Forum Elemen Muslim Kedu dan Banyumas 

Dakwah Jateng - Kebumen- Perppu Ormas yang dikeluarkan pada 10 Juli lalu menuai banyak polemik penolakan di masyarakat, tak terkecuali masyarakat Kedu dan Banyumas. Sekitar 50 orang dari elemen Muslim yang terdiri dari Kyai, Ulama, Pengusaha, Mahasiswa, dan Umat Islam berkumpul pada hari Jumat, (14/07).

Pertemuan yang bertempat di Pondok Pesantren Al-Furqon, Kutowinangun, Kebumen itu digelar untuk menyepakati penolakan Perppu tersebut. Hal ini dikarenakan dinilai tidak ada alasan kegentingan untuk menerbitkannya. Selain itu Perppu ini akan membuka peluang lahirnya sikap represif dan diktator kepada ormas dan anggotanya yang dipandang bertentangan dengan pemerintah.

Pernyataan ini disepakati semua peserta dan meminta Presiden untuk mencabut kembali Perppu ini.

"Setelah mencermati Perppu No. 2 Tahun 2017 dengan ini kami dari Forum Elemen Muslim Kedu Raya dan Banyumas Raya menyatakan menolak Perppu tersebut." Begitu pernyataan yang dibacakan oleh K.H. Rochani Al-Kholil sebagai wakil forum. []

Reporter: Dhika
Editor: Aab

Post a Comment

Powered by Blogger.