Pasukan Kostrad hari ini ditarik ke markasnya setelah 1,5 bulan bertugas penanggulangan kebakaran lahan. Banyak pengalaman, di antaranya melihat perambahan lahan negara secara besar-besaran di Taman Nasional Tesso Nilo.

Inilah cerita panjang prajurit Yonzipur 9 Kostrad saat melakukan pemadaman kebakaran lahan. Sekitar 750 pasukan Kostrad hari ini, Selasa (27/10/2015) telah berakhir masa tugasnya.

Tim Kostrad sempat melakukan pemadaman kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Lahan negara yang menjadi tanggung jawab Kemenhut LH itu dijarah masyarakat secara besar-besaran.

“Hutan negara dijarah masyarakat besar-besaran. Lahan sengaja dibakar untuk ditanami kelapa sawit. Itulah fakta di lapangan yang kami saksikan sendiri,” kata Sersan Kepala F Toni. A dari Yonzipur 9, Kostrad kepada wartawan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Toni yang selama bertugas menjabat Wadan Satpos, mengatakan, kebakaran lahan di TNTN merupakan unsur kesengajaan yang dilakukan para perambah. Di kawasan TNTN banyak gubuk-gubuk liar yang dihuni para perambah.

“Luas sekali lahan TNTN yang statusnya milik negara dijarah masyarakat. Mereka dengan sengaja membakar untuk perkebunan,” kata Tomi.

Tak hanya saja, tim Kostrad juga menangkap dua orang pelaku pembalakan liar sekaligus membakar hutan. Anehnya, ketika diperiksa tim Kostrad, kedua pelaku mengaku kalau dia hanya orang suruhan. Mereka melakukan pembakaran di Desa Kembang Bunga.

“Keduanya mengaku hanya pekerja yang dibayar oleh kepala desa setempat. Mereka sudah kita serahkan ke Koramil setempat untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Tomi.

Pasukan Kostrad ini juga menyita 4 mesin chainsaw yang sebagai alat untuk menebangi hutan. “Kedua perambah itu dibekali beras oleh kepala desa,” kata Toni.

Prajurit ini berpesan, agar kasus kebakaran lahan tidak terulang, maka masyarakat jangan serakah menguasai lahan negara secara ilegal.

“Semoga ke depan masyarakat Riau tidak berambisi menguasai lahan negara secara ilegal. Sangat luas sekali penguasaan lahan negara secara ilegal di sana, ribuan,” tutup Toni.

Untuk sekedar diketahui, status Taman Nasional yang ada di Indonesia dalam pengamanannya di bawah Kementerian Kehutanan dan LH. Ternyata juga negara lalai dalam penyelamatan kawasan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Kostrad: Hutan Sengaja Dibakar & Dijarah Besar Besaran Untuk Ditanami Kelapa Sawit

Dr. Zakir Naik dengan kemampuan yang dimilikinya berupa hafalan yang teramat kuat tidak hanya mampu menghafalkan Al-Qur’an dan Shahih Bukhari Muslim, akan tetapi beliau juga telah menguasai kitab Weda, Tripitaka, Bhagavad gita, bahkan telah menggerakkan hati ribuan penganut Hindu di India dan menjadi mu’allaf. Beliau tanpa ragu-ragu juga mengoreksi pastur dan pendeta jika mereka salah dalam mengutip ayat-ayat dalam bibble atau injil.

Bahkan Zakir Naik sempat membuat kemarahan komunitas Syiah dalam Konferensi Damai di Mumbai pada tahun 2007, ketika ia menyebutkan kata-kata “Radhiyallah taa’la anhu” (Semoga Allah meridhoinya) untuk Yazid. Dan sekarang mulai terlihat orang-orang yang tidak bertanggung jawab mulai menebar fitnah. Setelah Orang-orang Syiah, musuh-musuhnya yang lainnya pun mulai menghembuskan isu Wahabi kepada Dr. Zakir Naik.

Dr. Zakir Naik sendiri memiliki tokoh yang menjadi inspirasinya yakni Ahmed Deedat. Namun, Dr. Zakir Naik tidak memiliki banyak agenda Debat Terbuka layaknya Ahmed Deedat karena hampir semua tantangan debat yang dilayangkan oleh Dr. Zakir Naik tidak mendapat respon dari gereja-gereja, bahkan sampai sekarang belum ada berita apakah ada Pendeta yang berani berhadapan langsung dengan beliau. Oleh karena itu, Dr. Zakir Naik dijuluki “Ahmed Deedat Plus” yang telah membuat pastur dan pendeta merasa ngeri berhadapan dengan beliau yang argumentasinya belum pernah terpatahkan.

Dakwah-dakwahnya disampaikan dengan mudah dapat diakses melalui situs youtube yang kebanyakan berasal dari saluran Peace TV yang direkam dengan kefasihan beliau dalam berbahasa Inggris, bahkan beberapa telah disertai subtitle Indonesia.

[islampos]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Siapa Dr. Zakir Naik Sebenarnya?

Dakwah Jateng – Aksi mahasiswa pada peringatan Hari Sumpah Pemuda kemarin (Rabu, 28/10) di Istana Negara dan DPR serta di berbagai daerah mendapat perhatian publik. Pasalnya, aksi demonstrasi BEM dan aliansi mahasiswa serta buruh tersebut sepakat jika Jokowi-JK gagal dalam mengurus negara.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha dalam keterangannya kepada Kantor Berita RMOL, Kamis (29/10).

“Berbagai aksi demonstrasi kemarin dapat diartikan jika suara pemuda yang dipelopori oleh mahasiswa dari berbagai elemen sudah satu suara dengan menyatakan, bahwa Jokowi-JK gagal. Artinya para pemuda saat ini sudah membuka mata dengan melihat, merasakan dan menilai bahwa pemerintahan Jokowi-JK tidak sejalan lagi dengan cita-cita rakyat,” ujar Panji.

Ia menilai, sepakatnya para pemuda dengan satu suara lantang mengatakan Jokowi-JK gagal bukan tanpa dasar. Namun, mereka mengevaluasi kinerja Jokowi-JK dari berbagai aspek. Seperti, ekonomi lemah, hukum kacau balau, politik gaduh, dan keselamatan rakyat yang diabaikan akibat bencana asap.

“Bukan tidak mungkin satu suaranya mahasiswa ini adalah pemicu gerakan rakyat yang lebih besar lagi agar pemerintah Jokowi-JK dapat mendengar dan merealisasikan tuntutan mereka. Untuk itu Jokowi-JK harus peka dan kembali ke jalur yang benar. Karena jika tidak, ultimatum para mahasiswa adalah menuntut agar diadakannya Sidang Istimewa MPR dan kembalikan UUD RI tahun 1945 yang asli,” tukas Panji.(ts/RMOL)

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Sudah Satu Suara: Jokowi-JK Gagal Urus Negara

Dakwah Jateng – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan bahwa dirinya ahlus sunnah wal jamaah (Sunni) dan bukan Syiah. Bahkan ia berharap agar penjelasan seputar Syiah disebarkan dalam berbagai forum.
“Saya bukan Syiah, Islam saya sama seperti yang Ibu saya ajarkan, sama seperti Bapak-bapak, bahwa saya itu Sunni. Termasuk urusan Sunni dan Syiah juga, harus tugas Bapak-Ibu yang meyakini itu menyebarkan gagasan ini ke semua lapisan, kita perjuangkan,” kata pria yang disapa Kang Emil ini di hadapan sejumlah tokoh Islam di Balai Kota Bandung, Selasa (27/10/2015).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengerti benar tentang Islam yang sebenarnya. “Harapan saya, perjuangkan agar meluas di forum-forum yang lebih banyak sehingga bisa mengena ke semua pihak, khususnya yang wilayahnya masih ‘abu-abu’, maka perjuangankan hal ini,” tegas Emil. Dirinya pun mengaku sudah mempelajari tentang syiah.
“Saya Sunni, dan saya tidak suka Syiah. Saya sudah baca-baca terkait Syiah,” katanya. Karenanya, ia akan mencoba membawa aspirasi keresahan warga Bandung terhadap Syiah sampai ke tingkat pusat.
“Kalau sepakat, aspirasi warga Bandung ini bisa saya sampaikan. Ini memang perlu kita seriusi, bahwa Sunni-Syiah di Bandung lagi panas, banyak warga yang gelisah. Pemerintah Pusat harus tahu ini,” ungkapnya.
Ia pun mengajak agar warganya menyalurkan aspirasinya tak hanya ke tingkat daerah, tapi juga sampai pemerintah pusat. Hal ini, menurut hemat Emil, agar pelarangan aliran Syiah dapat dilakukan langsung oleh negara.
“Mari aspirasi tadi perjuangkan lewat MUI Pusat lewat keputusan nasional. Saya kira bisa seperti Malaysia, di sana keputusannya nasional. Jika begitu pasti (Syiah_red) diamankan. Indonesia sekarang ini kan masih abu-abu,” tandasnya.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Ridwan Kamil: Saya Sunni dan Tidak Suka Syiah

Tanya :

Ustadz, bolehkah seorang nasabah menerima hadiah dari bank melalui undian?

Jawab :

Nasabah yang mempunyai rekening di bank konvensional, haram hukumnya secara syar’i menerima hadiah dari bank itu, baik berupa uang tunai, barang (seperti mobil), ataupun bentuk-bentuk hadiah lainnya, baik hadiah langsung maupun melalui undian. Semuanya haram dan termasuk kategori riba yang merupakan dosa besar (kaba`ir).

Dalil keharamannya ada dua; Pertama, karena dalam pemberian hadiah tersebut terkandung unsur promosi/iklan kepada masyarakat. Padahal bank konvensional menjalankan muamalah riba yang diharamkan Islam, yaitu memberi bunga simpanan atau mengambil bunga pinjaman. Mempromosikan sesuatu yang haram hukumnya haram, sesuai kaidah fiqih : At taabi’ taabi’ (segala sesuatu yang menjadi ikutan/cabang dari sesuatu yang pokok, hukumnya mengikuti sesuatu yang pokok itu). Dalam hal ini masalah pokoknya adalah aktivitas riba, sedang promosi aktivitas ribawi adalah masalah cabangnya. Maka pemberian/penerimaan hadiah dari bank konvensional haram, karena termasuk mempromosikanriba yang telah diharamkan. (Yasir Thaha Ali Karawih, Al Mu’amalat al Maliyah al Mu’ashirah, hlm. 108; Imam Suyuthi, Al Asybah wa An Nazha`ir, hlm. 231; Ghamzu ‘Uyun Al Basha`ir, Juz 2/hlm. 264; Khalid bin Abdillah Al Mushlih, Al Hawafiz At Tijariyyah At Taswiqiyyah wa Ahkamuha fi Al Fiqh Al Islami, hlm. 55).

