Dakwah Jateng | Semarang – Sejumlah Ulama, Kyai, Asatidz dan Tokoh Masyarakat berkumpul di Kantor Hizbut Tahrir Semarang pada Ahad, 16/08 dalam gelaran Liqo Syawal. Tidak kurang dari 50 peserta yang beberapa diantaranya terdiri dari Ulama dan Tokoh yang namanya cukup dikenal serta berpengaruh kalangan masyarakat Semarang dan Jawa Tengah.

Diantara yang hadir tampak seseorang yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Semarang maupun Jawa Tengah yaitu Habib Hasan Thoha Putra seorang pengusaha nasional. Habib Hasan Thoha Putra dikenal dekat dengan Hizbut Tahrir Indonesia. Di dalam beberapa kesempatan Beliau selalu menyempatkan hadir dan menyampaikan pendapatnya.

Beliau memaparkan bahwa Indonesia sampai sekarang masih terlilit hutang dan belum bisa lepas dari jeratan asing. Dari RAPBN Indonesia tahun 2016 sebesar Rp. 2.121 Trilliun, akan ditutupi oleh pendapatan negara sebesar 1.848 trilliun dan sisanya dari hutang. Padahal, negeri yang terlilit hutang pasti akan terikat dengan kepentingan pihak yang memberikan hutang, dalam hal ini, negara asing.

Beliau menambahkan, dari pendapatan negara sebesar 1.848 trilliun tersebut, 1.565 trilliun diperoleh dari pendapatan pajak. Dalam kata lain, 80% lebih pendapatan negara diperoleh dari sektor pajak yang sangat mendzalimi rakyat. Hampir semua sektor saat ini dikenakan pajak, seolah – oleh masyarakat hidup tidak bisa lepas dari pajak. Padahal, sumber daya alam negeri ini sangat melimpah.

Habib Hasan berharap, Hizbut Tahrir bisa menjadi perekat ummat Islam dan ormas – ormas Islam, untuk bersama – sama menegakkan Khilafah. Selain itu beliau juga sangat mengharapkan para pejabat pemerintahan dan para panglima diberikan kesadaran sehingga mau memperjuangkan Islam sehingga pertolongan Allah akan tegaknya Khilafah semakin dekat.

[HS]

 

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Hasan Thoha Putra : Pajak Mendzalimi Rakyat !

Dakwah Jateng | Semarang – Sejumlah Ulama, Kyai, Asatidz dan Tokoh Masyarakat berkumpul di Kantor Hizbut Tahrir Semarang pada Ahad, 16/08 dalam gelaran Liqo Syawal. Tidak kurang dari 50 peserta yang beberapa diantaranya terdiri dari Ulama dan Tokoh yang namanya cukup dikenal serta berpengaruh kalangan masyarakat Semarang dan Jawa Tengah.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Galeri Liqo Syawal HTI Semarang

Dakwah Jateng | Semarang – Sejumlah Ulama, Kyai, Asatidz dan Tokoh Masyarakat berkumpul di Kantor Hizbut Tahrir Semarang pada Ahad, 16/08 dalam gelaran Liqo Syawal. Tidak kurang dari 50 peserta yang beberapa diantaranya terdiri dari Ulama dan Tokoh yang namanya cukup dikenal serta berpengaruh kalangan masyarakat Semarang dan Jawa Tengah.

Acara ini dibuka oleh Ketua HTI Semarang yaitu Ir. Agus Suyanto. gelaran serupa diselenggarakan di lebih dari 500 kota di Indonesia dan dimaksudkan untuk menjalin tali silaturahim serta kedekatan dengan para ulama dan tokoh masyarakat. Selain itu, Ustd Abu Zaid dari DPP Hizbut Tahrir Indonesia menjelaskan betapa pentingnya peran para ulama di dalam penegakan Khilafah.

