Dakwah Jateng - Acara Rapat Sarjana Hukum Muslim dengan tajuk "Indonesia Di Ujung Jurang Negara Kekuasaan (Machstaat)" sukses terselenggara pada Ahad (05/11) di Grand Saraswati Hotel Semarang.

Acara yang diselenggarakan di bawah Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Wilayah Jawa Tengah ini berhasil menghimpun sekitaran 50 sarjana hukum untuk melakukan serangkaian konsolidasi dalam membahas masalah Indonesia, terkhusus umat Islam.

Dalam forum ini hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum (Guru Besar Hukum Undip) dan Chandra Purna Irawan, M.H. (Ketua Eksekutif Nasional KSHUMI), dan Burhanudin M.H., M.Kn, S.Pn.. Ketiga Pembicara memaparkan materi tentang ancaman bangsa Indonesia tatkala mengabaikan hukum dan mengambil logika kekuasaan dalam merumuskan kebijakan.

Dalam hal ini sebuah contoh besar lahirnya Perppu yang tempo lalu disahkan menjadi sorotan dari ketiga pembicara.

Prof. Suteki berpendapat bahwa negara ini dengan lahirnya UU Ormas terindikasi menjadi negara kekuasaan.

"Mungkin memang sulit kita mengatakan bahwa dengan satu Undang-undang itu menjurus kejurang kekuasaan, Tapi setidaknya ini sudah menjadi indikator." Tegasnya.

"Bagaimana pemerintah saat ini menjadi ekstaktif institusion. Nah kita wajib mengingatkan" Tambahnya.

Sedangkan menurut Chandra Purna Irawan, M.H, sangat terlihat sekali bahwa negeri ini mengarah ke negara kekuasaan.

"Sebagai contoh ada partai yang bekerja sama dengan Partai Komunis Vietnam, mengacu pada TAP MPR seharusnya partai tersebut harus dibubarkan. Tapi nyatanya tidak dibubarkan. Padahal TAP MPR ini harus berjalan."

Sedangkan Burhanudin menyinggung dengan hadirnya UU Ormas ini ada kefatalan.

"Dengan UU Ormas ini Eksekutif melaksanakan objek fungsi yudikatif yang ini sebenarnya sama sekali tidak boleh dalam rule of law negara Hukum."

Diakhir acara, Chandra Purna Irawan, M.H, selaku Ketua Eksekutif KSHUMI saat diwawancarai oleh tim dakwah jateng menjelaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah ntuk menghimpun kekuatan dan melakukan pembelaan terhadap aktivis-aktivis yang diduga dikriminalisasi.

Beliaupun menambahkan selain di Jawa Tengah agenda tersebut direncanakan akan terus berlanjut ke seluruh indonesia memberikan pembelaan terhadap ulama dan aktivis Islam yang mengalami kriminalisasi. []

Reporter: Agus
Editor : Aab

Post a Comment

Powered by Blogger.