dakwahjateng.net, Semarang - Di beberapa ruas jalan terlihat Hizbut Tahrir Kota Semarang kembali menggelar aksi secara serentak pada Kamis (22/06). Aksi tersebut digelar dalam rangka menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang rencananya akan diberlakukan mulai bulan Juli 2017 nanti. Itu artinya, beban hidup yang harus ditanggung masyarakat akan lebih berat.

Dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak Kenaikan Listrik (TDL)", HTI ingin menyuarakan bahwasanya listrik (energi) adalah milik umat. Dalam pandangan Islam, listrik termasuk kepemilikan umum (milkiyah ammah), maka dilarang memperjualbelikannya kepada ummat. Terkait milkiyah ammah ini, negara wajib mengelolanya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat, haram dikelola swasta apalagi asing.

Sebelumnya, TDL juga mengalami penyesuaian tarif beberapa kali dalam 6 bulan terakhir. Sejak awal tahun, TDL sudah naik 3 kali yakni di bulan Januari, Maret dan Mei. Kenaikan ini menyasar pada pelanggan listrik yang menggunakan daya 900VA, dari yang sebelumnya bertarif Rp. 605 / KWH, kini menjadi Rp. 1,352 / KWH per Mei 2017. Rencananya, pada awal Juli mendatang akan disesuaikan kembali tarifnya menjadi Rp. 1,467 / KWH.

Alasan yang kerap dikemukakan pemerintah untuk menjustifikasi kenaikan harga listrik adalah selama ini subsidi listrik tidak tepat sasaran dimana kebanyakan penggunanya adalah orang yang kaya. Hal ini tentu saja tidak sepenuhnya benar. Sebab selama ini sebagian besar subsidi masih dinikmati oleh kelompok rumah tangga kecil dan menengah. (HS)
Aksi Tolak Kenaikan TDL di Depan Taman KB


Aksi Tolak Kenaikan TDL di Pasar Krempyeng Meteseh

Aksi Tolak Kenaikan TDL di Depan Rumah Bupati Semarang

Post a Comment

Powered by Blogger.