Liqo Syawal HTI Semarang Menghadirkan Puluhan Ulama dan Tokoh

Salah satu tokoh yang nampak hadir di dalam acara Liqo Syawal HTI Semarang ini adalah Habib Hasan Thoha Putra, seorang pengusaha kelas nasional yang tentunya namanya sudah tidak asing bagi masyarakat Semarang. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada pajak yang sangat mendzalimi rakyat. 80% lebih pendapatan negara masih bergantung pada pajak dan hanya kurang dari 20% dari sektor non pajak. Padahal, negeri ini dikaruniai sumber daya alam yang sangat melimpah. Beberapa tokoh lain yang hadir adalah KH Syamsudin, KH Nashrudin, Dr Eddy Soetanto (Rektor STIE BPD Jateng), Kapt. H. Syarif (Kodam Diponegoro) dan masih banyak lagi.

Antusiasme para peserta tampak dari penuhnya tempat duduk yang telah disediakan. Bahkan ada beberapa yang datang dari luar Semarang, seperti Kendal dan Salatiga. Gelaran liqo syawal ini adalah salah satu uslub yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir untuk menjalin kedekatan dengan simpul – simpul masyarakat.

[HS]

 

 

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Liqo Syawal HTI Semarang, Bersama Ulama dan Tokoh Tegakkan Khilafah

Beijing – Sebuah ledakan besar yang terjadi di pelabuhan di Provinsi Tianjin, Cina, mengakibatkan puluhan orang tewas, ratusan orang terluka, dan puluhan lain masih hilang.

Seperti dilansir Xinhua pada 13 Agustus 2015, setidaknya 44 orang dilaporkan tewas serta 400 lain mengalami cedera dan sedang dirawat di rumah sakit. Sementara itu, sekitar 40 petugas pemadam kebakaran masih dinyatakan hilang.

Ledakan terjadi pada Rabu sekitar pukul 23.30 waktu setempat di sebuah gudang yang menyimpan bahan berbahaya. Akibatnya, api menyebar dengan cepat serta menyebabkan serangkaian ledakan yang kuat. Getarannya bisa dirasakan hingga radius beberapa kilometer dari lokasi ledakan.

“Saya kira terjadi gempa bumi. Saya langsung berlari tanpa mengenakan sepatu,” kata Zhang Siyu, yang rumahnya terletak beberapa kilometer dari pelabuhan Tianjin. “Setelah di luar rumah, saya baru tahu itu bukan gempa. Ada asap tebal yang membubung tinggi ke angkasa. Semua orang melihatnya,” ucapnya, seperti dilansir AP, Kamis, 13 Agustus 2015.

Ledakan Dahsyat Di Tiongkok Hanguskan 1000 Mobil

Ledakan turut menghanguskan sekitar seribu mobil Renault yang baru didatangkan. Gudang Renault berdampingan dengan pusat ledakan tersebut.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Provinsi Tianjin menuturkan ledakan dimulai di salah satu kontainer yang ada dalam sebuah gudang yang menempatkan bahan berbahaya milik Ruihai Logistics.

Media pemerintah melaporkan, manajemen senior perusahaan itu telah ditahan pemerintah, dan Presiden Xi Jinping menuntut hukuman yang berat bagi siapa pun yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Adapun beberapa warga mengaku kaca jendela rumah mereka dan akuarium hancur. Orang-orang di lingkungan terdekat mengatakan api menerangi langit dan ledakan dengan suara besar meniup debu puluhan meter dari lokasi kejadian.

[tempo.co]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Ledakan Dahsyat Di Tiongkok, 44 Tewas 500 Lebih Luka-Luka

Salah satu tokoh Komite Umat untuk Tolikara (KOMAT) KH. Didin Hafidhuddin mengungkapkan bahwa keberadaan muslim di Papua semakin hari semakin bertambah.

“Ternyata umat Islam di Papua itu banyak jumlahnya, sampai 40 persen. Dan menurut dai asal Papua, Ustaz Fadlan Garamatan, disana itu hampir setiap hari ada yang masuk Islam,” kata Kyai Didin saat pengajian shubuh di Masjid Al Hijri Air Mancur Bogor, Ahad (2/8/2015).

Hampir Setiap Hari Ada yang Masuk Islam di Papua

Menurutnya, dengan keadaan itu membuat para misionaris merasa iri, “Mereka itu bahkan sudah membuat lapangan terbang sekitar 240 buah di Papua. Ajaran Kristen sendiri sudah lama disebarkan di Papua. Tapi bedanya dengan Islam, Islam itu merubah prilaku sedang agama lain tidak. Begitu masuk Islam itu ada perubahan, mereka jadi memakai baju, menutup aurat. Itu konsekuensi dari ibadah, ketika masuk Islam harus seperti itu,” ungkap Kyai Didin.

