Dakwah Jateng - Awal tahun 2017 ini pemerintah secara bertahap mencabut subsidi bagi pengguna listrik golongan 900 VA, hingga tidak ada subsidi lagi untuk pengguna listrik golongan 900 VA. Apapun namanya baik pencabutan/ pengalihan subsidi ataupun kenaikan tarif dasar listrik, sebenarnya sama saja. Faktanya tarif listrik naik.

Bisa kita bayangkan beban yang harus ditanggung oleh rakyat, yang harus membayar kenaikan tarif listriknya lebih dari 100%. Dari tarif listrik sebesar Rp. 605 per kWh (tahun 2016), naik menjadi Rp. 1.352 per kWh mulai 1 Mei 2017, dan rencana akan naik kembali menjadi Rp. 1.467 per kWh mulai 1 Juli 2017.

Oleh karena itu DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kabupaten Pati, pada hari sabtu 01 Juli 2017 melakukan aksi bentang spanduk "TOLAK KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK (TDL)" dibeberapa titik di kota Pati, sebagai sikap untuk menolak kebijakan yang sejatinya mendholimi dan menyengsarakan rakyat.

Dan mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk kembali kepada aturan Islam dalam mengatur setiap aspek kehidupan, agar Islam Rahmatan Lil'alamin dapat segera terwujud. []



Post a Comment

Powered by Blogger.