. “Bagi kami, berpuasa sama dengan bangun di pagi hari dan menggosok gigi.”

Yelizaveta Izmailova, pegawai sekolah yang berasal dari wilayah Ingusethia, mengatakan dia dan keluarganya berpuasa dengan mengikuti jadwal yang dibuat oleh masjid besar di St. Petersburg.

“Bulan ini, waktu berbuka sangat lama. Kami tidak makan atau minum sejam sembahyang subuh pada pukul 02.00 hingga matahari terbenam sekitar jam 22.00,” ujar Izmailova. Dia menjelaskan senja biasanya tiba selambat-lambatnya pukul 22.30 pada bulan Juni. “Tentu saja, ini beban berat bagi tubuh manusia, tetapi setiap umat Muslim memilih beribadah dengan sadar.”

Meskipun tidak ada jumlah pasti umat Muslim di St. Petersburg, dua masjid utama di kota itu tahun lalu didatangi oleh 42 ribu umat untuk shalat Idul Fitri.

Kementerian dalam negeri Rusia melaporkan bahwa saat itu kedua masjid ini tidak bisa menampung seluruh Muslim sehingga harus bersembahyang di jalanan.

Sejumlah cendekiawan Muslim telah menulis pendapat mereka bahwa warga wilayah utara bisa tidak menjalankan ritual puasa yang pada intinya bertujuan memperkuat keinginan dan aturan dan menahan diri.

“Ajaran dalam al-Quran menyebutkan bahwa berpuasa di wilayah [dekat kutub utara] bukan satu kewajiban, karena puasa ditetapkan terjadi dalam jumlah hari yang telah ditentukan berdasarkan tempat-tempat dimana panjang malam dan siang hari sama,” ujar Musa Bigiev, seorang ilmuwan Tatar Rusia dalam makalah soal berpuasa.

Catatan keagamaan lain menyebutkan bahwa Muslim di wilayah utara jauh bisa berpuasa sesuai dengan waktu matahari terbenam dan matahari terbit di Mekah atau kota Islam terdekat.

Dalam banyak kasus, mereka yang bekerja sebagai buruh tidak berpuasa karena alasan keselamatan. Banyak Muslim di St. Peterburg adalah pendatang dari bekas Uni Soviet di Asia Tengah dan Caucasus yang bekerja di proyek-proyek pembangunan dan industri dengan bayaran murah lain.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Muslim di St Petersburg, Puasa 22 Jam Setiap hari

JAKARTA – Anggota DPD DKI Jakarta, Fahira Idris mengaku geram dengan statemen dan sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan melarang kegiatan Sahur On The Road (SOTR) yang sering dilakukan umat Islam selama bulan Ramadhan.

Fahira menyatakan bahwa dirinya menentang larangan SOTR dari mantan Bupati Belitung Timur beragama Kristen itu. Menurut Fahira, Ahok seharusnya mengimbau peserta SOTR untuk tidak menyampah dengan menggunakan berbagai media, termasuk televisi.

“Pak @basuki_btp saya himbau Anda untuk TIDAK MELARANG SAHUR ON THE STREET, CUKUP HIMBAU MEREKA UNTUK TIDAK NYAMPAH SAJA LAH,” tulis Fahira melalui akun Twitter-nya, pada Rabu (17/6/2015).

Fahira mengatakan, jika ada yang membuang sampah hingga membuat keonaran, peserta tersebut harus ditangkap dan diberi sanksi. Lebih lanjut, pegiat anti minuman keras (miras) ini menegaskan, jika Ahok tetap bersikeras melarang kegiatan SOTR akan berhadapan langsung dengan dirinya.

“Siapapun (termasuk Ahok –red) yang melarang kegiatan Sahur on the street di wilayah #Indonesia akan berhadapan langsung dengan saya,” tandasnya.

