Dakwah Jateng – Rasulullah SAW Bersabda  :  “Wanita (istri) adalah seorang pemimpin terhadap rumah tangga suaminya juga terhadap anak – anaknya dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya mengenai kepemimpinannya terhadap mereka”.(Shahih Bukhari). Dalam Hadist Sejenis dengan yang lain, Rasulullah SAW Bersabda  : “Wanita di rumah suaminya adalah pemimpin dan dia akan di mintai pertanggungjawabannya atas ke […]

Negeri Malaka di Malaysia merupakan salah satu wilayah penting dalam penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sejak didirikan, Kesultanan Malaka mendapatkan pengaruh dari para pedagang Arab, India, dan Cina sekitar abad ke-14 dan ke-15. Maklum, Malaka merupakan kota pelabuhan dan lokasi perdagangan nan strategis.

“Pedagang dari India dan Arab itu mengajarkan Islam ke kesultanan yang ada di Malaka, kemudian menyebar ke Trengganu, Pahang, Johor,” jelas Profesor Zainal Kling, pakar sejarah Islam dari Universitas Malaya, Malaysia, kepada jurnalis BBC Indonesia, Sri Lestari.

Selain ke Semenanjung Malaya, Islam dari Kesultanan Malaka menyebar ke Sumatera dan Kalimantan. Hal ini, menurut Profesor Zainal Kling, tidak lepas dari latar belakang pendiri Kesultanan Malaka.

kerajaan-aceh
Kesultanan Malaka didirikan oleh Parameswara, yang merupakan orang Melayu beragama Hindu keturunan Raja Sriwijaya. Parameswara lalu mengganti nama menjadi Muhamad Iskandar Syah setelah masuk Islam.

Sultan Iskandar Syah lantas menguatkan relasi dengan kerajaan-kerajaan Islam di wilayah yang kini menjadi Indonesia dengan menikahi putri dari Kerajaan Samudera Pasai di Aceh.

Pasukan Aceh

Tetapi, kejayaan Kesultanan Malaka ini tidak bertahan lama setelah datangnya pasukan Portugis dan Inggris pada 1511. Akibatnya, wilayah ini menjadi pusat pemerintahan kolonial.

Zainal mengatakan setelah diduduki Portugis, Inggris kemudian Belanda, Kesultanan Malaka pun runtuh. Pemimpin terakhirnya, Sultan Mahmud, melarikan diri ke Pahang lalu ke Johor. Dia meninggal pada 1628.

“Keturunan langsung Sultan Malaka sempat berkuasa di Pahang dan Johor tetapi kemudian putus juga diganti dengan keturunan para temenggungnya,” jelas Zainal.

150623041029_aceh_malaysia_islam_624x351_bbc
Ketika Malaka berada dalam kekuasaan penjajah, pasukan Aceh pernah berupaya untuk menyerang kekuasaan Portugis. Namun, itu pun berakhir dengan kekalahan Aceh.

Dua tokoh penting pasukan Kesultanan Aceh, yaitu Panglima Pidi dan Syamsudin Al Sumatarani, wafat. Jasad Panglima Pidi dimakamkan di Bukit Cina, sementara Syamsudin Al Sumatarani di Kampung Ketek di Malaka.

Sejak penjajahan itu pula banyak pendatang dari Cina masuk yang dikenal dengan sebutan Babah dan Nyonya. Hingga kini jejak para pendatang dapat disaksikan melalui arsitektur kawasan kota tua Malaka.

Tak hanya itu, keragaman agama, budaya dan suku, toleransi beragama dapat langsung dirasakan.

Dua masjid tertua di Malaka, yaitu Kampung Hulu dan Kampung Kling, terletak di tengah-tengah permukiman etnis Cina. Di depan masjid, warung pun tetap diijinkan buka pada saat Ramadan.

Nama Serka H Waryono cukup dikenal di kalangan umat Islam Indonesia. Tugasnya sebagai anggota TNI tidak menghalanginya untuk mengabdi kepada umat Islam. Berbekal zikir sebagai terapi, Waryono turut serta dalam menyiarkan Islam yang penuh kedamaian di tanah air.

H. Waryono dilahirkan di desa Pegagan Kidul Kapetakan Cirebon pada tanggal 24 Februari 1970. Ia adalah putra pasangan petani miskin, yakni Bapak Rastia dan Ibu Mitari. Karena keterbatasan ekonomi, sejak usia 11 bulan Waryono sudah berpisah dengan orang tua dan diasuh oleh kakek dan neneknya di daerah Kertasura Cirebon.

Saat duduk di kelas 3 SD, Waryono kecil bersama anak-anak sebayanya mulai belajar mengaji pada seorang Ulama setempat bernama Kyai Sirod di sebuah Masjid di desanya. Karena dorongan yang kuat untuk membiayai sekolahnya, ketika menginjak kelas 4 SD hingga SMP Waryono sudah mencari biaya sendiri dengan cara menjadi buruh perkebunan tebu dan ternak di wilayah Ciwaringin. Selama bertahun-tahun berjuang menafkahi diri sendiri Waryono kerap kali makan sekali dalam sehari karena upah yang diperolehnya sangat minim, belum lagi untuk keperluan alat tulis dan sebagainya.

Sepulang dari menderes tebu, Waryono masih menyempatkan diri untuk belajar ilmu agama pada ulama setempat. Tak jarang Waryono harus terlambat ke sekolah karena tuntutan pekerjaan yang harus dilakukan. Waryono kerap dimarahi guru karena keterlambatan yang dilakukan. Setelah menceritakan alasan keterlambatan secara panjang lebar, guru dan teman sekolahnya larut dalam kesedihan hingga menangis. Mendengar pengakuan itu akhirnya guru memutuskan Waryono dibebaskan membayar SPP. Tekad keras Waryono membuat iba seorang kepala desa yang juga merupakan anggota TNI, lalu menjadikan Waryono sebagai anak angkatnya. Sejak tinggal bersama anggota TNI hari-hari dilaluinya dengan kebiasaan disiplin. Ketika duduk di kelas 3 SMP, Waryono menerima tawaran untuk mendaftarkan diri sebagai tentara. Pada usia 18 tahun ia mengikuti proses penyeleksian dan dinyatakan diterima sebagai calon siswa Secata.

Selama lebih kurang enam bulan mengikuti pendidikan di Rindam III/Siliwangi, kemudian ia ditempatkan pertama kali di Korem Cirebon. Pada tahun 1989 ia dimutasi ke Batalyon 303/SSM Cikajang Garut. Pada suatu ketika Waryono memeroleh kesempatan untuk mengikuti seleksi Pasukan Perdamaian Kamboja. Pada tes perdananya dia dinyatatakan lolos seleksi dan menjadi organik Kontingen Garuda 12D pada tahun 1993. Saat itu ia berjanji apabila selamat dalam penugasan dan memeroleh penghasilan yang cukup, maka ia berkeinginan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Setelah tugas dilaksanakan dalam keadaan aman serta uang yang diperoleh cukup, kemudian tahun 1994 saat usianya baru 24 tahun ia menunaikan ibadah haji. Selama melaksanakan ibadah haji berbagai pengalaman gaib dialaminya, dan yang membuat kalbunya tersentuh adalah ketika merasakan adanya kehadiran Rosululloh dengan aroma wangi Hajar Aswad.

ANGGOTA TNI INI MEMILIH BERDAKWAH

Pengalaman spiritual di tanah suci membawa perubahan luar biasa pada dirinya. Setelah kembali ke tanah air, Wahyono yang semula pendiam, bahkan merasa takut ketika harus berhadapan dengan pimpinan, tiba-tiba tidak bisa diam untuk bicara tentang kebaikan, bahkan kepada atasannya sekalipun. Melihat ada perkembangan positif pada diri Waryono, Danyon pun memerintahkannya untuk memberikan ceramah di kesatuannya sekali dalam sebulan. Sejak itu hingga kini Sang Komandan memberinya tugas untuk “Memakmurkan Masjid”, pendek kata Waryono mengelola Masjid hingga terbangunlah Madrasah dengan 400 orang Santri. Sambil mengamalkan ilmu di madrasah tersebut Waryono terus menimba ilmu kepada para Kyai dan Ulama terkenal di Cikajang Garut.

Pada tahun 1996 Waryono mendapatkan jodoh dengan mempersunting gadis pilihannya bernama Rita Yulianingsih. Dari perkawinannya ia dikaruniai lima orang anak, yakni Rindalmi Nur wahtu Illahi (SMA), Ola Nisa Iqti Sodiyah Sa’adah (SMP), Fadilah Ayu Nelhena (almarhumah), Muhammad Reffi Hidayatullah (SD), Ukhti Kaila Safitri (PAUD). Sejak itu ia menetap di Asrama Nyantong Brigif 13 Kostrad Galuh Rt. 05/07 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Pada tahun 1998 ia berkesempatan mengikuti pendidikan Secaba yang membawanya menyandang pangkat Bintara.

Pada awal tahun 2000 Wahyono mulai merintis mengembangkan Majelis Dzikir Muda-Mudi Asrama dan sekitarnya, yang diikuti kurang lebih 60 orang secara rutin setiap malam Jum’at di rumah dinas. Saat itu cobaan dan tantangan datang silih berganti, ada yang mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukannya tidak benar. Syukur Alhamdulillah setelah para remaja yang mengikuti kegiatan dzikir tersebut ternyata banyak yang niatnya terkabul dan sukses, pada akhirnya banyak pihak yang mendukung kegiatan dzikir tersebut.

Melihat antusiasme masyarakat sangat besar terhadap kegiatan tersebut yang mengakibatkan sarana yang disiapkan tidak dapat menampung para jama’ah, kemudian Komandan memfasilitasi menemui MUI kota Tasikmalaya untuk menyampaikan kegiatan anggota dan permasalahannya. Dari pihak MUI sangat merespon dan meminta Wahyono untuk mengadakan dzikir di Masjid Agung kota Tasikmalaya.

Kemudian atas seijin Walikota, Waryono pun menyelenggarakan Dzikir Akbar di Masjid Agung, dan diluar dugaan ternyata mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat Tasikmalaya. Setelah acara terselenggara dengan respon jama’ah yang sangat luar biasa, akhirnya diputuskan untuk diadakan Majelis Dzikir sebulan sekali di Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Seperti Da’i Kondang lainnya, kini Serka Waryono semakin dikenal bukan saja oleh masyarakat Tasikmalaya, melainkan juga masyarakat Garut, Ciamis, Bandung, Kuningan, Banjar, Majalengka, Mojolaban, Purworejo, Salatiga, Bekasi, Jakarta serta banyak instansi pemerintah/swasta dan Pondok Pesantren yang harus rela mengantri padatnya jadwal demi untuk menghadirkan KH. Waryono, MBT, Pimpinan Majelis Silaturahmi dan Dzikir, Masjid Agung Kota Tasikmalaya, di wilayah mereka.

Semoga semakin banyak prajurit yang religius seperti Waryono. Amin. [tniad.mil.id]

Setelah menjalani kehidupan monogami selama dua belas tahun, dai yang kerap mengenakan pakaian serbaputih ini memutuskan menikah yang kedua pada tahun 2010. Qadarullah, hingga kini dan semoga sampai akhir hayatnya, kehidupan ketiga anak manusia dan anak-anaknya ini terlihat sangat harmonis. Bahkan, sosok dai yang pernah menetap di bilangan Depok Jawa Barat ini tak segan-segan mengajak kedua istrinya ke hadapan jamaahnya dan kaum Muslimin negeri ini.