Ia yakin, dengan perkembangan dakwah di Papua umat Islam akan semakin banyak kedepannya. “Kita yakin insyaallah umat Islam di papua akan jaya,” harapnya.

Terkait tragedi penyerangan jamaah shalat Idul Fitri dan pembakaran masjid di Tolikara, menurut Dekan Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor itu ada grand design untuk kepentingan tertentu di Papua. “Pulau yang paling kaya di dunia itu Irian (Papua) dan disana itu setiap tahun minimal dua kali terjadi konflik. Kita berharap tragedi di Tolikara ini menjadi yang terakhir,” tandasnya.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Hampir Setiap Hari Ada yang Masuk Islam di Papua

Dakwah Jateng | Jombang – 30 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan 400 Pengurus Cabang ‎Nahdlatul Ulama (PCNU) dari seluruh provinsi melakukan sidang terbuka di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu 5 Agustus 2015. Dalam rapat tersebut, mereka menolak hasil Muktamar ke-33 NU, serta produk-produk yang dihasilkan dalam muktamar itu.

Kesepakatan menolak dilakukan dengan cara menandatangani ‎pernyataan sikap menolak muktamar dan akan diserahkan kepada pengadilan untuk menggugat dan memerintahkan PBNU dan demisioner, untuk melaksanakan muktamar ulang, selambat-lambatnya 3 bulan setelah muktamar Jombang. Jika tidak dilaksanakan, mereka akan melaksanakan forum antar wilayah dan akan melaksanakan muktamar ulang‎.

Menanggapi hal tersebut, Kiai Afif mengatakan akan mendukung ‎langkah yang dilakukan para muktamirin yang menolak hasil keputusan dan produk yang dihasilkan pada muktamar NU Jombang.

Menurut Kiai Afif, hal tersebut dikarenakan Muktamar ke-33 NU dianggap sudah tidak jujur lagi dan menjadikan ‎warga Nahdliyin. “Orang yang tidak mempunyai uang, tidak mungkin bisa memberikan uang. Seseorang yang tidak mempunyai ilmu, tidak mungkin bisa memberikan ilmu.”

“Seseorang yang tidak baik, tidak mungkin bisa memperbaiki orang. Seseorang yang tidak jujur, tidak mungkin membuat orang lain itu jujur,” sambung Kiai Afif.

Menurut Kiai Afif, selama ini warga NU dianggap sebagai pengawal nurani, dianggap sebagai benteng akidah, dan ‎dianggap sebagai penggabung NKRI. “Mungkinkah muktamar yang seperti ini bisa menghasilkan produk yang bisa memperbaiki hal-hal yang tidak baik? Mungkinkah NU yang dilakukan seperti ini, bisa memperbaiki moral yang tidak baik?” tanya dia.

Kiai Afif menambahkan, muktamar kali ini mengusung dengan mengatakan diri sebagai peradaban Indonesia dan dunia. “Tidak mungkin seseorang yang dirinya tidak beradab bisa membuat negara ini beradab,” pungkas Kiai Afif.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah 30 PWNU dan 400 PCNU‎ Tolak Hasil Muktamar NU

Anda pasti sudah tidak asing dengan sinetron bergenre drama komedi berjudul “Preman Pensiun” yang diputar setiap sore di RCTI. Film yang ditulis dan disutradari oleh Aris Nugraha ini berhasil merebut hati para penonton.

Sejumlah artis yang main dalam film itu sangat piawai memerankan karakter masing-masing, sehingga film berlatar belakang kehidupan preman di Bandung itu tampak lebih hidup. Ditambah lagi, dialog-dialog sederhana, tak hanya sekadar lucu namun penuh juga penuh makna. Ada banyak pesan moral dalam film ini.

Misalnya dalam satu adegan pada saat Kang Mus yang diperankan Epy Kusnandar menegur anaknya yang sedang asyik membaca komik Jepang, dan malah tidak membaca Al-quran. Padahal pada saat itu diceritakan sedang bulan puasa.

