dakwahjateng.net - Dusta, tipu, fitnah, adalah perbuatan tercela dan sangat memalukan, tiga perbuatan tercela tersebut tidak akan dilakukan oleh orang yg bersih hatinya, ikhlas, jujur, dan keimanan nya kuat.

Namun bagi orang Fajir lagi Fasik sangat ringan melakukan tiga perbuatan tersebut, sebab melakukan perbuatan dosa dan tercela bagi orang Fasik menjadi santapan yang tak membebani.

Hal itu telah digambarkan oleh Baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wa sallam, dalam Hadist nya yang Sohih :

Orang yang Fasik akan melihat dosanya seperti lalat yang hinggap di hidung, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan kekiri-kekanan. Adapun orang mukmin melihat dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya”.

Berikut Petikan Dusta dan Fitnah yang disebarkan oleh Banser Rembang atas pimpinan: M Hanies cholil Barro', dgn ketua: Pujianto, sekretaris: zainal Arifin dan menolak kedatangan FPI ke Haul PP Al-anwar Sarang rembang padahal FPI datang atas permintaan dan Undangan keluarga Hadratus syekh KH Maimun Zubair

1. Banser Mengaku Rutin Tiap Tahun ikut pengamanan pada Acara Haul Mbah Zubair.

Ternyata Dusta.

Hal itu dibantah langsung oleh Keluarga hadratus syeikh KH Maimun zubair dalam salah satu klarifikasinya, bahwa tak pernah ada pengamanan Banser selama acara Haul Mbah zubair.

Diperkuat oleh kesaksian beberapa Santri Al-anwar Sarang Rembang kata mereka, tak pernah menjumpai orang berseragam banser selama Acara Haul Mbah zubair .

Namun belakangan Banser mengaku-ngaku tiap Tahun mengikuti pengamanan sebagai Khidmah atau pengabdian kepada Ulama'.

2. Mengaku pengamanan acara Haul tersebut adalah dari waktu ke waktu merupakan Atas permintaan dari Pihak keluarga KH Maimoen zubair.

"Ternyata Dusta"

Dibantah oleh pihak keluarga bahwa tidak pernah meminta atau mengundang banser tiap Tahun.

3. Memfitnah FPI dengan memanfaatkan situasi tersebut, padahal Pihak FPI datang ke acara pengamanan Haul Mbah zubair adalah atas permintaan dan undangan Keluarga KH maimun Zubair.

Atas apa yang telah dilakukan oleh Banser Rembang tidak mendapat simpati Masyarakat, bahkan menuai kecaman dari beberapa Pihak.
Atas adanya Klarifikasi Hoax yang memalukan tersebut disebarkan atas nama Banser Rembang mengundang Komentar salah seorang Tokoh Ulama' rembang, yaitu KH Zaki putera KH Abdul hamid Baidlawi pondok lasem rembang termuat di status Facebook beliau sebagai Berikut :

" Awalnya saya agak acuh jika terdengar ada kabar yg terkait dengan FPI. Namun kali ini beda, saya jadi terusik karena kejadian ini masuk wilayah kabupaten kami (Rembang).

BACA : KLARIFIKASI PP. AL-ANWAR TERKAIT FPI DI ACARA HAUL MBAH KHM ZUBAIR DAHLAN

Setahu saya yg kebetulan hadir dalam acara haul kamarin sore di Sarang, santer terdengar memang benar jika pihak FPI diundang dan diminta turut mengamankan acara haul dan bahkan disambut baik oleh pihak keluarga ndalem PP. Al-anwar sarang. Ini menjadi bantahan bagi mereka yg menyebut FPI datang tidak atas undangan.

Dan alhamdulillah pagi tadi sudah ada klarifikasi resmi dari pihak PP al-Anwar sekaligus sebagai bantahan atas pihak lain (GP Ansor) yang membuat klarifikasi prematur, berisi klaim sepihak dan terlanjur viral dimana-mana.

Yang kedua, mengenai pencopotan atribut. Terkesan ormas ini lebih berbahaya dibanding Partai terlarang dengan atribut palu aritnya.

Tindakan razia terhadap atribut ormas sah dan resmi tersebut sangatlah disayangkan. Apalagi dengan alasan klise, yakni sebagai upaya pihak tertentu mengantisipasi terjadinya gesekan dlm masyarakat Rembang. Seolah menggiring sebuah opini baru bahwa, FPI masuk Rembang = Rusuh.

Jujur saja, hal ini sebenarnya bisa dibantah dengan kenyataan bahwa FPI sudah hadir dan mendeklarasikan diri di Rembang (khususnya di Lasem) sejak tahun 2007. Bahkan kontribusi FPI dalam bidang sosial (bantuan bencana tanah longsor) dan bidang nahi munkar (pemberantasan Miras, lokalisasi dll) didukung oleh kapolsek Lasem yang saat itu dijabat oleh Bapak Akp. Urip Prihadi.

Jadi, jika ada yang menyoal keberadaan Ormas di atas itu asing dan tidak diterima di Rembang saya pikir kurang tepat dan keliru.

Semoga bisa dipahami secara utuh dan bisa menjadi ibrah ke depan untuk kebaikan dan kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara" .

Komentar dari KH Zaki putera KH Abdul Hamid Baidlawi tersebut kontan memberi penilaian dari masyarakat bahwa apa yang dilakukan dan diperbuat oleh Banser itu tidak simpatik.

Penulis asli : Moh Aflah (anak kampung)

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.