Gombong, dakwahjateng.net - Sabtu (3/6) para ulama dan tokoh masyarakat se-Kedu berkumpul di Pondok Pesantren Al-Daldiri, Desa Purwodadi, Gombong, Jawa Tengah dalam acara Mudzakarah Ulama Kedu untuk menolak pernyataan Menkopolhukam yang akan membubarkan ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dalam mudzakarah ini, dihadiri lebih dari 50 ulama dan tokoh masyarakat.

Pengasuh PonPes Ad-Daldiri, K.H. Saifuddin Ghozakki Al-Daldiri menyambut hangat para peserta yang datang. Bahkan beliau juga memberikan sambutan serta testimoni di dalam acara tersebut. “Ketika fitnah bertebaran maka Ulama bertanggung jawab dan wajib untuk bergerak dan menolak fitnah tersebut.

Diawali dengan penjelasan tentang dakwah HTI oleh K.H. Ahmad Faiz dari Lajnah Khos lil Ulama HTI Jawa Tengah, pada acara ini terhimpun beberapa pernyataan sikap terkait pembubaran ormas Islam. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

K. H. Saifuddin Ghozakki Al-Daldiri, Pengasuh Pondok Pesantren Al Daldiri, Gombong
Hari ini saya menyatakan sikap saya untuk menolak rencana pemerintah untuk membubarkan HTI

Ust. Munarsis, Tokoh dan Pengampu Majlis Taklim, Gombong
Saya merasa tidak tepat jika ada yang membenturkan dengan apa yang ada di negeri ini. HTI ini tidak bertentangan dengan Pancasila. Justru kalau Khilafah tegak nilai-nilai Pancasila itu pasti terwujud. Saya katakan karena saya tahu HTI. Jadi saya menolak kalau HTI dibubarkan. Tolong disampaikan kepada para pejabat.

Kyai Ainur Rofiq Nurhidayat,
Pengasuh Pondo Pesantren Darut Tauhid 2, Ketawang, Purworejo
Setelah saya mengetahui visi misi HTI, sesungguhnya sangat mulia sekali. Membawa kita hidup bahagia dunia dan akherat. Apa iya kita tidak mau bahagia dunia dan akherat? Makanya harusnya HTI ini didukung bukan malah dibubarkan.




Uniknya, di acara tersebut juga dihadiri oleh Wakapolres Kebumen, Kasat Intel Kebumen walaupun sebelumnya tidak ada undangan yang disampaikan. Selain itu, ada peserta dari TNI dan Banser juga ikut mengikuti acara sampai selesai.

Post a Comment

Powered by Blogger.