Foto : Arak-arakan Panji Rasulullah 


dakwahjateng.net - Masyarakat sekitar Terminal Sumowono Kab. Semarang dalam waktu yang singkat  mengejutkan warga dalam jumlah yang sangat besar di berbagai sudut tempat. Puluhan polisi dan intel dimana-mana. Selain beberapa unit mobil operasional Polsek, beberapa unit mobil milik aparat dan bahkan ada satu unit mobil Dalmas di samping sebuah rumah makan Padang dengan sejumlah aparat siap siaga.

Masyarakat bertanya-tanya, ada apa gerangan, penangkapan teroris? Barangkali itu salah satu dugaan yang muncul di sebagian warga. Maklum saja karena di Kecamatan Sumowono pada Ahad, 26 Maret 2017 sekitar pukul 13.15 sejumlah aktivis dakwah dibawah dari HTI Kab. Semarang dibawah pimpinan Ust. Dr. Singgih Saptadi, ST, MT. melakukan pawai simpatik dengan membawa panji-panji Islam bernama al-Liwwa dan Ar-Royah. Aksi konvoi mendapat pengawalan aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kasatintelkam Polres Semarang yakni Bp. Abdullah. SubhanAllah, aksi konvoi yang mengambil start Terminal Sumowono,  dan berakhir di Klepu-Karangjati ini berlangsung dengan sangat tertib.

Korlap aksi yakni Ustadz Hendro yang sekaligus Ketua Lajnah Faaliyah HTI DPD II Kab. Semarang menyampaikan bahwa aksi konvoi ini adalah Sosialisasi Panji Rasulullah SAW. "Ini adalah benderanya ummat Islam, bukan benderanya ISIS atau teroris. Meski dibawa oleh HTI namun juga bukan benderanya HTI", demikian ungkap Ust. Hendro. Menurutnya aksi konvoi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak salah paham terhadap simbol-simbol Islam. Meski negara ini mayoritas muslim, namun rupanya masih sangat banyak ummat yang belum mengenali salah satu warisan Nabinya, yakni bendera berwarna putih (al-Liwwa) sebagai simbol bendera negara, dan satu lagi bendera hitam bernama Ar-Royah yang merupakan panji yang sering diberikan Rasulullah kepada para panglima/komandan perang.


Acara Sosialisasi Panji Rasulullah ini melewati 5 wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Sumowono, Bandungan, Ambarawa, Bawen dan Bergas. Konvoi yang berlangsung selama 2 jam ini berjalan dengan sangat mengesankan, semua kendaraan yang ikut aksi menggunakan helm, tidak ada satupun peserta yang ugal-ugalan, semua peserta patuh dengan korlap aksi. Sesekali dalam perjalan ketika berpapasan warga ada yang meneriakkan takbir, "AllahuAkbar!!!".



Mengenai jumlah aksi yang hanya sekitar 20 orang, korlap aksi Ust. Hendro menjelaskan, "Semula kita berkoordinasi dengan semua pihak, dalam hal ini seluruh Polsek yang wilayahnya kita lewati dan juga Polres, kita menyampaikan sejumlah massa. Namun dengan berbagai pertimbangan seperti kekhawatiran menimbulkan kemacetan karena hari tersebut adalah hari libur maka diputuskan kita maksimal 20 atau 30 orang saja. Tujuan sosialisai Panji Rasulullah ini yang terpenting tercapai, tanpa harus melibatkan massa yang besar!".

Aparat kepolisian memberikan pengamanan yang luar biasa, personilnya lengkap dan jumlahnya banyak. Ust. Hendro sedikit bercanda, namun juga secara serius menyampaikan terimakasih kepada aparat kepolisian ; "MasyaAllah, saya sangat mengapresiasi pengamanan Polres dan jajarannya. Kalau seperti ini sebenarnya yang konvoi HTI atau pak polisi ya? hehe..." . Menurutnya aparat sudah semestinya memberikan pengamanan, dan apa yang dilakukan hari ini oleh jajaran kepolisian Polres Semarang secara khusus  didoakan oleh ustadz Hendro yang merupakan Ketua Lajnah Faaliyah HTI Kab. Semarang ini : "Ini adalah bagian dari aktifitas dakwah kepada ummat, HTI adalah bagian dari elemen bangsa yang memberikan solusi kepada negara agar mau menerapkan hukum-hukum Allah SWT. Karena dengan begitu Islam Rahmatan Lil 'Alamin akan benar-benar terwujud. Semoga peran bapak-bapak pada aksi hari ini dicatat sebagai amal sholeh dikarenakan memberikan pengamanan aktivitas dakwah".

Salah satu peserta aksi, Tris Adi (45thn) menyatakan bahwa dirinya memiliki data bahwa di wilayah Kabupaten Semarang ini terdapat setidaknya 4 titik lokalisasi prostitusi. "Sebuah media yang pernah saya baca menyatakan Bupati Kab. Semarang masih mencari cara mengatasi prostitusi yang begitu besar. Kenapa tidak diatur pakai syariah saja, bukankah syariah Islam adalah solusi?" ungkap Tris dengan penuh semangat. Dipilihnya Bandungan sebagai salah satu pilihan tempat konvoi sosialisasi Panji Rasulullah mengandung pesan agar bumi Allah termasuk Bandungan ini diatur dengan hukum Allah, bukan hukum yang lain. (js/yb)


Kick Jendral : "semoga aparat kepolisian bukan hanya sekedar melakukan pengamanan, tetapi juga memahami dan menerima tujuan sosialisasi Panji Rasulullah ini, yakni pentingnya mewujudkan Islam Rahmatan Lil 'Alamin dengan diterapkannya syariah.[]

red

Post a Comment

Powered by Blogger.