Dakwah Jateng - Belasan intelektual Jawa Tengah berkumpul di Gd. Dakwah Habibah, Semarang pada serangkaian agenda buka bersama dan silaturrahmi tokoh Bersama HTI DPD 1 Jawa Tengah, Senin (05/06).

Acara yang dihadiri gelar master hingga professor ini berjalan lancar dengan membaurnya para tokoh membahas tema-tema krusial kekinian. Salah satu yang jadi sorotan pada bahasan kali ini adalah tentang rencana Pemerintah membubarkan ormas Islam dan mengkriminalisasi ulama yang telah jelas nyata.

Dr. Edhy, Sutanto dalam forum ini lantang mengkritisi kondisi saat ini lengkap dengan kritik ideologis terhadap bangunan kebijakan rezim saat ini. Diakhir dia mewanti-wanti para intelektual agar senantiasa berpikir secara komprehensif.

"Dari sini perlunya intelektual paham kondisi umat dan berpikir Islam secara Ideologis" Pungkasnya tegas.

Dalam acara ini lebih dari tokoh Intelektual Jawa Tengah bekumpul dan diakhiri dengan menandatangani dukungan Intelektual Jawa Tengah Tolak Rencana Pembubaran Ormas Islam dan Kriminalisasi Ulama.

Adapun bunyi dari pernyataan sikap penolakan tersebut sebagai berikut:

TOLAK RENCANA PEMERINTAH MEMBUBARKAN ORMAS ISLAM DAN KRIMINALISASI ULAMA

Dengan menyebut Asma Allah SWT, Rabb pemilik dan penguasa alam semesta. Hari ini, Senin Tanggal 5 Juni 2017, Kami dari Intelektual Jawa Tengah menyatakan:

1. Menolak keras rencana Pemerintah membubarkan Ormas Islam terutama Hizbut Tahrir Indonesia melalui konferensi Pers yang diselenggarakan pada Senin, 8 Mei 2017 oleh Menkopolhukam Wiranto, karena langkah itu tidak memiliki dasar sama sekali. HTI adalah organisasi legal berbadan hukum. Sebagai organisasi legal, HTI memiliki hak konstitusional untuk melakukan dakwah yang amat diperlukan untuk perbaikan bangsa dan negara ini. Maka, semestinya hak ini dijaga dan dilindungi oleh Pemerintah. Oleh karena itu, rencana pembubaran yang hendak dilakukan oleh pemerintah telah secara nyata akan menegasikan hak konstitusional tersebut, yang dijamin oleh peraturan perundangan yang ada.

2. HTI selama ini telah terbukti mampu melaksanakan kegiatan dakwahnya secara tertib, santun, dan damai, serta diselenggarakan sesuai prosedur yang ada. Sebagai organisasi dakwah, kegiatan HTI adalah menyampaikan ajaran Islam. Menurut Pasal 59 UU No. 17/2013 Tentang Ormas, ajaran Islam tidaklah termasuk paham yang disebut bertentangan dengan Pancasila.

3. Meminta Pemerintah menghentikan rencana tersebut. Bila diteruskan, publik akan semakin mendapatkan bukti bahwa rezim yang tengah berkuasa saat ini adalah Rezim Represif Anti Islam.

4. Menolak keras segala upaya kriminalisasi ulama. Ulama adalah pewaris Nabi. Mengkriminalkan para Ulama sama dengan mengkriminalkan Para Nabi.

Pernyataan sikap ini semakin membuktikan bahwa umat Islam hari ini secara terus menerus bersatu dan saling bahu membahu melawan setiap ketidakadilan. []


Reporter: Satrio
Editor: Aab

Post a Comment

Powered by Blogger.