dakwahjateng.net -  Ada sejumlah gangguan dan intimidasi yang dilakukan oleh pihak tertentu terhadap kegiatan dakwah HTI di Soloraya, sejak beberapa bulan sebelum pengumuman pemerintah mengenai rencana pembubaran ormas Islam HTI hingga hari ini. Padahal HTI sampai sekarang adalah organisasi politik Islam yang sah dan legal di bawah badan perkumpulan. Sehingga siapa pun tidak boleh melakukan gangguan dan intimidasi terhadap aktivitas dakwah HTI yang amat diperlukan untuk perbaikan bangsa dan negeri ini di mana pun berada sebagaimana disampaikan oleh KH Ir. Ahmad Fadholi.  Oleh karena itulah  HTI Soloraya pada Pada hari Selasa (30 Mei 2017) menyelenggarakan Kopi Darat bersama Advokat Tim Pembela  HTI  di Hotel Aziza, Surakarta. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari sosialisasi hasil Konferensi Pers pembentukan TPHTI di Casablanka, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Mei 2017


.
Dr. H.M. Taufiq, SH, MH sebagai penasehat tim advokat pembela HTI Soloraya sekaligus anggota 1000 advokat Pembela HTI menekankan bahwa kebijakan pemerintah dalam menyampaikan rencana membubarkan HTI dinilai terdapat setidaknya tiga kelemahan. Pertama,  sepertinya pemerintah alpa mengenai paham yang dimaksud dalam Pasal 59 ayat (4) tersebut. Secara tersurat dalam UU tersebut,  yang dimaksud dengan ‟ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila adalah ajaran ateisme, komunisme/marxisme-leninisme. Kedua, mekanisme penjatuhan sanski di UU Ormas adalah sebelum menjatuhkan sanski administratif, terlebih dahulu dengan melakukan pendekatan persuasif. Apakah pemerintah sudah melakukan upaya persuasif kepada HTI sebelumnya? Ketiga, jenjang sanksi pencabutan status badan hukum atau pembubaran HTI harusnya dilakukan pemerintah dari mengajak dialog, peringatan tertulis, kemudian berjenjang sampai dengan Pembubaran Ormas
.
Setelah terbentuk tim Advokat Pembela HTI Soloraya, diadakan konferensi pers yang dilanjutkan buka puasa bersama seluruh advokat yang hadir, rekan-rekan media, dan seluruh peserta yang hadir ...
.
Sumber: FP Dakwah Solo
.
#KamiBersamaHTI
#KhilafahAjaranIslam
#RezimRepresifAntiIslam

Post a Comment

Powered by Blogger.