Solusi OKI itu munafik, biar tidak munafik ya solusinya sesuai syariat, Jihad!

Dakwah Jateng : Gombong – Jawa Tengah. Markaz Front Thoriqul Jihad (FTJ) di Pesantren Al Daldiri, Kebumen menggelar acara Mudzakarah Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Kedu Selatan, pada Ahad (31/12). Tema yang diangkat adalah: ”Ulama & Ummat  Bersatu: Bebaskan al Quds dari Penjajahan”

Acara yang dihadiri oleh Ulama dan Tokoh Masyarakat Kedu Selatan ini meski tampak sederhana, namun suasana khidmat dan semangat jihad sangat terasa. Bagaimana tidak, pada awal acara yang dipandu Kyai ‘Abdul Birri dari Gombong sudah dipanaskan dengan memaparkan fakta klaim musuh besar ummat Islam dunia atas kota suci ketiga mereka. Hadirinpun tampak bersemangat dalam ghirah yang tergugah.

Pada sambutannya Shahibul Fadhilah KH Saefuddin Ghozaki Daldiri memanaskan lagi dengan mengingatkan, bahwa kewajiban ulama adalah menjadi penyeru kebenaran, dan bersikap adil berdasarkan syariat Allah swt, atau ummat ini akan dibinasakan akibat abainya ulama dalam amar ma’ruf dan nahi munkar.

Dalam mudzakarah ini turut menyampaikan kalimah minal ulama di antaranya adalah: KH Mufasir (Pengasuh Majlis Mujahadah Darul Hikmah Kebumen), KH Rohani (Pengasuh Majelis Ta'lim Al Barokah Purworejo), KH.Rofiq Nur Hidayat (Pengasuh Majelis Ta'lim Fisilmi Kaffah Purworejo). Para ulama tersebut sepakat menolak klaim sepihak Amerika atas al Quds, dan menyerukan perlawanan, namun dengan solusi yang tuntas, bukan solusi munafik. “Solusi OKI itu munafik, biar tidak munafik ya solusinya sesuai syariat, Jihad!”, retorika KH Rofiq Nur Hidayat pada giliran terakhir. “Allahu Akbar!”, hadirin menyambut dengan gempita.

KH Ahmad Faiz pada kesempatan selanjutnya memaparkan materi solusi tuntas atas segala macam persoalan Palestina yang tidak kunjung selesai. Tidak lain dan tidak bukan adalah jihad. Dan karena tidak mungkin akan berjihad, kecuali ada pemerintahan yang mempunyai pandangan demikian. Dan itu mestilah Daulah Khilafah ada ditengah-tengah ummat. Menjadi wajib bagi Ulama yang hadir untuk terus dan secara gencar mendakwahkan tegaknya khilafah, yang dengannya kehidupan Islam berlangsung, termasuk pelaksanaan hukum jihad melawan penjajah.

Turut hadir ustadz Zulhadir, SH, beliau memaparkan tinjauan hukum terkait permasalah yang menerpa ummat Islam saat ini, khususnya di Indonesia.

Acara yang dimulai sejak pukul 09:30 WIB, menjelang berakhirnya Mudzakarah, Saefuddin “Ghozaki” Daldiri membacakan pernyataan sikap ulama kedu selatan terkait klaim sepihak atas al Quds sebagai ibukota Israel. Hadirin yang turut mengiringi dibacakannya pernyataan tersebut sesekali bertakbir. Intinya Ulama Kedu selatan menolak keras atas klaim tersebut dan menyerukan jihad sebagai jawaban atas agresi Israel terhadap tanah suci ummat Islam, al Quds dan Palestina secara umum. Acara berakhir pada pukul 12:07 WIB.

Reporter: Yahya husein
Editor: Aab



Konsekuensi Keyakinan dan Sikap Kita

Oleh: Addin Al-Fatih

kalo ada orang yang tidak sholat karena belum siap,
tentu beda statusnya jika dia tidak sholat karena meyakini bahwa Sholat itu bukan ajaran Islam

Tidak siap sholat, ketika mati tetap wajib disholati
Namun, jika tidak sholat karena meyakini bahwa Sholat itu Bukan Ajaran Islam
jika mati, tidak boleh disholatkan
Ia  tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin
Hartanya pun tdk bisa diwariskan kepada keluarganya yg muslim...
Naudzubillah min dzalik...

