Silaturahim Syawal 1438 Pondok Pesantren al Daldiri 

Dakwah Jateng - Kebumen. Pondok Pesantren Al Daldiri, Kebumen menggelar acara Silaturahim Syawal 1438, pada Kamis (13/7). Meski diadakan pada malam hari acara tersebut berhasil menghadirkan beberapa elemen kaum muslimin dan masyarakat umum. Tema yang diusung adalah: “Bela Islam: Terapkan Syariah Kaffah, Wujudkan Ukhuwah”.

Acara yang diawali oleh hadrah shalawat dan diiringi munajat untuk kebaikan negeri serta permohonan kepada Allah swt agar hadirin dikuatkan keimanan dan dijauhkan dari kezaliman orang-orang zalim yang menerpa negeri ini. Pemandu acara adalah Kyai Abdul Barri dari Gombong yang juga alumnus Pesantren al Daldiri setelah pembukaan beliau acara dianjutkan dengan tilawah quran.

Pada sambutannya Shahibul Fadhilah KH Saefuddin Ghozaki Daldiri mengingatkan kepada hadirin untuk melanjutkan seruan pada Ramadhan yang lalu, yakni seruan shalawat kepada Baginda Nabi B dan Para Shabat Khulafaur Rasyidun. “Tidak akan jadi baik bangsa Indonesia selama tidak diatur dengan hukum Allah swt, makanya khilafah harus diwujudkan. Seperti seruan kita al khalifatul ula sayyida Abu Bakar Ashshidiq dan seterusnya”. Usia beliau yang sepuh tidak mengendurkan semangat untuk menciptakan suasana malam yang dingin menjadi bergejolak penuh semangat perjuangan dan ukhuwah.

Tabligh disampaikan oleh KH Yasin Muthohar (DPP Hizbut Tahrir Indonesia), pada kesempatan ini beliau mengomentari dan membahas isu terbaru terbitnya Perppu No. 2 tahun 2017. Disampaikan pentingnya ummat Islam menolak Perppu tersebut, sebab yang terancam bukan hanya HTI namun segenap ormas Islam yang giat berdakwah dan melakukan amar makruf nahi munkar.

“Rezim ini dengan menggunakan Perppu tersebut untuk membungkam suara kritis, mengekang dakwah, mengkriminalisasi ajaran Islam, mengkriminalisasi Ormas dan aktivis Islam. Oleh karena itu PERPPU tersebut harus ditolak dengan keras!” Tandas beliau dengan lantang disambut pekikan takbir oleh hadirin.

Beliau juga menegaskan bahaya penjajahan gaya baru yang dikalukan oleh Negara asing yang secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu syariah sebagai solusi harus diperjuangkan agar berlaku secara kaffah, dan segenap elemen ummat Islam harus bersatu padu dalam perbedaan, mengesampingkan ikhtilaf dan mengutamakan perjuangan.

Malam itu memang sangat kental atmosfir ukhuwahnya. Terbukti dari hadirnya ikhwan dengan rompi coklat bertuliskan “Mujahid” dari MMI dan kesiagaan ikhwan berseragam putih dari Laskar FPI hingga acara berjalan dengan lancar. Hadir dalam forum tersebut Ulama, Tokoh Masyarakat dan Muhibin yang Perwakilan Ormas Islam di sekitar Kebumen tidak kurang dari 200 peserta.

Tanpa terasa acara yang dimulai sejak pukul 21:05 WIB berlangsung dengan penuh semangat sehingga selesai pada pukul 23:45 WIB. Hadirin pulang dengan membawa kesan mendalam akan pentingnya ukhuwah dan kesadaran, serta semangat dalam melawan kezaliman yang hakekatnya dilakukan oleh penjajah untuk menghalangi dakwah Islam melalui rezim penguasa [yh]

Post a Comment

Powered by Blogger.