Berita Islami Masa Kini (Beriman) TV, 5 Desember 2016

Massa berkumpul dalam aksi damai 2 Desember. Mereka membentangkan bendera hitam ukuran raksasa dengan tertib.

Terpantau di pusat aksi, yakni di depan Tugu Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016), bendera ini dibentangkan di atas kepala massa. Bendera itu diarak melewati mereka. Setelah bendera itu lewat, massa duduk kembali dengan tertib.

Terpantau, bendera hitam ini juga dibentangkan di Jalan MH Thamrin. Massa yang mengenakan baju putih terlihat berdiri memegang bendera.

Bendera hitam itu biasa disebut sebagai panji hitam Ar-Rayah. Bendera itu bertuliskan kalimat dalam bahasa Arab, berbunyi La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah.






Ikuti terus channel kami, subscribe di :
https://www.youtube.com/channel/UCcqh9eNSnE9L1o84KYKn8UA?sub_confirmation=1

Aksi Bela Islam II pada 4 November (Aksi 411) lalu disebut sebagai aksi terbesar dalam sejarah Indonesia. Rupanya, "rekor" itu tak bertahan lama. Aksi Bela Islam III yang digelar pada 2 Desember (Aksi 212) jumlah pesertanya lebih banyak lagi.

Menurut TV One, jumlah peserta Aksi 212 “jauuh” lebih banyak daripada Aksi 411. Sedangkan menurut Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), jumlah peserta Aksi 212 mencapai 7,4 juta orang.

Memanfaatkan aplikasi Google Earth, GNPF-MUI memperkirakan jumlah peserta Aksi 411 adalah 2.245.200 orang. Sedangkan untuk peserta Aksi 212, selain memanfaatkan Google Earth, GNPF-MUI juga merekap laporan peserta dari tiap-tiap elemen umat Islam di berbagai daerah.

Az Zikra menyumbang peserta paling banyak dalam Aksi 212. Disebutkan, ada 6 juta jamaah pimpinan Ustadz Arifin Ilham yang hadir. Ciamis dan Tasik mencapai 100.000 orang. Depok raya 35.000 orang. Sedangkan Bogor raya mengirimkan 30.000 ribu orang.

Seperti diketahui, peserta Aksi 212 tidak bisa ditampung Monas yang hanya berkapasitas 800 ribu orang. Peserta pun tampak meluber hingga Patung Kuda dan Cempaka Putih.




loading...
Powered by Blogger.