Lantas, bagaimana pendapat anda tentang Khilafah?
Apakah itu ajaran Islam yg belum memungkinkan diterapkan saat ini?
Ataukah anda meyakini bahwa Khilafah itu bukan ajaran Islam?

Kalau kita belum tahu, sebaiknya Diam sambil belajar kepada ahlinya.
Mari kita belajar pada Kyai atau ustadz yang paham fiqh Politik dan Konstelasi politik internasional dlm perspektif Islam...

#KhilafahAjaranIslam



Israel menyatakan sedang menjalin komunikasi dengan setidaknya 10 negara agar bersedia memindahkan kantor kedutaan besarnya ke Yerusalem. Ini adalah langkah pascapengakuan Amerika Serikat bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel.

Dilansir dari AFP, Selasa (26/12/2017), informasi ini dituturkan oleh wakil menteri luar negeri Israel Tzipi Hotovely via siaran radio.

"Kami sedang berhubungan dengan setidaknya 10 negara, beberapa dari mereka di Eropa (mendiskusikan hal ini)," kata Hotovely.

 Perempuan ini berbicara sehari setelah Guatemala menyatakan akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Sikap Guatemala itu dikecam keras oleh Palestina sebagai sikap "memalukan".

Hotovely mengatakan sikap Presiden AS Donald Trump akan "memicu gelombang" gerakan pemindahan kantor kedutaan seperti itu.

"Sejauh ini, kami hanya melihat permulaan," kata Hotovely.


[detikcom]



Kebaikan itu Dunia Akherat
Oleh: Addin Al-Fatih

Semoga Allah Swt memberkahi kalian pengantin baru
Ya Allah berkahilah kami dg rejeki yg telah Engkau karuniakan kepada kami...
Dan masih banyak doa agar kita diberkahi Allah Swt...
Berkah itu bertambahnya kebaikan..

Dahulu, sy kira bertambahnya kebaikan itu bertambah harta kita
Semakin kaya, berarti bertambah kebaikannya
Saya kira kebaikan itu rumah dan mobil kita mewah
itu yang saya kira dulu
Sakit, miskin, susah itu bukan kebaikan
Pagi ini Allah kasih keyakinan pada kami
Bahwa kebaikan hakiki itu ketika kita meraih pahala dan ampunan Allah Swt.
Rumah dan kendaraan mewah maupun sederhana bisa jadi jalan kebaikan
Jika digunakan sebagai sarana untuk meraih pahala dan ampunan Allah Swt.
Semoga apapun yang Allah karuniakan kepada kita
Mari kita syukuri
Tuk raih ridho dan ampunan Allah Swt.
Mari kita raih aktivitas kebaikan dunia dan akherat kelak
dengan ridha Allah Swt.
Mari kita terapkan Syariah dan tegakkan Khilafah



Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?” Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya”, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Diamuliakan mereka dengan agama & kejayaan itu.” “Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. 

Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.” “Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.” “Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.” “Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.” “Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.” “Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.” Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. 

Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.” “Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh. “Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.” “Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah.”

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami.

Oleh : Ustadz Salim A Fillah



DISKUSI HANGAT VS DEBAT PANAS
Choirul Anam

Alhamdulillah, atas izin Allah, kemarin terjadi diskusi yang hangat dalam suasana kekeluargaan dan akademis tentang Khilafah. Acara tersebut sejak awal memang bukanlah debat untuk mencari menang kalah. Di sana tidak terjadi duel, apalagi merendahkan berbagai pihak. Jika ada kata duel, maka harus dalam tanda petik ("). Karena memang tidak terjadi duel apapun. Yang ada adalah sebuah diskusi hangat, yang tentu saja masing-masing menjelaskan dalil dan argumentasinya secara akademis dan santun. Acara diskusi pun diakhiri dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan.