Kedua, karena pemberian hadiah itu adalah pemberian pihak yang berutang (yaitu bank) kepada pihak yang memberi hutang (yaitu nasabah yang mempunyai rekening). Pemberian ini hukumnya haram. Sebab simpanan/tabungan (wada`i’) dari nasabah di bank konvensional secara syar’i dianggap qardh(utang/pinjaman) yang diberikan nasabah kepada bank. Hubungan antara bank dan nasabah dengan demikian adalah hubungan antara pihak pemberi utang (muqridh), yaitu nasabah, dengan pihak yang berhutang (muqtaridh), yaitu bank. (Umar bin Abdil Aziz Al Matrak, Ar riba wa Al Mu’amalat Al Mashrifiyyah fi Nazhar As Syari’ah Al Islamiyah, hlm. 345-340).

Maka dari itu, hadiah yang diberikan oleh bank konvensional termasuk riba yang diharamkan oleh nash-nash syara’, di antaranya sabda Rasulullah SAW (artinya), “Jika seseorang dari kamu memberi utang (qardh), lalu dia diberi hadiah, atau dinaikkan di atas kendaraan (milik yang berutang), maka janganlah dia menaiki kendaraan itu dan jangan pula dia menerima hadiah itu, kecuali hal itu sudah pernah terjadi sebelumnya antara pemberi utang dan yang berutang.” (HR Ibnu Majah, hadits no 2432, Juz 2/hlm. 813, dari Anas bin Malik RA).

Adapun hukum menerima hadiah bagi nasabah yang mempunyai rekening di bank syariah, ada perbedaan pendapat (khilafiyah) di antara fuqoha kontemporer menjadi dua pendapat. Pertama, membolehkan hadiah tersebut karena menganggap tak ada larangan memberi hadiah selama cara distribusi hadiahnya tak melanggar syara’. Kedua, tak membolehkan hadiah tersebut karena dianggap sikap taqlid kepada perbankan Barat. (Basim ‘Amir, Al Jawa`iz Ahkamuha Al Fiqhiyyah wa Tathbiqatuha Al Mu’ashirah, hlm. 114-115; Said Manshur, Ahkamul Hadiyyah fi Al Fiqh Al Islami, hlm. 169-170).

Menurut kami, yang rajih adalah pendapat yang mengharamkan, baik hadiah itu diberikan kepada nasabah yang mempunyai rekening tabungan (wadi’ah), maupun yang mempunyai rekening investasi (al hisabat al istitsmariyyah), seperti rekening mudharabah. Hadiah dari rekening tabungan (wadi’ah) jelas haram, sebab termasuk riba yang lahir dari qardh. Adapun hadiah dari rekening investasi (al hisabat al istitsmariyyah), sebagian ulama membolehkannya dengan syarat hadiah diambil dari modal mudharabah, bukan dari labanya. Namun kami cenderung kepada pendapat Ali As Salus yang tetap mengharamkannya. Sebab modal yang diberikan nasabah kepada bank bagaimana pun juga tetap dihukumi sebagai qardh, sehingga hadiah dari adanya qardh hukumnya tetap haram. (Ali As Salus,Mausu’ah Al Qadhaya Al Fiqhiyah Al Mu’ashirah, hlm. 160). Wallahu a’lam.

[hizbut-tahrir.or.id]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Hukum Menerima Hadiah Dari Bank

Munculnya sosok Leopard Wisnu Kumala (29) dalam kasus bom Mal Alam Sutera seperti titik balik yang bisa meruntuhkan stigmatisasi terhadap Islam selama ini dalam isu terorisme.

“Leopard seorang dari etnis Cina, beragama Katolik, pandai meracik bom dengan bahan peledak high explossive jenis Triaceton Triperoxide (TATP) kali pertama di Indonesia terjadi,” tegas Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Jumat (30/10).

Harits merinci, Leopard melakukan empat kali pengeboman di Alam Sutera meski tidak semua meledak. Maka, ujarnya, teror menjadi cara untuk meraih kepentingan oportunisnya.

“Jika konsisten dengan nafsu untuk menarik kasus ini ke isu terorisme maka apa sulitnya untuk menyebut Leopard teroris? Saya pikir, istilah teroris lonewolf (serigala sendirian) adalah tepat,” terang Harits.

Bomber Leopard Runtuhkan Stigma Terorisme Islam

Ia pun berasumsi, sosok Leopard yang menganut Katolik membuat aparatur pemerintah dan pemilik media memilih diksi judul pada setiap berita steril dari diksi terorisme.

“Publik juga sudah cerdas. Inilah terorisme di Indonesia, sebuah bangunan terminologi yang memiliki dimensi sarat tendensi, stigma, kepentingan politis, dan ideologis di baliknya,” urai Harits.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Bomber Leopard Runtuhkan Stigma Terorisme Islam

Dakwah Jateng – Munculnya tempat hiburan malam (THM) di Kota Bogor yang menjual minuman keras (miras) tidak dibiarkan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Sembilan Tempat Maksiat Dilibas Bima Arya

Bersama instansi terkait, Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa THM di Kota Bogor, Sabtu (24/10) hingga Ahad (25/10) dini hari kemarin.
“Saya tegaskan akan menutup semua THM yang ada di Kota Bogor! Lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Ini demi menyelamatkan generasi kita,” tegas Bima.
Ada sembilan THM yang digerebek Bima beserta timnya saat itu. Walhasil, berkerat kerat miras dari berbagai kadar alkohol didapatinya.
Ketegasan Bima Arya membuat sejumlah ulama dan tokoh ormas Islam Bogor memberikan ancungan jempol kepada politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Sekjen Garis Bogor Raya, Ustaz HM Hasanuddin mengucapkan terima kasih atas niatan dan inisiatif orang nomor satu di Kota Bogor tersebut. Sebab, Bima telah melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sebagai pemimpin dan sebagai umat muslim.
“Alhamdulillah, tentunya kita patut berterima kasih kepada Bapak Walikota Bogor yang maju terus pantang mundur untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar. Kami dari Garis akan mengawal niatan Kang Bima untuk menjaga predikat Kota Beriman dari segala bentuk kemaksiatan,” kata Hasan.
Sekretaris Muhammadiyah Kota Bogor, Deni Lubis pun mengucapkan hal yang sama. Dia mengatakan, organisasi besutan Ahmad Dahlan ini memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bima Arya yang aktif dalam melibas kemungkaran di Kota Beriman. Muhammadiyah pun akan siap mendukung upaya-upaya walikota Bogor yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.
“Saya mengapresiasi tindakan waliota yang aktif dalam melakukan pemberantasan miras di Kota Bogor. Miras merupakan pemicu dari kejahatan,” tandas Deni. Ia pun mendorong agar peraturan daerah yang melarang miras untuk segera diterbitkan.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Dalam Semalam, Sembilan Tempat Maksiat Dilibas Bima Arya

Dakwah Jateng – Kasus pengeboman Mall Ala Sutera seakan merevisi segala teori tentang terorisme yang pakem serta identik dengan penyalahgunaan nama umat Islam.

“Media akhirnya seperti gagap untuk menata ulang opini, bahkan sebagian pengamat yang sebagian besar memegang pakem metodeframework analisis kultural juga kelu lidahnya. Bisa jadi, BNPT juga mulesperutnya karena teori terorisme yang diusung selama ini tersandung di Alam Sutera,” tegas Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Jumat (30/10).

Dalam isu terorisme, ia menilai bahwa rakyat Indonesia selama ini dalam sudut pandang yang tendensius dan stigmatis. Begitu mendengar teroris maka tergambar sosok pelakunya seorang Muslim, berjenggot, jidat hitam, celana cingkrang, keluarganya bercadar, memandang Barat (AS) sebagai musuh.

Walhasil, UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Terorisme pun diterapkan untuk menjerat hal-hal dengan identifikasi tadi.

Teori Terorisme BNPT Tersandung di Ledakan Mall Alam Sutera

“Jadi, terorisme akan selalu dimaknai sebagai produk radikalisme dalam agama Islam.Terorisme di Indonesia itu identik dengan Islam, ini secara simpel dikonstruksi oleh pihak pemerintah melalui aparaturnya dan diaminkan sebagian besar media,” cecar Harits.

Maka, ia pun kembali mengajak publik mencermati kembali definisi terorisme yang lekat dengan radikalisme Islam setelah kasus Leopard dan Mall Alam Sutera.

“Rakyat sekarang tahu, orang Kristen atau non-Muslim di Indonesia juga sama potensialnya bisa hadir di tengah masyarakat menjadi sosok-sosok teroris yang sangat berbahaya sekalipun terkesan ramah,” jelas Harits.

[republika]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Teori Terorisme BNPT Tersandung di Ledakan Mall Alam Sutera

Dakwah Jateng – Ketua HMI UNS Solo, Adhyt ,menyatakan dukungannya terhadap kegiatan DPMMI (Diskusi Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia) yang diselenggarakan oleh Lajnah Khusus Mahahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia (LKM HTI) yang bertempat di Aula Fakultas Hukum UNS pada Ahad, 25/10/15.

Ya saya mendukung, untuk memperjuangkan Islam kita harus membuka almamater kita, kita jangan sampai bawa-bawa almamater, sebab ini kepentingan kita bersama mas” kata Adhyt.

Selain HMI, hadir juga beberapa aktivis pergerakan di dalam acara yang dihelat dari pagi hingga petang ini. Kegiatan DPMMI ini diikuti oleh peserta aktivis pergerakan dari kampus di sekitar Jawa dan Bali. Rombongan peserta ada yang datang dari Semarang, Bandung, Surabaya, Denpasar dan bahkan ada yang datang dari Papua dan Sulawesi.

Ketua HMI UNS Mendukung HTI

Adhyt juga memberikan apresiasinya terhadap ide yang di emban oleh HTI. “saya juga salut terhadap ide yang di emban oleh HTI yang masi istiqomah” lanjutnya.

Di akhir acara, seluruh peserta termasuk Adhyt melakukan aksi bersama di depan gerbang kampus UNS. Di lokasi inilah dibacakan resolusi Mahasiswa Muslim untuk Indonesia.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Ketua HMI UNS Mendukung Dan Turut Aksi Bersama Aktivis HTI

Standar ganda kembali dipertontonkan oleh komunitas Islam Liberal, yang hari ini ramai ramai menyerang Walikota Bogor Bima Arya di social media akibat  beredarnya surat pelarangan perayan hari raya Asyura (hari raya kaum Syiah) dikota Bogor. Mereka ramai ramai menjual kalimat Plurarisme, keberagaman serta menganggap sikap sang walikota bogor melanggar UUD 1945.

Namun ada yang menarik dari kicauan tokoh JIL @zuhairimisrawi, yang salah menyebutkan tempat dan posisi Bima Arya bekerja sebagai walikota dengan mengatakan depok bukan bogor. Diluar itu semua, aksi standar ganda para komunitas Islam Liberal sangat terasa, ketika apa yang dilakukan seorang walikota Bogor Bima Arya lantas tidak berlaku kepada apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau AHOK yang melarang pengajian di Monas.

Aneh memang apa yang dipertontonkan para komunitas Islam Liberal dengan sikap standar gandanya; mereka protes dan kritik habis habisan apa yang dilakukan oleh Bima Arya walikota bogor tetapi tidak melakukan tindakan apa apa alias tidak protes dan kritik kepada sikap AHOK yang jelas dan terang benderang menolak pengajian di monas.

