dakwahjateng.net – Bagi Anda yang menginginkan elemen umat Islam saling berpecah-belah dan saling serang tampaknya harus kecewa. Pasalnya, meskipun berbeda jalan, antara Banser NU dan HTI masih saling bertaut ukhuwah, bertaut dengan tali kasih-sayang Islam. Contohnya saat kegiatan Sosialisasi Panji Rasulullah di Alun-alun Tulungagung (1/4/2017).

Sekilas, yang tampak kasat mata dalam aksi banser di Alun-alun Tulungagung adalah sebuah sikap arogansi agresif dengan menyita panji-panji Rasulullah yang dibawa massa HTI. Namun, masih ada rasa persaudaraan di sana.

Salah seorang peserta Sosialisasi Panji Rasulullah, Bishri Musthofa mengisahkan, saat mengambil bendera, salah seorang anggota banser berkata kepadanya, “Kita masih ‘saudara’, Pak.”

Peserta kegiatan HTI di Masjid Agung Surabaya (MAS) pose bersama anggota Banser yang bertugas mengarahkan jalan (TuBer)

Begitu pula saat ia dan peserta Masirah lainnya berpesan pada anggota Banser yang mengambil bendera agar panji-panji Rasulullah tersebut disimpan baik-baik. Dengan sopan sang anggota Banser menganggukkan kepala dan berjanji menyimpannya dengan baik, sambil melipat panji-panji Rasulullah.

Sejenak sebelum peserta Sosialisasi Panji Rasulullah membubarkan diri, salah seorang yang tampaknya berperan sebagai juru bicara anggota Banser dalam aksi tersebut tampak berpelukan dengan salah satu orator kegiatan sosialisasi. Beberapa peserta sosialisasi dan anggota Banser pun tampak saling bersalaman.

foto : Aktivis Banser dan Aktivis HTI Saling Berpelukan di Tulung Agung

Tak hanya di Tulungagung, sikap persudaraan juga terlihat saat anggota Banser mengarahkan jalan peserta kegiatan HTI Jawa Timur saat menuju parkir bis dari Masjid Agung Surabaya.[]

#KuatKitaBersinar
#PanjiRasulullah

Sumber : TulungAgung Bersyariah
Editor : Satrio

Post a Comment

Powered by Blogger.