Seperti diberitakan Panjimas.com sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali membuat sensasi, dan kontroversi yang menyakiti umat Islam pada saat bulan Ramadhan 1436 H atau bertepatan dengan tahun 2015 ini. (Baca: Sahur On The Road yang Sering Dilakukan Selama Ramadhan Akan Dilarang Ahok)

Mantan Bupati Belitung Timur beragama Kristen ini berencana melarang kegiatan Sahur On The Road (SOTR) yang sering dilakukan umat Islam selama bulan Ramadhan. Ahok beralasan, kegiatan SOTR digunakan muda-mudi Ibu Kota untuk berkumpul melakukan tindakan negatif dan membuang sampah sembarang.

“STOR itu konsep dan tujuannya bagus, bantu orang kurang mampu. Tapi kalau cuma ngumpul-ngumpul keliling konvoi, buang sampah sembarangan, itu tidak sesuailah. Buat apa puasa kalau buang sampah sembarangan. Ajarannya kebersihan sebagian dari iman,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/6/2015). [GA/mrdk]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Fahira Idris Tegaskan Jika Ahok Larang Sahur On The Road Akan Berhadapan dengan Dirinya

Di bawah sinar matahari yang sudah condong ke barat, sekitar seratus orang mengikuti kegiatan tarhib Ramadhan yang diselenggarakan DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Cilacap kemarin sore. Para peserta melakukan pawai yang dimulai dari Alun-alun Kabupaten Cilacap menuyuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan S. Parman, Jalan Suprapto, Jalan Katamso dan kembali ke Alun-alun Cilacap.

Sepanjang jalan yang dilalui para peserta meneriakkan yel-yel dan takbir sebagai tanda suka cita menyambut akan datangnya bulan Ramadhan. Secara bergantian para orator yaitu Ust. Rahmat Wahyudi, Ust. Hasan Sobari, Ut. Haris Nazarudin, dan Ust. Langgeng Basuki berorasi seraya menyerukan kepada masyarakat agar memanfaatkan momen Ramadhan untuk benar-benar melaksanakan ketaatan kepada Allah. Para orator juga mengingatkan bahwa kewajiban taat kepada Allah bukan hanya di bulan Ramadhan saja, melainkan juga di bulan-bulan yang lain. Sehingga semestinya tempat – tempat maksiyat juga ditutup oleh pemerintah bukan hanya pada bulan Ramadhan tet

api selamanya. “ Di samping perintah ‘kutiba ‘alaikumus-shiyam’ Allah juga memerintahkan ‘kutiba ‘alaikumul qishash’. Itu artinya kita tidak hanya diwajibkan berpuasa tetapi kita juga diperintahkan untuk menegakkan hokum Allah yang lain seperti di antaranya hokum qishash.” Tandas Ust. Hasan.
Sementara itu ust. Langgeng mengingatkan bahwa perintah puasa bukanlah sekadar menahan lapar dan dahaga di siang hari, melainkan agar kita mengendalikan hawa nafsu yaitu menjadikan hawa nafsu kita tunduk kepada aturan-aturan Allah. Karenanya menghentikan kemaksiyatan termasuk menutup semua tempat kemaksiyatan harus dilakukan bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi selamanya, sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan bukti keimanan kepadaNya.

Disamping melakukan pawai disertai dengan orasi, juga dilakukan pembagian Seruan Hizbut Tarir Indonesia menyambut Bulan Ramadhan 1436 dan Jadwa Imsyakiyah kepada masyarakat baik yang ada di pertokoan dan rumah-rumah di sisi jalan yang dilewati maupun kepada para pengendara jalan yang berhenti di dekat lampu lalu lintas

Kegiatan Tarhib yang dikawal petugas dari Kepolisian Resort Cilacap dan menarik perhatian masyarakat ini, berakhir tepat beberapa menit menjelang dikumandangkan adzan maghrib. (HTI Cilacap)

P_20150614_163252_resize P_20150614_164539_resize P_20150614_164620_resize P_20150614_170538_resize P_20150614_171143_resize

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah SAMBUT RAMADHAN, HENTIKAN KEMAKSIATAN TINGKATKAN KEIMANAN

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnivan yang baru saja terpilih langsung saja memberikan instruksi tegas kepada ormas-ormas agar “menghormati” hiburan malam dengan tidak melakukan sweeping. Ia mengatakan, bahwa untuk tugas men-sweeping bukanlah milik ormas, kelompok, ataupun golongan masyarakat.

