Dakwah Jateng – Seorang pemimpin harus dan wajib berempati kepada nasib rakyatnya. Bahkan seorang pemimpin yang baik, akan memastikan semua rakyatnya kenyang terlebih dahulu sebelum dia makan sesuatu, Namun hal itu jangan pernah diharapkan dari pemimpin yang ada sekarang. Apalagi yang sudah pikun.

Adalah fakta jika bencana kabut asap tak kunjung usai melanda Indonesia. Bahkan, kebakaran hutan sudah merembet ke wilayah Indonesia Timur akibat musim kemarau panjang. Telah banyak korban jatuh sakit akibat udara tercemar kabut asap, beberapa orang juga meninggal dunia di Riau.

Namun seakan tak ada empati dan hati nurani sebagai pemimpin bangsa, dengan entengnya JK mengeluh jika anggaran dana negara sudah habis untuk membantu korban bencana kabut asap di sebagian wilayah Indonesia.
“(Kok) Asap terus dibicarakan. Dana puluhan, ratusan, bahkan triliunan kalau ditotal kerugiannya dipakai untuk bantuan dan pengobatan orang sakit,” ungkap JK di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (22/10).
JK menambahkan, seharusnya lahan gambut di negeri kita kondisinya basah. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, dimana itu sangat rawan kebakaran. “Gambut yang harusnya basah malah jadi kering. Kita tidak boleh ulangi lagi kejadian seperti itu,” pungkas dia.
Ketika ratusan ribu, bahkan jutaan, rakyatnya tengah menderita akibat bencana kabut asap, pantaskah pernyataan seperti diatas dilontarkan JK seperti itu?
[eramuslim]

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah JK Bilang Dana Untuk Tanggulangi Bencana Asap Sudah Habis

Post a Comment

Powered by Blogger.