Komunitas Islam Liberal, akan terus melakukan aksi standar gandanya apabila kepentingan dan kumpulan sebarisannya mengalami gangguan atau dihambat perkembangannya; sementara untuk pihak diluar komunitas mereka atau tidak sepemikiran mereka; mereka akan bersikap masa bodoh malah cenderung ikutan mmeperkeruhnya

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Dedengkot Liberal Kepanasan atas Tindakan Bima Arya Bubarkan Syiah

Seorang murid SDN 15 Pekanbaru memperlihatkan spanduk berisi kekecewaan tentang kabut asap yang tak jua hilang. Ratusan siswa SDN 15 Pekanbaru menulis curahan hati di atas spanduk kertas yang dipajang di depan pagar sekolah mereka Jalan Cut Nyak Dien.

Spanduk berisi kekecewaan dipampang ratusan siswa SDN 15 Pekanbaru di depan pagar sekolah mereka Jalan Cut Nyak Dien.

Meskipun banyak menyampaikan keresahan, ada beberapa spanduk yang memperlihatkan kekecewaan.
Seperti spanduk kertas biru berisi permintaan agar Presiden menurunkan bom nuklir bila tidak mampu padamkan asap.
Spanduk yang ditulis menggunakan spidol warna tersebut berisi dua tulisan berbeda.

Tulisan pertama berukuran besar dengan kalimat “Pak Jokowi … Tolong….. Zania rindu sekolah ….! Bosan libur terus. Gak enak pakai masker.”

Di bawah sudut, ditulis dengan tulisan lebih kecil menggunakan spidol hitam.

Pak Presiden…. Klo tak bisa padamkan ASAP jatuhkan aja Bom Nuklir di KOTA kami agar kami mati secara langsung !!!!!
Daripada harus mati perlahan Karena ASAP. Dibawah terdapat hastag save RIAU.
Puluhan lembar spanduk berisi keresahan dibuat dan dipasang siswa SDN 15 Pekanbaru di pagar sekolah mereka, Kamis (22/10/2015) pagi.

Meskipun sesuai edaran mereka diharuskan sekolah sampai pukul 09.30 WIB, tidak menghalangi anak-anak ini menyampaikan keluhan mereka yang sudah berbulan-bulan terpaksa menghisap asap.

Beragam kata-kata diekpresikan anak-anak seperti Mengapa Kami Jadi Korban, Asapmu Membunuhku Secara Perlahan-lahan.
Keresahan juga disampaikan dalam bentuk imbauan pada penguasa negeri.

Di antaranya Bapak-bapak dan Datuk-datuk kami. Dengarlah jeritan kami.

Asap membuat kami tak bisa bersekolah, dan kami tak bisa menghirup udara segar. Kami tak bebas bermain, tulis seorang siswa bernama Defo.

[tribunnews]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Bosan Kabut Asap, Siswa SD Minta Presiden Jatuhkan Bom Atom

Sejumlah perayaan Hari Santri Nasional (HSN) diadakan serentak di sejumlah tempat, Kamis (22/10). Perayaan di Tugu Proklamasi menjadi unik lantaran foto pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang terpajang tampak tidak berjenggot.

KH Hasyim Asy’ari Kehilangan Jenggot?

Foto KH Hasyim Asy’ari yang berukuran cukup besar jelas terlihat tidak berjenggot seperti foto-foto yang selama ini ada. Foto itu sendiri menjadi latar belakang panggung utama HSN.

Foto itu pun menuai komentar dari peserta acara dan tamu undangan yang datang. Mereka umumnya terbiasa melihat foto pendiri NU itu khas dengan jenggot putihnya. Foto itu juga menuai komentar dari sejumlah tokoh di media sosial. Salah satunya dari Ipang Wahid, keponakan Presiden Republik Indonesia keempat, KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur.

Akun Facebook bernama Ipang Wahid yang merupakan akun resmi dari Ipang, memposting dua buah foto yang disandingkan menjadi satu. Foto sebelah kiri menunjukkan gambar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang sedang berpidato di HSN, dan terlihat foto KH Hasyim Asy’ari yang dipajang dan menjadi latar belakang panggung, tanpa jenggot putih yang menjadi ciri khasnya.

“Masya Allah. Mbah buyutku jenggotnya kemana? Teganya,” kata Ipang yang menulis komentar di foto yang ia posting.

Ipang juga memposting komentar yang serupa di @ipangwahid, akunTwitter resmi miliknya.

“Gawat! Jenggot hadratussyeikh hilang,” tulis Ipang di akun Twittermiliknya.

HSN diselenggarakan Kamis (22/10) dan dipusatkan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Selain Penglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, acara itu juga dihadiri Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar dan banyak tokoh nasional serta tokoh Islam nasional lain.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Foto KH Hasyim Asy’ari Tak Berjenggot di Hari Santri Nasional

Dakwah Jateng – Seorang pemimpin harus dan wajib berempati kepada nasib rakyatnya. Bahkan seorang pemimpin yang baik, akan memastikan semua rakyatnya kenyang terlebih dahulu sebelum dia makan sesuatu, Namun hal itu jangan pernah diharapkan dari pemimpin yang ada sekarang. Apalagi yang sudah pikun.

Adalah fakta jika bencana kabut asap tak kunjung usai melanda Indonesia. Bahkan, kebakaran hutan sudah merembet ke wilayah Indonesia Timur akibat musim kemarau panjang. Telah banyak korban jatuh sakit akibat udara tercemar kabut asap, beberapa orang juga meninggal dunia di Riau.

Namun seakan tak ada empati dan hati nurani sebagai pemimpin bangsa, dengan entengnya JK mengeluh jika anggaran dana negara sudah habis untuk membantu korban bencana kabut asap di sebagian wilayah Indonesia.
“(Kok) Asap terus dibicarakan. Dana puluhan, ratusan, bahkan triliunan kalau ditotal kerugiannya dipakai untuk bantuan dan pengobatan orang sakit,” ungkap JK di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (22/10).
JK menambahkan, seharusnya lahan gambut di negeri kita kondisinya basah. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, dimana itu sangat rawan kebakaran. “Gambut yang harusnya basah malah jadi kering. Kita tidak boleh ulangi lagi kejadian seperti itu,” pungkas dia.
Ketika ratusan ribu, bahkan jutaan, rakyatnya tengah menderita akibat bencana kabut asap, pantaskah pernyataan seperti diatas dilontarkan JK seperti itu?
[eramuslim]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah JK Bilang Dana Untuk Tanggulangi Bencana Asap Sudah Habis

Dakwah Jateng – Dalam sebuah adegan mengharukan yang membanggakan Palestina, para netizen di situs jejaring sosial, hari Sabtu malam ramai membagikan video ibu Syahīdah Bayan Usailah dari kota Hebron segera setelah menerima berita bahwa putrinya telah syahid ditembak oleh tentarapendudukan Yahudi.

Ia mengatakan dengan bangga: “Putriku telah mengangkat kepala semua bangsa Arab dan islam. Putriku adalah pengantin yang mengenakan gaun putih dan berlumuran darah suci.”

Ia menambahkan dengan tegas: “Bayan adalah lilin yang menyinari Palestina, bumi di antara bumi parasyahid dan bumi para Nabi. Dan kita semua adalah tebusan untuk Palestina, islam dan Masjidil Aqsa yang diberkati.”

Pasukan pendudukan Israel, pada Sabtu sore, menangkap ayah Syahīdah Bayan Usailah di daerah Wadi al-Ghrous, di kota Hebron.

Perlu diketahui bahwa pasukan pendudukan Israel menembaki Syahīdah Usailah pada Sabtu pagi, karena diduga akan menjalankan operasi penikaman prajurit “Israel” yang telah menghantarkan pada kesyahidannya.

*** *** ***

Begitulah, seorang ibu menyambut putrinya yang syahid, sebagaimana ia menyambut putrinya pada hari pernikahannya. Sementara ayah dan keluarganya menyambut kabar syahidnya dengan sujud syukur berterima kasih kepada Allah yang telah memuliakan mereka dengan kehormatan besar ini, yang akan memakaikan mereka mahkota kewibawaan di hari kiamat.

Sementara doa dari ayahnya, yang tidak terima dengan kejahatan Yahudi , yang tidak lama kemudian ia pun ditangkap, adalah bahwa ia berdoa kepada Allah SWT agar mengguncang para penguasa kaummuslim dan takhtanya, dan mempercepat berdirinya Khilafah yang tegak di atas metode kenabian (‘ala minhājin nubuwah), yang akan melindungi umat islam di mana saja.

Benar, bahwa syahidnya adalah kebanggaan dan kehormatan bagi seluruh umat, sebaliknya itu menjadi kehinaan bagi tentara kaum muslim yang dilengkapi dengan senjata, namun diam tidak berbuat apa-apa untuk melindunginya, padahal mereka mampu melakukannya, sedang pesawat tempur mereka dan roket-roket mereka membantai kaum muslim, menyerang Yaman, membombardir Sinai, serta membunuh dan mengusir kaum muslim di mana-mana.

Wahai tentara kaum muslim, bagaimana Anda melihat adegan yang terjadi pada Syahīdah Bayan dan para syahid lainnya, dan bagaimana bisa darah di dalam urat Anda tidak bergerak, sedang Allah telah memberi Anda kekuatan. Ingat, Allah akan meminta pertanggung jawaban Anda?! Bagaimana Anda tidak bergerak, sementara di dalam diri Anda terdapat kehormatan dan kemuliaan, sedang Anda melihat makhluk Allah paling hina, Yahudi tengah melakukan apapun yang ingin mereka lakukan?!

Sesungguhnya yang tengah membelenggu dan mencegah Anda dari membantu kaum muslim adalah para penguasa Anda yang telah melepas ikatan islam dari lehernya, dan mereka berjanji pada tuannya kaum kafir untuk tidak mengangkat senjatanya kecuali untuk menghadapi rakyatnya sendiri. Namun, semua itu bukan alasan bagi Anda untuk diam dan tunduk kepadanya. Sebab Anda bisa saja memberontak terhadap perintahnya seperti yang dilakukan selain Anda sebelumnya, dan menghilangkan debu penghinaan dan rasa malu, serta berusaha membebaskan Palestina dan negeri-negeri kaum muslim lainnya. Ingat, Allah akan meminta pertanggung jawaban Anda tentang darah mereka yang suci dan murni. Sesungguhnya hanya Allah yang berhak ditaati dan ditakuti. [AmirHasylamun]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 19/10/2015.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Syahidah Bayan Usailah, Kehormatan Bagi Kaum Muslim dan Kehinaan Bagi Tentara

Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri mengeluarkan kebijakan yang berisi himbauan agar menghentikan aktifitas ketika Azan berkumandang dan segera menunaikan Sholat di Masjid atau Mushola terdekat.

Himbauan Kapolda Sumsel ini ditujukan kepada personel Polri dan pegawai negeri sipil di lingkungan Polda Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel Himbau Kaum Muslimin Sholat Tepat Waktu

Berikut ini Himbauan lengkap Kapolda Sumsel Pol. Prof. Dr. Iza Fadri yang banyak menjadi perbincangan netizen di media sosial.