Banyak hikmah dari poligami yang dijalani Ustadz M. Arifin Ilham ini. Berikut ini kami rangkumkan nasihat-nasihat terkait salah satu sunnah Nabi yang telah beliau jalani selama lima tahun ini. Nasihat ini kami rangkum dari beberapa kajian yang langsung kami ikuti dan rekaman-rekaman taujih dai asal Banjarmasin ini.

Harapannya, kaum Muslimin bisa melihat poligami secara adil. Yaitu meletakkannya sebagaimana ianya diperintahkan; bukan atas nama perasaan belaka.

Istiqamah dalam Sunnah

Hal yang pertama kali beliau sampaikan, jangan poligami karena ‘enaknya’ saja. Sebagai salah satu sunnah, hendaknya kaum Muslimin yang berniat melakukannya benar-benar mempersiapkan diri dengan istiqamah dalam melakukan sunnah-sunnah Nabi yang lain.

Sebelum memutuskan mengambil jalan poligami, pesan beliau, istiqamahlah dalam menjawa wudhu, senantiasalah shalat berjamaah di masjid, jangan tinggalkan shalat Dhuha dan Tahajjud, teruslah membaca, menghafal, dan berusaha mempraktikkan ajaran al-Qur’an, biasakan diri dalam dakwah dan jihad, jangan tinggalkan infaq, dan aneka sunnah-sunnah mulia lainnya.

Pasalnya, dai yang juga memimpin Majlis az-Zikra ini sudah pernah melakukan berbagai jenis sunnah Nabi tersebut. “Hanya poligami yang belum,” terang beliau. Istri-istri, anak-anak dan jamaah dzikirnya menjadi saksi betapa beliau adalah sosok yang amat menjaga sunnah Nabi. Semoga Allah Ta’ala berikan keistiqamahan kepada beliau hingga akhir hayatnya.

Jangan Bonsai Potensi Suami

Dengan berkelakar, beliau menyampaikan, “Apakah suami harus libur juga jika istri sedang libur karena datang bulan?”

Beliau juga mengatakan, “Jika para Muslimah mengakui kehebatan dan keshalihan suaminya, jangan egois. Bukankah Muslimah-muslimah lain juga berhak merasakan kebahagiaan yang Allah berikan dengan perantara suami Anda?”

Apalagi, fakta bahwa jumlah Muslimah jauh lebih banyak dari jumlah Muslimin amat nyata. Dan, begitu banyak Muslimah matang yang harus menyepi sendiri di setiap malam dalam sujud dan munajat panjangnya.

Dua Akur Itu Lebih Baik

Poligami sering dijadikan kambing hitam. Selalu disalahkan. Padahal, letak kekacauan rumah tangga bukan pada poligaminya. Tetapi terletak pada individu-individu yang terlibat di dalamnya.

Bukankah fakta berbicara, amat banyak pernikahan monogami yang berantakan dan berujung pada perceraian? Bukankah tak sedikit suami-suami yang mengabaikan hak istrinya, padahal jumlahnya hanya satu?

Di sisi lain, apakah tak cukup bukti bahwa begitu banyak poligami yang berdampak positif bagi individu dan masyarakat sekitar juga kaum Muslimin secara umum?

“Dua istri akur,” tutur dai yang kini menetap di Bogor Jawa Barat dalam salah satu ceramahnya di tahun 2012 ini, “itu jauh lebih baik dari satu istri tapi ribut terus.” Benar juga ya?

Ada seorang Atheis yang memasuki sebuah masjid, dia mengajukan 3 pertanyaan yang hanya boleh dijawab dengan akal. Artinya tidak boleh dijawab dengan dalil, karena dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, jika menggunakan dalil (naqli) maka justru diskusi ini tidak akan menghasilkan apa-apa…

Pertanyaan atheis itu adalah:

  1. Siapa yang menciptakan Allah?? Bukankah semua yang ada di dunia ada karena ada penciptanya?? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya??
  2. Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air?? Bukankah itu janji Allah di Syurga?? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal….
  3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka?? Bukankah neraka juga dari api??

Tidak ada satupun jamaah yang bisa menjawab, kecuali seorang pemuda.

Pemuda itu menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis :

  1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal?? Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4 adalah 2+2?? Atheis itu diam membisu..”Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan??”
  2. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu?? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air??
  3. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada pemuda itu, tapi pemuda itu menjawab : “Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar?? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yang sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka??

Sang athies itu ketiga kalinya terdiam…

Sahabat, pemuda tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yang terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan. Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak mampu berkata-kata lagi atas pertanyaannya..

Itulah pemuda yang Islami, pemuda yang berbudi tinggi, berpengetahuan luas, berfikiran bebas…tapi tidak liberal… tetap terbingkai manis dalam indahnya Aqidah…

Ada yang berkata bahwa pemuda itu adalah Imam Abu Hanifah muda. Rahimahullahu Ta’ala…

Sebuah ilustrasi, ini adalah kisah seorang anak dan ayahnya.

Seorang gadis membeli sebuah handphone (hp) keluaran terbaru. Untuk melengkapi handphonenya nya tersebut, gadis itu juga membeli layar antigores dan sebuah cover cantik. Kemudian gadis itu menunjukkan handphone barunya kepada sang ayah, dan terjadi percakapan hangat.

Ayah: “Wah, hape mu bagus sekali nak. Berapa harganya?”

Gadis: “Harganya 7 juta yah, 200 ribu untuk covernya, dan 100 ribu untuk antigoresnya.”

Ayah: “Oh, kenapa kamu sampai harus membeli cover dan antigoresnya? Padahal kamu bisa menghemat 300 ribu”.

Gadis: “Ayah….. ! Aku sudah menghabiskan 7 juta untuk membeli hp ini, bagaimana kalau hp ini sampai rusak!? 300 ribu bukan apa-apa dibandingkeamanan hpku. Lagipula covernya membuat hpku semain terlihat cantik.”

Ayah:” Hmm, bukankah berarti produsen hpmu itu teledor karena membuat hp yang tidak cukup aman jika tidak pakai perlindungan?”

Gadis:” Tidak Ayah! Justru sebalijnya, produsen Hp ini sendiri yang merekomendasikan untuk membeli layar antigores dan cover untuk perlindungan. Dan aku tentu tidak mau Hpku rusak!”

Ayah: “Apakah semua itu malah membuat kecantikan hpmu berkurang?”

Gadis: “Tidak, malah Hpeku semakin terlihat cantik”.

Sang ayah kemudian menatap anak perempuannya kesayangannya dengan senyum penuh sayang. Kemudian sang ayah berucap,

“Anakku, kamu tahu ayah sangat menyayangimu. Kamu membayar 7 juta untuk membeli handphone favoritmu dan 300 ribu untuk perlindungannya. Dan Ayah sudah membayar dengan segenap hidup ayah untuk memilikimu, apalah artinya kalau kau tidak mengcover dirimu dengan hijab untuk perlindunganmu.Handphone ini tidak akan dipertanyakan di akhirat, tapi anakku, kau dan ayah akan dipertanyakan tentang perlindunganmu…”

Tadabbur QS ANNUR:31 dan Al Ahzab:59

Yuk di share. Semoga ada yg dpt Hidayah utk berhijab melalui share ini… Hijab adalah Kewajiban, sama wajibnya dengan Sholat, Zakat, Shaum, dan kewajiban lain di dalam Islam.

Sebelum bernama Amerika (catatan: benua ini dinamakan “Amerika” oleh Colombus dengan mengambil nama temannya yang bernama Amerigo Vespucci), benua besar itu memang milik kaum Muslimin. Christopher Colombus pun mengakui hal itu dari catatan hariannya.

Colombus, Sang Pewaris Templar

Christopher Colombus sebenarnya bukan penemu daratan besar ini, pun bukan pula Laksamana Muslim Cheng Ho yang 70 tahun tiba lebih dulu di Amerika ketimbang Colombus. Lima abad sebelum Colombus tiba, para pelaut Islam dari Granada dan Afrika Barat, sudah menjejakkan kaki di daratan-benua yang masih perawan dan hanya ditinggali suku-suku asli yang tersebar di beberapa bagiannya.

Benua Amerika Milik Kaum Muslim

Imigran Muslim pertama di daratan ini tiba sekira tahun 900 hingga setengah abad kemudian pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Salah satunya bernama Khasykhasy Ibn Said Ibnu Aswad dari Cordoba. Orang-orang Islam inilah yang mendakwahkan Islam pertama kali pada suku-suku asli Amerika. Sejumlah suku Indian Amerika pun telah memeluk Islam saat itu. Suku-suku itu antara lain suku Iroquois dan Alqonquin.

Setelah jatuhnya Granada pada 1492, disusul Inquisition yang dilakukan Gereja terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol, maka imigran gelombang kedua tiba di Amerika pada pertengahan abad ke-16 Masehi. Raja Spanyol, Carlos V, di tahun 1539 sempat mengeluarkan larangan bagi Muslim Spanyol untuk hijrah ke Amerika.

Bahkan, menurut prasasti berbahasa Arab yang ditemukan di Mississipi Valey dan Arizona, dikatakan jika orang-orang Islam yang datang ke daratan ini juga membawa gajah dari Afrika!

Colombus sendiri baru datang ke “Amerika” di akhir abad ke-15 Masehi ketika benua itu sudah didiami Muslimin Indian. Dalam ekspedisi pertamanya, Colombus dibantu dua nakhoda Muslim bersaudara: Martin Alonzo Pizon yang memimpin kapal Pinta dan Vicente Yanez Pizon yang ada di kapal Nina. Keduanya kerabat Sultan Maroko dari Dinasti Marinid, Abuzayan Muhammad III (1362-1366).

Bahkan, Colombus sendiri, di dalam catatan perjalanannya, menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika berlayar di dekat Gibara di tenggara pantai Kuba, dia mengaku melihat sebuah masjid dengan menaranya yang tinggi yang berdiri di atas puncak bukit yang indah.

Doktor Barry Fell dari Oxford University juga menemukan jika berabad sebelum Colombus tiba di Amerika, sekolah-sekolah Islam sudah tersebar di banyak wilayah, antara lain di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, Mesa Verde di Colorado, Hickison Summit Pass di Nevada, Mimbres Valley di Mexico, dan Tipper Canoe-Indiana.

Hal ini dikuatkan dengan temuan nama-nama Islam di berbagai kota besar di Amerika Serikat. Di tengah kota Los Angeles terdapat daerah bernama Alhambra, juga nama Teluk El-Morro dan Alamitos. Juga nama-nama seperi Andalusia, Aladdin, Alla, Albani, Alameda, Almansor, Almar, Amber, Azure, dan La Habra.

Di tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois, terdapat nama-nama kota kecil seperti Albany, Atalla, Andalusia, Tullahoma, dan Lebanon. Di negara bagian Washington juga ada nama daerah Salem. Di Karibia, kata yang juga berasal dari kata Arab, terdapat nama Jamaika dan Kuba, yang berasal dari bahasa Arab “Quba”. Ibukota Kuba, Havana juga berasal dari bahasa Arab “La Habana”.

