dakwahjateng.net - Sikap pemerintah yang dinilai repressif terhadap Ulama dan Ormas Islam, membuat Ummat Islam kian resah. Menyikapi hal tersebut, puluhan tokoh dan ulama Mangkang, Semarang menggelar silaturahmi dan do'a bersama di kediaman KH. Syamsudin, Mangkang Semarang pada Sabtu (17/06).

Acara yang bertajuk Silaturahmi Temu Tokoh tersebut di-inisiasi oleh KH. Syamsudin dan dihadiri oleh beberapa Ulama karismatis, diantaranya KH. M. Ainul Yaqin (Pengasuh Ma'had Ukhuwah Islamiyyah, HTI Kota Semarang), KH. Nashrudin (Pengasuh Ma'had Al Mabda' Al Islamy). Diharapkan, Ummat Islam beserta Ulamanya bisa menyatukan visi, memperkuat barisan dalam memperjuangkan Syariat Islam yang mulia ini.

Forum Silaturahmi ini berlangsung sangat khusyuk, diawali dengan pembacaan khataman Alqur'an bersama tokoh - tokoh setempat dan dilanjutkan dengan do'a, Surat Yaasin, Tahlil serta surat - surat pendek. Di tengah forum, KH. M. Ainul Yaqin menyampaikan bahwa Hizbut Tahrir berdakwah untuk mengembalikan kehidupan Islam. "Oleh karena itu, jika ada yang menghalangi dakwah dan ingin membubarkan HTI, sama saja dengan menghalangi dakwah mengembalikan kehidupan Islam", tambahnya.

KH. Syamsudin berpesan ummat Islam harus berani mengemban dakwah ini, serta meminta HTI tetap berdakwah karena ummat membutuhkannya. Menjelang maghrib acara ditutup dengan do'a dan dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama.

Umat Butuh Ulama

Bila kita mengkaji lebih dalam bahwa kemuliaan ulama adalah pewaris para nabi, hal itu tertuang dalam hadits :

Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu berarti telah mengambil bagian yang banyak lagi sempurna.” (HR Abu Dawud).

Sebagaimana para pewaris nabi, tentunya mengikuti jejak Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam  memperbaiki umat sekaligus membersihkan umat dari berbagai kekufuran dan kemaksiatan. Para Ulama dengan ilmunya akan menjelaskan kesesatan/kerusakan berbagai pemikiran kufur seperti : sekularisme-kapitalisme, komunisme, pluralisme, dan lain-lain. Para ulama juga akan senantiasa berada di garda terdepan ketika Islam dihinakan, dinistakan, mereka akan memimpin umat berjuang menegakkan hal yang benar sesuai syara’. (HS)




Post a Comment

Powered by Blogger.