dakwahjateng.net - Pelarangan Aksi Bela Rohingya di Borobudur yang dikeluarkan Polri beberapa waktu lalu - dan akhirnya dipindahkan - ternyata tidak menyurutkan langkah Ummat Islam sama sekali. Rombongan demi rombongan, bus dan kendaraan dari berbagai daerah berbondong - bondong mendatangi lokasi diselenggarakannya acara.

Namun sayang, tidak semua rombongan peserta aksi berhasil mencapai lokasi. Beberapa diantaranya harus berurusan dengan pihak yang berwajib, dihentikan di tengah jalan dan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Tidak sedikit pula yang dipaksa pulang kembali ke tempat asal mereka. Contohnya rombongan Masyarakat Tanpa Riba, Semarang. Bus yang mereka tumpangi terhenti di daerah Temanggung.

Rombongan Masyarakat Tanpa Riba Semarang
Berbeda cerita dengan rombongan peserta dari Cilacap. Berangkat pada malam hari, mereka dihentikan oleh polisi sebanyak 4 (empat) kali. Sebanyak itu pula, setiap peserta diperiksa, KTPnya pun difoto satu persatu, entah untuk tujuan apa. Tetapi Alhamdulillah bus yang mereka sewa berhasil mencapai Kota Magelang.

Tidak hanya bus yang dihentikan di tengah jalan. Ummat Islam yang menggunakan mobil pribadi pun tidak sedikit yang dicurigai sebelum akhirnya menyerah dan kembali ke daerah asal. Perlakuannya sama, diperiksa dan difoto KTPnya dan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Satu kilometer area sekitar Masjid An Nur, ditutup oleh polisi dan tidak diperbolehkan ada akses kendaraan. Para peserta memarkir kendaraan mereka agak jauh dari lokasi kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki.

Do'a Bersama Untuk Rohingya

Secara umum, Do'a Bersama Untuk Rohingya yang dipelopori oleh FKUIB Jawa Tengah ini berlangsung lancar dan tertib, walaupun terbilang sangat singkat. Peserta yang hadir pun cukup untuk memutihkan pelataran Masjid Agung An Nur, Magelang. Bahkan, dalam pantauan kami, di luar halaman masjid pun masih meluber sampai ke jalan jalan.


Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.