Sebagai orang yang menggeluti ilmu tafsir, Ust Andika menafsirkan bahwa ayat "inni jailun fil ardli khalifah" ( Kami jadikan manusia di muka bumi sebagai Khalifah), menafsirkan bahwa Khalifah di sini artinya adalah wakil Allah di bumi sebagai pemakmur, bukan Khalifah sbg sebuah pemimpin dalam sebuah sistem pemerintahan.

Beliau mengakui bahwa Khilafah sbg sebuah kepemimpinan itu memang ada, tetapi itu hanya 30 tahun, sebagaimana hadits Nabi saw. Setelah itu tidak ada lagi Khilafah.

Dan masih banyak lagi tema-tema menarik yang beliu bahas, dari sudut pandang beliau sebagai orang yang mengkaji tafsir dan hadits.

Saya yang diberi amanah unk ikut membahas hal ini secara prinsip banyak yang sepakat dg pernyataan Ustadz Andika.

Bahwa ayat di atas bukan dalil tentang Khilafah, saya sepakat 100% dengan Ust Andika. Bahwa ayat tsb memang bukan dalil tentang Khilafah sbg sebuah sistem pemerintahan dalam Islam. Dalil wajibnya Khilafah menggunakan ayat lain dan hadits lain, bukan ayat dan hadist tersebut.

Menurut pemahaman saya, sebuah sistem memang tidak cukup hanya dipahami dg satu dalil. Sebuah sistem hanya bisa dipahami dengan mengaitkan berbagai subsistem pembangunnya. Jika kita teliti secara mendalam, Islam itu memang sebuah sistem yang unik yang memiliki perbedaan mendasar dengan sistem-sistem lain yang ada di dunia, meski tentu saja ada berbagai persamaan dengan sistem lain dalam beberapa hal.

Saat Rasulullah wafat, kepemimpinan Islam kemudian menjadi ijma shahabat. Abu Bakar diangkat sbg pemimpin umat Islam. Tentu bukan sekedar pemimpin unk menjalankan sistem apa saja. Tetapi menjalankan sistem yang diajarkan Nabi, atau yang disebut minhajin nubuwwah, atau lebih lengkapnya Khilafah ala minhajin nubuwwah. Misalnya ada pencuri, maka Abu Bakar bukan sekedar menghukum dg sistem sanksi apapun, tetapi dengan menghukum sistem sanksi yang diajarkan Rasul sbgm dalam al-quran yaitu potong tangan.

Karena Abu Bakar menjalankan menjalankan fungsi sbg Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah, maka beliau mendapat gelar sebagai Khalifah. Maka sebutan beliau sbg Khalifah, tentu saja berbeda dg istilah yang dipakai alquran: Inni jailun fil ardli khalifah. Hal inilah yang dilahami oleh para sahabat Nabi dan para ulama salafush sholih setelahnya.

Adapun terkait hadits Nabi bahwa Khilafah hanya 30 tahun, maka menurut saya semua hadits terkait masalah ini harus dihadirkan dan dipahami secara holistik dengan kaidah ijtihad yang benar.

Jika kita hadirkan semua hadits tentang Khilafah, maka memang beragam. Ada hadits yang menyatakan bahwa Khalifah itu 12 orang. Jika hadits ini dibandingkan maka kelihatan bertentangan (ta'arud), sebab 30 tahun itu hanya 5 orang khalifah. Bahkan ada bebetapa hadits yang menjelaskan bahwa Khalifah itu ada di akhir zaman. Dari berbagai hadits ini, kemudian para ulama menyimpilkan bahwa 30 tahun yang dimaksud ada khulafaur rosyidin, adapun setelah itu tetap khilafah (jika syaratnya terpenuhi), tetapi tidak bisa disebut khulafaur rosyidin. Makanya menurut para ulama, khilafah bani umayyah, misalnya, tetap disebut khilafah, meski ada kekurangan dan penyimpangan di sana sini.

Tetapi unk jadi rujukan (benchmark), adalah khulafaur rosyidin.

Tentu saja ada banyak hal lain yang didiskusikan.

Sungguh diskusi yang sangat menarik dan penuh keakraban. Terima kasih prof Suteki sebagai inisiator dan Ustadz Andika atas ilmunya.

