Ia berpesan bahwa kita harus mengedepankan Islam sebelum pakaian (jama’ah) kita. Apapun yang terjadi Islam harus menjadi utama dalam kehidupannya.

Dakwah Jateng - Puluhan ulama dan tokoh se-kota Semarang mengadakan silah ukhuwah ulama dan tokoh masyarakat di Restoran de’Lasco pada selasa (13/06). Acara tersebut dihadiri oleh para ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan ormas Islam dan tokoh masyarakat. Acara ini diadakan oleh Yayasan Al Ukhuwah Al Islamiyah yang memiliki tujuan sebagai media dalam membangun ukhuwah antar ulama dan tokoh masyarakat.

Acara tersebut juga mendapatkan sambutan dari mantan gubernur Jawa Tengah, bapak Drs. H. Achmad. ‘Saya menyayangkan adanya orang Islam yang mendukung pembubaran ormas Islam (HTI)’ tegasnya dalam memberikan kata sambutan melalui video rekaman. Ia berharap melalui yayasan ini akan terjalin ukhuwah islamiyah sebagai suatu kekuatan kaum muslimin di kota semarang khususnya.

Bapak Hasan Toha selaku ketua Pembina Yayasan Al Ukhuwah Al Islamiyah juga mendukung pernyataan bapak Drs. H. Achmad. Ia berpesan bahwa kita harus mengedepankan Islam sebelum pakaian (jama’ah) kita. Apapun yang terjadi Islam harus menjadi utama dalam kehidupannya.

Menurut keterangan Ustadz H. Muhammad Ainul Yaqin selaku ketua Yayasan bahwa yayasan ini memiliki visi untuk menjadi lembaga dakwah terbaik, perekat ummat untuk membangun ummatan wahidah berdasarkan Al Quran dan As Sunnah. Ia juga menyampaikan bahwa visi dari yayasan ini adalah menjalin silaturahim dengan berbagai tokoh masyarakat dan ulama dari berbagai latar belakang, menjalin silaturahim dengan lembaga-lembaga (ormas Islam dan partai Islam) secara menyeluruh, tersebarnya pemikiran (fikrah) tentang pentingnya ukhuwah Islamiyyah sebagai sesuatu yang sangat mendesak untuk ada dan diwujudkan dalam diri ummat, terkumpulnya data berbagai lembaga Islam (ormas Islam dan Partai Islam) dari sisi sejarah pendirian, visi dan misi guna menjadi bahan untuk membangun sinergi guna mewujudkan ummatan wahidah dalam rangka membendung upaya-upaya memecah belah ummat Islam dan tumbuhnya kesadaran dalam diri ummat Islam bahwa perbedaan akan membawa rahmat jika dikembalikan penyelesaiannya pada Al Quran dan As Sunnah.

Sebelum kegiatan diakhiri dengan buka bersama dan shalat berjama’ah, ustadz Ir. H. Didik Udiyono sebagai mengajak kepada para hadirin untuk selayaknya umat Islam haru mencontoh perilaku muhajirin dan anshor. ‘Kita harus menjadikan problema yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di HT juga menjadi masalah kita’.

Selain dihadiri ulama dan ormas Islam, acara ini juga dihadiri kalangan Intelektual Semarang. Adapun dari kalangan intelektual, hadir pada acara ini Prof. John Suteki, Ir. Abdullah IAR, MT., Chaerul Anam, M.Si, dll.  []

Reporter: Harwan
Editor : Aab

Post a Comment

Powered by Blogger.