Image result for surga neraka
Oleh: Rokhmat S. Labib
Menjadi manusia yang baik atau manusia yang buruk, bergantung pada hukum yang diyakini, dijalankan, dan diterapkan.
Apabila hukumnya benar dan baik, maka akan mengantarkan pelakunya menjadi orang yang baik. Sebaliknya, ketika hukumnya batil dan buruk, maka hanya akan membuat pelakunya menjadi orang yang buruk dan jahat.
Sebagai contoh, ketika ada seseorang meyakini bahwa zina dan riba perbuatan dosa dan tercela, kemudian dia menjauhinya, niscaya dia akan terhindar dari perbuatan buruk tersebut. Namun sebaliknya, ketika dia menganggap perbuatan tersebut tidak tercela, bahkan menganggapnya seebagai perbuatan mulia, maka tak berat untuk mengerjakannya. Terbayanglah, bagaimana kehidupan orang yang seperti itu.
Hukum Islam adalah hukum yang berasal dari Allah Swt. Dzat yang Yang Maha Benar dan Maha Adil. Allah Swt berfirman:
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا 
Dan telah sempurna kalimat Tuhanmu yang benar dan adil, QS al-An'am [6]: 115).

Maka, siapa pun meyakini, mengikuti, dan menjalankan Islam beserta seluruh hukumnya, akan mengantarkan pelakunya menjadi manusia yang baik. Bahkan, sebagaimana ditegaskan AlLlah swt dalam QS al-Bayyinah ayat 7, orang tersebut akan menjadi 'khair al-bariyyah' (sebaik-baik makhluk).
Sebaliknya, mereka yang mengingkari dan menolak dan Islam, pasti akan menjadi 'syarr al-bariyyah' (seburuk-buruk makhluk). Sebab, ketika menolak Islam, pastilah dia akan mengikuti dan menerapkan hukum dan ide selainnya. Padahal, semua selain yang haq adalah sesat dan bathil. Allah Swt berfirman:
فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ
Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan (QS Yunus [10]: 32).

Allah Swt juga menyebut orang yang mengikuti hawa nafsu tanpa petunjuk-Nya sebagai orang yang paling sesat. Perhatikan firman-Nya:
فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ
Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun (QS al-Qashash [28]: 50).

Akhirnya, semuanya bergantung pada kita, mau menjadi makhluk terbaik atau menjadi makhluk terburuk. Jika menginginkan menjadi makluk terbaik, tak ada pilihan kecuali memilih Islam. Jika menolak dan mengingkari, maka jangan salahkan siapa-siapa jika menjadi makhluk paling buruk. Semohga kita dimasukkan Allah Swt dalam golongan khair al-bariyyah. WaL-lah a'lam bi al-shawab.[]

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.