Dakwah Jateng - Las Vegas, Tidak kurang dari 55 orang tewas dan melukai lebih dari 400 orang dalam penembakan di Las Vegas, Amerika Serikat. Disebut seorang kakek bernama Stephen Paddock sebagai pelaku penembakan.

Secara cepat Isis menklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

"Serangan Las Vegas dilakukan oleh seorang militan ISIS dan dia melakukannya sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi. Pelaku penyerangan Las Vegas telah masuk Islam beberapa bulan lalu," ujar penyataan yang dikeluarkan ISIS, dikutip Mirror.co.uk.

Biro Investigasi Federal (FBI) telah membantah klaim tersebut. Senada dengan FBI, agen rahasia AS, Central Intelligence Agency ( CIA), juga menolak klaim tersebut. 

"Kami menyarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan sebelum mendapatkan fakta," kata Liu seperti dikutip AFP

Pelaku penembakan, Stephen Paddock (64 tahun) diketahui tidak memiliki riwayat kriminal dan tidak memiliki motif ideologis yang jelas. Namun, hal itu tidak menghalangi munculnya berbagai spekulasi

Dua orang petugas mengendarai mobil melewati lokasi penembakan massal di festival musik di Las Vegas Strip, Senin (2/10).
Dua orang petugas mengendarai mobil melewati lokasi penembakan massal di festival musik di Las Vegas Strip, Senin (2/10).


Di luar analisis akademis itu, kata 'terorisme' sangat sering digunakan sebagai senjata verbal, terutama untuk melabeli tersangka Muslim. "Labelnya sangat merendahkan dan memberikan begitu banyak tekanan," kata Martha Crenshaw, pakar terorisme di Pusat Keamanan dan Kerjasama Internasional Stanford, dikutip New York Times.

Berita mengenai serangan massal tidak hanya menyampaikan rasa duka cita, namun juga kecemasan bagi komunitas Muslim. Mereka berdoa agar penyerang bukan seorang Muslim, melainkan kaum konservatif atau kaum liberal.

Beberapa pihak mungkin merasa, usia lanjut Paddock, ras kulit putihnya, dan latar belakang agamanya sebagai non-Muslim, membuat kecil kemungkinan dia akan disebut sebagai teroris. Tragedi mengerikan ini justru membuka kembali debat mengenai kontrol senjata.


Seperti diketahui Amerika Serikat dan negara barat sering menghubungkan aksi kekerasan mulai dari pengeboman maupun penembakan dihubungkan dengan aksi terorisme. Namun mengapa kejadian di las Vegas tidak di sebut sebagai tindakan terorisme? ini aneh [DJ]

Post a Comment

Powered by Blogger.