Seorang sejarawan bernama Dr. Yousef Mroueh menghitung, di Amerika Utara ada sekurangnya 565 nama Islam pada nama kota, sungai, gunung, danau, dan desa. Di Amerika Serikat sendiri ada 484 dan di Kanada ada 81.

Dua kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah, nama keduanya juga telah ditorehkan para pionir Muslim di tanah Amerika jauh sebelum Colombus lahir. Nama Mecca ada di Indiana, lalu Medina ada di Idaho, New York, North Dakota, Ohio, Tenesse, Texas, Ontario-Canada. Bahkan, di Illinois, ada kota kecil bernama Mahomet yang berasal dari nama Muhammad.

Suku-suku asli Amerika pun, kaum Muslim Indian, banyak yang nama sukunya berasal dari nama Arab, seperti: Apache, Anasazi, Arawak, Cherokee, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mohican, Mohawk, Nazca, Zulu dan Zuni. Bahkan, kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Se-quo-yah, yang menciptakan silabel huruf Indian yang disebut Cherokee Syllabari pada 1821 adalah seorang Muslim yang senantiasa mengenakan sorban, bukan ikat kepala dari bulu burung.

Muslimah Cherokee
Beberapa kepala suku Indian juga selalu mengenakan sorban, di antaranya Kepala Suku Sioux, Chippewa, Yuchi, Iowa, Sauk, Creek, Kansas, Miami, Potawatomi, Fox, Seminole, dan Winnebago. Sampai sekarang, foto-foto yang berasal dari tahun 1835 dan 1870 tersebut masih disimpan dengan rapi di sejumlah museum di Amerika dan juga di arsip nasional.

Columbus sendiri mengetahui bahawa orang-orang Carib (Caribbean) adalah pengikut Nabi Muhammad Saw. Penduduk asli benua besar itu sudah memeluk Islam jauh sebelum Colombus menjejakkan kakinya di sana. Orang-orang Islam dari Pantai Barat Afrika, dan juga armada Cheng Ho, datang ke benua besar tersebut untuk berdagang, bersosialisasi, dan berasimilasi dengan penduduk asli. Beda dengan Colombus yang menginjakkan kaki untuk merampok kekayaan benua besar tersebut.

Para Penjelajah Muslim di Amerika

Catatan yang ada tentang siapa “orang asing” yang pertama kali menjejakkan kakinya di benya besar ini merujuk kepada Khashshah bin Said bin Aswad, yang pada tahun 889 masehi telah mendarat di benua itu. Khashshah merupakan seorang navigator muslim dari Cordoba, Spanyol. Spanyol di masa itu merupakan pusat peradaban Islam di Barat, bagian dari Khilafah Bani Umayah II. Dia menyeberangi lautan Atlantik dan mensyiarkan penduduk asli di benua besar itu hanya terpaut 200-an tahun setelah Rasulullah SAW wafat.

Selain Khashshah, ada banyak pelaut Muslim yang juga mencatatkan perjalananya ke benua besar ini antara lain: Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369). Mereka semuanya terlebih dahulu tiba di benua besar ketimbang Colombus yang baru tiba pada abad ke-15 Masehi.

Dalam bukunya, “The Meadows of Gold and Quarries of Jewels”, Al-Masudi melaporkan bahawa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik hingga menemui wilayah yang asing dan disebutnya sebagai Ard-Majhoola. Kemudian beliau kembali dengan membawa pelbagai barangan yang menakjubkan. Selepas penemuan itu, banyak pelayaran menuju daratan di seberang Lautan Atlantik dilakukan. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Dr. Youssef Mroueh juga mencatat, pada masa kekuasaan n Khalifah Abdul Rahman III dari Dinasti Umayyah (929-961 M), ada sejumlah ekspedisi orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol menuju ke barat lautan yang gelap dan berkabut, yakni Lautan Atlantik. Setelah itu mereka kembali dengan selamat di Palos dengan membawa banyak barang bernilai hasil berdagang.

Dalam catatan sejarawan Abu Bakr Ibn Umar, pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang pelaut dari Granada, Ibn Farrukh, meninggalkan pelabuhan Kadesh pada Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Canary Island). Ibn Farrukh mengunjungi Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan pelayarannya ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Sepanyol pada Mei 999.

Pelayaran melintasi Lautan Atlantik yang berasal dari Maghribi juga dicatat oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya bertolak dari Tarfayadi Maghribi pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286-1307) raja keenam dalam Dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Caribbean pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan rujukan oleh para saintis Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu juga pernah melakukan pelayaran sehingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) telah memerincikan eksplorasi geografi ini. Timbuktu yang berada di tengah-tengah Afrika kini seolah terlupakan, padahal lokasi ini dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan, dan pusat keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan baik menuju ke Timbuktu ataupun bermula dari Timbuktu.

Sultan yang tercatat akan eksplorasinya hingga ke benua baru waktu itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285-1312), yakni saudara Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintasi Lautan Atlantik sehingga ke Amerika dan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi di antara tahun 1309-1312, satu abad sebelum Colombus. Para eksplorasi ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika dilukiskan di dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I (1517).

Laksamana Ceng Ho

Laksamana Ceng Ho, seorang pendakwah Islam, tiba di benua besar ini 70 tahun lebih awal dari Colombus. Armada Ceng Ho sangat besar, bahkan jika armada Colombus dan Vasco da Gama jika digabungkan maka mereka semua muat dalam sebagian buritan kapal Ceng Ho.

Mari kita bandingkan, Bartholomeus Diaz, orang pertama yang melintasi ujung selatan Benua Afrika (Tanjung Harapan), hanya menggunakan tiga kapal jenis Caravel yang bermuatan 170 orang. Christopher Columbus, yang memulai pelayarannya 3 Agustus 1492, juga menggunakan tiga kapal. Total jumlah awak kapalnya cuma 104 orang. Sedangkan armada Cheng Ho mencapai 357 kapal dengan 27.800 awak. Dari kesemua kapal, sebanyak 62 di antaranya berukuran raksasa yang disebut jung, dengan panjang 132 meter dan lebar 54 meter. Luas geladak utama jung yang berbobot 2.700 metrik ton itu mencapai 4.600 meter persegi. Cukup untuk menampung seluruh armada kapal Columbus plus Vasco da Gama.

Cheng Ho sendiri memiliki nama arab, yaitu Haji Mahmud Shams. Beliau lahir tahun 1371 dan wafat tahun 1433. Ceng Ho melakukan penjelajahan dan dakwah keliling dunia selama 28 tahun, dari tahun 1405 hingga 1433. Kebesaran Ceng Ho merupakan fakta sejarah, namun jika sejarah resmi dunia hari ini malah membesarkan nama Colombus dan Vasco Da Gama, maka itu merupakan suatu penggelapan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak menyukai kegemilangan sejarah Islam.

Colombus, Pembantai Muslim Indian dan Penggunaan Senjata Biologi Pertama

Colombus merupakan salah seorang penerus cita-cita Knight Templar. Sejarahnya bisa dirunut dari kisah Grand Master Biarawan Sion, induk dari Knights of Templar, yang juga sering disebut sebagai Nautonnier atau The Navigator (Juru Mudi).

Istilah ini terus dipelihara oleh organisasi-organisasi pewaris Templar selama berabad abad setelah Knights of Templar dibasmi oleh King Philip le Bell dan Paus Clement V (1307-1314). Walau Grand Master Templar kala itu, Jacques de Mollay, dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup, sesuatu yang lazim dimasa tersebut terhadap seseorang yang dituduh Gereja telah melakukan heresy (bidah), namun banyak pemerhati sejarah Eropa abad pertengahan yang meyakini bahwa tidak semua pemimpin atau Raja Eropa melakukan pembasmian Templar secara serius.

Walau tidak lagi mengenakan jubah Templar, kelompok ini masih terus bertahan di Eropa dan meluaskan pengaruhnya ke seluruh dunia hingga sekarang. Pada tahun 1418-1480, René d’Anjou (René dari Anjou, Rene Sang Budiman) menjadi Grand Master Italia. Bangsawan Yahudi Italia ini meneruskan kepemimpinan Grand Master sebelumnya, Nicholas Flamel, wafat di tahun 1418. Dalam tradisi ordo, sebelum seorang Grand Master meninggal maka dia harus menunjuk penggantinya.

Saat sakit keras, Flamel telah menunjuk René sebagai penggantinya. luar istana dan berpotensi menjadi sosok pahlawan. Ia adalah seorang lelaki yang hidupnya diperuntukan bagi masa mendatang, mengatisipasi pangeran-pangeran Italia di zaman pencerahan (Renaissance). Ia juga seorang yang rajin menulis, bukunya mencerahkan. Ia merangkai puisi dan alegori mistis… René juga mendalami tradisi esoteris, dan di istananya ada seorang ahli astrologi Yahudi, Kabalis, dan ahli fisika bernama Jean de Saint Rémy, kakek dari Nostradamus.” (Holy Blood Holy Grail, 1982).

Di masa kepemimpinan René inilah, pada tahun 1451, Cristoforo Colombo atau dalam lidah Inggris disebut sebagai Christopher Columbus dilahirkan dari pasangan Katolik bernama Dominico Colombo dan Suzanna Fontanarossa. Columbus lahir di Genoa, sebuah kota pelabuhan Italia yang cukup ramai.(Bersambung/Rizki Ridyasmara)

Tradisi bahari yang kental mewarnai keluarga Colombo menjadikan Columbus tumbuh jadi seorang pelaut ulung, walau usianya masih belia. Saat baru 21 tahun (1472), Columbus telah dipercaya memimpin sebuah ekspedisi kapal pribadi ke Tunisia. Dalam periode inilah Cristoforo dekat dengan Rene d’Anjou (Grandmaster Knight Templar Italia), tidak saja dalam kapasitas sebagai anak buah dan majikan, tapi juga dalam artian persahabatan.

Pada 1478 Cristoforo menikahi Felipa Perestrello e Moniz, puteri Bartolomeo Perestrello. Pernikahan ini menguatkan dugaan bahwa keluarga Columbus sesungguhnya punya hubungan dengan Templar, karena sesama anggota Templar sudah biasa saling mempertautkan tali kekeluargaan lewat sarana pernikahan diantaranya. Apalagi keluarga Perestrello termasuk tokoh pelarian Templar di Portugis yang tidak akan mungkin sudi mengawinkan anaknya dengan keluarga di luar Templar.

Apalagi di kemudian hari sang mertua sangat percaya kepada Cristoforo hingga membolehkan peta dan buku hariannya dipinjam dan dipelajari oleh Columbus. Columbus sendiri merupakan anggota dari Ordo Knights of Christ.

Dengan sendirinya, kedekatan dengan Rene menyebabkan Columbus diterima dalam pergaulan tingkat elit, bahkan bisa langsung berhubungan langsung dengan Ratu Isabella I dari Castile, Spanyol, yang kemudian membiayai ekspedisinya mencari “dunia baru”

Kaum Templar dan pewarisnya di mana pun berada selalu bergerak dalam dua dunia: gelap dan terang. Ekspedisi Columbus juga demikian. Misi resmi Columbus yang ditulis sejarah hingga hari ini adalah misi pencarian dunia baru yang dinamakan India yang dipercaya punya banyak kekayaan berupa emas, perak, dan mungkin juga rempah-rempah.

