LGBT HALALKA(H/N) ?

Oleh : Imam Ats-Tsabith (Aktivis GEMA Pembebasan Undip)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Qs. An-Nur : 31)

Setelah membaca terjemahana ayat diatas beberapa orang munkin akan mempunyai pandangan berbeda dalam kalimat  “ghairi ulil irbah minar rijal (lelaki yang tidak punya nafsu syahwati terhadap perempuan).” dan akan kita hadapkan pada masalah yang sedang menjadi perbincangan netizen serta masyarakat umunya mengenai putusan MK yang sudah diketahui dan menjadi polemik panas dalam beberapa diskusi on maupun off air.

Beberapa orang yang memiliki pandangan Hak Asasi Manusia yang berdalilkan atas kebebasan individu dalam menjalani hidupnya jauh dari intervensi pihak dan individu lain menafsirkan bahwa inilah dalil LGBT yang ada dalam ajaran islam bukan dilaknat oleh allah namun dia merupakan ciptaan allah yang wajib dilindungi dan mendapatkan pencegahan dari sifat diskriminatif pihak pihak yang secara ekstrim menentang perbuatan ini kebanyakan dari golongan islam yang konservatif. Beberapa dari mereka juga menambahkan sesungguhnya dalil dalil dinAl-Quran yang mengisahkan mengenai nabi Lutz tidak sepenuhnya merujuk pada tindak homoseksual maupun LGBT yang menjadi teriakan lantang golongan yang pro HAM (katanya) dan anti diskriminatif serta mendasarkan kebhinekaan,kebanyakan dari golongan LGBT ini mendefinisikan diri mereka sebagai jiwa yang salah tubuh serta menimpalkan kesalahan kepada tuhan dan menentang keras disebut  sebagai penyakit masyarakat.

Sedang dilain pihak, kaum agamawan konservatif yang sebagian dari mereka merupakan tokoh tokoh islam terkenal mendefinisikan hal ini sebagai tafsir yang ngawur serta  tidak di dukung dalil dalil lain yang cukup membangun argumen pro LGBT tersebut. Mereka (pro LGBT) menganggap diri mereka benar karena dalil semata wayang yang terus di dengung dengungkan di masyarakat dengan dalih islam mengajarkan tasamuh (toleransi) tapi inikah toleransi yang mereka bangun tidakjuga diikuti dasar dasar hukum yang jelas. Sedang dari kaum muslimin garis lurus sendiri menyampaaikan dalil dalil mendasar diikuti hadist hadist serta ayat lain yang banyak mendukung argumen kontra tindakan keji (LGBT) ini.

Para pro LGBT hanya memblow up kan  satu terjemahan ayat Al-Quran yang tekstual tanpa menyertakan serta memahami konteks dari apa yang dibicarakan sepenuhnya dari ayat ayat sebelum dan sesudahnyAa padahal Al-Quran itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, jika ada satu ayat ditafsirkan menjadi dalil, seharusnya tidak bertentangan drngan dalil lain yang ada sebelum dan sesudahnya baik di Quran,Hadist serta ijma dan fatwa alim ulama.

Kaum pro LGBT ini seperti gagal paham jika dihadapkan dengan dalil lain yang jelas jelas menganggap LGBT sebagai penyimpangan. Mereka  (LGBT) itu sakit tapi tidak mau disebut penyakitan dan kalau sudah begini bagaimana mau disembuhkan pasti nyusahin banyak pihak kan? Tuhan saja mereka salahkan apalagi kita yang kita yang manusia.

Faktanya jumlah LGBT yang terkena PMS (Penyakit Menular Seks) di indonesia terus meningkat diikuti juga dengan angka kematian karena hal ini juga. nah kalau begini jadinya siapa juga yang repot ? apakah kita akan membiarkan orang orang mati karena syahwat seks nya yang menyimpang?
Dan kemana orang orang yang mengkampenyakan HAM versi kebebasan yang kebablasan saat hal ini terjadi?. Secara tidak langsung ini adalah dosa mereka entah sengaja atau tidak.

Sekian saya tutup tulisan ini dengan kata kata seorang tokoh besar pembebas al aqsa. "Jika kamu ingin menjajah suatu negara tanpa perang maka buatlah miras dan perzinahan menjadi umum diantara generasi muda mereka" - Salahudin Al-Ayyubi

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.