Dakwah Jateng - Kunjugan Yang Mulia Raja Saudi King Salman bin Abdulazis Al Saud ke Indonesia yang masih menumpuk banyak pertanyaan tentang misi kunjungan Raja sesungguhnya dan belum terjawab, kembali dihantam deras oleh informasi dan berita disebuah media on line yang diposting pagi tadi pukul 05.55 WIB yang menyatakan bahwa Ahok akan turut serta menyambut kedatangan Raja Salman bersama Presiden Jokowi atas undangan istana. Sungguh pemberitaan ini mengagetkan, mendadak dan sangat tidak patut terjadi.

King Salman bin Abdulaziz Al Saud adalah penguasa dan pemimpin tertinggi negara Saudi Arabia yang menjadi asal muasal dan titik awal lahirnya Islam. Disanalah Islam lahir, bertumbuh dan berkembang hingga menyebar keseluruh sudut dunia. King Salman juga identik dengan Islam karena Pemimpin tertinggi Saudi itu adalah penjaga dua kota suci umat Islam yaitu Mekkah dan Medinah. Mekkah adalah kota tujuan umat muslim seluruh dunia untuk menyempurnakan keislamannya. King Salman justru menjadi identik sebagai pemimpin Islam meski gelar itu tidak pernah ada namun King Salman adalah pemimpin yang disegani dan dihormati serta dimuliakan oleh dunia.

Kita melihat bagaimana sibuknya pemerintah mempersiapkan acara penyambutan terhadap kedatangan Raja Salman dengan segala keperluan Raja. Pemerintah bekerja keras untuk mempersiapkan segala permintaan pihak Saudi untuk memenuhi standar pelayanan dan standar kebututuhan Raja Salman. Indonesia bekerja keras bahkan tidak pernah mempersiapkan penyambutan kepala negara lain seperti mempersiapkan penyambutan kedatangan Raja Salman kali ini. Kita patut apresiasi kerja keras tersebut karena memang kedudukan Raja Salman sebagai pemimpin sebuah negara patut menerima itu semua.

Namun kesalahan yang harus saya sebut dengan kebodohan harus terjadi dan merusak serta menodai semua upaya keras pemerintah untuk menunjukkan rasa hormat kepada Saudi dan Raja Salman yaitu diundangnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam rombongan bersama Presiden Jokowi yang akan menyambut secara langsung Raja Salman di Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta. Inilah noda hitam yang ditumpahkan pemerintah kepada kerja kerasnya menyambut Raja Salman.

Kehadiran Ahok nanti dalam penyambutan Raja Salman bersama Presiden adalah sesuatu yang tidak layak dilakukan oleh pemerintah, karena Ahok berstatus TERDAKWA PENODAAN AGAMA ISLAM, yaitu Agama yang dianut oleh Raja Salman yang datang dari negara asal Agama Islam. Selain itu, mengikut sertakan seorang terdakwa dalam rombongan penyambutan seperti ini bersama presiden adalah bentuk rasa tidak menghormati dan bahkan bisa dikategorikan sebagai sebuah sikap menghina bagi Raja Salman dan hinaan bagi pemerintah sendiri karena ternyata status terdakwa adalah status biasa dan tidak menjadi sebuah masalah bahkan terdakwa bisa satu mobil dengan presiden. Tidak sepatutnya Ahok turut serta dalam rombongan penjemput Raja Salman apapun alasannya, meski sebagai Gubernur karena status terdakwa Ahok adalah atas ketetapan negara dan negara saat ini yang sedang berupaya untuk menghukum Ahok sebagai pelaku penodaan agama. Lantas mengapa pemerintah menjadi tidak menghormati tugas negara?

Mestinya pemerintah bersikap lebih menunjukkan penghormatan kepada Raja Salman yang agamanya dinodai oleh Ahok. Betapa ternyata demi sebuah kepentingan politik, rejim ini mampu dan tega tidak menghormati Raja Saudi serta menghinakan diri dengan menyertakan seorang terdakwa menyambut tamu besar yang agamanya dinodai sang terdakwa. Anda sehat tuan presiden?