Hanya saja, jalur laut yang dilayari ekspedisi Columbus ternyata tidak mengarah ke India, melainkan sebuah daratan luas yang baru yang di kemudian hari dikenal sebagai benua Amerika.

Ini sungguh-sungguh mengherankan, karena pelaut-pelaut dari Italia, Portugis, dan sekitarnya, yang tergabung dalam kelompok pewaris Templar bernama Knights of Christ, seperti juga Vasco da Gama, merupakan pelaut-pelaut tangguh yang telah turun-temurun, dari generasi ke generasi, hidup dan besar di laut. Apalagi dari merekalah lahir berbagai inovasi peralatan pelayaran seperti halnya kompas dan sebagainya.

Jawaban atas pertanyaan ini ternyata dikemukakan oleh Michael Baigent dan kawan kawan dalam Holy Blood Holy Grail (1982) yang menulis, “Sesungguhnya, Columbus bukanlah orang Eropah pertama yang menjejakkan kaki di Amerika. Pada tahun 1269, Ksatria Templar yang berpusat di Yerusalem diyakini telah melakukan hubungan komersial dengan bangsa Indian sebagai penduduk asli Amerika dengan mengimpor perak dari Meksiko…”

Amat mungkin, perkenalannya pada benua Amerika inilah yang menyebabkan para Templar tersebut telah mengenal tumbuhan lidah buaya dan jagung yang saat itu baru tumbuh di Amerika, yang kemudian dipahatkan di Rosslyn Chapel di abad ke-15 M.

Pada tahun 1446 saat kapel yang berdiri di Edinburgh itu dibuat, kedua tanaman tersebut belum tumbuh di Eropa. Jadi, sebenarnya para Templarlah, orang Eropa yang pertama kali menjejakkan kakinya di Amerika, bukan Columbus. Jadi, ada dua kemungkinan misi ekspedisi Columbus yang sesungguhnya.

Pertama, Columbus mengetahui bahwa misinya adalah menapak-tilas jalur pelayaran Templar dari Eropa ke Amerika, mencari rute yang pernah dilayari nenek-moyangnya kembali, guna mencari ‘rumah baru’ yang lebih besar dan luas, juga kaya raya, yang masih murni dan belum tersentuh kekuasaan Gereja, bagi para keturunan Templar. Tujuannya agar Templar bisa memiliki kekuasaan yang lebih dari Gereja. Dan jika itu telah terjadi maka tujuan asasi para Templar dalam mencari The Solomon Treasure bisa tetap terlaksana. Sesuatu yang telah berabad-abad mereka pendam setelah terusir dari Yerusalem di abad ke-12 M.

Kedua, bisa jadi Columbus sendiri tidak mengetahui misi rahasia Templar yang menunggangi ekspedisinya. Itulah sebabnya, ketika Columbus mendarat di benua Amerika (saat itu belum dinamakan Amerika), Columbus menyebut benua tersebut sebagai India. Ini bisa saja terjadi mengingat di dalam ekspedisi Columbus, banyak tokoh-tokoh Yahudi yang menyertainya, termasuk bendahara kerajaan yang merayu Isabella agar mau mensponsori ekspedisinya.

Rombongan Columbus sendiri terdiri dari tiga buah kapal: Nina, Pinta, dan Santa Maria. Pada 3 Agustus 1492, ekspedisi ini berangkat dari Palos de la Frontera, Spanyol. Columbus naik di atas kapal Santa Maria dengan 40 lelaki dewasa sebagai awak kapal, kapal Nina dan Pinta diawaki sekitar 20 hingga 30 lelaki. Kapal utama, Santa Maria, memiliki layar-layar utama yang dicat dengan simbol Salib Templar. Nama ‘Santa Maria’ pun mengingatkan kita pada sosok Maria Magdalena, yang oleh kaum Kabbalah (Templar) juga disebut sebagai The Iluminatrix yang berarti Yang Tercerahkan. Ini pula asal kata dari Illuminaty, kelompok cendekiawan Templar.

Dalam ekspedisi ketiga, barulah Columbus ‘menemukan’ benua baru yang beberapa tahun kemudian baru dinamakan Amerika. Tahun 1498 Columbus mendarat di Amerika dan Trinidad. Dua orang sahabat Yahudi Columbus, Luis de Santagel dan Gariel Sanchez diberi hak-hak istimewa di daerah koloninya. Misi Columbus telah selesai. Jalur laut ke Amerika telah ditemukan kembali. Dan seperti biasanya, pihak-pihak Konspirasi menganggap Columbus tidak lagi berguna. Maka Columbus harus dihilangkan atau ‘dibuang’.

Seorang Yahudi sahabat Columbus bernama Bernal melakukan pengkhianatan. Bernal menghasut awak kapal lainnya agar memberontak terhadap kepemimpinan Columbus dan berhasil. Columbus pun melarikan diri, pulang ke Spanyol. Columbus sendiri meninggal pada tahun 1506 dalam keadaan menyedihkan dan miskin. ‘Benua baru’ tersebut yang dianggap Columbus sebagai India, beberapa tahun kemudian diralat oleh pelaut Italia bernama Amerigo Vespucci (1454-1512) yang kemudian diberi nama Amerika.

Inilah daratan besar, luas, dan kaya, yang kemudian dijadikan The Sacred-Great Lodge bagi pewaris Templar, Kaum Kabbalah, untuk mewujudkan cita-citanya: Novus Ordo Seclorum (Tata Dunia Baru di bawah kekuasaannya), lewat jalan Annuits Coeptis (Konspirasi Kita).

Colombus, Penjahat Kemanusiaan

Eramuslim Digest volume 4 pernah menguak sebagian sejarah hitam yang ditoreh Columbus terhadap penduduk asli benua baru yang sebagian besarnya sudah memeluk Islam.

Colombus adalah penjahat kemanusiaan. Puluhan juta suku asli Indian musnah olehnya. Dua peneliti dari Universitas California, Sherburne dan Woodrow mencatat, di tahun 1492 jumlah orang Arawak 8 juta jiwa. Empat tahun kemudian Colombus datang. Di tahun 1508-1518, dari 8 juta tinggal tersisa 100.000 orang Arawak. Bahkan di tahun 1514, orang Arawak dewasa tinggal 22.000.

Peneliti lain, Cook dan Borah menulis angka 27.800 (1514), “Dalam jangka waktu 20 tahun, Columbus telah membantai 90% bangsa Arawak, yang pada awalnya berjumlah 8 juta jadi tinggal 28.000-an orang.”(!)

Selama kurang seabad Columbus di benua baru, sekitar 95 juta penduduk pribumi telah dibunuh secara kejam. Saat Columbus tiba di Amerika, ada 30 juta orang penduduk pribumi. Namun beberapa tahun kemudian jumlahnya menyusut tinggal 2 juta.

Dalam buku berjudul “The conquest of Paradise: Christopher Colombus and the Columbian Legacy” (1991), Kirkpatrick Sale menyatakan, “Ini lebih dari suatu pembantaian biasa, ini satu pembunuhan besar-besaran, yang menghabisi lebih dari 99% penduduk, pemusnahan satu generasi.”

Pemusnahan suku Indian di Amerika ini bukan hanya dilakukan dengan pengejaran dan pembantaian, tapi juga dengan ‘senjata biologi’ bernama virus cacar. Sejumlah selimut bekas pasien cacar yang tentu saja telah terpapar virusnya, dibawa Columbus dan dipakai untuk menyelimuti orang-orang Indian yang sakit. Bukannya sembuh, banyak orang Indian yang mati dan wabah cacar dengan cepat membunuh puluhan ribu orang-orang Indian lainnya. Hal yang sama dilakukan Hernando Cortez tatkala merebut Meksiko yang saat pertama menjejakkan kaki di negeri itu pada Februari 1519, jumlah penduduk aslinya ada sekitar 25 juta jiwa, tetapi pada 1605 jumlah itu tinggal 1 juta jiwa saja.
Sejarah seharusnya mencatat, penggunaan senjata biologis pertama di dunia dilakukan oleh Colombus.

Inilah Kisah Hatuey. Dia merupakan Kepala Suku Indian Arawak. Ketika tertangkap oleh tentaranya Colombus, dengan gagah Hatuey tidak mau tunduk pada Columbus. Akibatnya Colombus memerintahkan Hatuey dan pengikutnya diikat di sebuah tonggak kayu mirip salib dan dihukum bakar hidup-hidup.

Ketika Hatuey diikat ke kayu, seorang Pastor Fransiscan mendekatinya dan mendesaknya untuk mengakui Yesus sebagai tuhan, agar jiwanya dapat pergi ke “Sorga” daripada ke neraka. Hatuey menjawab dengan penuh harga diri, bahwa jika sorga itu adalah tempat bagi orang-orang Kristen seperti Colombus dan lainnya, maka dia lebih baik pergi ke neraka.

“Orang-orang Spanyol itu menggantungkan 13 orang secara serentak. Angka 13 ini menyimbolkan Sang Kristus sendiri dengan 12 muridnya… Mereka pun dibakar hidup-hidup,” demikian catatan para saksi mata yang dalam beberapa buku sejarah tentang kedatangan awal Colombus di Amerika.

Ada juga yang menulis, “Orang-orang Spanyol itu memotong tangan salah satu orang, pinggul atau kaki atau yang lain, dan juga memotong beberapa kepala dalam sekali tebas, seperti penjagal yang memotong daging sapi dan domba di pasar. Vasco de Balboa memerintahkan empat puluh orang di antara mereka yang telah koyak berkeping-keping diberikan kepada anjing yang terlihat kelaparan. Bahkan untuk sekadar menjajal sudah tajam atau belum pedang yang baru saja diasah, mereka sering mencobanya dengan menebas tangan atau kaki anak-anak kecil Suku Indian.”

Sejarah dunia sudah mencatat dengan tinta penuh darah atas pembantaian, pengusiran, dan perbudakan yang dilakukan orang-orang kulit putih terhadap suku asli Indian di benua baru yang dinamakan Amerika. Namun tidak banyak yang menulis jika “orang-orang kulit putih” seperti Colombus dan lainnya sesungguhnya merupakan pion Yahudi untuk obsesi besarnya menguasai dunia. Di dalam satu bagian dari buku Knights Templar Knights of Christ (Rizki Ridyasmara), ditulis:

…Setelah ditemukan (Colombus), orang-orang Yahudi melakukan imigrasi besar-besaran ke Amerika Selatan, terutama Brazil. Louis Torres menetap di Kuba dan membuka perkebunan tembakau yang kemudian diekspor ke Eropa dan mancanegara sehingga sekarang ia dikenal sebagai ‘Bapak Tembakau’. Tak lama kemudian terjadi perang antara Brazil dengan Belanda. Peperangan ini membuat kaum Yahudi di Brazil tidak merasa aman dan mereka kemudian pindah ke Nieuw Amsterdam, sebuah koloni Belanda yang terletak di Amerika Utara.

Gubernur Jenderal Pieter Stuyvessant yang berkuasa di Nieuw Amsterdam mengetahui imigrasi orang-orang Yahudi di wilayahnya. Stuyvessant sendiri tidak menyukai kehadiran orang-orang Yahudi. Namun akibat campur tangan pemodal Yahudi internasional, Stuyvessant akhirnya mengalah dan membolehkan mereka tinggal di koloninya. Walau demikian terhadap orang-orang Yahudi itu, Stuyvessant memberlakukan sejumlah persyaratan. Di antaranya, orang-orang Yahudi tidak boleh menjadi ambtenaar (pegawai pemerintah) dan juga dilarang berdagang komoditas tertentu. Hal ini menjadikan saudagar-saudagar itu memutar otak untuk bisa menghasilkan uang.