Terjadi perdebatan antara ayah dan anak, hingga akhirnya Kang Mus marah dan merebut komik Jepang yang dibaca anaknya lalu merobek-robeknya. Anaknya yang biasa disapa Eneng akhirnya menangis, dan pergi ke kamar meninggalkan ayahnya.

Berikut ini penggalan dialog yang diucapkan Kang Mus kepada istrinya setelah memarahai anaknya. Ia merasa bersalah, karena tidak mampu memberikan contoh yang baik kepada anaknya.

“Akang selama ini salah. Akang bisa ngurus anak buah, tapi nggak bisa ngurus anak sendiri. Itu tititpan Tuhan, buat akang urus. Bukan hanya dikasih makan buat hidup, tapi juga harus dididik biar bener,”

“Kalau nanti tuhan minta pertangungjawaban akang, akang harus jawab apa? “ kata Kang Mus sambil meneteskan air mata.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Adegan “Preman Pensiun” Ini Bikin Ribuan Mata Menangis

Peristiwa aneh dan heboh terjadi di sebuah masjid di Inggris dan cukup menggegerkan warga sekitar.

Hal ini heboh lantaran masjid yang sudah lama dikosongkan tersebut sering muncul terdengar suara adzan tanpa tahu siapa yang mengumandangkannya.

Dilansir dari Dream.co.id, masjid tersebut terletak di daerah London dan masjid ini telah resmi ditutup oleh pemerintah, berikut juga seluruh akses listrik dan juga seluruh ruangan masjid sudah disegel.

Adzan Kumandang di Masjid Kosong Hebohkan Warga Inggris

Akan tetapi entah mengapa dan bagaimana ada suara adzan masih berkumandang setiap waktu shalat tiba. Dengan jelas, suara adzan memang berasal dari masjid itu. Pada sebuah video terlihat warga berbondong-bondong membuktikan kejadian tersebut. Bahkan banyak wartawan yang juga ikut meliput insiden misterius ini.

Tak ada yang tahu dari mana suara adzan itu berasal. Beberapa orang menduga bahwa suara adzan itu merupakan suara dari jin, tetapi tidak sedikit pula yang menyangka suara adzan itu hanya palsu.

Rekaman suara adzan dari masjid kosong tersebut mulai beredar luas pada bulan September 2014 lalu, ketika video itu diunggah beberapa kali di YouTube.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Adzan Kumandang di Masjid Kosong Hebohkan Warga Inggris

Dakwah Jateng – Sidang Pleno pemilihan Ketua Tanfidziyah atau Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mendapatkan hasil. Kandidat Petahana KH Said Aqil Siradj terpilih kembali memimpin PBNU periode 2015-2020.

Dalam sidang yang digelar di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2015) dini hari itu, ada 2 kandidat yang berhak maju ke putaran kedua, yaitu KH Said Aqil Siraj dengan 287 suara dan KH Asad Said Ali 107 suara.

Berdasarkan ketentuan dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) NU, kandidat yang meraih suara di atas 99, akan berhak maju ke putaran selanjutnya. Namun KH Asad Said Ali menyatakan mundur.

“Saya kalah pinter, kalah pengalaman dari KH Said, terima kasih. Sekali lagi kehadiran saya di sini tetap sebagai warga NU tetap membantu beliau membesarkan Nahdlatul Ulama,” kata KH As’ad di ruang sidang.

Said Aqil Siradj Kembali Terpilih

Dengan demikian, secara otomatis pimpinan sidang menetapkan KH Said Aqil sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU terpilih.

Selain itu, Rais Aam Syuriah PBNU terpilih KH Mustafa Bisri atau Gus Mus tidak bersedia menjabat Rais Aam. Gus Mus kembali mengirimkan surat penolakannya untuk menjadi Rais Aam.

“Seharusnya 2 yang maju, sehubungan dengan KH As’ad mundur dan KH Mustafa Bisri kembali menyampaikan penolakannya, maka bersama ini kami menetapkan KH Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam, dan KH Said Aqil sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU,” kata pimpinan sidang KH Ahmad Muzakki.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Said Aqil Siradj Kembali Terpilih Ketua Umum PBNU

loading...
Powered by Blogger.