HIMBAUAN SHOLAT TEPAT WAKTU BAGI KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT PERSONEL POLRI DAN PNS POLRI DILINGKUNGAN POLDA SUMSEL

“Dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama dan meningkatkan kedisiplinan para personel Polri dan pegawai negeri sipil di lingkungan Polda Sumatera Selatan bersama ini saya menghimbau kepada kaum muslimin dan muslimat para personel Polri dan pegawai negeri sipil di lingkungan Polda Sumsel agar:

1. Menghentikan seluruh aktifitas ketika adzan telah berkumandang;
2. Untuk kemudian segera melaksanakan sholat berjamaah di Masjid atau Mushala terdekat.

Demikian disampaikan untuk dapat dimaklumi dan menjadi perhatian bersama.

Kapolda Sumsel

Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri

Kapolda-Sumsel-Keluarkan-Himbauan-Hentikan-Aktivitas-Jika-Azan-Bekumandang-dan-Sholat-di-Masjid

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Kapolda Sumsel : Hentikan Aktivitas Jika Azan Bekumandang dan Sholat di Masjid

Dakwah Jateng – Rasulullah SAW Bersabda  :  “Wanita (istri) adalah seorang pemimpin terhadap rumah tangga suaminya juga terhadap anak – anaknya dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya mengenai kepemimpinannya terhadap mereka”.(Shahih Bukhari).

Dalam Hadist Sejenis dengan yang lain, Rasulullah SAW Bersabda  : “Wanita di rumah suaminya adalah pemimpin dan dia akan di mintai pertanggungjawabannya atas ke pemimpinannya” .(Shahih Bukhari)

Untuk membentuk anak anaknya supaya mempunyai kepribadian islam, maka seorang ibu harus mengatahui pesan-pesan Rasulullah SAW yang ditujukan kepadanya dalam rangka pelaksanaan terhadap anak-anaknya diantaranya sebagai berikut :

  1. Memberi Makan Dengan Makanan Yang Halal
  2. Memberi Keteladanan yang baik
  3. Menciptakan Lingkungan Yang Mendidik
  4. Menanamkan Aqidah yang kuat
  5. Mengenal dan Mendidik mengenai peribadatan
  6. Membiasakan anak anak dengan Akhlak yang Mulia
  7. Menanamkan dalam jiwa mereka untuk mencintai Allah Dan Rasulullah SAW
  8. Mengajari anak membaca Al-Qur’an
  9. Rasulullah Melarang Membohongi Anak
  10. Menanamkan Pada Diri Mereka Konsep Syari’at Islam
Pesan – Pesan Rasulullah SAW di atas menjadi tanggung jawab seorang wanita (Ibu). Barang siapa menyia-nyiakan tanggung jawab dalam keluarganya maka berdosalah ia.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah 10 Pesan Penting Rasulullah Kepada Wanita Dalam Mendidik Anak

Seorang serdadu Israel tewas dan sedikitnya sebelas korban lainnya, termasuk empat tentara, cedera setelah sebuah serangan berani terjadi di terminal bus Beer Sheba di selatan Israel, kemarin sore Ahad (18/10).  Polisi Israel  menyebutkan, pelaku adalah seorang pemuda Palestina dan tidak mendapatkan bantuan dari siapapun.

Polisi menjelaskan, pada awal serangan, pelaku masuk ke terminal pusat Beer Sheba yang dipenuhi tentara zionis. Dengan gagah berani dia berhasil menikam seorang serdadu lalu merampas senapan M16. Dengan sangat cepat dia mengarahkan senjata milik tentara ZIonis tersebut,  menarik pelatuk, dan mengguyur gerombolan tentara Zionis hinga magazinnya habis. Bagai anak-anak anjing yang ketakutan, para tentara Zionis itu kalang-kabut, berteriak ketakutan, lari ke segala arah, tanpa satu pun yang berani untuk menghadapi seorang pemuda PAlestina tersebut.

Media Israel  menyebutkan, pelaku serangan adalah warga Palestina dari kamp Shufat.

Media Israel  menegaskan, setelah pelaku setelah kehabisan peluru, barulah dia lari ke luar dan bertemu dengan puluhan pasukan Israel  lainnya. Pelaku ditembak dan menemui kesyahidan.

Malam kemarin TV 10 Israel  mengumumkan data terbaru hasil operasi serangan itu, 1 tentara Zionis mati, 11 menderita luka-luka, dua di antaranya kondisi kritis, sementara 23 lainnya dalam kondisi shock. Operation Beer Sheba yang dilakukan pemuda Palestina seorang diri semakin membuat warga Zionis yang seluruhnya kombatan ketar-ketir. Mereka sangat takut dengan kematian, sebaliknya para pemuda Palestina sangat mendambakan kesyahidan.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Seorang Pemuda Palestina Rebut M-16 Tentara Zionis, 1 Tentara Israel Tewas dan Belasan Luka-Luka

Dakwah Jateng – Di tengah rencana pemerintah memperpanjang bercokolnya Freeport mengeruk emas di Papua,hizbut tahrir Indonesia (HTI) dengan tegas menyatakan enam alasan stop eksploitasi tambah emas di Papua oleh Freeport. “Memang benar,hizbut tahrir itu tidak ambigu dengan stop Freeport!” ujar Juru Bicara hizbut tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto dalam Halqahislam dan Peradaban (HIP) Edisi 59: Stop Freeport! Kembalikan Kekayaan Milik Rakyat, Rabu (21/10) di Gedung Joang 45, Jakarta.

Pertama, fakta Kontrak Karya (KK) II yang ditandatangani 1991 berakhir 2021. Jadi kalau sudah berakhir, berakhir sudah. “Kenapa kita jadi susah begini. Ibarat orang ngontrak di rumah kita, begitu selesai, selesai sudah. Jadi mengapa kita harus menuruti kehendak orang yang ngontrak,” ungkapnya di hadapan sekitar seratus peserta.

Kedua, dari semula Freeport melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. UU tersebut mensyaratkan paling lambat lima tahun setelah UU tersebut diundangkan perusahaan tambang harus mempunyai smelter. Artinya, akhir 2014 Freeport harus sudah punya smelter. Tapi sampai sekarang, belum punya juga.

Ketiga, ini yang substansi, dengan dikelola sendiri, tambang emas di Papua bisa membiayai apbn yang cuma 2000 trilyun itu tanpa harus memajaki uang receh rakyat.

Ismail pun memberikan berbandingan meski apbn sekarang nampak naik 20 kali lipat dari apbn 1997-1998 yang hanya sekitar 100 trilyun itu, sebenarnya bila dihitung emas, tetap hanya 4 juta kilo gram saja (emas per gram sekitar Rp 25 ribu pada 1997-1998 dan sekitar Rp 500 ribu pada tahun ini).

“Kan sama. Tetapi karena emasnya itu kita lepas dan kita pegang rupiah, maka kemudian pemerintah itu susah sekali untuk mendapatkan 2000 trilyun sampai menggunakan jurus orang mabuk tersebut,” bebernya.

Keempat, ini yang paling penting, “bahwa tambang emas di Papua itu milik kita, milik rakyat, bukan milik mereka (Freeport). Milik kita, ya milik kita, mereka apa urusannya? Kalau mereka marah itu wajar, karena mereka sudah puluhan tahun menikmati harta kita,” tegasnya.

Jadi, mainset terhadap masalah ini bukan lagi bisnis dengan bisnis (B to B) tetapi ini soal politik. “Saya fikir orang-orang seperti Ivo Morales dan Huga Chaves adalah orang-orang yang bisa memberikan contoh kepada kita secara nyata bagaimana saat ini berhadapan dengan kapitalis global. Kapitalis global juga ngancam-ngancam ke Bolivia serta Venezuela tapi Morales dan Chaves tetap mempertahankan prinsipnya dan kapitalisme global tidak bisa apa-apa,” ungkapnya.

Kelima, kalau tambang tersebut dikelola oleh Freeport karena alasan Indonesia tidak punya modal, itu juga tidak bisa diterima. Freeport dulu juga tidak punya apa-apa, dia mendapatkan modal dengan menjadikan kandungan emas di Papua sebagai agunannya.

Nah, investasi yang akan digelontorkan Freeport untuk 2021-2041 sebesar USD 18 milyar atau sekitar 180-200 trilyun. Itu kan kurang lebih sekitar 400 juta gram. Sementara di tambang Grasberg itu terdapat 740 juta kilo ton emas. Jadi duit 200 trilyun itu kecil, bank-bank BUMN bisa meminjamkannya.

Keenam, masalah skill. Memang betul diperlukan teknologi tinggi tetapi itu untuk pertambangan di Afrika yang tambangnya 3 kilometer di bawah permukaan tanah, tambang di Indonesia tidak serumit itu. “Orang-orang Indonesia sudah lebih dari cukup memiliki skill, yang bekerja di Freeport itu kan orang Indonesia semua, yang bule itu kan cuma Moffett doang! Apa alasannya kita bilang tidak mampu secara teknik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib (keynote speaker); Effendi Simbolon (Fraksi PDIP DPR RI); M Hatta Taliwang (Direktur IEPSH) dan Marwan Batubara (pengamat pertambangan).[]

[hizbut-tahrir.or.id]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Enam Argumen Telak Hizbut Tahrir untuk Stop Freeport

Dakwah Jateng – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatra kembali memakan korban. Kali ini menimpa Ramadhan Lutfi Aerli (9 tahun), warga Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru, Riau. Lutfi meninggal setelah sebelumnya mengalami muntah-muntah, badan panas tinggi dan kejang.

Ayah korban, Eri Wirya (46 tahun) mengatakan hasil CT Scan yang ditunjukkan dokter memperlihatkan ada gambar gumpalan asap dalam paru-paru anaknya. “Dokter mengeluarkan hasil scan itu, ada gambar kayak gumpalan asap di paru. Itu bahasa dokter,” kata Eri kepada Republika.co.id, Rabu (21/10).

Bocah 9 Tahun Meninggal Karena Gumpalan Asap

Eri mengatakan, berdasarkan hasil rontsen dan CT Scaan tubuh anaknya, dokter menjelaskan oksigen di dalam jantung sudah menipis. Namun, ia tidak menanyakan lebih lanjut penyebab dari penipisan kadar oksigen dalam jantung.

Menurut Eri, sehari-hari Lutfi memang jarang menggunakan masker. Korban juga tidak mempunyai riwayat sakit ISPA. Bocah itu juga belum pernah sekalipun menggunakan oksigen karena biayanya cukup mahal.

Eri mengatakan, sehari-hari keluarganya hanya menggunakan kipas angin biasa untuk sekadar mengipasi asap di sekeliling ruangan rumahnya.

[republika]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Bocah 9 Tahun Meninggal, Gumpalan Asap Ada dalam Paru-Paru

Alkisah seorang sahabat bernama Sya’ban RA. Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat – sahabat yang lain. Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid. Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah senderan atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah. Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tersebut termasuk saat sholat berjamaah.

Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa. Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun bertanya kepada jemaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA. Namun tak seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban RA. Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang. Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Selesai sholat subuh, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya apa ada yang mengetahui kabar dari Sya’ban RA. Namun tak ada seorangpun yang menjawab . Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya lagi apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban RA. Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA. RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang khawatir terjadi sesuatu dengan Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumah Sya’ban RA.

Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam dan rombongan sebelum sampai ke rumah yang dimaksud. Rombongan Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha
( kira-kira 3 jam perjalanan). Sampai di depan rumah tersebut beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengucapkan salam.
Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut.

“Benarkah ini rumah Sya’ban RA?” Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. “
Bolehkah kami menemui Sya’ban RA, yang tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” .
Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab:
“ Beliau telah meninggal tadi pagi”
InnaliLahi wainna ilaihirojiun…SubhanalLah, satu – satunya penyebab dia tidak solat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya….

Beberapa saat kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam
“ Ya Rasul ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing – masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Di masing – masing teriakannya dia berucap kalimat

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun melantukan ayat yang terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 yang artinya:
“ Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam “

Saat Sya’ban RA dalam keadaan sakratul maut… perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala . Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala . Apa yang dilihat oleh Sya’ban RA ( dan orang yang sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yang lain.

Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban RA melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke Masjid untuk sholat berjamaah lima waktu. Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah – langkah nya ke Masjid. Dia melihat seperti apa bentuk sorga ganjarannya.

Saat melihat itu dia berucap:

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban RA, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak dan sorga yang didapatkan lebih indah.

Dalam penggalan berikutnya Sya’ban RA melihat saai ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin. Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dinginyang menusuk tulang. Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju. Sya’ban RA sengaja memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar. Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yang kena hanyalah baju yang luar, sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dengan baju yang lebih bagus.

Dalam perjalanan ke tengah masjid dia menemukan seseorang yang terbaring kedinginan dalam kondisi yang mengenaskan. Sya’ban RA pun iba , lalu segera membuka baju yang paling luar dan dipakaikan kepada orang tersebut dan memapahnya untuk bersama – sama ke masjid melakukan sholat berjamaah. Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.

Sya’ban RA pun kemudian melihat indahnya sorga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.
Kemudian dia berteriak lagi :

“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “

Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban RA. Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yang begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.

Berikutnya Sya’ban RA melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci sudah tentu mengetahui sebesar apa ukuran roti arab (sekitar 3 kali ukuran rata-rata roti Indonesia). Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta diberikan sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal tersebut , Sya’ban RA merasa iba . Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar, demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.

Kemudian mereka makan bersama – sama roti itu yang sebelumnya dicelupkan susu , dengan porsi yang sama… Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian memperlihatkan ….ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dengan sorga yang indah. Demi melihat itu diapun berteriak lagi:

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Sya’ban RA kembali menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat sorga yang lebih indah.

Masyaallah,

Sya’ban bukan menyesali perbuatannya,
tapi menyesali mengapa tidak optimal.
Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas …konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia. Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan.

Sering sekali kita mendengar ungkapan – ungkapan berikut :
“ Sholat Isya berjamaah pahalanya sama dengan sholat separuh malam”
“ Sholat Subuh berjamaah pahalanya sama dengan sholat sepanjang malam”
“ Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan isinya”

Namun lihatlah Masjid tetap saja lengang dan terasa longgar. Seolah kita tidak percaya kepada janji Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Mengapa demikian?

Karena apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu tidak terlihat oleh mata kita pada situasi normal. Mata kita tertutupi oleh suatu hijab. Karena tidak terlihat, maka yang berperan adalah iman dan keyakinan bahwa janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah meleset.

Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuka hijab itu pada saatnya. Saat ketika nafas sudah sampai di tenggorokan….

Sya’ban RA telah menginspirasi kita bagaimana seharusnya menyikapi janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Namun ternyata dia tetap menyesal sebagaimana halnya kitapun juga akan menyesal. Namun penyesalannya bukanlah sia – sia. Penyesalannya karena tidak melakukan kebaikan dengan optimal…..

Mudah-mudahan kisah singkat ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengarungi sisa waktu yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita. Dan mari kita berdo’a semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kita kekuatan untuk melakukan sebaik, bahkan lebih baik dari pada apa yang dilakukan oleh Sya’ban RA…

Aamiin

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah KISAH SAHABAT SYA’BAN RA: MENYESAL SAAT SAKARATUL MAUT

Dakwah Jateng – INI kisah nyata dari Amerika (US) sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab.

Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman. Suasana jalan setapak sepi. Ia melewati jalan pintas.

Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika. Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya.

Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah. Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca Ayat Kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah swt. Meski tidak mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih itu, ia tetap berdoa. Sekilas ia melirik ke arah pria itu. Orang itu asyik dengan rokoknya, dan seolah tidak mempedulikannya.

Keesokan harinya, wanita itu melihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam. Dan wanita itu melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya di lorong gelap itu. Karena begitu ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan pintas tersebut.

Hati muslimah ini pun tergerak karena wanita tadi melintas jalan pintas itu hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana. Dalam berita itu dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak kaca, dari beberapa orang yang dicurigai polisi.

Muslimah ini pun memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tersebut, karena ia menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas.

Melalui kamera rahasia, akhirnya muslimah ini pun bisa menunjuk salah seorang yang diduga sebagai pelaku. Ia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok .

Melalui interogasi polisi akhirnya orang yang diyakini oleh muslimah tadi mengakui perbuatannyaa. Tergerak oleh rasa ingin tahu, muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh polisi.

Muslimah : “Apa Anda melihat saya? Saya juga melewati jalan itu beberapa menit sebelum wanita yang kauperkosa itu?  Mengapa Anda hanya menggangunya tapi tidak mengganggu saya? Mengapa Anda tidak berbuat apa-apa padahal waktu itu saya sendirian?”

Penjahat :  “Tentu saja saya melihatmu malam tadi. Anda berada di sana malam tadi beberapa menit sebelum wanita itu. Saya tidak berani mengganggu Anda.  Saya  melihat ada dua orang besar di belakang Anda pada waktu itu. Satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan Anda.”

Muslimah itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Hatinya penuh syukur dan terus mengucap syukur. Dengkulnya bergetar mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu, ia langsung menyudahi interview itu dan minta diantar keluar dari ruang itu oleh polisi.

[islampos]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Kisah Nyata Keajaiban Ayat Kursi di Amerika

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengutus para Rasul, menurunkan al-Qur-an, membuat syari’at, menetapkan hukum, dan menjelaskan halal dan haram kepada hamba-hamba-Nya. Aku bersaksi bahwasa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (صلى الله عليه و سلم) adalah hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (صلى الله عليه و سلم), keluarganya dan para Sahabatnya.

Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Berita gembira bagi anda pengguna Twitter, anda bisa mendapatkan notifikasi jadwal waktu shalat setiap menjelang waktu shalat. Silahkan follow @TwitSholat, yang akan memberikan informasi jadwal waktu sholat setiap hari di beberapa kota besar. Saat ini kota yang dicakup baru Jakarta, Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan Solo. Diharapkan ke depannya bisa mencakup lebih banyak wilayah di Indonesia.

Adapun jadwal waktu sholat yang digunakan diambil dari situs jadwalsholat.org. Kaidah penentuan jadwal shalat yaitu “Pergerakan  Matahari ” dilihat dari bumi. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pelbagai kemudahan terus dibuat dan membuat lebih praktis  dalam segala hal termasuk dalam beribadah khususnya shalat fardu.

Jaman dahulu sebelum kaum muslimin menemukan hisab/perhitungan falak/astronomi, waktu shalat ditentukan berdasarkan pengamatan terhadap gejala alam dengan melihat langsung matahari. Kemudian berkembang dengan dibuatnya Jam Surya atau Jam Matahari   serta Jam Istiwa atau sering  disebut Tongkat Istiwa dengan kaidah bayangan matahari.

Semoga fasilitas twitter jadwal waktu sholat ini bisa mempermudah kita untuk sholat pada awal waktu.Apabila anda menghendaki jadwal waktu sholat lengkap, silahkan kunjungi halaman berikut : Jadwal Sholat.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Kini Hadir di Tengah Anda, Twitter Jadwal Waktu Sholat

 Dakwah Jateng – MUI mengecam aksi pembakaran gereja yang dilakukan di Singkil, Aceh. Namun, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Din Syamsuddin juga mendengar keluhan umat Islam berdirinya banyak gereja di wilayah yang mayoritas Islam itu.

“Saya memang melakukan pembicaraan ke sananya (Singkil), kawan-kawan di sana bilang bagaimana sebuah kecamatan tidak terlalu besar, mayoritas muslim tapi ada tempat rumah ibadah lain yang jumlahnya bahkan lebih dari masjid,” kata Din Syamsuddin usai menghadiri “Rembug Tokoh Agama Menyelamatkan Bumi” di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2015).

Ia menilai keluhan ini menjadi introspeksi untuk setiap kaum agama di Indonesia. Din meminta umat beragama menerapkan toleransi dan tahu diri saat menjadi kaum minoritas di wilayah tertentu.

“Kalau di kalangan mayoritas tertentu, maka pemeluk agama lain harus tahu diri. Yang Islam harus tahu diri di Papua. Makanya di Tolikara tidak usah banyak masjid karena mayoritas Kristen. Tapi di mayoritas muslim, jangan banyak gereja,” ujarnya.

Ia memahami kegusaran umat muslim di Singkil yang melihat banyaknya gereja sedangkan mayoritas warganya memeluk agama Islam. Menurutnya, aturan pembangunan rumah ibadah yang dibuat oleh pemerintah dalam SKB 2 Menteri saat ini sudah baik. Namun, pelaksanaan di lapangan haruslah juga dipantau.

Hal ini karena pembangunan rumah ibadah adalah hal sensitif dan bisa jadi pemicu konflik antar warga. Meski fungsi rumah ibadah sebagai tempat untuk melakukan kebebasan beragamanya, tetapi ada efek sosial pada lingkungan sekitar yang harus dipikirkan.

“Salah satu faktor picu di negara ini adalah pendirian rumah ibadah. Itu tidak semata-mata ranah kebebasan beragama. Tapi ketika muncul (dibangun), dia jadi punya efek sosial pada sekitarnya,” pungkasnya.

[detik.com]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Din Dengar Curhat Warga Singkil Tentang Rumah Ibadah, ini Ceritanya

Memperingati HUT Ke-70 TNI hari ini terjadi sebuah peristiwa unik di Kota Solo – Jawa Tengah.

Sebuah Razia yang sangat jarang ditemui terjadi tepat di depan DenPom TNI di Solo. Sebuah Razia bernama “Operasi Dompet Kempes” terjadi secara mendadak dan banyak tukang becak tertangkap dalam razia tersebut.

TNI Gelar Operasi Dompet Kempes

Razia yang dilakukan dalam memperingati Dirgahayu TNI ke 70 tersebut menarik banyak orang untuk menonton. Para korban yang tertangkap Operasi Dompet Kempes mengaku kalau isi dompetnya hanya sedikit dan rata-rata berisi beberapa lembar uang Rp 2 ribuan saja.

Mereka yang tertangkap menerima uang Rp 20.000 dari para TNI di lokasi tersebut. Sebelum diberi Rp 20 ribu per orang.