Penulis  :  Ferdinand Hutahaean
sumber : RUMAH AMANAH RAKYAT

editor : yoyo



Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz menimbulkan cukup banyak kehebohan. Mulai dari jumlah rombongan yang dia bawa, persiapan keberangkatan dan penyambutan, dan masih banyak lagi. 
Dalam kunjungan ke Indonesia setelah 47 tahun berlalu, Raja Salman berencana akan membawa 25 orang pangeran. Seperti yang sudah diketahui, Pangeran Arab Saudi tersohor, karena paras mereka yang amat rupawan dan mampu mengalihkan perhatian para wanita.
Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma saat ini tengah bersiap menyambut kedatangan sang Raja dengan 1.500 orang rombongannya. Raja Arab Saudi dijadwalkan akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada hari Rabu, 1 Maret 2017 nanti. 
Sementara para pangeran akan tiba terlebih dulu Selasa (28/02) besok. Para pangeran ini diangkut oleh pesawat berbadan lebar Boeing 777 dan dua pesawat berbadan sedang Boeing 737-800.
Beberapa foto pengeran Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia telah menyebar di berbagai sosial media. Setidaknya ada 3 orang Pangeran Arab Saudi yang telah diketahui dari 25 pangeran yang berlibur ke negeri pertiwi. 
Siapa saja mereka? KapanLagi.com® telah merangkum daftarnya untuk kamu. Simak yuk!

1. Pangeran Fahad bin Faisal Al Saud

Pangeran Fahad, technopreneur yang sempat bekerja sebagai Kepala Departemen Operasional Facebook © infoteratas

Pangeran muda dan tampan ini adalah cucu dari saudara Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. Pangeran Fahad merupakan lulusan Stanford University di bidang teknik mesin. Meski berasal dari keluarga kerajaan Pangeran Fahad memilih untuk bekerja di perusahaan raksasa teknologi Facebook pada tahun 2009. Pangeran satu ini juga menjadi salah satu technopreneur sukses di Timur Tengah. Pangeran Fahad memiliki ide yang berbeda dari pangeran lainnya, yakni mengenalkan teknologi dan penggunaan Facebook untuk masyarakat Arab Saudi.
 
 2. Pangeran Abdullah bin Mutaib bin Abdul Saud

Pangeran Abdullah, penunggang kuda yang memenangi medali perunggu Olimpiade © infoteratas

Pangeran satu ini merupakan peringkat pertama dari seluruh pangeran Arab Saudi, jika berurusan dengan ketampanan. Peringkat pertama ini didapatkannya pada tahun 2011. Pangeran Abdullah yang lahir di London pada 13 Oktober 1984 lalu ini, merupakan seorang atlet penunggang kuda kerajaan. 
Karena hobinya ini, anak dari Mutaib bin Abdullah ini sering berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan menunggang kuda. Bahkan, pangeran berparas imut ini sempat berkompetisi di Olimpiade Musim Panas Beijing pada tahun 2008 dan mendapatkan perunggu saat berlaga di Olimpiade London 2012.

3. Pangeran Mohammed bin Salman

Pangeran Mohammed, putra Raja Salman yang memegang rekor sebagai menteri pertahanan termuda di dunia © infoteratas

Nama pangeran satu ini pertama kali dikenal saat tragedi Mina tahun 2015 lalu. Pangeran berusia 31 tahun ini merupakan menteri pertahanan termuda di dunia dan digadang-gadang menjadi penerus tahta Kerajaan Arab Saudi. 
Putra Raja Salman dari istri ketiganya ini pernah mengenyam pendidikan di King Saud University dan sempat menghabiskan 7 tahun di sektor swasta sebelum diangkat oleh ayahnya menjadi Menteri Pertahanan Arab Saudi.

 



Masih ingat dengan gembong narkoba Freddy Budiman yang telah dieksekusi mati pada 29 Juli 2016 lalu ? Kali ini, yang dieksekusi adalah bos besar dari Freddy Budiman yakni Pony Tjandra alias Akiong. Bedanya, Akiong bukan dieksekusi mati. Akiong yang divonis 20 tahun penjara, harta bendanya kemarin dieksekusi atau disita untuk negara. dengan menghadiri acara eksekusi harta benda milik Akiong di rumah mewahnya di kawasan Pantai Mutiara, Kapuk, Jakarta Utara, Senin (21/2). Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Jaksa Agung Prasetyo.

Rumah Akiong yang berada di kawasan elit Perumahan Pantai Mutiara Blok R, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara, sekilas dari depan seperti rumah mewah lainnya di Ibukota. Rumah tiga lantai itu memiliki arsitektur mediterania itu bercat putih dengan carport yang cukup menampung lebih dari dua mobil. Bagian depan terlihat seperti rumah di kawasan elit tersebut. Rimbunan pohon palem berdiri kokoh di halaman rumah. Sedangkan di lantai tiga yang setengahnya terbuka, juga ditanami tanaman untuk memperindang rumah senilai Rp 17 miliar tersebut.

