dakwahjateng.net - Jemaah yang sudah mendatangi Masjid Al Akbar Surabaya sejak Sabtu (1/4) malam mendirikan salat subuh berjamaah. Saf masjid tampak penuh oleh jamaah baik laki-laki maupun perempuan. 

Berdasarkan pantauan detikcom, Minggu (2/4/2017), tak hanya orang dewasa, ada pula anak-anak yang terlihat mengikuti salat berjamaah. Jemaah yang membludak membuat beberapa orang harus melaksanakan salat di tangga masjid. 

Jemaah yang memenuhi Masjid Al Akbar hari ini dikabarkan berasal dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur. Mereka datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur. 

Selain menunaikan salat subuh berjamaah, jemaah juga direncanakan akan mengikuti tabligh akbar. 
Sebelumnya, diberitakan 16 mobil yang dinaiki jemaah HTI dihentikan kepolisian dari Mapolsek Sumberrejo. Mereka dihentikan saat melintas di Jalan Raya Bojonegoro-Babat, persisnya di depan Mapolsek Sumberejo, pada Sabtu (1/4) sekitar pukul 23.30 WIB.


Semua Demi Jaga Ukhuwah


Seperti tahun-tahun sebelumnya Hizbut Tahrir Indonesia senantiasa menajadikan momentum bulan rajab sebagai  momen dakwah yang dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia. Rajab adalah bulan mulia yang didalamnya terdapat peristiwa yang tak mungkin dilupakan umat islam yaitu diangkatnya Rasulullah ke langit untuk menerima perintah yang sangat besar yaitu Sholat wajib 5 waktu sekaligus mementum peringatan runtuhnya daulah Khilafah di Turki.



Tahun inipun Hizbut Tahrir Indonesia juga menyelenggarakan agenda dakwah yang sama, namun ternyata tantangan dakwah semakin hari semakin kuat menghambat, kebencian dari mereka yang benci tegaknya syariat islam semkin menjadi-jadi, hal ini sebagaimana yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur. 

Agenda Tabligh Akbar, Ahad (2/4/2017) yang akan diselenggarakan oleh HTI DPD 1 Jawa Timur terpaksa dibatalkan, karena pembubaran paksa oleh Banser yang hanya berjumlah 1500 orang, meskipun terdapat keganjilan yang teramat sangat mengingat HTI adalah organisasi resmi yang telah terdaftar dalam Menkumham, namun demi menjaga kedamaian HTI mengalah, agar ukhuwah antar sesama muslim tetap terjaga dan bersikap dewasa dalam menghadapi perbedaan akhirnya massa HTI yang berjumlah 60.000 orang dari berbagai penjuru Jawa Timur membubarkan diri dengan tertib.

Setelah sholat subuh berjamaah di masjid Al Akbar Surabaya Masa HTI yang didominasi oleh kaum santri dan intelektual kampus ini pulang dengan tertib tanpa ada kericuhan sedikitpun. Sebuah kemenangan dan kedewasaan sikap yang luar biasa ditunjukan oleh HTI, sikap yang seperti inilah yang harus dimiliki oleh seluruh warga Indonesia, bukan adu otot, betapapun dari sisi jumlah lebih besar dan tak mungkin dapat dikalahkan namun tetap berdakwah berada dalam jalur yang ditetapkan Rasulullah, dakwah damai dengan pemikiran.[]

Sumber : detik, dakwahmedia
editor : Satrio

Post a Comment

Powered by Blogger.