Ia menegaskan, yang boleh melakuka razia atau penertiban adalah aparat negara. Sehingga Ormas manapun tidak diperbolehkan melakukan tindakan sendiri terhadap tempat hiburan malam.

Yang boleh melakukan (penertiban) adalah aparat negara,” katanya di Jakarta, Selasa (16/06/2015) seperti yang dikutip Republika.

Kapolda Metro Jaya Minta Ormas Hormati Hiburan Malam di Bulan Puasa

Jika ada yang berani melakukan sweeping, Tito berjanji akan menindak tegas dan memproses hukum ormas yang melakukan sweeping tempat hiburan malam bahkan jika terjadi pengrusakan. Di lain itu, mantan Kapolda Papua itu memerintahkan kapolres dan kapolsek aktif menjalin komunikasi dengan pimpinan ormas dan tokoh masyarakat.

“Intinya menyampaikan informasi tentang misalnya ada pelanggaran atas aturan yang dibuat Pemda karena persoalan buka tutup sampaikan kepada polisi atau Satpol PP untuk dilakukan penertiban,” jelasnya.

Langkah lainnya, Tito menuturkan pihaknya telah mengundang pengusaha tempat hiburan, ormas dan tokoh masyarakat guna menjaga situasi kondusif selama Ramadhan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

[voa-islam]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Kapolda Metro Jaya Minta Ormas Hormati Hiburan Malam di Bulan Puasa

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyarankan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, untuk memahami ulang makna toleransi beragama.

Fahri mengkritik pernyataan Menteri Lukman yang menginginkan agar warung makan tetap buka di bukan Ramadhan, sebagai bentuk toleransi umat Islam bagi yang tidak menjalankan ibadah puasa.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjelaskan, toleransi harus dimaknasi secara universal. Untuk itulah, setiap umat harus saling menghormati satu sama lain, bukan hanya untuk salah satu pihak saja.

“Toleransi harus dituntut pada semua orang karena toleransi adalah universal. Tidak bisa toleransi hanya ditujukan pada satu umat saja, seperti yang tersirat dari pernyataan Menteri Agama terhadap orang berpuasa harus bertoleransi pada yang tidak berpuasa,” kata Fahri saat dihubungi wartawan, di Jakarta.

Fahri menyontohkan toleransi yang terjadi di Bali, saat umat Hindu merayakan Nyepi. Tidak hanya bagi umat yang menjalankan ibadah tersebut, masyarakat di luar kebudayaan itu juga ikut melakukan hal yang sama sebagai bentuk toleransi.

“Di Bali ketika Hari Raya Nyepi, semua umat, termasuk umat Islam menghormati masyarakat Bali yang sedang merayakan dengan mematikan lampu dan tidak berkegiatan dan bukan sebaliknya, kan?,” beber Fahri.

Lebih jauh, Fahri tidak melarang bagi masyarakat yang harus membuka warung makan saat jam berpuasa. Namun, hal itu harus dilakukan dengan cara tidak ekspresif dan menghilangkan kekhidmatan beribadah umat Islam.

Pernyataan Menag seperti Menyalahkan Umat Islam

“Warung enggak perlu tutup, tapi jangan ekspresif juga. Apalagi kalau kita mengambil hikmah dari peribadatan agama. Puasa itu makna besarnya, mengistirahatkan lahir-batin dari kehidupan rutin dan mencegah hawa nafsu,” ungkapnya.