Dompet mereka yang tertangkap diperiksa terlebih dahulu sebagai bukti kalau Dompet mereka bener-bener kempes.

Razia ini dilakukan sebagai bentuk sedekah kepada warga sekitar Denpom Solo di acara HUT TNI Ke 70.

Selain mulia, Operasi Dompet Kempes ini membuat kita tertawa karena razia tersebut menyindir telak razia-razia gelap oknum Polisi yang belakangan kerap terjadi 😜😎

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Di Solo, TNI Gelar Operasi Dompet Kempes

Dakwah Jateng – Kepala Humas Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Jeirry Sumampow mengungkapkan adanya 24 gereja liar yang tidak memiliki izin (illegal) di wilayah Singkil, Aceh. Sekaligus juga meluruskan pemberitaan yang menyebutkan bahwa hanya ada 17 atau 19 atau bahkan 10 gereja illegal di wilayah Singkil, Aceh.

“Memang benar ada 24 gereja tidak berizin. Ini yang sedang dalam proses pengurusan izinnya dengan dibantu Komnas HAM, tokoh masyarakat dan pimpinan agama,” ungkjap Jeirry dalam konferensi pers (konpers) di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Rabu (14/10/2015) sore, lansir Hidayatullah.com

Memang Benar Ada 24 Gereja Tidak Berizin di Singkil

Kata dia sebetulnya pihak gereja yang tak berizin itu telah berkomitmen akan mengurus perizinannya. Demikian pula dengan adanya komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, dalam hal ini Bupati Singkil.

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Pusat, Dr. Nadjamuddin Ramly, M.Si menegaskan bahwa pada prinsipnya semua anak bangsa apapun agamanya, tidak boleh melarang orang yang ingin beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing sebab soal ibadah setiap orang adalah hak asasi dan dilindungi oleh konstitusi negara.
“Tetapi kalau mendirikan rumah ibadah harus taat dengan regulasi atau aturan yang berlaku. Karena itu praktik-praktik yang dilakukan sesama umat beragama ini harus dipikirkan supaya peristiwa seperti Singkil tidak terulang kembali ke depannya,” kata Nadjamuddin

Selama ini, menurut Nadjamuddin, memang umat Islam saja yang selalu disalahkan jika terjadi sebuah konflik agama. Seakan-akan umat Islam itu dianggap selalu tidak toleran, berbeda perlakuannya dengan non-muslim.
Bahkan tokoh-tokoh yang mengeluarkan surat pelarangan Idul Fitri dalam kasus tragedi Tolikara justru diundang Jokowi ke Istana secara diam-diam dan dalam keadaan tertutup. Dan orang yang ditetapkan tersangka justru dipreser supaya dikeluarkan dari tahanan dan dibebaskan.

“Padahal, jika penegakkan hukum di negeri ini dilakukan maka tidak perlu lagi mendengar tekanan apapun karena negara ini berdiri di atas konstitusi hukum dan UUD 1045,” tegasnya.
Nadjmuddin menambahkan jika memang kelompok minoritas terkadang memblow-up kasus-kasus konflik beragama seperti itu bahkan sampai melaporkannya ke parlemen Uni Eropa, PBB, serta kantor HAM sehingga membuat pemerintah merasa ketar ketir menghadapinya.

“Saya kira betul kita demokratis, ada hak orang mendirikan rumah ibadah tetapi juga harus proposionlaitas dan jangan melanggar aturan. Katakanlah modus operandinya menggunakan sebuah rumah, di situ anak-anak maen gitar lalu tak ada yang menggubris tiba-tiba ada semacam kerohanian dan menjadi tempat ibadah hinggan membangun pun tak ada yang menggubris. Itu yang banyak terjadi,” paparnya.

Padahal seharusnya tokoh agama di situ harus mengerti ada aturan yang tidak boleh dilanggar bahkan juga syarat pendirian rumah ibadah dlam SKB Dua Menteri salah satunya terkait dengan 60 dan 90 KTP jamaah tidak dipenuhi dengan cara yang baik.
“Jadi saya kira ini semua hal di antara umat beragama sendiri tokoh-tokoh agama dan organisasinya itu harus mengindahkan aturan hukum sebab penegakkan hukum merupakan sesuatu yang niscaya,” tandasnya, lansir Hidayatullah.com.

Telah diwartakan, pada Selasa (13/10) terjadi pembakaran sebuah gereja illegal oleh ratusan warga di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil yang menewaskan satu korban jiwa dan beberapa lainnya luka-luka.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah PGI: “Memang Benar Ada 24 Gereja Tidak Berizin di Singkil”

Dakwah Jateng – Sebuah film pendek menyita perhatian netizen. Di dalamnya menceritakan peristiwa yang dialami seorang pelajar muslim di Prancis ketika diminta guru menggambar wajah Nabi Muhammad SAW. Bagimana dia merespon tugas tersebut?

Film ini berlatar belakang kejadian penembakan di Charlie Hebdo, Prancis. Guru meminta murid-murid untuk menggambar Nabi Muhammad SAW yang akan dijadikan cover depan majalah satir tersebut. Semula pelajar muslim itu mengangkat tangan hendak menyampaikan sesuatu, namun sang guru menolak. “No Question,” katanya.

Dia pun tercenung sambil memikirkan bagaimana dia menyelesaikan tugas tersebut. Tidak tahu memulai dari mana, akhirnya dia putuskan menulis kalimat-kalimat yang sangat menyentuh hati.

Siswa Ini Diminta Menggambar Nabi Muhammad SAW, Responnya Bikin Speechless

Wahai yang tercinta Rasulullah SAW.
Hari ini di sekolah, guru meminta kami melukis wajahmu. Aku suka melukis, tapi aku tidak pernah melihatmu. Lalu aku menutup kedua mataku. Dan aku melihat air mata ibu saat membaca kisahmu. Aku melihat ayah shalat sepanjang malam. Aku melihat kakak tersenyum meski dia baru mendapat penghinaan di jalan. Aku melihat sahabatku meminta maaf meski aku yang bersalah.

Aku ingin melukiskan semua gambaran ini. Di sini orang-orang ingin melihat semuanya, menyaksikan semuanya. Tapi aku menutup kedua mataku. Dan aku melihatmu datang kepadaku, kepada kami semua, dengan senyum yang paling sempurna. Bagaimana mungkin aku bisa melukiskan senyum yang sempurna?

Guru tidak memberiku kesempatan bicara saat aku ingin menjelaskan. Aku tidak menyalahkannya. Dia mungkin tidak pernah belajar mencintai seseorang yang tidak dilihatnya. Tapi aku, aku mencintaimu meski tak pernah melihatmu.

Aku tak begitu pintar melukis tapi aku ingin menulis. Aku ingin menulis kepadamu Ya Rasulullah. Jika saja kau bisa kembali hadir pada kami selama beberapa jam, beberapa detik, atau beberapa saat saja, mungkin dia akan mengerti.

Pelajar itu melukis huruf Muhammad dalam bahasa arab dibalik kertas. Sang guru tercekat senyumnya tak bisa berkata-kata lagi saat membacanya di sebuah kursi.

Video Mokhtar Awards ini diunggah ke Youtube pada 09 Agustus 2015. Dalam keterangannya dituliskan film tersebut terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi setelah demonstrasi di Prancis pada tanggal 11 Januari 2015. Film ini bercerita tentang sosok Nabi Muhammad SAW dan kedamaian yang diajarkannya. Namun juga memberi gambaran bagaimana respon dunia terutama Prancis paska kejadian Charlie Hebdo.

Berikut film pendek tersebut atau klik link di sini.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Siswa Ini Diminta Menggambar Nabi Muhammad SAW, Responnya Bikin Speechless

Dakwah Jateng – Wanita itu bernama Annie asal Lancaster. Sebagai seorang aktifis yang membenci Islam, ia turut hadir dalam demonstrasi memprotes keberadaan muslim di Amerika Serikat (AS).

Rencananya, Annie akan melanjutkan demonstrasinya ke sejumlah tempat di AS. Namun demonstrasi yang ia lakukan di depan sebuah masjid di Columbus, Ohio menjadi demonstrasi terakhir baginya. Perlakuan jamaah masjid telah membuka pikiran dan hatinya.

Jamaah masjid tidak melawan demonstrasi itu, tidak pula membubarkannya. Mereka justru mengundang para demonstran untuk melihat-lihat masjid dan menjamu mereka. Tak lupa, jamaah masjid mengenalkan kepada para demonstran bagaimana Islam sesungguhnya.

Saat menyambut para demonstran, sebenarnya jamaah masjid agak canggung bagaimana memulainya. Seperti dimaklumi, ketika berdemo, banyak orang yang mengedepankan kemarahan dan emosi sehingga sulit diajak berdialog. Namun, jamaah masjid kemudian memberanikan diri.

Akhirnya Cynthia Eugenia Cox DeBoutinkhar, salah seorang jamaah masjid, mendatangi demonstran, menyapa mereka dan memeluk Annie. Tentu saja Annie sangat kaget mendapatkan perlakuan seperti itu. “Ternyata muslim itu ramah dan bersahabat,” simpul Annie kemudian.

Wanita Ini Menyesal Telah Demo Anti-Islam

Setelah diajak masuk dan melihat-lihat isi masjid serta beramah tamah sambil menikmati makanan yang disajikan, Annie menuturkan bahwa dirinya telah salah menilai Islam. Ia juga menyesal telah melakukan demonstrasi anti-Islam.

Usai ramah tamah, Annie meninggalkan poster protesnya. Ia justru pulang dengan sebuah mushaf Al Qur’an terjemahan.

[bersamadakwah]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Mendapat Perlakuan Mengejutkan, Wanita Ini Menyesal Telah Demo Anti-Islam

Inilah Penjelasan Singkat  dan  Gamblang, Kenapa  Proyek “islam Nusantara”  Bertentangan dengan islam dan Harus ditolak.

Upaya mempropagandakan ‘islam Nusantara’ belakangan sangat gencar dilakukan oleh kelompok-kelompok liberal . Terkait dengan hal ini, KH. Hafidz Abdurrahman dari Lajnah Tsaqofiyah DPP hizbut tahrir Indonesia, memberikan penjelasan yang gamblang.  Berikut ini tiga argumentasi kenapa propaganda “islam Nusantara “bertentangan dengan islam dan harus ditolak.

ان الإسلام قد اكتمل مع انقطاع الوحي، ودين محمد ليس بحاجة إلى زيادة أو تكميل لأن الله سبحانه يقول

الْيَوْمَ كْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

والقول بأن الإسلام طبعات متعددة ما يصلح لقطر لا يصلح لآخر، هذا قول خطر جداً، وهو دعوة إلى عدم وحدة بلاد المسلمين وعدم الدعوة لإيجاد الخلافة.

