dakwahjateng.net – Sempat ditolak di Sragen beberapa hari lalu, hari Senin (17/7) Ustadz Felix Siauw mengisi Tabligh Akbar di Masjid Baitul Amin, Ngruki, Grogol, Sukoharjo.

Acara ini sempat ditolak Banser karena dianggap bisa menyebarkan pemikiran HTI. Panitia memutuskan tetap menggelar acara ini dengan berkoordinasi dengan polisi setempat. Panitia juga meminta pengamanan Kepada KOKAM Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo. Sebagai rasa ukhuwah Islamiyyah, Ketua PDPM Sukoharjo, Eko Pujiatmoko memerintahkan KOKAM menyiapkan pasukannya untuk menjaga keamanan agar peserta bisa mengikuti kajian dengan tenang.

“Kami tidak memusuhi Banser, mereka teman kita juga. Kami hanya ikut menjaga keamanan agar jamaah bisa tenang mengikuti pengajian”, tegas Eko Pujiatmoko, Ketua PDPM Sukoharjo.

Tabligh Akbar ini bertemakan “Generasi Muda Kunci Masa depan Dunia” bersama Ustadz Felix Siauw. Alhamdulillah sampai akhir acara berjalan lancar aman dan damai. Sungguh indah ukhuwah otentik, meskipun beda pemahaman tetap menghargai.

berikut tanggapan dari  Ketua PDPM Sukoharjo, Eko Pujiatmoko (Kokam):
suksesnya acara tabligh akbar yg diisi oleh ust felix siauw adalah sebuah contoh yang bagus, dimana ketika kelompok2/organisasi-organisasi islam ini bersinergi dalam kegiatan dakwah, umat akan memberikan respon positif, terbukti dengan banyaknya peserta yg hadir dan acara berlangsung dgn aman.
 meski diselenggarakan ditengah maraknya aksi presekusi thdp ust felix siauw, panitia dan segenap elemen yg terlibat dalam acara ini cukup percaya diri acara ini bisa terselenggara dgn aman dan tertib, karena (1) acara ini sdh mengantongi ijin dan jaminan keamanan dr aparat (2) banyaknya elemen umat (kelompok/ormas islam) yang turut andil terlibat dalam penyelenggaraan acara tabligh akbar ini. ukhuwah-lah kuncinya.

 berikut poin-point interview dgn ketua panitia tabligh akbar (dadiyo hasto kuncoro) :


Beliau menyampaikan bahwa dakwah islam tidak bisa dihalangi, karena ini adalah kewajiban yang disyariatkan, apapun hambatannya kita harus tetap maju, terus berusaha. acara ini merupakan bentuk ekspresi ukhuwah dalam berdakwah, kita bisa lihat dengan jelas dimana pengisi acara, panitia dan peserta memiliki latar belakang firkah dan organisasi yang berbeda beda, tp bisa berkumpul bersama, saling membantu untuk mengkaji islam. memang dari kepolisian menginformasikan ada pihak yg mengajukan keberatan atas diselenggarakannya acara ini, kami menghargai itu tp kami juga mohon agar hak-hak kami juga dihormati.

Beliau berharap umat ini bisa lebh dewasa dalam menyikapi perbedaan, selalu utamakan ukhuwah agar bisa berjalan beriringan dalam dakwah, toh tujuannya sama untuk meniggikan dan memuliakan islam. Beliau mengamati dan meyakini tidak ada yang salah dengan materi2 yang disampaikan ust felix, oleh karenanya panitia cukup pede mengundangnya meski di bederapa daerah kajian ustadz felix dianulir. Jumlah peserta yang hadir melebihi target panitia, perkiraan yaitu lima ribu peserta. panitia mohon maaf jika tempat yang dipilih tidak representatif, itu adalah keputusan terbaik, hasil negosiasi dgn berbagai pihak sehinggga acara ini tetep bisa berlangsung.

Harapan beliau, bagi pihak-pihak yang keberatan dengan kajian-kajian ust felix siauw cobalah untuk menghadirinya agar bisa menilai langsung apakah materi-materi yang disampaikan oleh beliau ada yang salah atau menyalahi islam dan berdampak negatif bagi umat. jangan sampai kekhawatiran-kekhawatiran yang muncul itu hanya berdasarkan prasangka saja. Semoga suksesnya acara ini bisa menjadi inspirasi bagi penggiat dakwah di daerah lain untuk terus menajalin silahturahmi dan memperkuat ukhuwah, kedepankan persamaan daripada perbedaan.[]

editor : satrio


Post a Comment

Powered by Blogger.