Semua hal itu harus diluruskan, kata Fahri, agar Lukman tidak dianggap menyalahkan umat Islam yang sedang beribadah.

“Pernyataan Menteri Agama yang minta orang berpuasa Ramadhan untuk bertoleransikan, seperti menyalahkan-nyalahkan orang Islam.” simpulnya.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Fahri Hamzah: Pernyataan Menag seperti Menyalahkan Umat Islam

Hidup adalah memilih dan bertanggung jawab atas segala pilihan. Begitulah Laudya Cynthia Bella melihat hidup. Bagi dia, cantik itu bertindak mengikuti kata hati. Dia keluar dari zona aman mencari titik keseimbangan ruang batin.

Titik bahagia itu bermula pada Oktober 2014 ketika Bella menjalani shooting film Assalamualaikum, Beijing. Biasanya Bella selalu mencopot hijabnya seusai shooting film karena memang sehari-hari dia tidak berhijab. Hingga suatu waktu, Bella merasa begitu nyaman mengenakan hijab dan enggan melepaskannya.

Saat bercerita kepada mamanya, Menny Setiaputra, dia bilang mungkin Bella hanya terbawa peran. Waktu itu, Bella memainkan tokoh Sekar, perempuan berhijab, yang beradu akting antara lain dengan Revalina S Temat.

Sekitar dua bulan kemudian, tepatnya akhir Desember 2014, Bella menunaikan ibadah umrah ke Mekkah. Selama di pesawat dalam perjalanan menuju Mekkah, dia banyak berpikir. ”Aku merasa kosong. Apa yang aku lakuinkok gini-gini aja. Apa pun yang aku lakuin terasa sepi. Aku hidup ini untuk apa, sih,” batin Bella berkecamuk mempertanyakan tujuan hidupnya.

Bella lantas mencurahkan perasaan itu kepada Ustaz Hafiz, pembimbing umrah. Kata sang ustaz, Bella sedang merindukan Tuhan. ”Bella sedang rindu Allah,” begitu kata Bella menirukan ucapan Ustaz Hafiz yang juga memantapkan dorongan dalam diri Bella untuk berhijab.

Dara kelahiran Bandung ini sempat bimbang dan mengatakan hendak bersuami dan punya anak dulu baru berhijab. Namun, Ustaz Hafiz meyakinkannya untuk berhijab agar lebih tenang. Selama menjalani umrah, semakin hari Bella semakin yakin untuk berhijab. Sepulang dari umrah, mantaplah hatinya. Dia meminta kepada manajernya untuk tidak memperpanjang kontrak-kontrak iklan yang hampir habis.

Bella seperti menemukan jalan baru untuk menyesap bahagia. Relung batinnya kini tak kosong lagi karena mulai berjarak dengan orientasi duniawi dan mendekatkan diri pada sisi hakiki, Sang Ilahi.

Hijab, Titik keseimbangan Laudya Cinthya Bella

Tentu saja lingkungan tidak begitu saja menerima perubahan itu, apalagi menyangkut citra sebagai seorang artis. Sebuah perusahaan obat pencahar sempat berniat memutuskan kontrak dengan Bella sebagai bintang iklan begitu mengetahui pemeran Zainab dalam film Di Bawah Lindungan Ka’bah ini memakai hijab. Pada suatu pagi, mereka menghubungi Bella untuk memutus kontrak. ”Tetapi, sore harinya mereka telepon lagi dan bilang ’Bella kamu enggak apa-apa pakai hijab, nanti kita foto ulang’. Jadi, mereka memperpanjang kontrak dengan saya,” kata Bella yang sore itu tampil menawan dengan hijab merah muda dipadu baju warna serupa.

Bella menjawab setiap pertanyaan dengan suaranya yang lembut. Kerap kali dia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan. Keramahannya yang dipadu dengan keelokan wajah merupakan ciri perempuan cantik Indonesia.