Saat itu, di kota baru ini juga terdapat banyak imigran Eropa yang miskin, pakaiannya lusuh dan bahkan jarang yang diganti. Akhirnya para saudagar Yahudi ini membuka sebuah usaha baru yang sebelumnya belum di kenal oleh dunia: berdagang pakaian bekas. Dan ini ternyata laku keras.

Zen Maulani mencatat, “Adalah masyarakat Yahudi yang pertama kali menjadikan pakaian bekas sebagai komoditas perdagangan di dunia. Bisnis itu di kemudian hari mereka kembangkan ke industri pakaian murahan, yang kini dikenal dengan jenis pakaian ‘jeans’ dan ‘denim’ yang semula terbuat dari bahan kain layar (terpal) yang murah, kuat, serta tahan lama, yang terutama sekali cocok bagi pekerja di daerah pedalaman Amerika Serikat. Salah satu nama yang kesohor hingga kini adalah Strauss Levi. Orang-orang Yahudi adalah pedagang pertama di dunia yang memperdagangkan apa saja dari barang-barang bekas, mereka adalah kaum pemulung pertama di dunia.”

Nieuw Amsterdam pun menjadi pusat perdagangan pakaian bekas yang dilakukan para saudagar Yahudi. Orang-orang Yahudi menamakan kota tersebut sebagai The New Yerusalem. Tak sampai setengah abad kemudian Inggris merebut koloni itu dan mengganti nama Nieuw Amsterdam dengan New York.

Hingga sekarang, New York menjadi kota dan negara bagian dengan konsentrasi orang Yahudi terbesar di seluruh Amerika Serikat. Bahkan New York mencatat sebagai kota dengan jumlah penduduk terpadat di seluruh Amerika Serikat.

Saat berlangsung Revolusi Amerika saja, jumlah mereka ditaksir sekitar empat ribu jiwa. Setengah abad kemudian jumlahnya membengkak menjadi 3,3 juta jiwa. Orang-orang Yahudi sudah terlibat dalam Perang Kemerdekaan Amerika melawan Inggris. Namun seperti yang sudah-sudah, Tentara Konstinental di bawah pimpinan Jenderal George Washington mendapat bantuan dana perang dari para saudagar Yahudi Amerika, sedangkan Rothschild mengucurkan bantuan kepada pihak Inggris. Dan yang menang perang, lagi-lagi Yahudi.

Ketika negara Amerikat Serikat belum terbentuk, dan bahkan Inggris belum menjadikan Amerika sebagai koloninya, orang-orang Yahudi telah ada di sana dengan jalan membantai penduduk asli Indian. Sama seperti yang dilakukan Zionis-Yahudi yang memenuhi Tanah Palestina dan membunuhi penduduk aslinya, Muslim Palestina.

Christopher Columbus berlayar di bawah Salib Templar atas dana Pemodal Yahudi, Columbus juga beristerikan seorang puteri Templar, dan awaknya banyak yang Yahudi. Tak heran, tidak lama setelah Columbus menjejakkan kakinya di Amerika, orang-orang Yahudi Spanyol dan kemudian disusul dengan Yahudi-Yahudi lainnya melakukan imigrasi memenuhi tanah Amerika, dan mengusir atau membantai penduduk aslinya, suku Indian.

Jika saja sejarah benar-benar sebuah paparan yang jujur tentang masa lampau, maka saat ini kita akan menyebut ekspedisi Columbus sebagai ekspedisi perampok dan pembunuh. Demikian pula para imigran Eropa yang datang dan mendirikan koloni di Amerika. Sejarah tidak pernah mencatat dengan jujur, seberapa banyak orang-orang Indian yang menemui ajal dibunuh oleh orang-orang Eropa yang mendarat di sana. Namun sejarah ternyata bukan paparan jujur tentang masa lampau, tapi kisah para pemenang, yang tentu saja merasa benar sendiri. Hal ini diabad ke-21 diteruskan oleh kelompok Zionis-Israel dan juga kaum Hawkish di Amerika Serikat yang memiliki semboyan “Mighty is the Right” atau Kekuatan adalah Kebenaran.

Mungkin, kelak kau akan terheran dan bertanya-tanya, Anakku,
Mengapa Bunda hanya seperti ini?
Sementara di luar sana teman-teman Bunda sudah menjadi
Profesor di berbagai perguruan tinggi
Dokter-dokter spesialis konsultan yang laris melakukan operasi,
Atau sekadar menjadi pejabat kantoran alias karyawati.

Dan engkau akan bertanya
Lantas apa pekerjaan Bunda?
Ke mana saja Bunda selama ini?
Kaulihat, Bunda selalu berada di rumah, ngemil dan lelah sepanjang hari?

Baiklah Bunda akan menjawab pertanyaanmu, Cinta,
Bunda memberimu ASI eksklusif langsung dari dada Bunda
Bunda menatap matamu yang terbuka saat menyusu
Ketika kau tertidur Bunda mencium pipi dan kepalamu

Berapakah lamanya, kau bertanya, bukankah hanya 2 tahun saja?
Kau sungguh pintar, Nak, kalikanlah dengan anak empat jumlahnya
Selama itulah Bunda seperti anjing, kucing, dan kera, beserta anaknya
Di mana ada Bunda di situ engkau berada

Kau akan menulis banyak paper yang published di jurnal penelitian kelas satu
Kau juga akan menulis banyak sekali cerpen, artikel, dan buku
Bukan gurumu di sekolah, Nak, yang pertama mengenalkan A, B, C padamu
Bundalah yang membawamu ke library minimal dua kali seminggu

Kau akan menjadi aktivis dakwah yang mahir berorasi
Khutbah Jumat, atau sekadar ngisi halqoh, kehadiranmu selalu dinanti
Bukan TV itu, Nak, yang mengajarimu berbicara
Di awal umurmu, kau mengimitasi pilihan kata-kata Bunda

Guru-gurumu memuji kau yang pandai berhitung
Abstraksi, di luar kepala, memiliki ayah yang pintar kau beruntung
Itu pendapat mereka di luar sana
Nyatanya, Bundalah yang pertama mengenalkanmu kepada angka

Kau akan berbahasa Arab lebih fasih daripada ayahmu
Tentu saja jauh lebih baik daripada Bundamu
Tapi, ah, kau pasti tidak tahu
Bundalah yang berinisiatif mendaftarkanmu ke Islamic School, bertahun-tahun yang lalu

Kau akan menjadi penghafal Alquran dan haaritsan aaminan lil islam, penjaga agamamu
Dan kau akan lupa saat-saat Bunda menghapus air matamu
“Not Ayah,” katamu marah, “Ngaji Iqra’ sama Bunda!”
Menghiburmu dari ayah yang menuntutmu melafal makhraj secara sempurna

Kau akan belajar berbagai jenis peta
Mungkin seperti Bunda dulu, kau akan mengenal atlas anatomi dan Sobotta
Tapi mungkin kau tak pernah tahu Bundalah dulu yang meraut pensil-pensilmu
Menyeterika seragammu, mengecek PR-mu, saat kau lelap dibuai mimpimu

Kau tidak akan ingat berapa jumlah Alquran yang kausobek halamannya
Kau akan lupa saat tak bisa bersuci dan dari atas WC berteriak, “Sudah, Bunda!”
Kau tak mungkin ingat berapa charger tablet dan keyboard komputer yang kau rusakkan
Kau akan lupa pada perintah-perintah yang kau keluarkan bergantian

“Where’s my bag, Bunda?”
“Mau apel with no skin, Bunda!”
“Baca fairy book, Bunda!”
“Computer is broken, Bundaaaaaaaa!!!!”
(“It’s not. Coba di-refresh lagi. Di re-enter lagi. Nggak usah nangis!!!”)

Bunda menjahit kancing seragammu yang terlepas
Menungguimu bermain di hari yang panas
Mengantarmu masuk dan menjemputmu di luar kelas
Menyiapkan pengajian dan piknik, dari makanan, karpet/tikar, hingga piring dan gelas

Ah, Bunda sudah letih, Nak,
Mengingat tahun-tahun itu, selalu membuat mata berair dan dada sesak
Cepat atau lambat Bunda juga akan lupa semua semua ini
Tapi mungkin Bunda akan tetap mengingat satu janji

Nak, Bunda berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu
Bunda tak pernah lama menitipkanmu
Pada orang lain selain ayahmu, karena Bunda sangat tahu waktu yang menipu
Bahwa bukan Bunda yang pergi, Nak, suatu hari nanti kaulah yang akan meninggalkan Bunda

Nak, Bunda sangat tahu
Begitu banyak nama yang antri kau sebut dalam doamu
Tapi sisipkanlah, Nak, nama Bunda dalam sujud-sujud panjangmu
Doa yang pendek saja, yang satu itu

Robbighfir lii wali waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil

Doakanlah agar Allah menyayangi Ayah dan Bunda
Sebagaimana Ayah dan Bunda menyayangimu ketika engkau masih kecil
Doakanlah agar Allah tak meninggalkan Bunda
Sebagaimana Bunda tak pernah meninggalkanmu ketika engkau masih kecil

Doakanlah agar Allah senantiasa menyertai Bunda
Sebagaimana Bunda selalu membersamaimu pada saat kamu masih kecil

Doa itu, Nak, upah dari pekerjaan Bunda
Untuk sebuah pekerjaan istimewa
Menjadikan engkau sholih-sholihah bermanfaat bagi agama dan sesama
Upah atas sebuah profesi yang Bunda jalani sepanjang usia.

post script: Ah, kau bertanya lagi, “Mengapa membeli kue sekecil itu, Bunda? Mengapa bukan coklat seperti biasa? Mengapa ada hiasan di bagian atasnya? Untuk apa dibeli dan dan di mana?”
Ah, kau memang selalu ingin tahu dan banyak bertanya. Kue itu kita beli dalam acara Cake Sale untuk menyumbang Islamic School tempat kalian ngaji tiap Sabtu-Ahad, sehari sebelum Bunda *officially* berumur 36 tahun, 5 hari sebelum Bunda membuat tulisan ini… Begitulah kisah di  balik kue mini itu…

Nurisma Fira – Colchester, Essex, 27 Maret 2015

[nurismafira.wordpress.com]

Artikel ini merupakan kelanjutan dari Inilah 10 Penemu Besar Muslim yang Harus Anda Kenalkan pada Anak (Bagian Pertama)

Penemu Muslim yang Harus Anda Kenalkan pada Anak Bagian Kedua

#4 Az Zahrawi

Az Zahrawi bapak dokter bedahAnak ingin jadi dokter bedah? Tahukah dia siapa yang merancang pisau bedah, bor, gunting, dan 200 lebih alat bedah yang masih digunakan sampai sekarang?

Al Zahrawi adalah dokter bedah yang merancang banyak peralatan bedah pada abad ke-10. Hasil temuannya ini masih digunakan hanya dengan sedikit perubahan.

Buku Al Zahrawi yang berjudul Al Tasrif diterjemahkan oleh Barat dan menjadi panduan operasi di sekolah-sekolah kedokteran selama berabad-abad.

