Sejumlah Ulama dan Kyai yang hadir memberikan kesaksian mereka mengapa hadir di sidang PTUN hari ini, Kamis 11 Januari 2018.
Berikut ini kesaksian beliau:
KH. Alwi Jufri dari Bojonegara Serang:
“Saya hadir, selain memberikan dukungan doa, kita juga perlu hadir secara phisik untuk memberikan dukungan moral bahwa banyak ulama yang mendukung HTI, tidak berjuang sendirian”
KH Syahruddin dari Serang :
“Kami rindu dengan syariah Islam, karena dengan Khilafah Islam syariah Islam bisa tegak”
Ustad Ahmad Zaenuddin, Pondok Pesantren Al Husna, Cikampek
“Bukti pembelaan terhadap syariah Islam dan tuntutan aqidah. Karena targetnya pembubaran ormas ini untuk menghambat dakwah Islam dan mencegah umat Islam”
Ustad Abu Fatih, Cibinong
“Apa yang dilakukan pemerintah ini merupakan bentuk kedholiman. Dari beberapa kali persidangan yang kami hadiri, semua argumentasi pemerintah tidak berdasar, secara hukum maupun syariat. Ini jelas sebuah kedholiman untuk menghambat dakwah Islam”
KH. Muhyiddin, Ponpes An Nur, Pamijahan, Leuwiliang, Bogor
“Pertama ulama wajib membela HATI yang selama ini terdholimi. Dengan pencabutan secara sepihak BPH
Kedua, Alasan pembubaran karena ada ide penyebaran dakwah Khilafah, sementara Khilafah adalah ajaran Islam, yang diwariskan oleh Rasulallah.
KH. Habib Kholilullah bin Abu Bakar Al Habsy
“Karena ini merupakan momen penting utk membela HTI yang saat ini sedang difitnah. Padahal tidak ada pelanggan dalam aktifitas HATI selama ini, baik secara aqidah dan hukum. Oleh karena itu, jika pemerintah ingin membubarkan HTI, sama saja dengan menghalangi dakwah. Dengan demikian, HTI wajib didukung dan dibela”.
KH. Khalwati, Serang Banten.
“Karena ini jihad demi menegakkan hukum Islam, agar hukum Islam ditegakkan dinegara kita. Tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan HTI, kita harus bela” (Hs)

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.