Meski Uni Eropa mendukung Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestiana, justru ulama Bogor bersikap berbeda. Ahad (21/1/2018) di Masjid Nurul Fatah, Ds. Barengkok, dilaksanakan Mudzakarah Ulama. Dihadiri sekitar 50 orang ulama’, kyai, asatidz, dan tokoh masyarakat. Ust. Umar Ismail, selaku ketua DKM, didapuk sebagai shahibul bayt.
“Mudzakarah diadakan dalam rangka keprihatinan kita sebagai umat Islam, atas kondisi muslim di Palestina. Masih ada ancaman serius dari Israel, terlebih setelah Donal Trumph yg menyatakan sepihak Ibukota Israel di Yerusalem. Kecaman meluas dari seluruh umat Islam di dunia,” ungkap Ust. Hendaru Djumantoro membuka acara.
Ust. Aef Saefuddin, pimpinan ponpes ar-Rosada, Gunung Bunder, Kab. Bogor, menjelaskan tentang ayat-ayat dan hadits nabi serta Maqolah Para Ulama tentang kondisi akhir jaman. Beliau menyayangkan sikap media yang menutupi persoalan Palestina.
“Solusi oleh PBB dianggap belum mampu meredam eskalasi konflik Israel dan Palestina dengan kebijakan dua negara. Padahal berdirinya Israel di bumi kaum muslim, haram secara hukum Islam, dan itu semua adalah permainan PBB yg menguntungkan Yahudi,”ungkap Ust Aef berapi-api.
Lebih lanjut, Ust Aef menjelaskan bahwa sampai kapanpun persoalan Palestina tidak akan mungkin bisa diselesaikan secara integral dan menyeluruh, jika penyelesaiannya bukan dengan cara Islam. Adapun cara Islam adalah hanya dengan Khilafah yang mampu mengusir Israel dari bumi kaum muslim Palestina, dengan mengerahkan tentara kaum muslim dengan Jihad.
“Ketika tidak ada Khalifah, maka jihad defensif yakni bertahan bisa dilakukan. Lain halnya, jika Khilafah tegak, maka Khalifahlah yang mengomandoi Jihad. Tujuannya membebaskan negeri-negeri kaum Muslim, dan melakukan futuhat. Itulah Jihad Ofensif,”serunya.
Sumber : shoutul ulama

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.