Jadi, kemarin tidak ada debat panas. Jika ada beberapa sahabat yang memberitakan seperti itu, apalagi sampai ada istilah "sekak mat", "dibuat terdiam", dll, meski saya husnudzdzan makudnya baik, tetapi ada baiknya postingan seperti itu diubah atau dihapus.

Wallahu a'lam.


Diskusi Khilafah Semarang
Diskusi Khilafah di Semarang. Andika Maulana (kiri), Prof Suteki (tengah), Choirul Anam (Kanan)


Dakwah Jateng - Sekitaran pukul 10.00 wib  (17/12) ada yang berbeda di area Gedung Pertemuan Magister Ilmu Hukum Undip. Meski hari minggu, beberapa peserta berpakaian rapih berduyun memasuki ruang diskusi.

Adanya diskusi yang diprakarsai Prof. Suteki (Guru Besar Hukum Undip) berhasil merubah pandangan kampus sekuler yang selalu sensitif dan phobia dengan Isu Khilafah menjadi majelis ilmu Islam. Diskusi berjudul Quo Vadis Khilafah dan Demokrasi di NKRI ini menghadirkan dua pembicara yang dimoderatori langsung sang profesor. Pembicara pertama, Andika Maulana berlatar belakang santri dengan pendidikan terakhirnya jurusan Tafsir Hadis UIN Walisongo berada dipihak kontra Khilafah. Sedangkan Pembicara kedua, Choirul Anam yang berprofesi sebagai dosen fisika diposisi Pro Khilafah. Komposisi yang terbilang unik dan bertolak belakang ini tentu diluar biasanya.

Andika Maulana menyoroti perihal term Khilafah dalam Alqur'an dan Hadis dengan menghadirkan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Khilafah yang kesimpulannya bahwa Khilafah tidak memiliki sistem baku dan tidak cocok di Indonesia dengan alasan akan memecah belah. Sontak hal ini dibantah oleh Choirul Anam yang meskipun kesehariannya berkutat dengan teori fisika ternyata begitu akrab dengan dalil dan kitab-kitab para ulama.

Ibarat memukul salah sasaran, Andika mengemukakan dalil yang ternyata setelah diklarifikasi tidak digunakan oleh pihak yang pro. Choirul Anam membantah semua dalil yang dipaparkan oleh Andika.

"Sebenarnya semua dalil yang dipaparkan tadi itu bukan dalil utama yang dipakai oleh kami yang berjuang untuk mendakwahkan Khilafah." Ungkapnya, diikuti dengan pemaparan dalil yang menjadi rujukannya.

Diakhir pembicaraan, Choirul Anam menjelaskan sebuah analogi menarik tentang para provokator listrik masuk desa. Dimana sesuatu yang baik bisa dianggap buruk dan menjadi pandangan umum masyarakat manakala ada provokator.

"Saat ada kebijakan listrik masuk desa di tengah masyarakat yang tidak faham soal listrik, kemudian muncul provokator yang berbicara bahwa listrik itu menyetrum dan bisa menimbulkan kematian, kalau ada anaknya yang menolong juga akan ikut tersengat dan mati juga, maka otomatis masyarakat ramai-ramai menolak." Tutupnya.

Video lengkap bisa anda tonton di bawah ini:



Reporter: Aab
Editor : P. Laksono


Kondisi sekarang adalah kondisi kecelakaan sejarah. Seharusnya kitalah umat muslim yang memimpin umat. Sedangkan sekarang yahudi menguasai Baitul Maqdis, dan yang membela adalah presiden adikuasa dunia, karena itu seharusnya kaum muslim mengambil langkah yang sebanding tegakkakan negara adidaya yang tidak kalah dengan amerika serikat. Tegakkan khilafah.

Dakwah Jateng - Forum Silaturahmi Umat Islam (FSUI) Jawa Tengah menggelar aksi solidaritas untuk palestina pada hari jum'at 15/12/2017. Acara ini dihadiri dari berbagai organisasi masyarakat seperti Masyarakat Tanpa Riba, Front Pembela Islam, Hidayatullah, Syam Organizer, Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus, Gema Pembebasan, Forum Pemuda Dan Mahasiswa Muslim, Dewan Dakwah Islam Indonesia, Majelis Iqro' Khoiru Ummah, Help-S, Ma'had Imam Al Ghozali, Komunitas Pejuang Subuh, Ma'had Al Ukhuwah Al Islamiyyah, dan elemen masyarakat pada umumnya.

