Solusi OKI itu munafik, biar tidak munafik ya solusinya sesuai syariat, Jihad!

Dakwah Jateng : Gombong – Jawa Tengah. Markaz Front Thoriqul Jihad (FTJ) di Pesantren Al Daldiri, Kebumen menggelar acara Mudzakarah Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Kedu Selatan, pada Ahad (31/12). Tema yang diangkat adalah: ”Ulama & Ummat  Bersatu: Bebaskan al Quds dari Penjajahan”

Acara yang dihadiri oleh Ulama dan Tokoh Masyarakat Kedu Selatan ini meski tampak sederhana, namun suasana khidmat dan semangat jihad sangat terasa. Bagaimana tidak, pada awal acara yang dipandu Kyai ‘Abdul Birri dari Gombong sudah dipanaskan dengan memaparkan fakta klaim musuh besar ummat Islam dunia atas kota suci ketiga mereka. Hadirinpun tampak bersemangat dalam ghirah yang tergugah.

Pada sambutannya Shahibul Fadhilah KH Saefuddin Ghozaki Daldiri memanaskan lagi dengan mengingatkan, bahwa kewajiban ulama adalah menjadi penyeru kebenaran, dan bersikap adil berdasarkan syariat Allah swt, atau ummat ini akan dibinasakan akibat abainya ulama dalam amar ma’ruf dan nahi munkar.

Dalam mudzakarah ini turut menyampaikan kalimah minal ulama di antaranya adalah: KH Mufasir (Pengasuh Majlis Mujahadah Darul Hikmah Kebumen), KH Rohani (Pengasuh Majelis Ta'lim Al Barokah Purworejo), KH.Rofiq Nur Hidayat (Pengasuh Majelis Ta'lim Fisilmi Kaffah Purworejo). Para ulama tersebut sepakat menolak klaim sepihak Amerika atas al Quds, dan menyerukan perlawanan, namun dengan solusi yang tuntas, bukan solusi munafik. “Solusi OKI itu munafik, biar tidak munafik ya solusinya sesuai syariat, Jihad!”, retorika KH Rofiq Nur Hidayat pada giliran terakhir. “Allahu Akbar!”, hadirin menyambut dengan gempita.

KH Ahmad Faiz pada kesempatan selanjutnya memaparkan materi solusi tuntas atas segala macam persoalan Palestina yang tidak kunjung selesai. Tidak lain dan tidak bukan adalah jihad. Dan karena tidak mungkin akan berjihad, kecuali ada pemerintahan yang mempunyai pandangan demikian. Dan itu mestilah Daulah Khilafah ada ditengah-tengah ummat. Menjadi wajib bagi Ulama yang hadir untuk terus dan secara gencar mendakwahkan tegaknya khilafah, yang dengannya kehidupan Islam berlangsung, termasuk pelaksanaan hukum jihad melawan penjajah.

Turut hadir ustadz Zulhadir, SH, beliau memaparkan tinjauan hukum terkait permasalah yang menerpa ummat Islam saat ini, khususnya di Indonesia.

Acara yang dimulai sejak pukul 09:30 WIB, menjelang berakhirnya Mudzakarah, Saefuddin “Ghozaki” Daldiri membacakan pernyataan sikap ulama kedu selatan terkait klaim sepihak atas al Quds sebagai ibukota Israel. Hadirin yang turut mengiringi dibacakannya pernyataan tersebut sesekali bertakbir. Intinya Ulama Kedu selatan menolak keras atas klaim tersebut dan menyerukan jihad sebagai jawaban atas agresi Israel terhadap tanah suci ummat Islam, al Quds dan Palestina secara umum. Acara berakhir pada pukul 12:07 WIB.

Reporter: Yahya husein
Editor: Aab

Post a Comment

Powered by Blogger.