Belum lengkap rasanya anak ingin jadi dokter tapi tidak kenal penemu besar Islam yang satu ini. Al Zahrawi.

#5 Fathimah Al Fitri

Universitas pertama di dunia diciptakan oleh Fathimah Al Fitri, seorang muslimahEmansipasi wanita baru ada di Barat abad 19. Sementara sejak Islam lahir, kaum wanita sudah menjadi orang yang terpelajar dan terpandang. Contohnya saja Aisyah binti Abu Bakar. Beliau merupakan salah satu orang yang paling banyak ditanya tentang masalah kehidupan sehari-hari.  Bukan hanya oleh wanita, banyak laki-laki yang mengonsultasikan masalah padanya.

Tidak heran kalau 200 tahun kemudian, Fathimah Al Fitri bisa membuat universitas modern pertama di dunia. Universitas ini ada di kompleks masjid Al Qawariyin di Fez, Maroko. Sementara adiknya Maryam membuat universitas di Andalusia, Spanyol.

Kedua universitas ini menjadi kiblat bagi  dunia pendidikan modern. Bahkan pakaian mahasiswa ala Fathimah Al Fitri masih dipakai sampai sekarang. Toga yang berbentuk segi empat merupakan simbol dari Kabah.

Ingin anak perempuan Anda rajin belajar? Ceritakanlah kisah Fathimah Al Fitri sebelum ia tidur.

#6 Ibnu Al Haytham: Bapak Optik

Camera Obscura Ibnu HaythamPernahkah anak Anda bertanya bagaimanakah kita bisa melihat? Bagaimanakah Allah membuat mata kita bisa bekerja? Pertanyaan ini yang berhasil dijawab oleh Ibnu Al Haytham. Hasil penelitiannya ini yang menjadi dasar kerja kamera yang ada di ponsel Anda saat ini.

Karya besarnya, Al Manazir, diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi berjudul Book of Optics. Ibnu Al Haytham dikenal di Barat dengan nama Alhazen. Ia sangat memengaruhi pola pikir ilmuwan-ilmuwan Barat seperti  Roger Bacon, Leonardo Da Vinci, dan Keppler. Bahkan sampai sekarang isi bukunya masih sering dikutip oleh professor-profesor sebagai karya yang masih akurat.

Penemuannya adalah camera obscura. Cahaya yang menyinari lubang kecil di ruangan gelap akan memproyeksikan film negatif, seperti kamera dan film di bioskop. Camera sendiri berasal dari bahasa Arab “Qamara” yang berarti kamar.

Anak Anda senang fotografi dan film? Ceritakanlah kisah hidup Ibnu Al Haytham, Sang Bapak Optik Dunia.

#7 Ibnu Battuta: Sang Penjelajah Dunia

Perjalanan Ibnu BattutaAnak Anda senang berjalan-jalan? Senang berpetualang? Kenalkanlah pada Ibnu Battuta.

Ibnu Battuta hidup pada abad ke-14. Pada usianya yang baru 21 tahun, Ibnu Battuta berkelana selama 29 tahun. Ia telah mengunjungi 44 negara, mulai dari  Afrika, Mesir, Suriah, Persia, Teluk Arab, Anatolia, Turkistan, Afghanistan, India, Maladewa, Srilanka, Bengal, Sumatera, Tiongkok, Sardinia, dan Spanyol.

Perjalanannya ini bertujuan untuk berdakwah. Bukan untuk menguasai dan menjajah daerah yang ia kunjungi. Ibnu Battuta menyebarkan kebenaran di tiap daerah yang ia kunjungi.

Dari petualangannya ini, Ibnu Battuta membuat buku berjudul Ar-Rihlah. Dengan membaca buku ini, kita bisa tahu sisi sejarah Islam yang sekarang sudah tertutupi.

[cahayaquran.com]

ANAK kecil ini hebat, namanya Rasyad asal Kuwait, usia 7 thn, putera tunggal milyuner Kuwait. Saat ini ia terbaring di rumah sakit, 23 hari opname tanpa ditemani Papa Mamanya yg kebetulan sibuk dgn pekerjaannya.

Hari ke-23, Papa Mamanya dtg menjenguk & meminta maaf krn tak sempat mendampinginya. Papa mamanya menghiburnya sambil berkata: “Papa mama sibuk utk mempersiapkan masa depanmu sayang.”
Papa mamanya menunjukkan foto2 proyek & rumah yg tengah dibangunnya utk dirinya kelak, di samping rmh yg tengah di tempatinya skrg.

Anak ini tersenyum & bertanya: “Siapa yg bisa menjamin hari esok saya masih hidup Papaku & Mamaku?
Siapa yg menjamin semua yg Papa Mama miliki saat ini adalah utkku?
Dan apa manfaat smua yg Papa Mama miliki tp tak ditempati?”

Anak yg baru sekolah di kelas Madrasah lbtida’iyah ini pun akhirnya menghembuskan nafasnya yg terakhir dgn senyuman yg betul2 “memukul” hati org tuanya. Apa yg terjadi pd org tuanya selepas wafatnya ananda tercintanya merupakan kisah yg tak kalah mengharukan.

Stlh anak kecil itu dikuburkan, rmh tangga menjadi senyap, sesekali terdengar isak tangis, tangis kesedihan bercampur penyesalan. Kesedihan mendalam memang seringkali ditandai dgn diam, walau tak jarang juga ditandai dgn teriakan umpatan kesedihan / jeritan duka.

Hari2 berlalu dgn evaluasi kehidupan pasangan ini. Sayangnya, evaluasi yg dilakukan bkn didasarkan pd kedewasaan pikir & kematangan emosi.
Si suami menyalahkan si istri yg ikut2an berkarir shg melupakan tugas utama seorg ibu yg menjadi “taman surga” bagi anaknya.

Si istri menyalahkan suami yg setiap hari bicaranya hanya soal duit, duit & duit. Pertengkaranpun memuncak, si suami menjatuhkan talak satu untuknya.
Si istri menjerit & membanting smua yg ada di sekitarnya, termsk foto keluarga yg ada di sampingnya.

Foto itu adalah foto dirinya, suaminya & anaknya yg sedang tersenyum di suatu taman yg pernah dikunjunginya.
Foto itu baru saja dipasang satu bln seblm Rasyad sang anak msk rmh sakit. Foto itu dilemparkan, kacanya pecah berserakan, sebagian mengenai wajah sang suami. Tak sengaja, di balik foto itu ada tulisan anaknya, berbunyi: “Mama Papa, semoga kita bertiga senantiasa menyatu spai di akhirat kelak.”

Suami istri ini akhirnya terdiam, lama saling memandang, akhirnya terlarut dlm tangisan jiwa yg mendlm.
Merekapun saling mendekat, kemudian saling merangkul. Suaminya berbisik: “Kita tdk blh berpisah. Kita hrs bersatu selalu, dgn anak kita, spai ajal menjemput kelak.”

Stlh mereka rujuk, ada perubahan mendasar dlm kehidupan mereka. Perubahan yg secara tiba2 krn suatu peristiwa luar biasa yg menyentuh diri shg menjadi landasan pacu titik balik kehidupan dlm psikologi disebut dgn epifani.

Konsep kehidupannya yg awalnya adalah kerja, kerja & kerja berubah menjadi ibadah, ibadah & kerja.

Sejak saat itu definisi hidupnya berubah dr “having mood” menjadi “being mood”.
Having mood adalah perasaan bangga krn memiliki walau tdk bisa menikmati & memanfaatkan,
sementara being mood adalah merasa bangga & bersyukur dgn apa yg dijalani walau tak byk yg dia miliki.

Org yg punya 10 mobil tp yg digunakan hanya satu saja & merasa nyaman dgn kepemilikan itu pdhal tdk digunakannya maka ia terjangkit penyakit “having mood.”
Sementara yg tdk punya mobil, tp menikmati hari2nya dgn naik taksi atau mikrolet maka ia tipe org bahagia dgn “being mood.”
Kita msk yg mana?

Org tua Rasyad ini kemudian mewakafkan bbrp rmh & cottage yg dimilikinya utk menjadi madrasah & pusat kegiatan agama yg diberi nama :

Rasyad Foundation

.

Siapakah penemu dan innovator yang anak Anda kenali? Adakah tokoh muslim di dalamnya?

Kalau  mendengar peradaban Islam, banyak yang membayangkan sesuatu yang kuno dan ketinggalan zaman. Imej modern bagi banyak orang itu ada di Barat. Apa akibatnya bagi anak Anda?

Bisa jadi ia merasa agamanya tidak keren, kuno, dan ketinggalan zaman. Mungkin alam bawah sadarnya akan berpikir seperti ini, “Kalau mau selamat di akhirat ya harus belajar agama Islam, tapi kalau mau sukses di dunia harus ngekor ke Barat.”

Kebanggaan akan agama dan identitasnya yang sejati menjadi terkikis karena tak mengenal penemu-penemu keren dari peradaban Islam.

Namun tahukah kalau Islam punya banyak penemu keren? Orang-orang ini adalah peletak fondasi peradaban modern saat ini. Ceritakan biografi tokoh besar  Islam pada anak. hasilnya mereka akan bangga pada agamanya dan termotivasi untuk berkarya seperti para penemu ini.

Berikut ini 10 penemu Muslim yang harus Anda kenalkan pada anak :

#1 Abbas bin Firnas: Sang Penerbang Pertama

Abbas-bin-Firnas-manusia-pertama-yang-menciptakan-pesawat-terbang

Siapakah manusia pertama yang berhasil terbang? Kebanyakan akan menjawab Wright Bersaudara. Namun lebih dari 1000 tahun sebelum Wright Bersaudara menciptakan pesawat, Abbas bin Firnas sudah berhasil terbang di udara.

Abbas bin Firnas senang memperhatikan ciptaan Allah di langit. Ia memperhatikan betapa menakjubkannya kebesaran Allah yang menerbangkan burung-burung di udara. Ini yang memotivasi Abbas bin Firnas untuk bisa memahami kebesaran Allah di langit.

Abbas bin Firnas berhasil terbang selama lebih dari 10 menit. Jauh lebih lama dari penerbangan pertama Wright Bersaudara 1 milenium kemudian yakni 12 detik.

Abbas bin Firnas bukan hanya berkarya dalam penerbangan. Ia dikenal juga sebagai ahli sastra, musik, dan astronomi.

Di Cordoba, Spanyol, masih berdiri patung Abbas bin Firnas untuk menghormati karya dan dedikasi beliau terhadap dunia kedirgantaraan.  Jika anak Anda menyukai burung, pesawat, dan angkasa, menceritakan kisah Abbas bin Firnas menjadi satu keharusan. Siapa tahu kelak ia bisa seperti BJ Habibie.

#2 Al Jazari: Sang Insinyur Mesin

jam-gajah-ciptaan-Al-Jazari-untuk-menentukan-waktu-shalatKetepatan waktu dalam Islam sangatlah penting. Sebagai seorang insinyur mesin, Al Jazari mengembangkan jam yang bisa digunakan untuk menentukan waktu shalat, puasa, dan haji.

Karya besarnya adalah jam gajah yang bisa mengukur waktu dengan akurat. Ia mempelajari  bagaimana air yang mengalir bisa digunakan untuk menggerakkan jam dengan akurasi yang cukup tinggi.

