dakwahjateng.net - PUBLIKA.CO.ID, Saat berhadapan dengan bangsa jin, seperti setan, kita sangat dianjurkan untuk membaca ayat-ayat suci Alquran. Mengapa demikian?

Kisah-kisah yang terjadi pada Abad Pertengahan dan disarikan dari kitab Gharaib al-Jin, karya Qadi Badruddin bin Abdullah asy-Syibli, ini menjelaskan kepada kita sejuah mana pengaruh bacaan Alquran untuk melawan bangsa jin yang menggangu kita, seperti kalangan setan.

Kisah pertama seperti yang diriwiyatkan dari Qais bin al-Hujjaj, ia mengisahkan suatu saat setan pernah berkata kepadaku,”Semula aku hendak mengganggumu keberanianku layaknya singa, tetapi hari ini nyaliku hanya sebesar burung emprit.”

Lalu Qais menanyakan mengapa yang demikian bisa terjadi? Setan menjawab, ”Engkau menekankanku dengan Alquran yang engkau baca.”

Kemudian kisah yang kedua, diceritakan oleh Khalid al-Walibi. Suatu ketika, dia diutus menghadap Umar bin Khattab.

Khalid pun pergi bersama keluarganya. Di tengah perjalanan dia singgah di sebuah rumah kosong. Namun, keluarganya berada di belakangnya. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan anak-anaknya, namun dia tak bisa melihat mereka.

Secara spontan dia langsung membacakan ayat-ayat suci Alquran dengan suara yang keras. Tiba-tiba dia mendengar suara keras terjatuh dan lalu menghampiri sumber suara.

Ternyata, anak-anaknya ada di sana. Khalid pun menanyakan apa yang terjadi?

“Baru saja setan mempermainkan kami lalu mereka langsung melemparkan kami begitu saja setelah mendengar suara Alquran yang ayahanda baca,” jawab anak-anaknya.

Sedangkan kisah yang terakhir, sebagaimana diceritakan Ibnu Aqil dalam kitab al-Funun.

Kisah nyata ini terjadi di Dhafriyah, Baghdad. Di kawasan itu, terdapat rumah kosong yang sangat terkenal angker. Tiap penghuni yang pernah mendiami rumah itu, pasti celaka, bahkan hingga meregang nyawa.

Namun, suatu ketika, seorang ahli Alquran, alim, dan saleh memutuskan tinggal di rumah itu.

Dia pun akhirnya tinggal cukup lama di rumah tersebut. Para tetangga pun heran dan bertanya-tanya mengapa dia bisa betah dan selamat.

Hingga suatu saat, dia akhirnya memutuskan pindah karena suatu urusan. Tetangganya pun mengintegorasinya. Apa rahasianya betah di rumah tersebut?

Dia pun bercerita. Pada suatu ketika, selepas shalat Isya dia membaca Alquran.

Tiba-tiba pagi harinya, ada pemuda yang begitu saja keluar dari lubang sumur dan mengucapkan salam. Dia kaget.

“Tidak usah takut, ajarkan saya Alquran,” kata pemuda misterius yang ternyata adalah jin Muslim.

“Saya pun mengajarkan Alquran kepadanya.”

“Sebetulnya apa yang terjadi di rumah ini?” tanya sang alim.

“Begini, kami adalah jin Muslim, shalat dan membaca Alquran. Sementara selama ini rumah ditempati oleh orang-orang fasik yang gemar minum. Kami mengusir mereka.”

“Jadi kamu keluar dari sumur siang hari agar aku tidak takut?”

“Benar”

Lalu, sang pemuda atau jin tadi membaca Alquran. Tiba-tiba ada suara aneh. Ternyata, muncul ular dari atap rumah dan terjatuh.

Sang pemuda hendak menangkap dan membunuh ular itu. Namun, sang alim melarangnya.

“Apakah engkau melarang aku mengeksekusi buruanku?”

Sang alim akhirnya membujuk dan memberikan beberapaa dinar kepadanya. Lalu, tiba-tiba keluarlah sosok jin dari tubuh ular dalam kondisi linglung, lemah, dan tak berdaya.

“Apa gerangan terjadi padamu?” tanya sang alim.

“Engkau telah membinasakanku dengan bacaan-bacaan Alquran.” Dan selang berapa waktu, akhirnya jin tersebut mati.

Sejak saat itulah, kata Ibnu Aqil, rumah tersebut dilarang untuk ditempati siapa pun.[]  

editor : satrio
sumber : republika.co.id  



Post a Comment

Powered by Blogger.