والإسلام ليس للعرب وإنما هو دين سماوي للناس كافة،وهو كما هو رحمة للعالمين

  • Sesungguhnya  islam telah sempurna bersamaan dengan terputusnya wahyu. Dan bahwa agama Muhammad saw tidak memerlukan tambahan atau penyempurnaan, Sebab Allah Swt telah berfirman: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai islam itu jadi agama bagimu (TQS al-Maidah [5]: 3).
  • Pendapat bahwa islam merupakan karakter yang beragam, apa yang cocok untuk suatu daerah, tidak cocok bagi daerah lain, merupakan pendapat yang amat berbahaya. Dan itu adalah propaganda untuk meniadakan kesatuan negeri-negeri islam dan dakwah untuk mewujudkan Khilafah.
  • islam bukan untuk bangsa Arab. Akan tetapi agama samawi untuk seluruh manusia, sebagaimana pula islam adalah rahmatan li al-‘alamin.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Penjelasan yang Singkat dan Gamblang tentang “Islam Nusantara”

Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk rutin istihdad (mencukur bulu kemaluan). Istihdad dijelaskan Rasulullah sebagai salah satu fitrah manusia.

خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ ، وَالاِسْتِحْدَادُ ، وَنَتْفُ الإِبْطِ ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ ، وَقَصُّ الشَّارِبِ

“Ada lima hal yang termasuk fitrah; khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan memangkas kumis” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di zaman modern, istihdad diketahui memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah lima poin sebagai berikut:

1. Kebersihan terjaga. Rambut kemaluan yang tidak dicukur membuat area rahasia tersebut lebih cepat kotor. Keringat dan bakteri mudah menumpuk. Berbeda jika rambut tersebut dicukur. Kebersihannya menjadi lebih terjaga.

2. Terhindar dari bau. Rambut kemaluan yang dibiarkan panjang dan tidak terawat membuat area tersebut menjadi lebih bau. Pasalnya, panas, keringat dan bakteri bercampur jadi satu. Dengan rutin mencukurnya seperti nasehat Rasulullah, maka aroma area tersebut dapat lebih terjaga.

3. Sehat. Bulu rahasia yang panjang dan tidak terawat membuat keringat dan bakteri menumpuk di tempat itu. Jika lama dibiarkan, bakteri yang menumpuk dapat menimbulkan penyakit/infeksi. Dengan mencukur rambut kemaluan, kebersihan lebih terjaga dan penyakit/infeksi dapat dihindari.

Area kemaluan yang terjaga kebersihannya menjadikan seseorang lebih sehat. Bukan saja terhindar dari bau, dengan mencukur bulu kemaluan secara rutin juga dapat terhindar dari infeksi atau penyakit kulit.

4. Meningkatkan sensitivitas saat bercinta. Seperti dikutip dari Health Me Up, kulit di sekitar selangkangan sangat sensitif terhadap sentuhan. Namun, bulu kemaluan yang panjang bisa membatasi kontak langsung dengan kulit sensitif tersebut. Dengan mencukurnya, membuat suami/istri lebih mudah memberi stimulasi di area tersebut.

5. Lebih higienis bagi wanita. Khusus bagi wanita, manfaat lain dari mencukur bulu rahasia tersebut adalah menjadikannya lebih higienis. Terutama saat menstruasi. Mencukur bulu rahasia membuat area tersebut tidak mudah terkena jamur dan relatif terhindar dari rasa gatal.

Demikianlah 5 diantara manfaat istihdad. Ternyata apa yang diajarkan Rasulullah belasan abad lalu, kini terbukti manfaat dan hikmahnya bagi manusia.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Mencukur Bulu Kemaluan? Memang Boleh?

Dakwah Jateng – Kementrian Kesehatan Palestina di Tepi Barat, hari Ahad (11/10/2015) mengumumkan seorang bocah Palestina bernama Ahmad Abdullah Syirakah (13 tahun) gugur beberapa saat setelah terkena tembak pasukan Zionis di kepalanya.

Sebelumnya di Jalur Gaza, seorang ibu hamil dan bayinya gugur, sementara suami dan tiga anaknya terluka, dalam serangan udara yang dilancarkan pesawat tempur penjajah Zionis, yang menarget rumah mereka di kampung Zaitun di Gaza Ahad pagi.

Di samping tiga korban yang syahid, puluhan lainnya terluka dalam aksi serangan yang dilancarkan pesawat Zionis dan berbagai konfrontasi yang berlangsung di berbagai penjuru Tepi Barat, al Quds dan Jalur Gaza. Sehingga jumlah korban yang gugur hingga hari ke-11 Intifada al Quds (Intifada Baitul Maqdis) menjadi 24 syahid dan lebih dari 1300 lainnya luka-luka.

Menurut data Kementrian Kesehatan dikutip PIC, 24 korban yang meninggal sejak meletus Intifadhah Al Quds dari awal Oktober, 13 dari mereka berasal dari Tepi Barat dan al Quds dan 11 dari mereka berasal dari Jalur Gaza.

Berdasarkan data yang dihimpun PIC, di antara korban ada seorang wanita dan 6 bocah. Di Jalur Gaza ada korban seorang bocah berusia 13 tahun dan seorang bayi berusia 2 tahun. Sementara di Tepi Barat ada 4 orang bocah mulai berusia 11 hingga 17 tahun.

Forum peduli tawanan Palestina di Al-Quds menyebutkan, selama 10 hari penjajah Israel telah menangkap 107 pemuda Al-Quds, berusia antara 12 sampai 20 tahun.

Penangkapan meningkat di kota Al-Quds selama 10 hari belakangan, disebabkan bentrokan hampir setiap hari di Al-Quds, dan beberapa orang gugur syahid.

Kota Al-Quds berubah menjadi barak militer, tak ada yang berkeliling selain gerbomolan Yahudi, sementara warga Palestina khawatir menjadi sasaran penangkapan ataupun dianiaya gerombolan Yahudi.*

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah 24 Orang Syahid dan 1300 Luka-luka dalam Intifada al Quds

Dakwah Jateng – Menteri Luar Negeri Amerika mengklaim bahwa pembunuhan (Balasan warga Palestina terhadap pemukim ilegal dan tentara Zionis,red) sebagai tindakan terorisme. Namun, di waktu yang sama, mereka anggap sah-sah saja segala bentuk kejejian Zionis terhadap kaum Muslimin rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsha.

“Adapun Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsha, menyeret siapa saja yang berusaha melindungi Masjid. Memenjarakan mereka. Itu semua (menurut Amerika dan sekutuny-red), sah-sah saja!” demikian disampaikan Sekretaris Umum Persatuan Ulama Muslimin Dunia, Syeikh Dr. Ali Al Qurodaghi sebagaimana disampaikan melalui laman resmi iumsonline.org, Senin (12/10/2015).

Menuruutnya, standar ganda yang diperlihatkan Amerika dan sekutunya Israel bertujuan untuk memadamkan perjuangan yang akhir-akhir ini menjalar ke semua wilayah Palestina. Baik itu Gaza, Al-Quds, maupun Tepi Barat yang melibatkan para mujahidin juga masyarakat sipil.

Amerika dan Israel Tak Mampu Padamkan Intifada

“Usaha kalian dan seluruh sekutu kalian akan sia-sia! Bagaimanapun kalian berusaha, Intifada tidak akan padam. Bahkan Intifada yang penuh berkah ini akan menghadiahi Zionis pelajaran. Pelajaran yang tidak akan sanggup mereka lupakan. Selama lamanya!”pungkasnya.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Persatuan Ulama Dunia: Amerika dan Israel Tak Mampu Padamkan Intifada

Dakwah Jateng – Rakyat Palestina di Tepi Barat bangkit sejak awal meletus Intifada Al Quds (Intifada Baitul Baqdis) awal Oktober 2015 ini.

Di Kamp Pengungsi Shafaat, pemuda-pemuda Palestina bergerak melawan pasukan penjajah Zionis.
10 hari perlawanan rakyat Palestina di Tepi Barat sudah puluhan warga Palestina terluka dalam bentrokan sengit, Ahad (11/10) di sejumlah lokasi di Tepi Barat, di Tulkarm, Betamara Hebron, perlintasan Hawarah Nablus, dan Abu Deis Al-Quds.

Intifada-al-Quds-3a

Di bergai tempat di Tepi Barat, para mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah lokasi yang bersinggungan langsung dengan tentara Israel.

Para wanita tak kalah ketinggalan, mereka ‘mengangkat senjata” batu berhadapan dengan sniper dan senjata-senjata otomatis pihak penjajah.

Rata-rata korban terkena luka tembak peluru karet senjata-senjata otomatis Israel.

Mahasiswa dan mahasiswi di kawasan kampus Khuduri, antara pasukan Israel dan para mahasiswa Palestina, puluhan mahasiswa mengalami sesak napas akibat tembakan gas air mata.

Intifada-al-Quds-4

Di samping tiga korban yang syahid, puluhan terluka dalam aksi serangan yang dilancarkan pesawat Zionis dan berbagai konfrontasi yang berlangsung di berbagai penjuru Tepi Barat, al Quds dan Jalur Gaza.

Hingga hari ini (hari ke-11), jumlah korban yang gugur, 24 syahid dan lebih dari 1300 lainnya luka-luka.

Perempuan Palestina Bela Harga Diri Umat di Intifada Al-Quds

Direktur Pusat Studi Urusan Israel “Al Quds Center”, Ala Rimawi, mencatat, selama 10 hari intifada al Quds telah melahirkan 664 aksi lemparan batu, 246 aksi lemparan botol molotof, 20 aksi penembakan dan 20 aksi penikaman. 11 di antaranya aksi perlawanan ini telah membunuh 5 orang Zionis, tiga di antaranya adalah serdadu.

Sebagian terluka dalam dua aksi penikaman yang terjadi pada hari Sabtu (10/10/2015) di kota al Quds, salah seorang lain dalam kondiri parah.

Sekretaris Umum Persatuan Ulama Muslim Dunia, Syeikh Dr. Ali Al Qurodaghi mengatakan dalam akun twitter-nya, wanita-wanita Palestina ini sedang mempertahan diri umat Islam se-dunia;

“Wanita-Wanita merdeka ini mempertahankan harga diri umat,
Oleh karenanya mereka membunuh atau dibunuh (bertempur),
Sebagian pihak berkata; mereka itu lebih baik berdiam diri saja di rumah,
Saya katakan; maka gantikan posisi mereka! Bela harga diri umat. Pasti mereka kembali ke rumah mereka,” ujarnya dalam akunnya @aliqaradaghi.*/M Rizqy U

Foto: Berbagai sumber twitter

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah [Foto] Perempuan Palestina Bela Harga Diri Umat di Intifada Al-Quds

Dakwah Jateng | YERUSALEM – Rezim Zionis-Israel mulai kewalahan menghadapi gelombang jihad dan “INTIFADAH” di Yerusalem dan Tepi Barat. Dengan batu, pisau, dan pisto warga membunuhi orang-orang Yahudi, dan tentara Zionis. Perdana Menteri Zionis-Israel sangat panik, dan melakukan kabinet darurat membahas situasi di Yerusalem dan Tepi Barat.

Sekarang rezim Zionis mendirikan pos-pos pemeriksaan di daerah Palestina dari Yerusalem Timur yang diuduki, karena gerakan INTIFADAH membludak, dan tidak lagi dengan senjata tentara pasukan Zionis. Mereka terus maju, dan setiap ada Muslim Palestina yang tewas, kemudian jenazahnya diarak oleh ribuan warga Muslim Palestina. Ini yang membuat gerakan INTIFADAH semakin bersemangat.

