Hizbut Tahrir Palestina menentang pernyataan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas dan keputusan Dewan Pusat Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan HT Palestina dalam sebuah press rilis tertanggal 16 Januari 2018.
HT Palestina menilai bahwa Otoritas telah membuat sebagian besar wilayah Palestina, termasuk al-Quds (Yerusalem) Barat menjadi milik sah Yahudi ketika disempurnakan dengan perundingan yang lain, serta membuat otoritas dan aparat keamanannya menjadi pelindung entitas Yahudi.
Berpegang teguh Otoritas terhadap solusi dua negara adalah sebuah pengkhianatan pada Allah, rasul-Nya, kaum mukmin, serta rakyat Palestina pada umumnya, darah mereka dan pengorbanannya. Sebab solusi ini akan memberi pendudukan negara yang kuat atas 80 persen tanah Palestina dengan bagian terbesar al-Quds (Yerusalem).
Dalam rilisnya HT Palestina menegaskan kepada otoritas, Amerika, Eropa dan entitas Yahudi bahwa umat Islam tengah mendidih darah di pembuluh darahnya, dari hari ke hari mereka terus mendekati kerongkongan para penguasa yang Anda bersandar dan bergantung pada, serta menjadikan mereka para antek Anda. Dengan izin Allah, umat Islam akan segera menumbangkannya, kemudian akan menegakkan Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah, yang akan mencabut akar Anda, membebaskan seluruh Palestina, dan semua negeri kaum Muslim yang diduduki.
Berikut kutipan lengkap pres rilis tersebut:

Nomor: 04/1439 H.
Selasa, 29 Rabi’ul Tsani 1439 H./ 16 Januari 2018 M.

Press Release:
Pidato Abbas dan Keputusan Dewan Pusat Palestina
Menolak Sikap Yang Mengabaikan Palestina, Rakyatnya, Tempat-Tempat Sucinya, Dan Mengokohkan Entitas Yahudi

Pada hari Senin (15/1/2018), Dewan Pusat Palestina (PCC) mengakhiri aktivitasnya dan mengeluarkan resolusi yang menyerukan untuk berkomitmen terhadap solusi dua negara atas dasar legitimasi internasional, inisiatif perdamaian Arab tanpa perubahan, untuk pendirian negara Palestina di atas perbatasan tahun 1967 dan ibukotanya al-Quds (Yerusalem) Timur, juga terlibat aktif dalam setiap perundingan damai di bawah PBB, serta merekomendasikan penangguhan pengakuan entitas Yahudi melalui PLO, penghentian koordinasi keamanan, dan mengakhiri ketergantungan ekonomi dengan pendudukan, mengingat bahwa tahap peralihan yang ditetapkan oleh Oslo telah berakhir …
Kami Hizbut Tahrir di Palestina menolak apa yang dinyatakan dalam pidato Presiden Otoritas dan keputusan-keputusan yang menegaskan bahwa otoritas dan lembaga-lembaganya masih belum lepas dari pendekatan khianat yang mengabaikan Palestina, rakyatnya dan tempat-tempat sucinya, serta membuat masa depan kasus Palestina disandera oleh kekuatan-kekuatan negara besar yang memusuhi umat Islam dan rakyat Palestina, serta yang menciptakan entitas Yahudi dan mendukungnya dengan uang dan senjata, serta resolusi internasional yang tidak adil. Sementara pada saat yang sama, benar-benar meninggalkan seruan untuk pembebasan Palestina, menuntut umat Islam dan tentaranya untuk membebaskan … Kami menekankan hal berikut:
  • Hal ini jelas bahwa keputusan-keputusan tersebut jauh dari nada anti-Amerika yang telah menampar otoritas dengan resolusi-resolusinya dalam konteks al-Quds, dan kesepakatan seabad, serta tunduk pada suasana hati dan hawa nafsu negara-negara Eropa yang tidak membuat otoritas meninggalkan kuburan Oslo dan pengakuan terhadap entitas Yahudi, namun hanya mengumumkan berakhirnya masa transisi yang ditetapkan Oslo dan rekomendasi dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk penangguhan pengakuan.
  • Otoritas telah berpegang teguh dengan resolusi-resolusi, perundingan-perundingan dan konferensi-konferensi yang disponsori oleh negara-negara yang memusuhi Islam, kaum Muslim dan rakyat Palestina, terlepas dari kenyataan bahwa proses perdamaian dan kesepakatan khianat telah menyebabkan bencana dan kejahatan terhadap Palestina dan rakyatnya. Otoritas telah membuat sebagian besar wilayah Palestina, termasuk al-Quds (Yerusalem) Barat menjadi milik sah Yahudi ketika disempurnakan dengan perundingan yang lain, serta membuat otoritas dan aparat keamanannya menjadi pelindung entitas Yahudi, juga menanggung biaya keamanan, beban keuangan, ekonomi dan politik pendudukan, serta yang membuat harga pendudukan lebih murah dalam sejarah melalui pengakuan para pemimpin otoritas sendiri, sementara rakyat Palestina membayar harganya dengan darah mereka dan kebutuhan pokok keluarganya melalui pajak yang terus naik dari hari ke hari.
  • Bahwa dengan berpegang teguh pada solusi dua negara ini adalah sebuah pengkhianatan pada Allah, rasul-Nya, kaum mukmin, serta rakyat Palestina pada umumnya, darah mereka dan pengorbanannya. Sebab solusi ini akan memberi pendudukan negara yang kuat atas 80 persen tanah Palestina dengan bagian terbesar al-Quds (Yerusalem), sedang bagi Otorita paling tinggi adalah sesuai dengan tuntutannya sebagai negara miskin di atas 20 persen wilayah Palestina, termasuk yang mereka sebut al-Quds (Yerusalem) Timur. Sungguh buruk sekali apa yang mereka lakukan!
  • Otoritas, lembaga-lembaganya, Dewan Pusatnya, PLO dan faksi-faksinya sungguh telah meninggalkan konsep pembebasan sepenuhnya, dan menghapusnya dari kamus dan kosa katanya, serta mengesampingkan usulan satu-satunya cara untuk mewujudkan pembebasan, yaitu mengirim tentara kaum Muslim, serta memanfaatkan semua potensi dan kemampuannya untuk memasuki pertempuran menentukan yang akan melenyapkan entitas Yahudi dari akarnya, membuang kebiasaan meminta perlindungan internasional, yaitu negara-negara serigala buas, dan menambah pendudukan internasional di samping pendudukan Yahudi di Palestina. Sungguh buruk sekali apa yang mereka putuskan!
Kami menegaskan kepada otoritas, Amerika, Eropa dan entitas Yahudi bahwa umat Islam tengah mendidih darah di pembuluh darahnya, dari hari ke hari mereka terus mendekati kerongkongan para penguasa yang Anda bersandar dan bergantung pada, serta menjadikan mereka para antek Anda. Dengan izin Allah, umat Islam akan segera menumbangkannya, kemudian akan menegakkan Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah, yang akan mencabut akar Anda, membebaskan seluruh Palestina, dan semua negeri kaum Muslim yang diduduki, serta yang akan mengembalikan Amerika dan negara-negara Barat ke kandangnya, juga yang akan menghukum semua pengkhianat dan pelaku kekufuran. Sungguh, hari esok itu begitu terasa dekat bagi yang melihatnya.
﴿إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا﴾
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (TQS At-Talaq [] : 3).

Kantor Media Hizbut Tahrir
Di Bumi Yang Diberkati Palestina

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.