Kedua pilot itu diketahui bernama Ridwan Agustin dan Tommy Abu Alfatih. Dugaan kuat keduanya bergabung dengan ISIS setelah AFP melakukan pengamatan di akun Facebook mereka.

“Berdasarkan peninjauan konten dari akun keduanya diketahui bahwa mereka kemungkinan telah terpengaruh unsur radikal–setidaknya dinilai dari lingkungan online–dan hasilnya, bisa mengancam keamanan,” lanjut laporan AFP.

Menurut AFP, Ridwan menjadi pilot AirAsia sejak tahun 2010 dan terbang di rute-rute internasional, seperti Hong Kong dan Singapura. Sebelum akun Facebooknya ditutup, dia mem-posting beberapa foto dirinya menggunakan seragam pilot di depan pesawat AirAsia.

Dia dipercaya telah membuat akun Facebook lainnya dengan nama berbeda, dan kota tinggalnya sekarang adalah Raqqa, Suriah. Istrinya, Diah Suci Wulandari, adalah mantan pramugari AirAsia.

Kepada Intercept, AirAsia mengatakan bahwa “Ridwan Agustin dan Dian Suci Wulandari sudah bukan lagi karyawan AirAsia Indonesia. Karena itu kami tidak bisa berkomentar lebih jauh.”

Telah dipecat

Presiden Direktur AirAsia, Sunu Widyatmoko, mengatakan Air Asia melakukan pemecatan setelah mengetahui adanya kontak dari pilot bersangkutan, Ridwan Agustin.

“Dulu dia pernah bekerja di AirAsia, tapi sekarang sudah enggak. Waktu dengan kami bekerja semuanya normal. Namun, dalam proses, ada indikasi kontak internet dengan jaringan ISIS, kami langsung proses dan pecat,” kata Sunu, dikutip ACW dari CNN.

nformasi adanya kontak tersebut, kata Sunu, didapatkan pihaknya dari staff internal Air Asia. “Enggak ada pengawasan. Begitu tahu benar, langsung kami proses tindakan,” kata Sunu.

Ridwan Agustin, eks pilot AirAsia tersebut, mengatakan lokasi terkininya pada pertengahan Maret 2015 di Raqqa, Suriah. Tak hanya itu, dia juga mengubah namanya menjadi Ridwan Ahmad Indonesiy dan mengungkapkan ketertarikannya untuk bergabung dalam peperangan melawan Kobani.

Tak hanya Agustin, seorang pilot asal Indonesia lainnya, Tomi Hendratno, yang pernah bekerja di maskapai penerbangan pribadi Premiair, juga diduga bergabung dengan jaringan ISIS. Hal itu seperti disampaikan dalam laporan intelijen yang dikumpulkan oleh Australian Federal Police dan didistribusikan kepada rekan penegak hukum di Turki, Jordan, London, dan Amerika Serikat, termasuk ke Europol, organisasi kepolisian Eropa.

Pernah bergabung TNI AU

Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratno, diduga pernah bergabung dengan Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia.

Dugaan Tomi bersama rekannya, Ridwan Agustin dari AirAsia, terlibat dengan ISIS tercantum dalam dokumen rahasia Kepolisian Federal Australia (AFP) yang dibocorkan oleh majalah online The Intercept dan dirilis di situsnya, Rabu (8/7).

Menurut dokumen AFP, Tomi saat ini bekerja untuk maskapai penerbangan Premiair yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan data AFP itu, Tomi bahkan disebut pernah bergabung dengan TNI Angkatan Udara.

“Dia lulus dari Sekolah Penerbangan Indonesia pada 1999 dan bekerja untuk Angkatan Udara Indonesia sebagai pilot,” demikian bunyi laporan AFP itu.

Akun Facebook Tomi, Abu Alfatih Hendratno, sejak pertengahan 2014 memasang berbagai status keprihatinan atas penderitaan umat Islam di seluruh dunia. Desember 2014, materi pro-ISIS mulai terlihat di akunnya.

Di akun Faceook itu pula Tomi menginformasikan pada 1 Juni bahwa dia meninggalkan pekerjaannya sebagai pilot di Premiair. Terakhir, Tomi menyebut ia kini bekerja sebagai ‘driver’ di ‘Bumi Allah Subhanahu Wata’ala’.

CNN

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Dua Pilot AirAsia Asal Indonesia Gabung ISIS

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.