Dakwah Jateng – Aksi mahasiswa pada peringatan Hari Sumpah Pemuda kemarin (Rabu, 28/10) di Istana Negara dan DPR serta di berbagai daerah mendapat perhatian publik. Pasalnya, aksi demonstrasi BEM dan aliansi mahasiswa serta buruh tersebut sepakat jika Jokowi-JK gagal dalam mengurus negara.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha dalam keterangannya kepada Kantor Berita RMOL, Kamis (29/10).

“Berbagai aksi demonstrasi kemarin dapat diartikan jika suara pemuda yang dipelopori oleh mahasiswa dari berbagai elemen sudah satu suara dengan menyatakan, bahwa Jokowi-JK gagal. Artinya para pemuda saat ini sudah membuka mata dengan melihat, merasakan dan menilai bahwa pemerintahan Jokowi-JK tidak sejalan lagi dengan cita-cita rakyat,” ujar Panji.

Ia menilai, sepakatnya para pemuda dengan satu suara lantang mengatakan Jokowi-JK gagal bukan tanpa dasar. Namun, mereka mengevaluasi kinerja Jokowi-JK dari berbagai aspek. Seperti, ekonomi lemah, hukum kacau balau, politik gaduh, dan keselamatan rakyat yang diabaikan akibat bencana asap.

“Bukan tidak mungkin satu suaranya mahasiswa ini adalah pemicu gerakan rakyat yang lebih besar lagi agar pemerintah Jokowi-JK dapat mendengar dan merealisasikan tuntutan mereka. Untuk itu Jokowi-JK harus peka dan kembali ke jalur yang benar. Karena jika tidak, ultimatum para mahasiswa adalah menuntut agar diadakannya Sidang Istimewa MPR dan kembalikan UUD RI tahun 1945 yang asli,” tukas Panji.(ts/RMOL)

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Sudah Satu Suara: Jokowi-JK Gagal Urus Negara

Post a Comment

Powered by Blogger.