Al Jazari juga ingin mempermudah umat Islam berwudlu. Ini mendorongnya untuk membuat mesin pompa air. Berkat Al Jazari, orang-orang di Turki abad ke-12 mampu beribadah dengan lebih nyaman.

Jika anak Anda ingin menjadi ahli permesinan, kenalkanlah Al Jazari. Karyanya membuat dia terkenal di dunia sekaligus menjadi bekal amal di akhirat.

#3 Ibnu Sina: Bapak Kedokteran

Anak Anda ingin jadi dokter? Ceritakan kisah Ibnu Sina pada anak Anda.

Ibnu  Sina  mampu  melakukan berbagai operasi bagi orang yang sakit. Salah satu yang terkenal adalah  operasi tulang. Padahal ia hidup di abad ke-11 saat teknologi belum semaju sekarang.

Ibnu-Sinna-sang-dokter-peletak-ilmu-kedokteranKaryanya Al Qanun fi at-Tibb menjadi rujukan bagi dunia kedokteran sampai akhir abad ke-19. Buku ini diterjemahkan menjadi Canon of Medicine dan menjadi dasar bagi kedokteran Barat saat ini.

Ibnu Sina tidak membatasi dirinya hanya dalam bidang kedokteran saja. Ia sangat prihatin melihat takhayul dan mitos yang ada di masyarakat.

Ini yang mendorongnya untuk mempelajari logika sains di balik fenomena alam. Ia mempelajari asal-muasal air dan pembentukan awan. Ia membuat buku tentang batu dan mineral serta meteorology. Ia mencari tahu bagaimana gunung terbentuk dan juga penyebab gempa bumi.

Apakah anak Anda banyak bertanya tentang alam di sekitarnya? Ceritakanlah kisah Ibnu  Sina padanya.

Baca selanjutnya : http://ift.tt/1H1L1eY

[cahayaquran.com]

Ada seorang TUKANG BECAK RENTA, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim).
Setiap hari Jum’at, ia mengGRATISKANkan tarif becaknya, dengan niat SHODAQOH..

Suatu kali, pada hari Jum’at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya.
Pria itu naik becak jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang 20ribu, tetapi langsung ditolak sama bapak tukang becak, beliau bilang :

Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki..
(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..).

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih.
Pekan berikutnya, pada hari jumat pula, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum’at lalu.
Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum’at lalu, untuk tarif becaknya.
Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan 
tenang :

Insyaallah.. Kulo ikhlas pak.. Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang.
(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak.. Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..).

Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu menimpali :

Lha kalau begini terus, Istri, dan Anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!
Tukang becak itu pun menjawab :
Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum’at kula shodaqoh ngeten niki..“.
(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum’at saya bershodaqoh dengan cara ini..)
Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum’at saja..!?” Tanya si penumpang memastikan.
Nggeh, Pak
Rumah bapak dimana?” Tanya penumpang penasaran..
Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank..“.
(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)

Hari pun berlalu, dan di hari Jum’at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu.
Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.
Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.
Hatinya tergetar…
batinnya menangis..
betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah s.w.t, malah jarang bersimpuh kepada-Nya.
Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..
Ia pun mencium tangan wanita tua itu, lalu meminta idzin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian.

Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum’at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?
(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum’at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?)”
Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah s.w.t anugerahkan kepada saya.
Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu..
==============
Masya Allah..
sungguh maha pemurah Allah s.w.t yang membalas kebaikan-kebaikan kecil, dengan kebaikan-kebaikan yang lebih besar.
==============
Jika menurut Anda kisah nyata ini bermanfaat, maka jangan biarkan sedikit pengetahuan yang insyaallah mengandung hikmah ini hanya dibaca disini saja, bagikan kisah ini dengan Klik SHARE/BAGIKAN.
:::::SEMOGA BERMANFA’AT. SHARE .. biar berguna (dakwah walau satu ayat)

Alkisah seorang sahabat bernama Sya’ban RA. Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat – sahabat yang lain. Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid. Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah senderan atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah. Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tersebut termasuk saat sholat berjamaah.

Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa. Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun bertanya kepada jemaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA. Namun tak seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban RA. Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang. Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Selesai sholat subuh, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya apa ada yang mengetahui kabar dari Sya’ban RA. Namun tak ada seorangpun yang menjawab . Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya lagi apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban RA. Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA. RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang khawatir terjadi sesuatu dengan Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumah Sya’ban RA.

Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam dan rombongan sebelum sampai ke rumah yang dimaksud. Rombongan Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha
( kira-kira 3 jam perjalanan). Sampai di depan rumah tersebut beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengucapkan salam.
Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut.

“Benarkah ini rumah Sya’ban RA?” Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. “
Bolehkah kami menemui Sya’ban RA, yang tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” .
Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab:
“ Beliau telah meninggal tadi pagi”
InnaliLahi wainna ilaihirojiun…SubhanalLah, satu – satunya penyebab dia tidak solat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya….

Beberapa saat kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam
“ Ya Rasul ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing – masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Di masing – masing teriakannya dia berucap kalimat

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun melantukan ayat yang terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 yang artinya:
“ Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam “

Saat Sya’ban RA dalam keadaan sakratul maut… perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala . Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala . Apa yang dilihat oleh Sya’ban RA ( dan orang yang sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yang lain.

Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban RA melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke Masjid untuk sholat berjamaah lima waktu. Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah – langkah nya ke Masjid. Dia melihat seperti apa bentuk sorga ganjarannya.

Saat melihat itu dia berucap:

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban RA, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak dan sorga yang didapatkan lebih indah.

Dalam penggalan berikutnya Sya’ban RA melihat saai ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin. Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dinginyang menusuk tulang. Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju. Sya’ban RA sengaja memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar. Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yang kena hanyalah baju yang luar, sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dengan baju yang lebih bagus.

Dalam perjalanan ke tengah masjid dia menemukan seseorang yang terbaring kedinginan dalam kondisi yang mengenaskan. Sya’ban RA pun iba , lalu segera membuka baju yang paling luar dan dipakaikan kepada orang tersebut dan memapahnya untuk bersama – sama ke masjid melakukan sholat berjamaah. Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.

Sya’ban RA pun kemudian melihat indahnya sorga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.
Kemudian dia berteriak lagi :

“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “

Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban RA. Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yang begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.

Berikutnya Sya’ban RA melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci sudah tentu mengetahui sebesar apa ukuran roti arab (sekitar 3 kali ukuran rata-rata roti Indonesia). Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta diberikan sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal tersebut , Sya’ban RA merasa iba . Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar, demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.

Kemudian mereka makan bersama – sama roti itu yang sebelumnya dicelupkan susu , dengan porsi yang sama… Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian memperlihatkan ….ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dengan sorga yang indah. Demi melihat itu diapun berteriak lagi:

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Sya’ban RA kembali menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat sorga yang lebih indah.

Masyaallah,

Sya’ban bukan menyesali perbuatannya,
tapi menyesali mengapa tidak optimal.
Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas …konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia. Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan.

Sering sekali kita mendengar ungkapan – ungkapan berikut :
“ Sholat Isya berjamaah pahalanya sama dengan sholat separuh malam”
“ Sholat Subuh berjamaah pahalanya sama dengan sholat sepanjang malam”
“ Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan isinya”

Namun lihatlah Masjid tetap saja lengang dan terasa longgar. Seolah kita tidak percaya kepada janji Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Mengapa demikian?

Karena apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu tidak terlihat oleh mata kita pada situasi normal. Mata kita tertutupi oleh suatu hijab. Karena tidak terlihat, maka yang berperan adalah iman dan keyakinan bahwa janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah meleset.

Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuka hijab itu pada saatnya. Saat ketika nafas sudah sampai di tenggorokan….

Sya’ban RA telah menginspirasi kita bagaimana seharusnya menyikapi janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Namun ternyata dia tetap menyesal sebagaimana halnya kitapun juga akan menyesal. Namun penyesalannya bukanlah sia – sia. Penyesalannya karena tidak melakukan kebaikan dengan optimal…..

Mudah-mudahan kisah singkat ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengarungi sisa waktu yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita. Dan mari kita berdo’a semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kita kekuatan untuk melakukan sebaik, bahkan lebih baik dari pada apa yang dilakukan oleh Sya’ban RA…

Aamiin

Di dalam sebuah forum yang dihadiri ribuan orang, seorang pemuda Kristen bertanya kepada DR Zakir Naik. “Namaku adalah Yosef. Aku punya dua pertanyaan. (Pertama) kenapa semua pria muslim diperbolehkan menikahi empat wanita?”

“Quran adalah satu-satunya kitab suci di muka bumi yang berkata ‘Nikahilah hanya satu’” DR Zakir Naik mulai menyampaikan jawabannya, “Kau baca Bibel, baca Rama, baca Mahabarata, baca Wedha, tidak ada kitab suci di muka bumi yang berkata ‘nikahilah hanya satu’ kecuali Quran.”

Jika kau membaca Ramayana, kitab Hindu, ayah dari Shri Rama mempunyai lebih dari satu istri. Jika kau membaca Mahabarata, Shri Krishna, berapa banyak istri yang dia punya? 4, 10, seribu, 10 ribu? Yang benar 16.108 istri. Shri Krishna memiliki 16.108 istri, jadi mengapa muslim tidak bisa memiliki 4 sebagai batas maksimal? Jika kau membaca Perjanjian Lama, dikatakan bahwa Solomon memiliki 700 istri, Abraham mempunyai 3 istri. Jadi Perjanjian Lama berkata bahwa kau bisa menikahi sebanyak mungkin istri yang kau mau. Begitu juga dengan Perjanjian Baru yang mengatakan kau harus mengikuti Perjanjian Lama. Jadi dalam Hinduisme, dalam kekristenan, dalam Yudaisme, kau bisa menikahi sebanyak yang kau mau.”

Setelah menjelaskan pandangan kitab suci banyak agama, DR Zakir Naik lalu mengungkapkan perubahan keputusan yang dilakukan oleh lembaga agama baik gereja maupun di India.

DR Zakir Naik kemudian menjelaskan tentang ayat yang memperbolehkan poligami serta menjelaskan dari aspek sosiologi dan medis mengapa poligami diperbolehkan dalam Islam.

Setelah selesai menjawab pertanyaan pertama itu, DR Zakir Naik mengkonfirmasi Yosef apakah jawabannya telah membuatnya puas. Di luarg dugaan, pemuda yang sempat menginterupsi DR Zakir Naik itu menyatakan puas dengan jawaban beliau. (bersamadakwah/perimuslim)

Para pemirsa Muslim pasti mengenal sosok Ustadz M Nur Maulana yang setiap pagi berceramah dalam program Islam itu Indah di sebuah televisi swasta.

Seperti dilansir halaman Fanpage Facebook, Front Pembela Islam – FPI, Ustadz Maulana dalam ceramahnya, pada Senin (9/11/2015), pagi tadi melontarkan sebuah pernyataan yang tidak sepantasnya terucap dari mulut seorang dai. Saat menyinggung sebuah perkara kepemimpinan, pernyataan Ustadz Maulana justru menabrak syariat Islam.

“Ah agamanya beda? kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama. Jadi kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? jadi berbicara seperti ini jangan ada black campaign,” tutur Ustadz Maulana dengan lugas.