Acara ini digelar di tugu tunas jalan pahlawan Semarang dengan dihadiri ratusan peserta.

Acara dimulai dengan pembacaan pernyataan sikap dari FSUI. Kemudian dilanjutkan dengan orasi dari perwakilan orator masing masing ormas.



Para orator aksi menyampaikan bahwa solusi untuk Palestina adalah dengan Jihad dan Khilafah, seperti ust. husein matla dari Masyarakat Tanpa Riba.

"Kondisi sekarang adalah kondisi kecelakaan sejarah. Seharusnya kitalah umat muslim yang memimpin umat. Sedangkan sekarang yahudi menguasai Baitul Maqdis, dan yang membela adalah presiden adikuasa dunia, karena itu seharusnya kaum muslim mengambil langkah yang sebanding tegakkakan negara adidaya yang tidak kalah dengan amerika serikat. Tegakkan khilafah." 

Acara Kemudian ditutup dengan membaca doa. Para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib. []

Reporter : Agus
Editor : Aab


Dokumentasi Foto




Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Soloraya turun kejalan memprotes Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyetujui Yerussalem sebagai Ibukota Israel di Bundaran Gladak, Solo, Rabu (13/12/2017).

Ratusan peserta aksi tetap antusias meski guyuran hujan datang. Ustadz Wasid salah satu orator mengatakan bahwa kebencian Yahudi sangat nyata terhadap umat Islam. Untuk itu menurutnya seharusnya negara muslim melakukan pendekatan militer.

“Melawan Yahudi sudah tidak lagi dengan bahasa kecaman, faktanya tidak berlaku bagi Yahudi, termasuk juga Amerika. Mereka dalam hatinya kebenciannya sangat besar yakni menghancurkan umat Islam. Maka yang seharusnya adalah mengirimkan pasukan perang,” katanya.

Sementara itu, Ketua BKLDK Soloraya,  Agus Setyawan mengatakan Israel adalah penjajah yang merampas tanah Palestina.  Bahkan menurutnya Israel juga tidak berhak atas Tel Aviv yang sebelumnya disebut-sebut sebagai ibukota Israel.


“Israel itu penjajah, jadi Tel aviv itu sebenarnya bukan ibukota Israel apalagi Yerusalem. Al Quds itu milik umat Islam yang menjadi kiblat pertama umat Islam. Selama ini Amerika dan Inggris membantu perampasan Israel” ujarnya.

Agus menilai usaha-usaha yang dilakukan negara muslim selama ini hanya bersifat retoris. Upaya yang dilakukan tidak signifikan bagi pembebasan Palestina,  sebab hanya berupa surat protes,  kecaman lisan tanpa dibarengi langkah-langkah strategis untuk memukul Israel dan Amerika.

“Kecaman yang dilakukan Presiden Jokowi juga tidak cukup, itu hanya retorika,” tegasnya.


Dakwah Jateng- Semarang, Forum Umat Islam Semarang(FUIS) lakukan aksi solidaritas mengecam pernyataan donald trump atas persetujuannya memindahkan ibu kota palestina dari tel aviv ke yerussalem.


Aksi yang dihadiri oleh ratusan orang ini dilakukan bada sholat jum'at 8 desember 2017, selain melakukan aksi FUIS juga membuat surat pernyataan dan menghimbau agar para pemimpin negara muslim mengambil sikap yang tegas atas kejadian yang dibuat oleh amerika ini.



