dakwahjateng.net, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menilai, pelabelan ormas Islam garis keras dengan stigma anti-Pancasila dan anti-NKRI, adalah cara-cara yang ‘jorok’.

Menurut Natalius, ‎si pemberi label itulah yang jutru anti-Pancasila dan tidak pro-NKRI. “Kalau mereka konsisten menentang Pancasila, kenapa mereka mengadu ke saya. Saya heran sekali,” kata Natalius kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Natalius sendiri sebelumnya menerima aduan dari sejumlah ormas Islam yang merasa mendapatkan tindak kesewenang-wenangan dari pemerintah. Dia menambahkan, pelabelan ini sengaja diberikan oknum penguasa untuk menciptakan stigma negatif di kalangan masyarakat.

“‎Supaya mereka dikerdilkan. Kalau mempertahankan kekuasaan tapi dengan cara-cara seperti melabeli itu, murahan sekali. Nggak akan bertahan lama, rakyat juga jadi tak percaya,” tutur dia dengan sedikit geram.
Natalius sendiri menduga, pelebelan itu merupakan cara-cara untuk mempertahankan kekuasaan, lantaran selama ini sejumlah ormas terbilang kritis.

“Daripada melabeli seperti itu, lebih baik bekerja saja, sehingga Nawacita benar-benar dijalankan. Nawacita tentang maritim, tapi pendapatan nasional dari sektor maritim cuma 0,1 persen itu bagaiamana. Jadi kerja begitu baru nambah prestasi,” pungkasnya.

sumber : kriminalitas.com

Post a Comment

Powered by Blogger.