Aksi Bela Islam 212 tentu tak bisa dilepaskan dari peran Imam Besar Umat Islam Indonesia, Habib Rizieq Shihab. Beliau lah salah satu yang mengobarkan semangat untuk melakukan perlawanan terhadap penista agama Basuki Tjahya Purnama alias Ahok.
Dalam setiap Aksi Bela Islam, Habib Rizieq selalu hadir dan menyampaikan orasi di hadapan kaum muslimin, khususnya di Jakarta. Kegigihannya membela agama Allah, mendapat tantangan hebat dari rezim yang berkuasa di negeri ini. Habib pun dikriminalisasi, dicari-cari kesalahannya dengan kasus hukum yang direkayasa. Tak pelak, Habib pun hijrah ke Tanah Suci.
Selama beberapa bulan, Habib bersama keluarganya tinggal di Arab Saudi. Lama tak berjumpa fisiknya, Habib pun sangat dinanti kedatangannya di Tanah Air. Habib Rizieq amat sangat dirindukan umat Islam, bukan hanya masyakarakat muslim Jakarta, tapi juga di sejumlah daerah Indonesia.
Dalam sebuah konferensi pers, Ketua Pelaksana Kongres Alumni 212, Ustadz Bernard Abdul Jabbar Ahad (26/11) lalu mengatakan, umat Islam sangat merindukan Imam Besar Habib Rizieq. Tapi ketahuilah, Habib Rizieq pun sesungguhnya lebih rindu pada umat Islam Indonesia.
“Jika kalian umat Islam merindukan Habib Rizieq, maka beliau lebih rindu pada umat Islam di Indonesia,” kata Ustadz Bernard Abdul Jabbar meniru ucapan Habib Rizieq dalam sebuah percakapannya via telepon selulernya.
Lalu sejumlah pihak kembali bertanya, apakah Habib Rizieq Shihab akan menghadiri Maulid Agung atau Reuni Alumni 212 di Monas, dalam waktu dekat ini, Sabtu (2/12/2017) mendatang?
Sekretaris Jenderal DPD FPI DKI Jakarta Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengatakan, Front Pembela Islam (FPI) mengonfirmasi Habib Rizieq Shihab akan menyampaikan ceramah secara “live streaming” pada reuni aksi “212”. “Paling tidak siaran tunda pada acara (reuni 212) itu,” kata Habib Novel.
Dia mengatakan sejumlah ulama besar dan tokoh agama juga menyampaikan sambutan kepada peserta aksi tersebut. Acara itu mulai dari Salat Subuh berjemaah, kuliah subuh, zikir, sambutan, dan ceramah beberapa tokoh agama.
Novel menyebutkan kegiatan reuni 212 dijamin damai, aman, dan tertib seperti aksi serupa yang digelar pada tanggal 2 Desember 2016 berjalan teratur sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dia mengaku telah bertemu Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang mengizinkan aksi reuni 212.
Rencananya, aksi bela Islam 212 yang fenomenal itu, saat itu dihadiri oleh 7,5 juta umat Islam – kembali mendesak pemerintah agar tidak mengkriminalisasi ulama dan sejumlah aktivis islam lainnya, seperti Habib Rizieq, Ustadz Alfian Tanjung, Buni Yani dan sebagainya.
[panjimas.com]

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.