reporter : marwazi
editor : agus



Aksi Menentang kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendukung Yerussalem sebagai Ibukota Israel dilakukan Ribuan Umat Islam Soloraya di Bundaran Gladak, Jl Slamet Riyadi, Solo, Jumat (8/12/2017).
Meski sebelumnya hujan mengguyur usai sholat Jumat, namun peserta tak surut menggelar aksi demo tersebut. Justru ketika datang rombongan santri dari Ponpes Al Mukmin dalam kondisi basah kuyup, menambah semangat peserta yang tadinya berteduh langsung berkumpul di bahu jalan Slamet Riyadi.
“Hari Rabu sudah ditabuh Donal Bebek di Palestina, artinya pintu Jihad sudah dibuka, siapkah kita menyambutnya? Siap berangkat? Siap berjihad? Takbir,” teriak orator diatas mobil komando.
Sementara itu, Ustadz Shabbarin Syakur, Sekjen Majelis Mujahidin dalam orasinya menyampaikan sejarah Yahudi selalu membuat keonaran. 14 Abad yang lalu Allah Subhanahu wata’ala sendirilah yang mengusir Yahudi dari bumi Islam.
“14 abad lalu Allah sendiri yang mengusir Yahudi Bani Nadir, maka Allah sendiri nanti yang akan mengusir Bani Israel untuk yang kedua kalinya. Kaum muslimin akan mengepung Yahudi Allah Akbar,” katanya.
Beberapa orang memegang spanduk bertuliskan ‘Trump + Israel = Agressor’ berwarna merah. Orasi pun bergantian dari tokoh elemen umat Islam hingga Ulama dan Ustadz Ponpes di Soloraya.
Aksi yang dimotori Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) itu, meminta pemerintah Indonesia terlibat aktif melobi negara muslim ASEAN dan OKI menekan Amerika Serikat menggagalkan tindakannya.
Aksi berakhir ketika memasuki waktu asar usai ormas Islam menggelar teatrikal pembunuhan Donald Trump yang dilakukan anak Palestina dihadapan peserta demo. Mereka membubarkan diri dengan tertib diikuti himbauan penggalangan dana.

Perkembangan zaman dewasa ini sudah semakin maju. Masyarakat disuguhkan oleh teknologi yang kian canggih dan masif.
Dampaknya, pergaulan anak muda menjadi agak kebarat-baratan. Parahnya, sampai menerobos norma budaya ketimuran yang selalu dijaga para pendahulu.
Seks bebas salah satunya. Fenomena tersebut tak lagi menjadi hal yang tabu bagi anak muda zaman now. Kebiasaan itu praktis membuat penyebaran virus HIV/AIDS semakin menjadi.
Fakta mencengangkan diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Sebanyak 20.000 pelajar SMP hingga SMA di Jawa Tengah terjangkit HIV/AIDS. Data tersebut mulai tahun 1993 sampai 2017.
"Berdasarkan data yang kami himpun dari KPA, selama ini ada 20.000 pelajar baik SMP maupun SMA yang terpapar HIV/AIDS. Maka dari itu, untuk 2018 nanti kita akan menggalakkan pemeriksaan kesehatan di semua sekolah," jelas Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo dalam lokakarya bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah di Gedung BNNP Jateng, Rabu (6/12).
Tri Agus mengatakan, penularan HIV/AIDS tertinggi pada kaum heteroseksual mencapai 85,57 persen. Kemudian disusul penularan akibat penggunaan jarum suntik 5,17 persen, perinatal 5,23 persen, homoseksual 4,69 persen, sisanya akibat transfusi darah 0,13 persen.
"Angka ini tentu cukup mengagetkan. Apalagi, penggunaan jarum suntik untuk mengonsumsi napza semakin marak digunakan di kalangan pelajar sekolah, jumlahnya meningkat setiap tahunnya," imbuhnya. Penggunaan jarum suntik untuk konsumsi narkoba cepat menularkan virus HIV/AIDS.
Sebelumnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang mengungkap dalam 14 tahun terakhir, sebanyak 1.490 orang meninggal dunia akibat HIV/AIDS.
Dari jumlah tersebut, 10.497 orang mengidap AIDS, sementara sisanya mengidap HIV. Asisten Pengelola Program KPA Jateng, Gardea Tyas Wardani, menyebutkan jumlah pengidap HIV/AIDS di Jateng itu masih jauh dari perkiraan KPA pusat.
"Kalau estimasi dari KPA pusat pada 2012 lalu ada sekitar 47.514 pengidap HIV/AIDS di Jateng. Sekarang baru 18.913 orang yang ditemukan, berarti baru sekitar 37,1 persen," kata Gardea, Selasa (5/12).
Di Jawa Tengah, penyebaran HIV paling banyak di wilayah Brebes, kemudian Kota Semarang. Sedangkan, AIDS paling banyak ditemukan di wilayah Kebumen dan Sragen.
Ironinya, tak sedikit pengidap HIV/AIDS tidak sadar jika mereka sudah tertular.
"Saat ini banyak para pengidap HIV/AIDS yang tidak tahu jika mereka terjangkit. Banyak yang masih malu untuk melakukan pemeriksaan maupun cek kesehatan. Harapan kami sih bisa menemukan lebih banyak pengidap HIV/AIDS. Kalau bisa menemukan lebih banyak, tentu lebih mudah dalam menangani," ujar Gardea.



