Dr. Choirul Anam
Alhamdulillah, tadi malam saya dipertemukan Allah dengan salah satu saudara seperjuangan, tokoh Banser di suatu daerah, dalam silaturahim yang penuh dengan kehangatan, keakraban dan persaudaraan. Silaturahim itu berawal dari habis sholat isya dan berjalan sangat gayeng hingga tanpa terasa sudah larut malam.

Ada banyak hal yang kami diskusikan dan bicarakan, mulai dari hal-hal sederhana seperti dunia persilatan dan berbagai pengalaman pribadi, hingga tema-tema serius seperti Khilafah, persatuan umat, syariah, dan tentu saja perkembangan politik terbaru, termasuk fenomena pembubaran pengajian oleh sebagian oknum.

Jika diskusi tersebut dituliskan semua, maka akan sangat panjang dan membutuhkan berpuluh-puluh halaman. Lagi pula ada beberapa hal yang sifatnya tidak etis untuk disebarkan. Dalam diskusi tersebut, beliau juga menjelaskan berbagai hal yang memang tidak akan ditemukan dalam berbagai berita yang dirilis ke publik.

Beliau menjelaskan bahwa banser adalah untuk izzul Islam wal muslimin. Perjuangan Banser adalah memperjuangkan Islam ahlus sunnah wal jamaah yang dasarnya adalah al-qur’an, hadits, ijma dan qiyas. Beliau juga menyayangkan ada beberapa oknum yang memanfaatkan Banser di luar visi utamanya, apalagi dalam kasus Ahok dan berbagai fenomena terbaru.

Dengan menggunakan baju Banser, beliau mendekati dan membina remaja di sekitarnya yang awalnya suka hura-hura, mabuk, dan lain sebagainya, lalu diajak belajar al-qur’an, diajak latihan bela diri, dibelikan seragam dan diajak berjuang untuk memperjuangan visi Islam yang sangat mulia. Alhamdulillah ajakan beliau disambut remaja di sekitar pondok pesantren beliau.

Beliau juga menyayangkan oknum Banser yang telah membuat nama Banser agak tercemar dan terkesan tidak mengindahkan akhlaqul karimah. Kata beliau hal  ini juga dikeluhkan oleh beberapa kyai NU. Terkait dengan pembubaran dan penghadangan acara HTI, beliau sebelumnya juga telah memberi nasihat kepada para pengambil kebijakan di Banser, bahwa tindakan tersebut selain merupakan bentuk intoleransi dan pelanggaran hukum, juga merupakan tindakan yang melanggar visi Islam ahlus sunnah wal jamaah, yang menganggap umat Islam lain sebagai saudara. Beliau menjelaskan saat manusia di kubur yang ditanyakan malaikat salah satunya adalah “siapa sudaramu?”, dan jawabnya tentu saja, “semua umat Islam”. “Nah jika kita memusuhi umat Islam lain, bagaimana nanti kita menjawab malaikat di kubur?”.

Beliau juga menunjukkan di HP-nya ada banyak tuduhan tentang HT, misalnya HT anti qodlo-qodar, anti hadits ahad, HT muktazilah, dan lain sebagainya. Prinsipnya beliau tidak percaya berita itu, meski beliau mengatakan tidak paham duduk masalahnya. Beliau mengatakan tidak akan percaya apa saja begitu saja sebelum tabayyun dengan pihak-pihak yang berkompeten. Akhirnya saya jelaskan bahwa semua itu tidak benar. Semua itu adalah fitnah. Semua fitnah itu berawal dari seorang ulama Wahabi (saya tidak sebut namanya), yang menulis kitab Hizbut Tahrir Mu’tazilatun Jududun (HT Muktazilah Gaya Baru), dan ahirnya menyebar di seluruh dunia, serta akhirnya dirujuk oleh warga Nahdliyyin dalam buku-buku yang ditulisnya (saya tidak sebutkan namanya) yang sebenarnya sangat anti dengan Wahabi. Saya juga jelaskan bagaimana persekongkolan penguasa Hijaz yang menganut paham tertentu untuk menghancurkan Khilafah. Makanya, HT yang berikhtiyar untuk mengembalikan Khilafah dianggap sebagai musuh utama.

Beliau cukup kaget dengan penjelasan ini. Sebab, menurut beliau, selama ini justru salah satu alasan yang digunakan oleh sebagian warga NU termasuk Banser untuk meolak HT adalah bahwa HT dianggap Wahabi. Saya jelaskan lebih lanjut, bahwa HT didirikan oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, yang merupakan cucu dari Syeikh Yusuf An-Nabhani. Beliau adalah guru dari Syeikh Hasyim Asy’ari (muassis NU) dan beliau juga penulis kitab-kitab yang dijadikan rujukan oleh para ulama Nahdliyyin seperti kita Jami’u Karamatil Auliya, dan lain-lain.  Jadi, HT dan NU itu sebenarnya saudara dalam memperjuangkan

Islam dan dengan guru yang sama. NU mulai dari Indonesia dan menyebar ke dunia karena Mbah Hasyim adalah orang Indonesia, sedangkan HT mulai dari Palestina dan menyebar ke seluruh dunia, karena beliau orang Palestina. Seandainya, Syeikh Taqi orang Indonesia, mungkin HT akan berawal dari Indonesia, dan seandainya Syeikh Hasyim orang Palestina, mungkin NU akan berawal dari Palestina. Ini qodlo Allah yang tidak perlu dibahas. Tapi keduanya sama, yaitu memperjuangkan tegaknya Islam dan bersatunya umat pasca hilangnya payung persatuan umat, Khilafah Utsmaniyyah, dan berkuasanya agen Inggris di wilayah Hijaz.

