Ketua Yayasan K.H. Hasan Toha menyatakan bahwa syiar Islam tidak mungkin bisa dipikul oleh satu ormas Islam saja, melainkan oleh semua ormas Islam yang ada. Harus saling bahu membahu memajukan umat bukan saling bercerai berai apalagi bermusuhan. Semua ormas Islam adalah saudara, bukan musuh.

Dakwah Jateng - Isu yang ramai tentang penolakan ceramah Ust. Felix Siauw pada Halal Bi Halal Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung membuat Habib Hasab Toha membatalkan dengan terpaksa Ustadz Felix Siauw atas desakan 5 ormas Semarang. Meski demikian, acara Halal Bi Halal ini tetap berjalan lancar dan sukses terselenggara pada Senin (10/07).

Adapun pembicara pengganti yang dihadirkan pihak yayasan yaitu KH. Abdullah Qoyyum dari Lasem.

Bagaimana isi dari acara tersebut?

Kali ini redaksi Dakwah Jateng hadirkan reportase bagus dari tokoh Jawa Tengah yang hadir pada acara tersebut, Prof. Suteki. Beliau adalah guru besar di Fakultas Hukum Univesitas Diponegoro. Dalam status facebook yang diunggah (10/07) pukul 10.00 wib, Prof. Suteki membuat reportase singkat acara tersebut dengan judul Dehumanisasi dan Permusuhan.

Berikut kami tampilkan


DEHUMANISASI DAN PERMUSUHAN


Ditulis kembali oleh Suteki

Hadir dalam Halal bi Halal dan Milad Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung ke-69. Tausiah disampaikan oleh KH Abdul Qoyyum dari Lasem sbg pengganti Ustadz FELIX SIAUW yang batal bicara karena ditolak oleh 5 ormas di Kota Semarang. Semoga Kota Semarang pada masa yang akan datang lebih akomodatif terhadap semua ustadz atau pun ulama dalam rangka dakwah Islam.

Ketua Yayasan K.H. Hasan Toha menyatakan bahwa syiar Islam tidak mungkin bisa dipikul oleh satu ormas Islam saja, melainkan oleh semua ormas Islam yang ada. Harus saling bahu membahu memajukan umat bukan saling bercerai berai apalagi bermusuhan. Semua ormas Islam adalah saudara, bukan musuh.

Menurut K.H. Abdul Qoyyum, ada beberapa penyebab mengapa kita bermusuhan, karena kita berperilaku jahiliyah:
1. Berburuk sangka tanpa ilmu
2. Suka pamer aurat/ kemewahan dan liberal
3. Fanatik berlebihan terhadap kelompok

Bentuk kebencian itu dari sisi psikologi sosial:
1. Otorisasi (terstruktur dr atas hingga bawah).
2. Rutinisasi (menjadi pekerjaan rutin utk benci)
3. Dehumanisasi (hilangkan nama baik manusia): menyebut manusia baik dicap pemberontak, teroris, radikal, anti NKRI, anti Pancasila.

Jalan keluarnya:
1. Memadukan RASA dan RASIO (alkisah anak yang menyusui ibunya yang dipenjara, raja berpikir bagaimana perasaan rakyat dianaiaya?)
2. Kekuatan ilham dari Alloh (alkisah kehidupan mahluk hidup, gereja dari batu di atas pulau di
spanyol ditunggui oleh pastur. Di seberang ada masjid. Orang yg datang selalu masuk masjid dan
pendeta yg jaga digereja membawakan makanan  utk pengunjung masjid).

Bisa dibayangkan, seandainya NU Ansor Banser, Muhammadiyah, FPI dan HTI bersatu dapat diyakini kedholiman apa pun dan di mana pun akan dengan mudah untuk dihancurkan. Namun, mungkinkah itu terjadi?. []

Editor: Aab

Post a Comment

Powered by Blogger.