Ilustrasi ganja (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Dakwah Jateng- Semarang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggagalkan pengiriman narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) jenis ganja seberat 10,5 kg yang diduga bakal diedarkan ke sejumlah wilayah di Jateng. Kasus pengiriman ganja itu dibongkar aparat BNN Provinsi Jateng saat hendak diambil oleh dua orang tersangka berinisial S dan R di Kantor Pos Kota Semarang, di Pleburan.
Seperti dikutip dari Semarangpos.com, Kepala Bidang Pemberantasan (Kabidbrantas) BNN Provinsi Jateng, Suprinarto, membenarkan adanya pengungkapan kasus pengiriman ganja di Kantor Pos Indonesia tersebut. Meski demikian, ia masih belum mau menjelaskan secara detail kasus tersebut. “Benar, saat ini pengendalinya [pengiriman ganja] masih kami telusuri,” ujar Suprinarto saat dihubungi Semarangpos.com, Senin (9/10/2017).
Ganja dengan berat total mencapai 10,5 kg itu merupakan paket kiriman dari Pulau Sumatra. Ganja itu dikirim dengan cara dibungkus bersama bubuk kopi.
Sebelum mengungkap kasus pengiriman narkoba jenis ganja itu, BNN Provinsi Jateng sudah lebih dulu mencium gerak-gerik para pengedar. Oleh karenanya, saat barang terlarang itu diambil oleh para tersangka petugas BNN pun langsung melakukan penyergapan.
Dalam paket yang berhasil disita petugas itu ada dua barang yang total beratnya mencapai 20 kg. Saat dilakukan pengeledahan, di kedua  paket itu ternyata terdapat narkoba jenis ganja dengan berat mencapai 10,5 kg yang disembunyikan di antara bubuk kopi dari Sumatra. Ada kemungkinan, pelaku sengaja menyimpan ganja itu di antara bubuk kopi agar lolos dari pemeriksaan saat dikirimkan ke Kota Semarang, Jateng.
Artikel ini pertama kali di rilis oleh semarangpos.com dengan judul : Dibungkus Kopi, Ganja 10,5 Kg Diungkap BNN

Post a Comment

Powered by Blogger.