Perwira Polda Jateng yang kedapatan membawa sabu, AKP KW terancam kehilangan pekerjaannya. Anggota Ditresnarkoba Polda Jateng tersebut akan dipecat oleh Kapolda Irjen Pol Condro Kirono.

"Kami akan pecat anggota tersebut," ujarnya usai mendampingi Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso saat gelar perkara terkait penggerebekan pabrik Pil PCC di Jalan Halmahera Raya Nomor 27, Semarang Timur, Senin (4/12).

Tindakan tegas tersebut dilakukannya sebagai upaya pembersihan internal Polda Jateng. Ia bahkan tak segan untuk memberikan sanksi tegas kepada anggota lainnya jika kedapatan melakukan hal serupa.

"Dalam hal ini kami bekerja sama dengan BNNP Jateng, kalau ada beberapa anggota yang memang terindikasi berada di peredaran narkoba kita akan tindak lanjuti. Kemarin kita turunkan Propam untuk menangkap," ujar Condro.




Disinggung mengenai adanya isu suap yang akan dilakukan AKP KW kepada pejabat di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Condro mengatakan indikasi tersebut sedang dalam proses pemeriksaan.

"Sampai sekarang belum ada ke situ tapi kita akan tindak anggota tersebut," ungkapnya.

Pada Jumat (1/12), seorang anggota Ditresnarkoba Polda Jateng berinisial KW diamankan oleh Pengamanan Internal Polri (Paminal) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jateng. Saat itu ia kedapatan membawa 1 gram sabu yang disimpan di dalam tas dan sejumlah uang.



Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek rumah di Jalan Halmahera Nomor 27, Semarang Timur, Semarang. Rumah tersebut diduga digunakan sebagai tempat produksi pil PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol).

Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN Brigjen Irwanto mengatakan ada tiga lokasi yang digerebek. "Jadi ini barang bukti masih kita hitung semua, kita juga menunggu barang bukti dari Solo dan Tasik," ujarnya, Minggu (3/12).

Menurutnya, penggerebekan dilakukan serentak di tiga kota, yakni Semarang, Solo, dan Tasikmalaya. Dari ketiga lokasi tersebut, ditangkap dua orang. "Tersangkanya dua, namanya Ronggo dan Joni. Ronggo itu yang mengendalikan tempat di Tasik dan Solo, sedangkan Joni yang di Semarang," imbuhnya.

Di Semarang, penggerebekan dilakukan di dua lokasi. Selain rumah kontrakan di Jalan Halmahera Nomor 27, juga di daerah Jalan Gajah Raya yang diduga sebagai gudang penyimpanan pil PCC tersebut. "Untuk data lainnya nanti, pihak kami masih mendata. Dakjar itu tugasnya menindak dan mengumpulkan barang bukti, kemudian dilemparkan ke penyidik, tugas Dakjar hanya sampai situ," pungkas Irwanto.

