Dakwah Jateng | Purbalingga – Kerusuhan di Tolikara telah menyita perhatian Ummat Islam. Berbagai respon pun ditunjukkan sebagai wujud dari ikatan persaudaraan sesama Muslim. Salah satunya di Purbalingga, beberapa ormas Islam termasuk juga institusi pemerintah turun ke lapangan untuk membentuk forum dan membahas kasus Tolikara.

Bahas Tolikara, HTI Bentuk Forum Bersama

Forum ini dihadiri oleh beberapa ormas Islam, diantaranya adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), FKUB dan FPI, dan Kapolres serta Dandim. Hadir juga di forum tersebut ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Purbalingga.

Di dalam acara ini HTI melalui Ustd Amin RH menekankan bahwa di dalam kasus Tolikara ini Ummat Islam wajib marah. Namun kemarahan tersebut tidak boleh dilampiaskan dengan aksi – aksi yang melanggar hukum seperti membakar gereja, membalas dendam dan sebagainya. Hizbut Tahrir Indonesia menuntut aparat keamanan untuk segera menindak tegas pelaku kedzaliman ini demi menegakkan keadilan. Seharusnya kasus Tolikara bisa diusut tuntas dengan cepat sebagaimana polisi memperlakukan kasus terorisme.

Kasus Tolikara hanya salah satu agenda dibalik sebuah skenario besar supaya Papua terus bergejolak dan kemudian lepas dari bumi pertiwi. Dibalik pembakaran Masjid di Tolikara ada sebuah gerakan disintegrasi. Hal ini seharusnya mendapat perhatian besar dari Pemerintah. Kita tahu bahwa Papua adalah pulau yang memiliki banyak sekali sumber daya alam. Banyak sekali pihak, terutama Amerika (dengan freeportnya) yang memiliki kepentingan disana.

Sementara itu, Pendeta Manurung yang ikut hadir di acara tersebut menyatakan ketidaksepahamannya dengan GIDI. Menurutnya, GIDI adalah aliran radikal di dalam Kristen. Secara tegas beliau juga mengutuk apa yang telah dilakukan oleh GIDI.

 

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Bahas Tolikara, HTI Bentuk Forum Bersama Kapolres, Dandim, dan FKUB

Post a Comment

Powered by Blogger.