KH. Ahad (tengah) Sedang berbicara menjamu kunjungan HTI Jateng

Pemerintah karena merasa penguasa, tidak mau ada pihak yang berbeda pendapat. Siapapun yang tidak sejalan perlu disingkirkan. Dulu ulama ada yang bersikap kritis terhadap penguasa, hanya sekarang gilirannya HTI dan FPI.

Dakwah Jateng - Selasa pagi (11/7/2017) pukul 10.08 WIB, DPD 1 HTI Jateng berkunjung ke kediaman KH. Ahmad dalam agenda Safari Syawal. Rombongan HTI yang dipimpin oleh KH. Ainul Yakin, bersama dengan 5 orang pengurus.

Beliau, KH Ahmad membuka perbincangan hangat dengan bercerita tentang perjuangan dakwah para ulama dan aktivis Islam dulu yang kritis terhadap pemerintah.

"Pemerintah karena merasa penguasa, tidak mau ada pihak yang berbeda pendapat. Siapapun yang tidak sejalan perlu disingkirkan. Dulu ulama ada yang bersikap kritis terhadap penguasa, hanya sekarang gilirannya HTI dan FPI." Tururnya.

Beliau, KH. Ahmad juga mengkritisi tentang kebijakan hari-hari ini.

"Pembangunan hari ini konsepnya jiplakan semua. Dan pemerintah tidak 'rikuh' untuk mengeluarkan pernyataan, yang rakyat sudah tahu kalau pernyataan tersebut membohongi rakyat." Ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, KH. Ahmad juga berpesan kepada HTI untuk senantiasa berdoa memohon pertolongan Allah.

"Semoga Allah memberikan solusi, dan jangan lupa senantiasa untuk berdoa. Karena  kekuatan doa tidak bisa diremehkan. Cara Allah menolong sungguh luar biasa. Dan semoga kapal dakwah ini bisa diselamatkan. Hal ini adalah triger perjuangan, tidak usah dibuat bingung."

Perbincangan yang berlangsung khidmat dan banyak sekali hal yang dibicarakan ini berakhir pukul 11:20 wib. KH. Ainul Yakin menutup silaturahmi ini dengan meminta doa dari KH. Ahmad semoga kami yang di HTI senantiasa diberikan istiqomah dalam dakwah. []

Reporter: Septian
Editor: Aab

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.