[merdeka]


Ustadz Felix Siauw di reuni 212
Ustadz Felix Siauw menyatakan Indonesia sudah dijajah Amerika dan sekutunya (asing) serta Cina dan sekutunya (aseng).
“Negeri ini sudah dijajah oleh asing dan aseng dan yang di depan kalian ini adalah aseng , tapi aseng yang baik,” ujar mantan Katolik beretnis Cina tersebut di hadapan jutaan peserta Reuni Akbar Alumni Aksi 212, Sabtu (2/12/2017) di Silang Monas, Jakarta.
Asing dan aseng tersebut, lanjut Felix, berusaha menakut nakuti umat Islam agar keluar dari barisannya Allah  SWT dan Rasulullah SAW. “Tapi apa yang terjadi pada kita kita tetap teguh di jalan kebenaran,” pekiknya.
Menurut Felix, mereka semua mengatakan bahwa acara reuni 212 bukan acara kecuali perayaan intoleransi sembari pekikan takbir. Yang mereka  usahakan melalui mulut-mulut mereka memadamkan semangat kaum Muslimin dengan menganggap setiap orang yang mengatakan Lailahailallah adalah orang yang radikal.
“Mereka mencoba memadamkan cahaya dan  semangat dalam diri kita, yang mereka inginkan adalah kita menyetujui kedzaliman dan yang mereka inginkan adalah meneruskan syahwat kepada diri mereka . Setiap orang yang mencintai Islam disebut  sebagai orang yang  radikal,” beber Felix
[mediaumat.news]

fahri hamzah di reuni 212

Bendera putih bertuliskan Laailahailallah Muhammadarasulullah (liwa) dan panji hitam berkaligrafi Arab yang sama (rayah) merupakan bendera Rasulullah SAW dan seluruh kaum Muslimin sedunia, namun akhir-akhir ini kerap dikriminalisasi oleh oknum pejabat.
“Di sebagian pejabat negeri kita alergi dengan bendera seperti ini (sambil menunjuk liwa dan rayah yang dikibarkan massa, red). Karena mereka menganggap itu adalah ISIS. Otaknya sudah dirusak oleh setan!” tegasnya di hadapan jutaan massa Reuni Akbar Alumni 212, Sabtu (2/12/2017) di Silang Monas, Jakarta.
Selain itu, ungkap Fahri, terminologi Islam lainnya seperti “jihad”, “syadahat”, “takbir”, semuanya ingin dikriminalisasi dan dimasukan dalam kategori upaya pemakzulan (impeach). “Kita kirim nanti selawat di hari maulid ini agar bersihlah jiwa dan hati para pejabat itu dari setan-setan yang terkutuk,” ungkapnya kemudian disambut takbir jutaan massa.
Padahal lanjut Fahri, yang akan menjaga negeri ini adalah umat Islam bukan para pemilik modal. “Kalau negeri ini diserang para pemilik modal terbang ke luar negeri, umat Islamlah yang akan pertahankan negeri ini,” tegasnya kemudian disambut takbir hadirin.
[mediaumat.news]


Dakwah Jateng - Ratusan ribu massa memadati Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Desember 2017 untuk turut hadir dalam acara Reuni Akbar 212.

Tak lupa, bendera Tauhid pun turut berkibar dalam acara tersebut.

Berkibarnya bendera Tauhid tersebut ternyata menjadi sumber kepanikan kantor media CNN.

Segera saja, postingan dengan judul "Ada Bendera HTI di Reuni Akbar Alumni 2123" meluncur dan membuat heboh netizen media sosial.

Berikut cuplikan berita yang dibagikan melalui akun twitter resmi CNN @CNNIndonesia.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) rupanya turut menjadi peserta dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 yang digelar di Lapangan Monas pada Sabtu (2/12).

Hal itu dilihat dari pelbagai bendera yang dibawa oleh sebagian peserta dalam acara yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB tersebut. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, banyak peserta yang membawa bendera organisasi yang dilarang oleh pemerintah tersebut.

Tak hanya bendera, HTI juga membawa satu unit mobil komando dengan perlengkapan sistem pengeras suara.

Sontak hal ini dikecam banyak aktivis. diantaranya Mustofa Nahrawardaya,
Waduh @CNNIndonesia bikin penyakit lagi. Foto benderanya tolong yg jelas dong. Wartawannya namanya Ramadhan Rizki, suruh motret yg bener. Tolong anak2 LPI kalau ketemu Ramadhan Rizki suruh buktiin bendera HTI ada dimana? 

Sumber: Portal Islam 
loading...
Powered by Blogger.