Image result for pergaulan bebas

Selamatkan Generasi Muslim dari Promosi Pergaulan Bebas (Pacaran) yang Merusak

Oleh : Ahmad Yusran (Ketua BE BKLDK Semarang Raya)

Semarang telah menjadi saksi dampak dari adanya pergaulan bebas, ditemukanya bayi dalam kardus di perkebunan Krajan, Bener, Tengaran, Kabupaten Semarang sebagaimana di lansir detik.com,  Sabtu (13/1/2017)  merupakan salah satu contoh dari sekian banyaknya kasus pembuangan bayi yang terjadi. Jika kita ingin menelusuri lebih dalam maka kita akan menemukan banyak sekali fakta menyedihkan akibat dari pergaulan bebas ini, hamil di luar nikah, pemerkosaan, aborsi yang terjadi mungkin sudah tidak asing lagi untuk di perdengarkan di telinga, di tonton di media massa.

Dari data yang dirilis oleh Indonesia Police Watch pada Januari 2018 saja, telah terjadi kasus pembuangan bayi sebanyak 54 kali, dimana pelakunya adalah wanita muda berusia antara 15 hingga 21 tahun. Angka ini bahkan mengalami kenaikan dua kali lipat (100 persen lebih) jika di bandingkan dalam periode yang sama pada Januari 2017, yang hanya ada 26 kasus pembuangan bayi, ungkap ketua presidium IPW Neta S. Pane dalam rilisnya di hidayatullah.com, Rabu (31/01/2018).

Hal ini membuktikan betapa tercemar dan rusaknya lingkungan generasi muda muslim saat ini. Lingkungan di sini bukan hanya lingkungan dekat dan sekitar mereka saja, namun juga lingkungan masyarakat, lingkungan pergaulan, lingkungan media, bahkan lingkungan negeri yang tidak mendukung untuk kebaikan generasi muda muslim. Maka kita juga bertanya, sebenarnya kerusakan generasi muda tanggung jawab siapa?.

Generasi muda saat ini, banyak tercemar oleh promosi yang rutin dan kadang massif tentang pergaulan yang tidak semestinya. Pacaran adalah salah satu kemaksiatan yang terus dipropagandakan di negeri ini. Dari mulai film Dilan yang viral hingga budaya Valentine’s Day sudah dipaksakan akrab di kehidupan anak muda muslim. Negeri ini lupa, bahwa anak muda juga belajar tentang kehidupan dari film, berita, televisi, game, termasuk selebritis, politisi dan tokoh masyarakat.

Penerapan kapitalisme yang tak disadari oleh pengusa (mungkin), dan budaya liberal yang masuk di negeri ini adalah salah satu penyebab yang merusak generasi muda muslim. Propaganda maksiat memang akan tumbuh subur di alam atau lingkungan kapitalisme dengan budaya liberalismenya (kebebasan).

Di dalam aturan Islam, anak muda muslim adalah aset berharga yang harus dijaga. Potensi anak muda muslim memang tidak akan cocok di habitat tercemar seperti sekarang. Pacaran adalah perbuatan yang diharamkan dalam Islam, sehingga di lingkungan yang Islami generasi muda tidak akan dibiarkan berbuat maksiat. Pergaulan laki-laki dan perempuan diatur oleh Islam dengan baik sesuai fitrah mereka.

Oleh karena itu tidak ada cara yang lebih baik untuk menjaga generasi muda muslim terhadap kerusakan selain menjadikan Islam sebagai aturan dalam kehidupan ini, yaitu aturan yang digunakan dalam mengatur urusan umat.


Referensi : dari berbagai sumber       

Post a Comment

advertisement

loading...
Powered by Blogger.