Baginya, kecantikan sejati adalah ketika dia mampu mengikuti kata hati. Bella berketetapan untuk terus berhijab meski ada pihak-pihak yang menolaknya karena khawatir mengganggu bisnis mereka. ”Kalau aku terus mikir masalah nominal dan harus buka hijab karena satu iklan itu, sayang banget. Aku tidak tahu umurku sampai kapan. Kalau pas buka hijab kemudian aku innalillahi (meninggal, maksudnya), kan, sayang banget.”

Dari sisi pekerjaan, Bella bersyukur, ternyata dengan berhijab tidak mengurangi penghasilannya sebagaimana dikhawatirkan beberapa teman dan koleganya. Malah sebaliknya.

Saat ini, Bella menjadi bintang iklan untuk empat produk berbeda dan shooting tiga film. Di sela-sela wawancara, Bella minta waktu sebentar karena bertemu dengan tamu dari Jakarta. Rupanya sang tamu menawari Bella untuk menjadi produser. Salah satu personel Bukan Bintang Biasa (BBB) ini masih berpikir-pikir.

Belakangan, BBB hendak menggelar reality show setelah beberapa tahun vakum. Kepada Melly Goeslaw, pembesut BBB, Bella mengatakan rela keluar sebagai anggota jika konsep BBB tidak sesuai dengan citranya sekarang karena berhijab. ”Kamu nanaonan, neng. Aku juga pakai hijab. Enggak apa-apa,” kata Melly kepada Bella menegaskan, hijab bukanlah persoalan.

Pada kondisi seperti itu, Bella seperti menemukan titik keseimbangan antara sisi duniawi yang begitu profan dan sisi agama yang demikian sakral. Ketakutan-ketakutan tentang dampak berhijab yang pernah melintas di benaknya perlahan hilang berganti dengan titik-titik bahagia.

Keputusan Bella berhijab rupanya menginspirasi para Bellaers, sebutan penggemar Bella. Beberapa dari mereka memutuskan untuk berhijab mengikuti idolanya. Teman, keluarga, semua ramai-ramai berhijab. Ibunda Bella, Menny, juga berhijab. Begitu pula dengan kakak kandung Bella, Melissa Nadia Putri (31).

Bella merasa keluarganya lebih teduh dan tenteram. Dia semakin sadar bahwa sebagai figur publik segala tindak tanduknya menjadi model bagi khalayak. Oleh karena itu, ia berharap alih perilaku ini membawa energi positif bagi orang lain.

Bocah mimisan

Bella lahir di lingkungan keluarga yang penuh cinta. Ia adalah anak yang terlahir dari empat bersaudara sebelum kakak sulungnya meninggal. Sejak bayi, Bella demikian disayang hingga cenderung over protective. Orangtua Bella menjaganya agar ia tak sampai kelelahan atau terkena sinar matahari. ”Karena waktu itu fisikku lemah. Kalau kena sinar matahari, mimisan.”

Setiap jam olahraga atau upacara bendera, guru-guru meminta Bella duduk manis di tempat teduh. Mereka tidak ingin Bella pingsan lantaran kecapaian atau kepanasan.

Setiap berangkat sekolah, ia dijaga dua kakaknya, Icha dan Adit. Tugas utama mereka adalah memastikan Bella baik-baik saja. Namun, pernah suatu hari mereka lupa menjaga adik bungsunya itu. Ketika jam pulang sekolah, Bella tak menemukan Adit ataupun Icha yang biasanya setia menunggu di halaman sekolah.

Bella hanya menunggu sampai matahari hampir rebah di barat. ”Bella belum pulang? Ayo bapak antar,” kata Bella menirukan tawaran Pak Cepi, gurunya, kala itu. Pak Cepi, yang kini menjadi kepala sekolah di SD Pelita itu, berputar-putar di daerah Buahbatu mencari rumah Bella. Bella sendiri tidak tahu persis arah menuju rumahnya karena setiap hari diantar dan ditemani kedua kakaknya. Hingga menjelang maghrib, mereka baru tiba di rumah Bella. ”Mama sudah menunggu dengan wajah cemas di depan rumah. Saya langsung lari dan nangis ke mama.”

