Menguji Komitmen 212

Oleh Abi Naila

Gerakan 212 yang bermula digulirkan untuk menuntut Basuki Cahaya Purnama alias Ahok yang menghina QS. Al Maidah: 51 selanjutnya berkembang menjadi gerakan bela Ulama dan bela Islam. Pada kasus keluarnya Perppu Ormas sampai kemudian disahkan menjadi UU Ormas oleh DPR,  Alumni 212 tetap solid melakukan perlawanan. Bahkan mereka membuat komitmen untuk tidak memilih partai pendukung Perppu Ormas jadi UU Ormas, yaitu PDIP,  Golkar,  Nasdem,  Hanura,  PKB, PPP dan Demokrat.  Sementara partai yang menolak yaitu Gerindra,  PAN,  dan PKS. 

Tentu saja mereka berharap perlawanan yang dilakukan oleh 3 partai penolak Perppu itu adalah perlawanan yang dibangun secara tulus demi tegaknya kebenaran dan keadilan,  dan partai yang menolak Perppu itu diharapkan akan menjadi wadah aspirasi umat khususnya umat Islam dalam menghadapi kekuasaan yang cenderung arogan terhadap rakyat. 

Akan tetapi menghadapi Pilkada Serentak sekarang ini,  nada kecewa umat  sayup-sayup mulai terdengar. Bagaimana tidak,  tiga partai yang semula dianggap sebagai wadah aspirasi umat yang kecewa dengan rezim yang telah mengesahkan UU Ormas,  di beberapa daerah ternyata berkoalisi dengan partai yang sejak awal berhadapan dengan gerakan 212.

Hal ini tentu telah melukai perasaan umat yang terlibat dalam gerakan 212. Bukan hanya itu,  muncul juga keraguan,  apakah tetap akan memilih partai yang menolak perppu ormas,  sementara partai tersebut berkoalisi dengan partai pendukung Perppu,  ataukah tidak akan memilih partai manapun yang bekerja sama dengan partai yang memusuhi para ulama dan umat Islam? Semua kembali kepada pribadi para alumni 212. Inilah ujian yang harus dilalui. Semoga umat Islam semakin sadar bahwa demokrasi bukan jalan untuk memperjuangkan Islam.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.