Geliat para petani binaan ACT dalam mengisi lambung Kapal Kemanusiaan semakin menggebu-gebu. Semangat mereka terus bertambah; semua petani bergerak, semua peralatan diturunkan. Estafet panen raya dengan konsep gotong-royong dilakukan, demi tercapainya misi mengirimkan 10.000 ton beras untuk Palestina.

Kamis (18/1), mesin DOS (mesin perontok padi) mulai bergemuruh kencang sejak pagi buta. Para petani sudah mulai sibuk dengan perkakasnya masing-masing. Sebagian petani memegang arit, begitu lincahnya memotong tangkai demi tangkai padi itu. Padi yang sudah dipotong kemudian dibawa ke tepi jalan, untuk dimasukan ke mesin DOS.

Sedangkan di sudut lain, petani yang mengendalikan mesin DOS sudah siap di posisinya. Mesin DOS yang bergemuruh sejak pagi itu siap menyambut padi-padi yang sudah dipotong, memisahkan tiap bulir padi dengan tangkainya.

Panen kali ini berlangsung di Desa Gadon, Kecamatan Cepu, Blora. Panen yang dilakukan secara gotong-royong tersebut melibatkan sekitar 30 petani di desa Gadon.

Salah satu petani Desa Gadon mengakui bahwa mereka sangat senang mengikuti proses panen kali ini. Mereka sadar bahwa setiap bulir padi yang mereka hasilkan akan sangat membantu warga Palestina yang sedang teraniaya. 

“Saya akan membantu dengan mengumpulkan beras panen di wilayah Cepu. Semoga beras ini bisa sampai ke sana dan dapat menolong masyarakat Palestina yang kena musibah", ungkap Ramli, salah satu petani Desa Gadon.

Dalam menyiapkan 10.000 ton beras Kapal Kemanusiaan untuk Palestina, ACT melibatkan semua unsur masyarakat. Insan selaku Vice President ACT mengatakan, beras yang dikumpulkan adalah beras yang dibeli langsung dari petani dengan harga terbaik. Sehingga, para petani bisa merasakan harga terbaik di masa panennya. Selain itu, efek domino dari pembelian beras langsung dari petani adalah untuk memotong rantai tengkulak yang sudah mengakar di kalangan para petani.

"Mulai pekan kedua Januari hingga pekan kedua Februari, kita sedang berikhtiar menyiapkan 10.000 ton beras untuk program Kapal Kemanusiaan", ungkap Insan. 

ACT melibatkan 25 desa di 11 kecamatan dan 5 kabupaten untuk pengadaan beras Kapal Kemanusiaan ini. Lima kabupaten tersebut meliputi Ngawi, Bojonegoro, Blora, Grobokan, dan Rembang. 

"Insya Allah, kita akan berikhtiar penuh menyiapkan 10000 ton ini sampai benar-benar siap. Sehingga di 21 Februari nanti kapal kemanusiaan akan siap kita layarkan" tegas Insan.

sumber : ACT.ID

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.