Menyikapi hal tersebut, laman Fanpage FPI menyampaikan nasihat terbuka tentang haramnya memilih pemimpin kafir.
“Kita ingatkan secara terbuka kepada Ustad artis itu, bahwa memilih pemimpin Non Islam adalah diharamkan oleh Allah SWT :

DALILNYA :

Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kuffar menjadi wali/pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (QS ALI IMRAN : 28).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS AL MAA-IDAH : 51).

Adapun orang-orang yang kuffar, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS AL ANFAAL : 73).

Semoga kritik dan nasihat dari FPI tersebut didengar Ustadz Maulana dan ia segera bertaubat dari kesalahannya.

Publik khususnya melalui media sosial beberapa pekan ini dibuat resah dan tidak nyaman dengan penista Agama Islam yang dilakukan oleh oknum yang belum diketahui siapa penyebarnya?

Dengan memuat foto Babi menggigit Mushaf Al Quran membuat muslimin geram dibuatnya. Penistaan agama dengan gambar babi mengigit Al quran, setelah dilacak gambar tersebut pertama kali di unggah di akun Facebook Akbar dan Stefanus di sebuah grup facebook kota Magelang. Setelah diselidiki dan dipelajari di pengguna akun Facebook Akbar jg ditemukan foto simbol simbol-simbol komunis.

Screenshot_6

Alhamdulillah malam hari tadi tanggal 8 November 2015 pelaku sudah tertangkap dan hari ini tanggal 9 November 2015, Laskar FJI dan beberapa ormas islam yang juga dihadiri perwakilan Mualaf Center Magelang mendatangi Polres Magelang. DPP FJI bersama ormas ormas Islam lain di Magelang, mengadakan audensi dgn Bp Kapolres Magelang.

Dalam Pernyataan siang ini tadi mengemukakan sikap salah satunya akan mengawal.dan memastikan agar pelaku dihukum seberat beratnya, Jika perlu sampai Mati! Dan dua pelaku yang sudah diserahkan kepada pihak aparatur setempat (Polres Magelang), sempat di dakwahi dan akhirnya menyesal dan di syahadatkan, prosesi syahadat di bimbing oleh Ayahanda Ust Umar Said di hadapan Kapolres Magelang beserta jajarannya dan saksi saksi hadir dari ormas ormas islam.

Dari kejadian ini , kita dapat mengambil hikmahnya, bagi para penista dan pembenci islam seperti yang dilakukan dua oknum yang tidak mempunyai adab yang baik tersebut, umat islam akan mengambil tindakan tegas, akan mencari dan akan ditindak lanjuti.

Semoga ini menjadi pelajaran, bagi siapapun untuk saling menghormati dan tidak saling menghina. Bedakan antara yang haq dan yang bathil, bedakan meluruskan dan menghina.. Sungguh indah dan mulia Diinul Islam.

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”(Al-An’am :108).

Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya

Sumber : Team Muslim
Mualaf Center Yogyakarta

Rektorat Universitas Brawijaya Malang dikejutkan oleh beredarnya pamflet kegiatan berjudul“Brawijaya International Youth Forum 2015” yang dinilai bermuatan nilai LGBT (Lesbian, Homoseksual, Biseksual dan Transgender).

Kegiatan yang sejatinya dilaksanakan pada 10-11 Nopember di hotel Swiss-Bell inn, Malang ini ditolak dan diberhentikan oleh rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri MS.

“Alasannya ya itu tidak cocok, wong disini orang beragama semua kok,” ujar Beni Widodo, protokoler rektor UB kepadahidayatullah.com, Sabtu (07/11/2015).

Saat ditanya mengenai izin kegiatan tersebut, Beni mengatakan bahwa pihak kampus, baik Dekan sebagai penanggungjawab, tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan yang diprakasai oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu.

“Tidak pernah, gelap itu. Ya tidak mungkin, aneh-aneh saja. Itu dari Fisip, kita kecolongan,” jelas Beni.

“Kalau sampai diizinkan, sak Brawijaya bisa demo. Lagipula apa kontribusinya bagi UB, tidak ada,” tambahnya.

Menurut Beni, pihaknya menyesalkan adanya kegiatan tersebut, apalagi disana tercantum logo kampus Universitas Brawijaya.

“Yang jelas pak rektor sudah menolak dan mengharap acara itu diberhentikan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam pamflet acara seminar dan focus group discussion tersebut rencananya akan dihadiri oleh Dicky Komar (Dirjen HAM dan Kemanusiaan Kementrian Luar Negeri), Frank Lange (Philoshoper University of Frankurt), DR. Dede Utomo (Aktivis LGBT dan calon kuat Komisioner Komnas HAM), dan Yuli Rustinawati (Representatif dari Gerakan LGBT arus Pelangi).

Aktris sekaligus penyanyi cantik Dewi Sandra sempat heran dan bertanya-tanya bagaimana bisa pasangan suami-istri menjalani praktik poligami dengan baik.

“Saya juga awalnya bertanya, ‘kok bisa (poligami)?’ Ternyata memang bisa,” ujar Dewi ketika ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu (08/11/2015).

Mantan istri Glenn Fredly tersebut pun memahaminya setelah ia melihat sendiri teman-temannya menjalani praktik poligami dengan tujuan dan cara yang benar.

Dewi Sandra Poligami ?

Pemahamannya bertambah ketika ia berperan sebagai Fisha dalam Film Air Mata Surga.

Dalam film tersebut Fisha dikisahkan sebagai seorang istri yang meminta sang suami untuk berpoligami demi suatu tujuan mulia.

Meskipun demikian, menurut Dewi, poligami tak ditujukan bagi semua orang.

“Perlu digarisbawahi, poligami bukan buat setiap orang. Poligami cuma buat orang-orang yang bisa menjalaninya dengan benar,” ucap Dewi.

Pada akhirnya, Dewi mengatakan dirinya tak menentang poligami. Apalagi, Agama Islam yang dianutnya pun memperbolehkan praktik tersebut.

“Saya tak bilang menentang karena, kalau saya bilang menentang, berarti saya menentang Allah,” ucapnya.

Akan tetapi, Dewi meyakini harus ada aturan tertentu dan seorang suami hendaknya tak sembarang melakukannya.(*)

Dua hari terakhir ini jagad dunia maya heboh. Pasalnya ada mualaf remaja asal Korea yang mengunggah foto-foto selfie di instagram. Bukan sekadar selfie biasa tapi gadis 20 tahun ini seolah memproklamirkan pada dunia tentang keislamannya. Ya…ia adalah Ayana Moon yang tampil memakai hijab.

Seperti kita tahu, demam Korea melanda tidak hanya Indonesia tapi hampir seluruh dunia. Walhasil masuk Islamnya Ayana yang memang cantik dan terkenal, cukup membuat heboh para netizen. Banyak yang kemudian membagi tautan berisi foto-foto Ayana yang berhijab. Gadis kelahiran 28 Desember 1995 ini masuk Islam ketika masih duduk di bangku setingkat SMU di Korea.

Mengunggah puluhan fotonya dalam balutan hijab di instagram @xolovelyayana, Ayana mendapat simpati dan perhatian dari banyak netizen. Itu karena keputusannya menjadi mualaf merupakan langkah drastis mengingat ia adalah satu-satunya yang memeluk Islam di keluarganya. Selain itu populasi muslim di Korea sendiri juga hanya sekitar satu persen saja.

…Bukan sekadar selfie biasa tapi gadis 20 tahun ini seolah memproklamirkan pada dunia tentang keislamannya. Ya…ia adalah Ayana Moon yang tampil memakai hijab…

“Orang-orang Korea tak peduli dengan agama Islam tapi mereka menghormatinya. Meskipun tak bisa dipungkiri ada juga orang-orang yang membenci Islam,” ungkap Ayana ketika Netizen bertanya bagaimana sikap orang-orang Korea terhadap keislamannya.

Gadis bernama asli Ayana Jihye Moon ini dikabarkan sedang menempuh studinya di Universitas Islam Malaysia guna memahami Islam dengan lebih baik lagi. Terlihat, Ayana begitu bangga dengan hijabnya sebagai penegas atas identitasnya sebagai muslimah saat ini.

Masya Allah semoga makin banyak remaja putri yang terinspirasi dari langkah Ayana ini. Ia saja yang mantan anggota girlband dan cantik bisa mendapat hidayah dan mau berhijrah, tentu ini juga bisa dilakukan oleh jutaan pengagum trend Korea lainnya. Dan satu lagi, Ayana terus mau belajar ilmu Islam agar dirinya semakin fakih fi-dien alias paham Islam dengan baik. Kalau Ayana saja bisa, bagaimana dengan kamu girls? (riafariana/dbs/voa-islam.com)

KEBANYAKAN kita sering mendengar tentang mimpi basah, akan tetapi hal itu erat sekali hubungannya terhadap kaum laki-laki. Bagaimana dengan kaum wanita? Apakah kaum wanita juga mengalami mimipi basah sama seperti laki-laki. Lalu bagaimana dengan hukumnya sendiri?

Dari Ummu Salamah, istri Nabi Muhammad SAW, ia berkata, “Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah, datang menemui Rasulullah SAW, ia kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu (untuk menyampaikan) kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika ia mimpi basah?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ya, jika ia melihat (adanya) air mani’,” (H.R. Al-Bukhari).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa wanita juga mengalami mimpi basah seperti laki-laki. Karena wanita mengeruarkan air mani seperti halnya laki-laki, dimana air mani inilah anak mirip ibu.

Begitupun dengan diwajibkannya mandi jika seorang wanita mengalami mimpi basah, seperti lahnya laki-laki mandi wajib setelah mengalami mimpi basah. []

Sumber: Fikih Hadis Bukhari-Muslim/Abdullah Alu Bassam/Ummul Qura

Dakwah Jateng – Dakwah bisa di mana saja, dan semua orang juga punya hak menerima dakwah ini, disinilah HTI Semarang menggagas dakwah kreatif yang merakyat dan langsung dirasakan grass root, termasuk pengunjung di area Car Free Day Simpang Lima Semarang yang ramai dikunjungi masyarakat semarang dan sekitarnya, digelar setiap ahad pagi

Dakwah Kreatif HTI Semarang

Mengupas problematika aktual yang dihadapi umat dan negeri ini, hingga ke solusi tuntas yang ditawarkannya. Acara Talkshow ini dikemas dengan Unik, didampingi lantunan Lagu Lagu religi Orkes Dakwah (OD), besutan mantan mantan anak band yang menjadi Aktifis HTI Semarang. Plus duet MC Kocak dan Cerdas dr Fauzan dan Agus Hadi. Tema yang diangkatpun selalu tema tema panas dan terkini, Paling aktual pada ahad pagi kmrn (1/11) diangkat tema Solusi Tuntas Atasi Bencana Asap.Jika Anda sempat ke Simpanglima pada ahad ke-1 dan ke-3, mampir saja, di Jl Pahlawan dekat eks videotron, Andajuga bisa berkontribusi pendapat dan pemikiran Anda.

Forum yg dikemas santai, rahat, gayeng, plus bumbu orkes dakwah, semoga bisa mewarnai lebih baik Simpanglima yang biasanya hanya untuk sendau gurau saja.

info terbaru dari Jawa Tengah Bersyariah Dakwah Kreatif HTI Semarang, Mengubah Jalanan menjadi Ajang penyadaran

loading...
Powered by Blogger.