Peristiwa itu membekas dan mengajarkan Bella betapa begitu banyak orang baik, seperti Pak Cepi, dalam hidupnya. Ia berjanji untuk berbuat baik kepada sesama karena Bella yakin kesulitan dapat datang kapan saja.

Bersama rekan-rekannya sesama artis, Bella secara berkala melakukan penggalangan dana untuk anak-anak panti asuhan dan anak-anak autistis. Minimal enam bulan sekali.

Bella mulai dikenal publik semenjak menjadi finalis majalah Kawanku tahun 2002. Namanya makin meroket setelah memerankan tokoh Biyan dalam film Virgin (2004) dengan belajar akting dari Eka D Sitorus. Lewat film ini, Bella menjadi nomine FFI 2005 dan menyandang predikat Aktris Terpuji pada Festival Film Bandung. Sejak itu, kesibukannya terus meningkat. Tak kurang dari 26 sinetron dan 16 film ia bintangi.

Dalam menjalani kesibukannya itu, Bella dituntut memiliki stamina prima dan tidak lembek seperti saat SD dulu. Ia mengakalinya dengan cukup tidur, minum vitamin, dan olahraga. ”Saya sempat ikut pilates dan zumba. Sekarang, saya lagi cari olahraga yang cocok,” kata Bella.

Anak mimisan itu kini menjadi sosok tangguh. Berani meninggalkan zona aman dan memilih jalan hidup sendiri.

Biodata dan Profil Laudya Cynthia Bella

Lahir : Bandung, 24 Februari 1988
Orangtua: Busye Amir (ayah) dan Menny Setiaputra (Ibu)

Pendidikan:

SD Pelita Bandung, lulus 1998
SMPN 51 Bandung, lulus 2001
SMA 21 Bandung dan Harapan Ibu, lulus 2005

Film yang dibintangi:

Virgin (2004)
Berbagi Suami (2006)
Lentera Merah (2006)
Bukan Bintang Biasa (2007)
Love (2008)
Kuntilanak 3 (2008)
Suka Ma Suka (2009)
Gadis di Ruang Tunggu (2010)
Cowok Bikin Pusing (2011)
Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011)
Belenggu (3013)
Haji Backpacker (2014)
Tak Kemal Maka Tak Sayang (2014)
Assalamualaikum Beijing! (2015)
Kakak (2015)- Surga yang Tak Dirindukan (2015)

Penulis: Mohammad Hilmi Faiq
Sumber: Kompas Cetak

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Hijab, Titik Keseimbangan Laudya Cynthia Bella

Sydney – Seorang wanita Australia menuntut partai politik Islam, Hizbut Tahrir, untuk meminta maaf dan membayar kompensasi sebesar Rp 1,3 miliar kepadanya. Tuntutan tersebut diajukan setelah mantan pembawa berita NT News itu merasa diperlakukan secara tidak adil oleh partai tersebut.

Alison Bevege, wanita itu, mengajukan tuntutan dengan keluhan diskriminasi seksual terhadap partai itu setelah diberi tahu bahwa dia tidak bisa duduk di ruangan bersama kaum pria dalam sebuah pertemuan umum Hizbut Tahrir tahun lalu di Sydney.

Seperti yang dilansir Daily Mail pada 6 Juni 2015, peristiwa tersebut terjadi saat Bevege menghadiri pertemuan itu sebagai penulis lepas pada 10 Oktober 2014. Dia diberi tahu perwakilan Hizbut Tahrir agar duduk di ruangan belakang bersama para wanita lain.

“Ketika saya berjalan ke pintu, perwakilan perempuan dari kelompok itu segera mengarahkan saya ke bagian belakang ruangan. Saya berkata, ‘Saya tidak ingin duduk di bagian belakang ruang’, saya ingin duduk di depan di mana saya bisa melihat,” katanya.