Bahkan saat terjadinya pencabutan liwa-roya dan spanduk-spanduk acara HTI, beliau sempat berkeliling kota, dan mengingatkan beberapa teman Banser-nya yang beliau sendiri tidak habis pikir dengan cara berpikir temannya. Beliau mengatakan, “Cobalah bayangkan. Gunakan nuranimu sebagai manusia. Jika kalian membuat acara, lalu membuat bendera dan spanduk dengan biaya yang tidak murah, lalu kalian pasang dengan susah payah, lalu tiba-tiba ada orang yang mengambilnya. Kalian marah nggak? Lalu mengapa kalian melakukan itu kepada orang lain? Bukankah mereka juga orang Islam, saudara kalian?”. Kata beliau, saat itu dijawab oleh beberapa teman beliau, bahwa mereka melakukan itu karena HT anti pancasila, anti tunggal ika, dll.  Beliau lalu menjawab, “Jika mereka begitu, mestinya sudah dilarang di Indonesia. Sudahlah, tidak usah mikir kejeron (terlalu dalam). Aparat saja tidak melakukannya, mosok kita melakukan hal itu”. Beliau mengatakan bahwa saat itu semua temannya terdiam, tetapi tetap saja melanjutkan tindakan yang menurut beliau tidak bisa menerima dengan nurani yang tulus.

Terkait dengan dukungan oknum Banser dan NU yang mendukung pemimpin kafir, beliau menyatakan bahwa itu merupakan penyimpangan dari ajaran Islam yang dipahami NU, yaitu Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Sebab hal itu dalilnya qoth’i di dalam al-qur’an, hadits dan ijma ulama yang ada di hampir semua kitab ulama ahlus sunnah. Bahkan beliau menjelaskan bahwa setelah sholat beliau minta diberi petunjuk Allah, dan akhirnya beliau pernah bermimpi main kelereng dengan Presiden Joko Widodo. Di permainan itu pada gelombang satu beliau kalah, tetapi pada gelombang kedua beliau memenangkan permainan itu. Mimpi itu berkaitan dengan pilkada jakarta. Makanya saat, petahana dinyatakan kalah, beliau mentrakktir bakso semua santri pondoknya sebagai bentuk rasa syukurnya. Alhamdulillah summa alhamdulillah. Beliau berjanji, jika penghina al-qur’an benar-benar dihukum, beliau akan menyembelih beberapa ayam untuk santri-santrinya. Luar biasa!.

Beliau juga memiliki keahlian ruqyah. Bahkan beliau sebelumnya juga pakar ilmu-ilmu kanuragan. Beliau menjelaskan awalnya punya keris yang sangat banyak, bahkan memiliki kumpulan mantra yang tebalnya melebihi al-qur’an yang ditunjukkan ke saya. Hampir semua jimat beliau tinggalkan. Sebab hal itu mengarah pada syrik. 

Beliau menjelaskan bahwa dunia perklenikan di Indonesia memang sangat luar biasa, terutama di kalangan politisi, pejabat dan pengusaha. Beliau menjelaskan jika memanggil Pak presiden jangan Pak Jokowi, tetapi Pak Joko Widodo, atau Pak Joko, atau Pak Widodo. Alasannya tidak perlu dijelaskan.

Terkait dengan adanya beberapa pihak yang suka mengolok-ngolok habaib, beliau sungguh tidak habis pikir, apalagi hal itu dilakukan oleh warga Nahdliyyin. “Bagaimana mungkin orang aswaja menghina dzurriyah (keturuan) Nabi?”. Sungguh di luar nalar!

Sungguh sangat banyak hal yang beliau jelaskan, hingga malam sudah larut. Hal itu tidak saya tuliskan semua di sini. Jadi, sebenarnya banser adalah untuk izzul islam wal muslimin. Mereka semua adalah saudara. Jika tidak begitu itu sebenarnya bukan visi dan misinya. Karena itu, janganlah kita menjelek-jelekkan atau merendahkan suatu organisasi hanya karena ada oknum yang tidak benar.

Saya berikan kumpulan kitab Mbah Hasyim yang berjudul  Irsyadus Sari, sebab beliau mengaku belum memiliki kitab tersebut.

Umat Islam adalah saudara. Jika ada yang lupa kewajibannya, kita semua harus saling mengingatkan.

Wallahu a’lam.

Oleh: Dr. Choirul Anam

Post a Comment

Powered by Blogger.