Namun ketika memasuki rumah, terlihat berbagai lukisan yang menghiasi ruang tamu. Kemewahan mulai terasa. Furniture dan perabot rumah tangga berbahan kelas satu semua. Yang cukup mengagetkan, di bagian belakang rumah tersebut ternyata terdapat dermaga pribadi untuk bersandar kapal kecil yang langsung terhubung dengan laut Jakarta. Di dermaga itu terlihat jelas kemewahan Akiong. Kayu yang digunakan untuk lantai,berasal dari kayu besi yang tahan panas, hujan maupun air laut. Di sudut dermaga, terdapat dua motor boat yang diduga milik Akiong.

Di seberang dermaga terdapat kapal pesiar pribadi (Yacht) berukuran kecil yang bersandar di bagian belakang rumah yang berseberangan dengan markas Pony Tjandra itu. Dermaga itu lah yang selama ini digunakan Akiong untuk menjadi pintu masuk narkoba dari luar yang langsung masuk ke dermaga pribadinya.

Beralih ke lantai atas, atmosfer tampak berbeda kala mulai menjejakkkan kaki di lantai dua dan tiga. Kedua lantai tersebut memiliki akses khusus untuk memasuki sejumlah ruangan. Tidak sembarang orang bisa mengakses ruangan-ruangan yang terkesan dibuat sangat privasi tersebut. Di lantai tiga, informasi yang diterima Tribunnnews, itu adalah ruangan untuk Akiong dan anak buahnya bersenang-senang. Di lantai tersebut, terdapat ruang karaoke yang tampak sangat private. Tribunnews tidak bisa memasuki ruangan tersebur lantaran adanya kode akses yang harus diinput untuk bisa memasuki ruangan eksklusif itu.  

Rp 27,2 Miliar

Dalam jumpa pers yang digelar di dermaga pribadi Akiong itu, Jaksa Agung HM Prasetyo menyerahkan barang rampasan dari Akiong senilai Rp 27,2 miliar kepada Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas). Jaksa Agung menjelaskan, barang-barang haram tersebut masuk ke tanah air bukan melalui bandara atau pelabuhan resmi. "Sekarang ini, masuknya bahan-bahan narkoba ke Indonesia bukan lagi melewati bandara, maupun pelabuhan resmi lainnya. Tetapi melalui dermaga seperti ini," ujar Prasetyo. Menurutnya, narkoba tersebut dipasok melalui jaringan pelabuhan tikus atau lewat jalur laut yang tidak resmi dan minim penjagaan petugas keamanan.Bahkan bisa saja melalui pantai yang memang biasanya jarang dilakukan pengawasan.
"Tetapi melalui jaringan-jaringan pelabuhan-pelabuhan tikus, atau bahkan malah pantai-pantai yang tidak terjaga dan terawasi," tegas Prasetyo.
Prasetyo pun puas dengan kinerja BNN serta sejumlah pihak terkait lainnya dalam membongkar sindikat narkoba yang dipimpin Pony Tjandra. "Kita bersyukur dengan kegigihan dari jajaran BNN dan tentunya dengan institusi terkait lainnya, mampu membongkar sindikat (narkoba) yang bermarkas disini," jelas Prasetyo.
Komjen Buwas mengatakan, barang-barang rampasan tersebut setelah dikonversikan ke dalam rupiah, nilainya mencapai Rp 27,282 miliar. "Ini merupakan barang bukti kejahatan narkotika yang dilakukan oleh Pony Tjandra, bos besar Freddy Budiman,"tegas Buwas. Pony Tjandra divonis 20 tahun penjara untuk kasus narkoba dan enam tahun penjara untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU). "Meski tengah mendekam di balik jeruji besi, Pony Tjandra nyatanya masih mampu menafkahi keluarganya sebesar Rp 100 juta setiap bulannya, dari bisnis narkotika yang Ia lakukan," Lanjut Buwas.
Terungkapnya kasus ini pada Oktober 2014 lalu merupakan hasil pengembangan kasus dari tertangkapnya sejumlah bandar Narkoba, diantaranya Edy alias Safriady serta dua orang bandar lainnya, yaitu Irsan alias Amir dan Ridwan alias Johan Erick. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa seluruh pembayaran hasil berbisnis narkotika dari para bandar tersebut ditujukan ke belasan rekening milik Pony Tjandra yang diperkirakan mencapai angka Rp 600 miliar. [] Sumber : Tribunews.com red
loading...
Powered by Blogger.