“Ini menjadi jelas bahwa jika saya ingin tetap menghadiri pertemuan itu saya harus duduk di ruangan belakang. Jadi saya duduk di barisan depan bagian belakang,” kata dia.

Bevege menilai mengirim seorang wanita ke belakang ruangan itu “sama buruknya seperti mengirim orang berkulit hitam atau gay ke belakang ruang”.

“Saya tahu mereka akan memisahkan (kaum wanita dan lelaki), tapi saya tidak berharap mereka akan memaksa saya untuk mematuhinya, karena jelas saya bukan muslim dan itu adalah pertemuan publik,” katanya.

Perempuan Ini Tuntut Hizbut Tahrir Rp 1,3 M

Bevege, yang merasa tidak puas diperlakukan demikian, akhirnya mengajukan keluhan kepada Dewan Anti-Diskriminasi lima hari kemudian. Namun, mediasi yang dilakukan Dewan menemui jalan buntu, sehingga akhirnya pada Rabu, 3 Juni 2015, ia membawa kasus ini ke pengadilan. Kasus ini akan disidang pada 15 Juli nanti.

Pemimpin Hizbut Tahrir Ismail al-Wahwah menyatakan Bevege seharusnya tidak memaksakan apa yang dia anggap salah dan benar kepada orang lain.

[tempo.co]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Mengapa Perempuan Ini Tuntut Hizbut Tahrir Rp 1,3 M?

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi telah menetapkan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI dan Polri selama bulan puasa Ramadhan 1436 H/2015M.

Surat Edaran (SE) Nomor 04 Tahun 2015 yang dikirimkan kepada Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Gubernur BI, Kepala LPNK, Kepala Sekretariat Lembaga Negara, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, dengan tembusan kepada Presiden dan Wakil Presiden itu, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi mengatur jam kerja bagi ASN, anggota TNI dan Polri selama bulan Ramadhan, yaitu:

1. Instansi Pemerintah yang memberlakukan 5 hari kerja:

a. Hari Senin sampai dengan Kamis, pukul 08.00 – 15.00, waktu istirahat pukul 12.00 – 12.30;
b. Hari Jumat, pukul 08.00 – 15.30, waktu istirahat pukul 11.30 – 12.30.

2. Instansi pemerintah yang memberlakukan 6 hari kerja:

a. Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu, pukul 08.00 – 14.00, waktu istirahat pukul 12.00 –12.30;
b. Hari Jumat, pukul 08.00 – 14.30, waktu istirahat pukul 11.30 – 12.30.

Dengan demikian, jumlah jam kerja bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan 5 hari atau 6  hari kerja selama bulan Ramadhan adalah 32,50 jam per minggu.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Jam Kerja PNS,TNI-Polri Selama Bulan Ramadhan Berubah

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin akhirnya meminta maaf soal qiraah langgam Jawa di istana negara beberapa waktu lalu. Permintaan maaf disampaikan saat berdialog dengan sejumlah pimpinan ormas Islam, Kamis (27/5/2015).
Dalam dialog bersama pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) dan sejumlah ormas Islam itu, Lukman mengakui ide membaca Al Qur’an dengan langgam Jawa berasal dari idenya. Namun dalam dialog di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta itu, Lukman juga menjelaskan bahwa tidak ada maksud dirinya melecehkan Islam atau melecehkan Al Qur’an.
Lukman yang didampingi Sekretaris Jenderal Nur Syam serta Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali juga menjelaskan tidak ada motif politik soal pembacaan Al Qur’an dengan langgam Jawa tersebut.