Zionis-Israel berusaha meghentikan gelombang serangan yag dilakukan para pemuda Palestina, tapi tidak digubris. Muslim Palestina bertekad terus berjuang melawan rezim Zionis, sampai mereka pergi dari Yerusalem, dan tidak lagi mengotori tempat suci umat Islam, al-Aqsha. Al-Aqsha tidak boleh dibiarkan dikotori oleh Yahudi najis, dan harus pergi dari tempat suci umat Islam, yaitu al-Aqsha.

Sementara itu, seeorang juru bicara polisi mengatakan pos pemeriksaan sedang didirikan di pintu keluar dari desa-desa Palestina dan lingkungan di Yerusalem Timur”. Pasukan dan pemerintah Zionis berusaha menutup semua akses yang dapat masuk ke Yerusalem. Sehingga, tidak memungkinkan lagi warga Palestina pergi ke Yerusalem.

Rezim Zionis juga mulai menyebarkan pasukan elite militernya dari markas-markas mereka di berbagai kota di Israel, setidaknya Zionis telah memerintahkna pasukan elite yang ada di enam markasnya ke Yerualem, dan menandai keputusan rapat Kabinet, sebagai implementasi pertama dari langkah-langkah oleh kabinet keamanan Israel yang bertujuan melawan serangan yang telah ditingkatkan secara dramatis dalam beberapa hari terakhir ini.

Rapat kabinet berlangsung hingga larut malam dan mengumumkan langkah-langkah awal, bahwa termasuk memungkinkan polisi untuk menutup semua akses masuk dari berbagai wilayah di wilayah yang dihuni oleh warga Palestina. Sementara itu, anak-anak muda Arab-Israel juga ikut dalam aksi INTIFADAH melawan pasukan Zionis, dan ini menambah kekacauan di Israel. Menurut laporan, tidak kurang enam warga Israel, tewas di tikam pisau dan ditembak oleh warga Palestina.

Gelombang Serangan, Kumandang Jihad Intifadah

Hampir 30 warga Palestina tewas oleh pasukan Israel sejauh ini. Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa sekitar 1.021 warga Palestina telah terluka oleh serangan pasukan Zionis, sebagian akibat peluru karet hidup sejak 3 Oktober.
Sebuah serangan senjata-dan-pisau di bus Yerusalem pada hari Selasa menewaskan dua orang Yahudi. Sementara itu, Israel menembak tiga warga Palestina, ketika warga Palestina menabrakkan mobilnya orang Yahudi yang sedang berjalan kaki, kemudian keluar mobil dan membunuh Yahudi dengan pisaunaya..

Tiga penyerang dalam dua insiden berasal dari Yerusalem Timur. Hari-hari semakin meningkat kekerasan yang mulai meledak di Yerusalem Timur pada tanggal 1 Oktober, dan memperingatkan risiko INTIFADA yang ketiga, atau pemberontakan massal yang bakal dilakukan oleh seluruh rakyat Palestina.

Presiden Palestina Mahmud Abbas berusaha memulihkan ketenangan, tapi tidak digubris oleh rakyat Paelstina. Mereka terus menggelorakan jihad dan INTIFADA, dan melawan Zionis-Israel dengan batu dan pistol. Sebuah heroisme yang tanpa banding dari Muslim Palestina. Barrakallahufikum. (mashadi/aby/voa-islam.com)

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Kumandang Jihad Intifadah Terus Bergelora di Yerusalem

Dakwah Jateng – Pemain PSMS Medan Tulis Status blackberry massenger (BBM) “Negeri Kami Negeri Penipu”. Sebanyak 20 pemain PSMS Medan kompak melakukan aksi protes dengan cara unik ini karena hingga saat ini hadiah utama senilai 1,5 Miliar rupiah dari piala kemerdekaan yang telah selesai di helat dan dimenangkan oleh PSMS Medan belum juga diterima oleh klub.

“Sekitar 20 pemain PSMS menulis status bbm ‘Negeri Kami Negeri Penipu’ di BBM mereka. Ini karena tak kunjung dibayarnya hadiah dari Piala Kemerdekaan tersebut. Saya rencananya akhir pekan depan. Saat ini sedang dalam kondisi yang tidak sehat,” kata Manajer PSMS Andry Mahyar

Andry mengatakan hadiah yang belum juga diterima oleh timnya berimbas juga kepada para pemain. Untuk itu pihaknya berencana akan segera menemui pihak pelaksana turnamen dalam hal ini tim tansisi dari Kemenpora. “Saya sudah mendapat persetujuan dari Komisaris Utama PSMS untuk melakukan beberapa tindakan. Pertama, saya disuruh untuk segera ke Jakarta untuk mendatangi Tim Transisi, pihak yang bertanggung jawab atas ini semua. Apabila hasilnya masih sama, mungkin kami akan ambil tindakan hukum,” lanjutnya

PSMS yang berhasil menjadi juara di ajang Piala Kemerdekaan 2015, memang sudah kembali ke kota Medan dan masih  menunggu hak mereka yang belum terbayarkan oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora. Tim kebanggaan masyarakat Medan tersebut, mencapai prestasi tertinggi setelah berhasil mengalahkan Persinga Ngawi di final dengan skor 2-1.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Pemain PSMS Medan Tulis Status BBM “Negeri Kami Negeri Penipu”

Kasus pembakaran atau pengrusakan terhadap tempat ibadah di Indonesia tidak hanya menimpa kepada minoritas tapi juga terhadap tempat ibadah kelompok mayoritas (umat muslim).

Publik tahu bahwa sebelum kasus di Aceh Singkil beberapa waktu lalu terjadi pembakaran tempat ibadah (Masjid) di Tolikara Papua.

“Namun porsi perhatian dan sikap pemerintah atau penguasa sangat terasa tidak adil dan proporsional,” kata Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya dalam keterangan kepada suaranasional, Rabu (14/10).

Kata Harits, kasus Aceh Singkil yang terkait terbakarnya gereja Presiden begitu cepat merespon bahkan meminta kepada Kapolri dan Menkopolhukam untuk follow up atas respon Presiden.

“Dan masyarakat luas di suguhi begitu cepatnya Kapolri menyimpulkan bahwa bentrokan yang terjadi di Aceh Singkil itu direncanakan. Berbanding terbalik ketika dihadapkan kepada kasus pembakaran Masjid dan bentrokan di Tolikara Papua. Seolah pemerintah bahkan Pak Presiden gagap untuk menyikapi. Banyak retorika yang esensinya mengaburkan masalah sebenarnya,” ujar Harits.

Menurut Harits, media begitu semangat menabuh genderang tentang intoleransi dengan bahasa yang terang terkait kasus gereja di Aceh Singkil. Bahkan memainkan (simbiosis mutualisme) para pemuja liberalisme dan pluralisme untuk menjadi narasumber menguatkan opini yang di konstruksi oleh media.

“Masyarakat beberapa bulan lalu di suguhkan “mantra2″ untuk memanipulasi kejadian biadab dan intoleransi pada kasus Tolikara yang menimpa umat muslim,” papar Harits.

Harits mengatakan, sikap kemarahan kelompok mayoritas di Aceh Singkil bisa jadi karena dipicu lambannya Pemda menyelesaikan kasus gereja yang tidak punya legal formal pendiriannya atau karena faktor minoritas yang tidak menghormati dan menghargai religiusitas setempat.

“Kondisi tersebut terakumulasi hingga menemukan momentum untuk mengekspresikan kemarahan yang terpendam. Jika pada kasus Tolikara Bapak Presiden mau undang tokoh-tokoh gereja ke Istana, kenapa tidak dengan kasus Aceh Singkil? Perlu diundang para tokoh dan ulama’ nya untuk didengar langsung dari mereka apa sesungguhnya yang terjadi,” papar Harits.

ia menjelaskan standar ganda seperti sudah menjadi pakem bagi penguasa dan media jika mengelola isu terkait dengan kehidupan beragama.

“Apakah jika kekerasan atau pembakaran tempat ibadah itu menimpa gereja itu baru dibilang tindakan intoleransi? Sementara jika menimpa kepada Masjid itu bukan intoleransi bahkan umat Islam harus bersabar dan memaafkan serta harus cepat keluar kata damai biar dianggap toleran?” jelas Harits.

Harits mengatakan, inilah tirani minoritas yang diekspresikan oleh penguasa dan media mainstreem di Indonesia. Penguasa itu ibarat perisai, dengan keadilan dan kebijaksanaannya ia mengelola, mengayomi dan mengurusi urusan rakyat atau umat.

“Jadi penguasa adanya bukan jadi corong dan kepanjangan tangan dari minoritas kepentingan. Rakyat sudah cukup melek politik dan hukum, bisa menimbang sikap keadilan dan kezaliman penguasa ketika menyelesaikan urusan mereka.Dan jangan berharap loyalitas rakyat jika penguasa eksistensinya untuk melayani tirani dengan beragam topeng wajahnya,” pungkas Harits.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Kasus Singkil Aceh, Minoritas Makin Arogan dan Kurang Ajar

Ada seorang TUKANG BECAK RENTA, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim).
Setiap hari Jum’at, ia mengGRATISKANkan tarif becaknya, dengan niat SHODAQOH..

Suatu kali, pada hari Jum’at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya.
Pria itu naik becak jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang 20ribu, tetapi langsung ditolak sama bapak tukang becak, beliau bilang :

Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki..
(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..).

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih.
Pekan berikutnya, pada hari jumat pula, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum’at lalu.
Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum’at lalu, untuk tarif becaknya.
Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan 
tenang :

Insyaallah.. Kulo ikhlas pak.. Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang.
(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak.. Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..).

Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu menimpali :

Lha kalau begini terus, Istri, dan Anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!
Tukang becak itu pun menjawab :
Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum’at kula shodaqoh ngeten niki..“.
(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum’at saya bershodaqoh dengan cara ini..)
Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum’at saja..!?” Tanya si penumpang memastikan.
Nggeh, Pak
Rumah bapak dimana?” Tanya penumpang penasaran..
Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank..“.
(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)

Hari pun berlalu, dan di hari Jum’at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu.
Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.
Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.
Hatinya tergetar…
batinnya menangis..
betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah s.w.t, malah jarang bersimpuh kepada-Nya.
Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..
Ia pun mencium tangan wanita tua itu, lalu meminta idzin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian.

Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum’at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?
(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum’at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?)”
Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah s.w.t anugerahkan kepada saya.
Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu..
==============
Masya Allah..
sungguh maha pemurah Allah s.w.t yang membalas kebaikan-kebaikan kecil, dengan kebaikan-kebaikan yang lebih besar.
==============
Jika menurut Anda kisah nyata ini bermanfaat, maka jangan biarkan sedikit pengetahuan yang insyaallah mengandung hikmah ini hanya dibaca disini saja, bagikan kisah ini dengan Klik SHARE/BAGIKAN.
:::::SEMOGA BERMANFA’AT. SHARE .. biar berguna (dakwah walau satu ayat)

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah KISAH NYATA : Tukang Becak Tua Renta Ahli Shodaqah

loading...
Powered by Blogger.