Beliau berpendapat bahwa keterpurukan kaum muslimin ini terjadi akibat tidak diterapkannya aturan Islam dari dzat yang Maha Benar diabaikan sehingga mengakibatkan kesengsaraan umat manusia.. Namun menurut beliau, kaum muslimin masih memiliki harapan menjadi khoiru ummah yang memimpin peradaban dunia kembali.

Dakwah Jateng - Sabtu 18 Maret 2017,  bertempat di Rumah KH. Zainal Hafidzin Pengasuh ke-1 Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Sambek Wonosobo, DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kab. Wonosobo menyelenggarakan Multaqa Ulama dan Tokoh dengan mengambil tema: “ Kewajiban dan Metode Menegakkan Khilafah”

Di tengah rinai hujan yang berlangsung dari  sore sampai selesainya acara, Alhamdulillah undangan silih berganti datang mulai jam 18.30 WIB hingga undangan yang datang mencapai 35 orang dari berbagai kalangan. Di mulai dengan makan malam bersama, sholat Isya, berjamaah dan acara resmi dimulai pada jam 20.00 WIB. Setelah pembukaan dan pembacaan kalam Illahi, kemudian sambutan dari shohibul bait, dalam hal ini KH. Imdadin, S.Ag selaku pengasuh Pengasuh ke-3 Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Sambek mengapresiasi dengan baik atas Multaqa Ulama dan Tokoh yang di selenggarakan oleh HTI Wonosobo, beliau berharap acara yang diselenggarakan tersebut mampu mengedukasi ulama’ dan tokoh akan pentingnya mendakwahkan kewajiban menegakkan khilafah.


Setelah sambutan dari pengasuh Ponpes, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DPD II HTI Kab. Wonosobo serta pemutaran slide mengenal Hizbut Tahrir Indonesia. Pada acara inti yaitu pemaparan materi disampaikan oleh KH. Ahmad Faiz dari Lajnah Khos Lil Ulama HTI Jawa Tengah. Dalam penyampaian materinya, beliau bahwa kondisi umat islam di Indonesia dan dunia berada dalam keterpurukan, dibawah penjajahan dan Sumber Daya Alam yang tereksploitasi. Beliau juga memaparkan SDA di Indonesia yang mana saja telah di ekploitasi asing. Beliau berpendapat bahwa keterpurukan kaum muslimin ini terjadi akibat tidak diterapkannya aturan Islam dari dzat yang Maha Benar diabaikan sehingga mengakibatkan kesengsaraan umat manusia.. Namun menurut beliau, kaum muslimin masih memiliki harapan menjadi khoiru ummah yang memimpin peradaban dunia kembali.


Satu-satunya jalan agar umat bangkit menurut KH. Ahmad Faiz adalah dengan jalan menegakkan syariah islam secara kaffah dalam bingkai khilafah, yang mana menurut jumhur ulama’ bahwa mengangkat seorang Imam adalah fardlu bagi setiap muslim. Beliau mengatakan, bahwa khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin didunia yang menerapkan hukum Allah dan RasulNya akan memberikan kemaslahatan tidak hanya bagi kaum muslimin tapi seluruh warganegaranya termasuk non-muslim. Pada sesi akhir penyampaian materi, KH. Ahmad Faiz mengajak kepada hadirin yang hadir untuk turut memperjuangkan tegaknya syariat Allah dengan ikut bergabung dengan harakah yang concern terhadap perjuangan menegakkah khilafah, yakni Hizbut Tahrir.


Tanpa terasa waktu semakin larut, pertanyaan dari peserta semakin menghangatkan suasana, yang inti dari pertanyaan tersebut semua menaruh harapan besar kepada Hizbut Tahrir menjadi garda terdepan dalam perjangan penegakan khilafah, sebelum sesi di akhiri dengan doa oleh Ust. Amin Hidayat (Sekjend Jama’ah Dzikir Isrofil serta Ketua Pembentukan GNPF MUI Jateng), beliau memberikan testimony sebagai berkut: “Telah lama saya mendapatkan pengajaran dari para kyai bahwa syariah islam harus ditegakkan. Namun sampai saat jni belum mengetahui bagaimana menegakkannya. Oleh karena mendapat penjelasan dari Hizbjt Tahrir tentang khilafah secara gamblang maka saya pastikan untuk urusan Politik Islam sepenuhnya kami percayakan kepada Hizbut Tahrir.!" []

Reporter: sigit

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.