Menteri Agama Minta Maaf dan Taubat Soal Qiraah Langgam Jawa

Dilansir Pos Kota, selain menuntut meminta maaf, dalam dialog tersebut para pemimpin Ormas Islam juga meminta Lukman bertaubat. Namun soal taubat, Lukman menyatakan bahwa dirinya selalu membaca istighfar dan itu merupakan bagian dari taubat.
Seperti diketahui, dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj di Istana Negara Jakarta pertengahan bulan ini, qari membaca Al Qur’an dengan langgam Jawa. Qiraah yang aneh itu segera memicu kontroversi karena dinilai tidak sesuai dengan keagungan Al Qur’an. Namun menanggapi kritik saat itu, Menag pasang badan bahwa hal tersebut adalah idenya.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Akhirnya Menteri Agama Minta Maaf dan Taubat Soal Qiraah Langgam Jawa

JAKARTA – PT PLN (Persero) akhirnya resmi menaikkan tarif listrik untuk 10 golongan pada awal Juni 2015 ini. Apa alasan BUMN listrik itu melakukan penyesuaian tarif ( tariff adjustment)?

Sampurno Pelaksana tugas Manager Senior Korporat Komunikasi PLN mengungkapkan, pembentukan tarif tersebut mengacu pada pergerakan harga minyak dunia, inflasi serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Saat tarif 10 golongan tersebut ditetapkan kurs dolar sedang mengalami pelemahan, dari Rp13.668.2 per dolar AS menjadi Rp 12.947,76 per dolar AS. Namun dua acuan indikator makro lainnya mengalami kenaikan yaitu minyak dunia naik dari US$ 53,66 per barel menjadi US$ 57,8 per barel dan inflasinya naik 0,17 persen menjadi 0,36 persen.

Kenaikan Tarif Listrik PLN Bulan Ini

“Saat penetapan tarif listrik pada Juni, kursnya memang turun tetapi harga minyak dunia dan inflasi mengalami kenaikan,” pungkas Sampurno, di Jakarta, Selasa (2/6/2015).

Seperti yang dikutip dari situs resmi PT PLN (Persero), berikut daftar tarif 10 golongan pelanggan tersebut:

1. Golongan  R-2 dengan daya 3.500 voltampere (VA) sampai  5.500 VA, tarif listriknya Rp 1.524,24 per kilowatthour (kWh)  naik dari tarif Mei Rp 1.514,81 per kWh.

2. Golongan R-3 dengan daya 6.600 VA ke atas, VA,tarif listriknya  Rp 1.524,24 per kWh  naik dari tarif Mei Rp 1.514,81 per kWh.

3. Golongan B-2 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kilo voltampere (kVA), tarif listriknya  Rp 1.524,24 per kWh  naik dari tarif Mei Rp 1.514,81 per kWh.

4. Golongan B-3 dengan daya di atas 200 kVA, tarif listriknya Rp. 1.115,60 per kWh, naik dari tarif Mei Rp 1108,70 per kWh.

5. Golongan I-3 dengan daya di atas 200 kVA, tarif listriknya Rp. 1.115,60 per kWh,  naik dari tarif Mei Rp 1108,70 per kWh.

6. Golongan I-4 dengan daya 30.000 kVA ke atas, tarif listriknya Rp 1.070,42 per kWh, naik dari tarif Mei Rp 1.063,80 per kWh.

7. Golongan P-I dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA, tarif listrikntya Rp 1.524,24 per kWh, naik dari tarif Mei Rp 1.514,81 per kWh.

8. Golongan P-2 dengan daya di atas 200 kVA, tarif listriknya Rp 1.115,60 per kWh, naik dari tarif Mei Rp 1.108,70 per kWh.

9. Golongan P-3 tarif listriknya  Rp 1.524,24 per kWh, naik dari tarif Mei Rp 1.514,81

10. Golongan L/TR, TM, TT, tarif listriknya Rp 1.661,01 per kWh, naik dari tarif listrik Mei Rp Rp 1650,73 per kWh.(ace/sharia/plnweb)

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Kenaikan Tarif Listrik PLN Bulan Ini, Hadiah Ramadhan dari Jokowi

loading...
Powered by Blogger.