Dakwah Jateng- Purworejo, Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) melakukan Roadshow edukasi hukum ke Jawa Tengah. Salab satunya pada Ahad, 28 Januari 2018 mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Purworejo.

Sekitar 30 Sarjana Hukum se-eks karesidenan Kedu berkumpul di Meeting room Hotel Plaza. Mengangkat tema "Rechstaat atau Machtstaat? Quo Vadis Masa Depan Advokat Muslim?" diskusi berlangsung hangat.

Hadir pada kesempata tersebut, Chandra Purna Irawan, S.H., M.H., Ketua Eksekutif Nasional KSHUMI. Beliau memaparkan pentingnya Sarjana Hukum untuk mengawal hukum di Indonesia. "Negara kita sudah mulai bergeser dari Negara Hukum (Rechtstaat) menuju Machtstaat (Negara Kekuasaan)." Ungkap Chandra.

Beliau beralasan, hal ini berdasarkan beberapa bukti diantaranya atas dikeluarkannya PERPPU No. 2 Tahun 2017 yang kini disahkan me jadi Undang-Undang. Selain itu juga adanya kriminalisasi simbol Islam seperti bendera liwa' dan rayyah. Juga penangkapan aktivis Islam.

Selain itu Cahyono, S.H., pengacara senior di Purworejo mengaminkan hal tersebut. Beliau juga bercerita tentang pengalamannya bahwa hukum sekarang tergantung pada uang. "Ilmu lawyer itu sama, yang membedakan adalah tebal dan tipisnya uang." Ujar beliau.

Acara tersebut juga diapresiasi oleh para peserta yang menginginkan acara serupa lebih sering diadakan.

Sebelum diakhiri, acara tersebut diakhiri dengan tausiyah dan doa dari K.H. Muhamad Ainur Rafiq, pengasuh pondok pesantren Darut Tauhid 2 Grabag, Purworejo. Tausiyah beliau semakin menguatkan kepada para Sarjana Hukum untuk bertekad berjuang untuk Islam.

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.